Balap motogp – WSBK apakah mempermasalahkan pakai atau tidak pakai rem belakang ?

Posted on Updated on

Arnolds

Tulisan ini sebenarnya hanya sekedar iseng aja menanggapi adanya pendapat berkenaan pemakaian rem belakang di balapan motogp atau WSBK dan lainnya. 
Hanya bagi penulis ini suatu yang lucu tapi bukan dari stand-up komedi. Kalau ada orang yang bukan pembalap apalagi level Nasional profesional, repot mengkritik pemakain rem belakang balapan kelas premier para Raja motogp. Seolah-olah yang bersangkutan lebih super mengerti atau menguasai teknik pengereman (braking) dibandingkan pembalap pro itu sendiri.
Kritik dilontarkan sepertinya didasari rasa kurang suka kalau pembalap tidak pakai rem belakang. 
Seperti kita semua sudah faham bahwa tiap pembalap pro punya pendapat berlainan terhadap pemakaian rem belakang. Ada yang pakai ada yang tidak dan ini sah-sah aja di antara mereka.
Ini dalam pengertian rem belakang digunakan untuk mengurangi kecepatan pada saat hard braking di lintasan lurus (straight line) sebelum memasuki pintu tikungan. Karena bisa aja rem belakang dipakai di mid-corner apabila motor masih terlalu cepat dalam posisi miring. Dengan cara ini menurut para ahli atau pembalap akan lebih aman dibandingkan tarik tuas rem depan yang konsekwensinya memberi beban ke ban depan.
Atau juga seperti sering di jelaskan oleh para pembalap motogp dan WSBK engine 1000cc dengan torsi sangat digdaya. Mereka gunakan rem belakang apabila ban spin berlebihan atau ban depan terangkat (wheelie) saat akselerasi keluar corner.
Di jaman ECU/software in-house pabrik yang canggih, tugas mereduksi ban spin ataupun wheelie diserahkan lebih banyak ke elektronik. Demikian pula pemakaian winglets untuk membangun downforce meredam wheelie. Sekarang memakai ECU/software seragam (unified) dan winglets ukuran S, maka peranan si pembalap jadi lebih banyak menghadang spin maupun wheelie.
Kebanyakan juara motogp seperti Valentino Rossi, Marc Marquez, Casey Stoner, Nicky Hayden memakai rem belakang. Lebih pada situasi seperti membantu membelokkan motor memasuki tikungan bukan di straight line. Walaupun kadang dipakai juga di lintasan lurus.
Ketika menekan rem belakang bagian buritan sedikit sliding ke samping merubah radius belok jadi lebih ke dalam masuk di tikungan. Sudut berbelok tajam (Squaring off) mirip motorcross. Kemudian secepatnya menegakkan motor untuk akselerasi keluar tikungan. Dengan squaring off posisi apex jadi lebih keluar lagi dibandingkan cara classic line. Posisi motor lebih tegak bukaan throttle dapat lebih banyak untuk akselerasi. Karena area kontak ban dengan aspal lebih lebar, traksi jadi makin lengket.
Hard braking Marc Marquez yang bisa dibilang brutal mengangkat ban belakang dari aspal cukup lama atau rolling stoppie. Pasti nya motor sedang pada posisi seperti itu fungsi grip ban belakang mengurangi kecepatan motor di lintasan lurus jadi tidak ada atau zero friction.
Kebalikan dari ke empat pembalap itu adalah Lorenzo yang tidak memakai rem belakang baik di lintasan lurus maupun untuk membantu berbelok di turn-in point. Tapi itu disebabkan teknik memasuki tikungan yang ia terapkan memang berlainan. JL mengerem lebih awal dan fase pengereman mengurangi mayoritas kecepatan diselesaikan di lintasan lurus (straight line). Motor Yamaha M1 memasuki tikungan dalam keadaan throttle open untuk memanfaatkan momentum membangun corner speed yang terkenal istimewa.
Jadi rem belakang di dunia balap pro maupun amatir boleh-boleh aja dipakai atau tidak dipakai. Mereka para pembalap top level sebagian besar sepakat bahwa rem belakang tidak efektif untuk mereduksi kecepatan di lintasan lurus (straight line)
“One thing nearly all top riders agree on is that use of the rear brake can help to tighten your line mid corner” (Performance riding techique by Andy Ibbot).
Hampir seluruh top rider setuju terhadap pemakaian rem belakang dapat membantu menyempitkan line di mid corner.
Juga banyak dari pernyataan pembalap seperti Lorenzo sekarang membawa Ducati GP17 memakai rem belakang untuk sedikit sliding dan mengurangi kecepatan memasuki tikungan. Nicky Hayden gunakan untuk mengkontrol wheelie dan menjaga supaya motor tetap steady ketika berubah arah.
Kalau dikatakan teknik braking pembalap juara dunia tidak memakai rem belakang itu suatu kesalahan. Wah justru pendapat seperti itu yang salah masuk kamar. Jelas bukan pada tempatnya mengajari atau mengkritik teknik pembalap kelas dunia dan mereka bukan berarti tidak memakai rem belakang total. Rem belakang tetap dipakai apabila harus koreksi di mid-corner atau hal lainnya.
Intinya pakai rem belakang atau tidak untuk mengurangi kecepatan motor di straight line lebih pada style pembalap masing-masing. Walaupun juga tidak terlepas dari karakteristik handling motor yang dibawa. Jadi tidak perlu buang energy mempermasalahkan, mengkritik mereka yang tingkat skill balap sudah jauh di atas.
Seperti telah sebutkan di atas ini adalah sikap yang aneh bin ajaib kalau ada orang yang sebenarnya bukan pembalap tapi bisa-bisanya mengkritik teknik balap tanpa rem belakang yang juga di adopsi oleh pembalap-pembalap top level. Sedangkan di grid motogp sendiri atau WSBK sama-sama 1000cc ngak ada pembalap yang aplikasikan teknik pakai rem belakang mengklaim dirinya paling benar.
Penulis menghimbau sering-sering trackday di sirkuit. Ngebut pol dengan itu akan faham situasi sebenarnya itu bagaimana. Jangan cuma bisanya mengkritik karena ngak pakai rem belakang atau ngak tekan rem belakang duluan. Atau mungkin harus banyak2 ngopi di cafe supaya pikiran lempeng. Perasaan ingin menang sendiri bisa cepet luntur. Kalau orang dulu bilang ini namanya terlalu lebhay  :))
Demikian wassalam dan salam sejahtera.
 
Iklan

13 thoughts on “Balap motogp – WSBK apakah mempermasalahkan pakai atau tidak pakai rem belakang ?

    Dodi de rossi said:
    Mei 29, 2017 pukul 7:23 pm

    Saya sependapat sekali..pemakaian rem blkng gmana indivdu itu sndiri. Klo biker udah biasa/expert dengan dengan rem depan , di paksakan pakai rem rem belakang..ya bakal amburadul dlm membangun wkt pengereman itu sendiri.Atau bsa di blng masa pengereman nya nga mulus. Saya sendiri memakai ninja ss dari dulu selalu pakai rem depan..kecuali klo emergency brake selalu di bantu rem belakang,di mana di butuhkan tindakan cepat dan tidak ada perencanaan .

    Suka

    Dodi de rossi said:
    Mei 29, 2017 pukul 7:23 pm

    Saya sependapat sekali..pemakaian rem blkng gmana indivdu itu sndiri. Klo biker udah biasa/expert dengan dengan rem depan , di paksakan pakai rem rem belakang..ya bakal amburadul dlm membangun wkt pengereman itu sendiri.Atau bsa di blng masa pengereman nya nga mulus. Saya sendiri memakai ninja ss dari dulu selalu pakai rem depan..kecuali klo emergency brake selalu di bantu rem belakang,di mana di butuhkan tindakan cepat dan tidak ada perencanaan sebelumnya..

    Suka

    tri_aja_gunung_kidul said:
    Mei 29, 2017 pukul 8:19 pm

    Saya hampir 2tahun ga pakai rem belakang saat dl pakai scorpio(gara2 breaked rem blakang patah saat motor ambruk) dan susah cari sparepartny…
    Dan akhirnya sy terjungkal saat panik breaking ngindari orang belok ga pake lampu sen…
    pengalamanku saat ga pakai rem depan justru lbh ribet dan berbahaya dr pd ga ada rem belakang…ngeri kl ga ada rem depan

    Suka

      ArenaSepedaMotor responded:
      Mei 29, 2017 pukul 8:39 pm

      Iya bener, kalau udh biasa rem dpn aja malah jdi ribet kalo ngak pake.

      Suka

    ArenaSepedaMotor responded:
    Mei 29, 2017 pukul 9:07 pm

    Kalau di jalan raya katanya paling ideal rem depan-belakang. Tapi tetep rem depan harus dikuasai setajam mungkin. Katanya pada saat situasi darurat, pengendara terpaksa rem mendadak biasanya ngak akan bisa menguasai rem depan-belakang sekaligus dlm wktu bersamaan.

    Kalau dlm keadaan panik tarik rem depan terlalu kuat bisa menyebabkan mengunci. Maka itu rem dpn harus dikuasai sampai trampil. Rem blkng hanya membantu aja. Misalkan ban blkng sampai ngunci, ngak apa-apa. Yg penting motor dijaga tetap tegak dan lurus.

    Suka

    motomazine said:
    Mei 30, 2017 pukul 12:30 pm

    Masih saja to pak? Pokok pake rem depan. Titik..wkwk

    Suka

      ArenaSepedaMotor responded:
      Mei 30, 2017 pukul 12:57 pm

      Kayaknya bgitu om, berlanjut dg isu lain lgi. Sekarang malah pembalap pro atau instruktur balap kalau ngak pake rem belakng dibilang salah atau kurang tepat 😀

      Suka

        motomazine said:
        Mei 30, 2017 pukul 3:10 pm

        Wah ini… semakin ke mana ini om..😂

        Suka

    Wayo said:
    Mei 31, 2017 pukul 1:34 am

    Mumpung kupas mengupas rem motor….

    *ups kesebut ehehee

    Suka

    hafizh said:
    Juni 8, 2017 pukul 8:07 pm

    setuju om…sebenarnya dari opini pribadi sekaligus pengalaman pribadi,rem belakang maupun depan sebenarnya punya efektifitas sendiri2.contaoh kasus,,brake di jalan yang licin yang paling efektif adalah rem belakang,pake rem depan di jalan licin??siap2 ndlosor..

    Suka

      ArenaSepedaMotor responded:
      Juni 8, 2017 pukul 8:23 pm

      Setuju Pak, memang harusnya begitu sesuai dg kondisi jalan. Siip

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s