Fungsi rem belakang motogp

Posted on Updated on

honda c70 cub 60 01
Kalau dilihat pembalap motogp hard braking mulai di 350 km/jam menuju tikungan kecepatan rendah. Kemudian bagaimana posisi motor pada waktu sedang hard braking menukik (pitch) tajam ke depan. Kadang ban belakang terangkat dari aspal cukup lama seperti Marquez hard braking. Teknik atau gaya pengeremannya termasuk pada level brutal. Ngak heran kalau ia perlu ban depan dengan compound lebih keras.
Wheelbase yang pendek dan letak center of gravity lebih tinggi. Terjadi pergerakan (travel) suspensi kedepan atau belakang sebanyak 15 cm sudah menyebabkan banyak perpindahan berat. Maka hampir dibilang peranan atau kerja grip ban belakang mengurangi kecepatan secara siknifikan di lintasan lurus (straight line) jadi tidak ada.
Di era motor bengis dan pemarah GP500 dua tak dengan bobot lebih ringan sekitar 30 kg dari motogp. Bisa dibayangkan betapa mudahnya ban belakang terangkat dari aspal pada saat hard braking dari 315-320 km/jam.
Kurangnya grip ban belakang selama berlangsung hard braking menjadi alasan tidak sering dipakai kecuali untuk bantu berbelok memasuki tikungan. Atau mengikis ban spin bila terlalu berlebihan dan meredam wheelie saat akselerasi exit corner.
Seperti pembalap Ducati musim balap 2009 Niccolo Canepa menjelaskan pendapatnya kenapa Casey Stoner mampu lebih cepat dari pembalap Ducati lain. Dan itu berhubungan erat dengan rem belakang :
“Stoner brakes later and opens the throttle sooner!” smiled the Pramac rider. “I don’t know exactly what Stoner does better than us. I know he uses a lot of rear brake, but so does Nicky [Hayden]. When you enter the corner the rear brake helps to close the line.”  Crash.net
Dari yang coba dijelaskan Canepa bahwa Stoner banyak menggunakan rem belakang. Ketika memasuki tikungan, rem belakang membantu motor mendekati line. Ini diterjemahkan sebagai line yang dipilih pembalap melewati mid-corner. Supaya dapat se awal mungkin buka gaz dan akselerasi cepat pembalap memilih line lebih kedalam di mid-corner dekat apex. Dengan itu ketika keluar tikungan menuju lintasan lurus akan masih ada ruang cukup jauh dari sisi luar lintasan.
Casey Stoner memang menyukai rear brake seperti ia sebutkan sendiri dibuku Biography nya juga oleh para columnist atau pemerhati motogp.

Stoner Slides into corner

Stoner sliding mendatangi tikungan mirip pembalap motocross

Rem belakang tiap pembalap punya pandangan tersendiri berdasarkan riding style nya. Jorge Lorenzo waktu membawa M1 tidak memakai rem belakang, demikian pula Kevin Schwantz dan John Hopkins. Yang lain seperti Rossi, Marquez, Dovizioso dan Vinales memakainya.
Teknik pengereman JL termasuk super halus, buritan motor tidak bergerak kiri atau kanan. Dijelaskan Wilco Zeelenberg fase pengereman Lorenzo diselesaikan ketika masih di lintasan lurus dan tidak memakai rem belakang. Motor M1 memasuki tikungan dalam kondisi roll-on, throttle sudah dibuka untuk membangun speed di mid-corner. Corner speed nya terbukti luarbiasa melewati tikungan medium dan fast. Karakteristik M1 stabil dalam kecepatan tinggi di mid-corner. JL hanya perlu rem belakang apabila mengkoreksi kecepatan di mid-corner.
Michael Laverty di Crash.net menjelaskan JL tidak melakukan turun kaki (leg dangle) pada saat mengerem bersamaan juga JL bukan seorang late braker. Dan yang menarik menurtnya Lorenzo memasuki tikungan dengan corner speed yang begitu sulit dipercaya (unreal).
“So there’s various reasons for it and it is a tool that’s available to the riders. I know some purists don’t like it and someone like Jorge Lorenzo never does it. But Jorge’s not a late braker. He brakes early, is super smooth and enters the corner with unreal speed”.
JL masuk tikungan bertopang pada grip ban depan seolah-olah ada rel yang tak terlihat. Membuat M1 begitu solid tidak pernah keluar dari line memasuki tikungan.
Selama sembilan tahun tidak memakai rem belakang di lintasan lurus. Sejak pindah membawa Ducati JL akhirnya mulai melirik rem belakang. Ducati GP17 akan lebih mudah berbelok miring memasuki tikungan dengan memakai rem belakang. Seperti ia jelaskan sendiri :
“This helps a little bit to stop the bike, to enter the corner a little bit sliding and more fluid”.
“I have had nine years without using the rear brake without the sliding in entry to the corners”.
Menurut JL rem belakang sedikit membantu memberhentikan motor (mengurangi speed). Memasuki tikungan sedikit sliding yang ia istilahkan lebih mengalir.

Yamaha-YZR-M1 2016

Lorenzo Yamaha M1 rem belakang tidak dipakai di straight line atau hanya sekali-sekali di mid-corner. Untuk mengurangi gyroscopic effect dengan memakai disc brake ukuran mini.

Nicky Hayden punya latar belakang balapan garuk tanah (dirt racer) rear brake ia gunakan untuk mengkontrol wheelie dan menjaga supaya motor tetap steady ketika berubah arah.
Chaz Davies pembalap Ducati WSBK menerangkan :
“I use the rear brake. Sometimes I use it when braking in a straight line if the rear is a bit loose on the brakes. To try and keep it in line. But mainly i use it on corner entry as far as mid-corner to keep the bike in towards the apex and to help the bike turn in”
Davies memakai rem belakang kadang di lintasan lurus menuju tikungan kalau ban terasa sedikit longgar (loose) atau tidak solid pada saat pengereman. Juga untuk menjaga motor tetap sejajar. Kebanyakan rem belakang ia gunakan saat memasuki tikungan sampai terjauhnya mencapai mid-corner. Untuk membuat motor berbelok dan menjaga motor tetap berada di line menuju apex.
Garis besarnya kadang ia pakai di lintasan lurus tapi sebagian besar digunakan untuk membantu nya berbelok memasuki tikungan. Sama seperti JL membuat bagian buritan GP17 sedikit sliding memasuki tikungan.
Andrea Dovizioso menyampaikan alasannya memakai rem belakang : 
“I use the rear brake quite a lot. In MotoGP, we use the rear brake on the exit to control the spinning. If you use the rear brake well, you can use less traction control because you can tame a big spin by reducing it but not eliminating it. I use the rear a lot also on the braking even though with the four-stroke there is enough engine braking so that many riders do not use the rear. But this is my style, and I always use the rear brake”.
Dari penjelasan di atas bagaimana Dovizioso memakai banyak rem belakang ketika mengerem di lintasan lurus meskipun engine 4-tak telah mengeluarkan engine brake yang cukup ketika deselerasi menuju tikungan. Rem belakang juga dipakai untuk mengurangi (menjinakkan) spin yang berlebihan ketika akselerasi keluar corner. Artinya peranan traction control dapat dikurangi lagi. Pada dasarnya terlalu banyak peranan traction control akan memperlambat akselerasi. Banyak pembalap motogp yang tidak memakai rem belakang menurutnya.
Troy Bayliss selalu memakai rem belakang tiap kali memasuki tikungan untuk menstabilkan bagian buritan motor. Memasuki tikungan kiri ia menekan tuas rem belakang sampai apex. Ia hanya melepas rem belakang ketika motor miring ke kanan di mid-corner dimana lean angle membatasi gerakan kakinya (sudut sangat miring sepatu boot akan mentok ke aspal)
Di tikungan terakhir yang panjang sirkuit Mugello, Bayliss cukup banyak menekan rem belakang meskipun motor pada posisi miring total. Tikungan gir tiga double-apex dan sedikit menurun (downhill). Ketika tepat pada apex pertama disitu Bayliss melepas tuas rem depan, motor menuju ke tengah dan supaya menjaga tetap berada di line ia memakai rem belakang menuju apex kedua dan akselerasi di ujung tikungan menuju lintasan lurus yang sangat panjang. Memakai rem belakang di tikungan double-apex membantu nya memilih line yang tepat di pertengahan tikungan. Bayliss juga memakai rem belakang untuk meredam wheelie.
Pramac Racing menayangkan bagaimana Scott Redding aplikasikan rem belakang di lintasan. Menarik sekali dari situ terlihat Redding menekan pedal rem belakang lebih sering pada saat trail braking memasuki tikungan, bukan ketika motor hard braking di lintasan lurus. Rem belakang tidak selalu ia gunakan kecuali motor terlalu cepat di mid-corner : PramacRacing
Intinya pembalap top setuju rem belakang mayoritas dipakai bukan untuk memberhentikan motor di lintasan lurus (straight line), melainkan menjadi alat (tool) bantu menstabilkan bagian buritan, menjaga radius line di mid-corner supaya lebih sempit (tight) atau membantu berbelok mengarahkan (stir) motor memasuki tikungan.
Memakai atau tidak memakai rem belakang adalah pilihan pembalap itu sendiri. Meskipun tidak terlepas dari karakteristik handling motor yang ia bawa apakah mudah dibelokkan tanpa perlu bantuan rem belakang. Seperti Lorenzo harus memakai rem belakang supaya motor GP17 dapat berbelok cepat memasuki tikungan. Dimana cara ini tidak pernah ia lakukan dulu pada saat membawa M1. Biasa sebelumnya dengan M1 JL mengerem lebih awal. Memasuki tikungan dengan posisi roll-on, throttle sudah dibuka. Membawa GP17 memasuki tikungan ia harus trail braking. Chassis geometry, center of gravity, weight bias menentukan peri laku handling motor.
Iklan

5 thoughts on “Fungsi rem belakang motogp

    abaydmz said:
    Mei 28, 2017 pukul 4:56 pm

    Saya belum pernah baca kayak gini ya om, tapi saya skrg2 ini gunain teknik mirip stoner masuk corner late braking mendekati apex gunakan rem blkg lepas apex sdikit lepas rem blkg sambil gas pol. Pakai matic sih enk rem belkang pakai tangan kiri 😬

    Suka

    Ira satryana said:
    Mei 29, 2017 pukul 1:06 am

    Utk casey gaya slidingnya bukn mirip lg kyk pembalap motorcross,
    Tp memang latar blakang balapanny memang dr motorcross dlu.
    Seperti yg gabbarini katakan ttg perbedaan gaya balap
    Marc dan casey ..
    Marc jagony msk tikungan, casey jagony kluar tikungan.
    catatan yg berkesan buat saya pribadi adlh corner casey di
    Phillips island..edan pisan mbah 😁
    Casey memang jenius..

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s