Jerez pembuka pertarungan motogp di daratan Eropa akankah membuka keberuntungan JL

Posted on Updated on

Jerez motogp 2016 (andalusia.com)
Setelah tiga seri balap motogp berlangsung maka saatnya mendarat di daratan Eropa. Hampir pembalap motogp berasal dari negara-negara yang berada di Eropa dengan itu memberikan semangat dan suasana lebih panas dan khusus. 
Maverick Vinales sebagai anak baru di grid motogp boleh dibilang cemerlang telah mengantongi dua kemenangan berturut-turut mulai seri pembuka Qatar dan Argentina. Tapi perjalanan masih panjang sampai penghujung musim balap 2017
“Anda belum beruntung” mungkin pas untuk Vinales ketika harus tumpah ke aspal pada seri ketiga di Circuit of the Americas, Texas. Ban depan mengalami lowside ketika melewati tikungan 18 kecepatan medium long sweeper kanan di dua lap awal. Dia sendiri belum pasti apa penyebab hilang grip ban depan. Apakah karena belum mencapai temperatur kerja atau adanya bagian tidak rata (bumps) di lintasan itu. Sedangkan Vinales satu-satunya pembalap Yamaha begitu luarbiasa di sesi qualifikasi dengan jarak sangat dekat 0,130 detik dibelakang sang jawara COTA Marc Marquez.
Jerez terdiri dari tikungan kecepatan rendah radius sempit dan kecepatan medium gir 2 dan3. Ada double apex tikungan kanan 9-10 dimana motor akselerasi untuk membangun kecepatan melewati tikungan medium – fast 11 dan 12 kanan.
Kalau segalanya tepat pasukan Yamaha akan mendapat keuntungan disini. Melewati tikungan medium – fast M1 akan stabil berada line di mid-corner tanpa kuatir understeer. Tapi Marquez juga akan manfaatkan hard braking lebih dalam memasuki tikungan-tikungan kecepatan rendah radius sempit yang mana menjadi senjatanya. Kemudian berusaha lebih awal buka throttle menngungkit akselerasi.
Rossi yang sekarang memegang poin klasemen punya cukup banyak kenangan di Jerez. Apakah dia dapat meraih podium dimana secara bersamaan Vinales selalu bersemangat untuk menang dan punya peluru cukup banyak. Tentu perlu upaya besar untuk berada di depan dan lebih dulu mencapai garis finish.
Tantangan terberat pada pundak Jorge Lorenzo membawa Ducati. Namanya mendapat kehormatan tertanam di tikungan 13 dan sukses mencapai beberapa kemenangan disana. Hanya Sirkuit Jerez selama ini kurang membawa keuntungan untuk Ducati. Engine V4 sudut 90 derajat big bang Ducati Desmo sangat powerful pada rpm atas, tapi kurang cocok di tight corner kecepatan rendah. Transient torque Ducati kurang galak di rpm rendah-tengah menjadikan akselerasi keluar tikungan sedikit lambat dari motor lain.
Jalan satu-satunya kompensasi kurangnya akselerasi keluar tikungan JL harus mengerem agresif masuk lebih dalam, membangun perpindahan berat lebih kedepan dan trail-braking sampai apex. Bersamaan memakai rem belakang untuk sedikit sliding memasuki tikungan supaya line lebih ke sisi dalam. Jelas ini bukan gaya balapnya seperti saat membawa M1 dulu.  
Problem Ducati lainnya melewati tikungan kecepatan medium-fast, dimana motor selalu cenderung understeer di mid-corner, tidak bisa mengikuti line apabila throttle dibuka sejak memasuki tikungan. Lagi-lagi menurut JL motor harus trail braking memasuki tikungan. Pada fase akselerasi di mid-corner lebih agresif membuka gaz, membuat ban belakang sedikit spin supaya tetap berada di line saat keluar tikungan. Dimana cara itu tidak ia pernah dilakukan dengan Yamaha.
Seperti dijelaskan Wilco Zeelenberg bagaimana JL membawa M1 dulu yang bertolak belakang dengan karakteristik handling Ducati sekarang.. Hampir sebagian besar kecepatan dikurangi di lintasan lurus dan bagian buritan tetap lurus tanpa menimbulkan gerakan kiri atau kanan. JL tidak memakai rem belakang seperti yang dia katakan. Tuas rem dilepas dan membuka throttle motor roll-on masuk tikungan dengan maksud membawa momentum membangun kecepatan di mid-corner, selanjutnya akselerasi di ujung tikungan. Semakin cepat di mid-corner akan mengungkit akselerasi exit corner. Karakteristik Yamaha M1 yang tetap stabil di mid-corner memungkinkan JL cepat melewati tikungan medium-fast.
Menurut JL Yamaha memerlukan intensitas pengereman yang tidak terlalu agresif dan juga tidak terlalu brake late. Titik pengereman nya (brake marker) jauh lebih awal dari pembalap lain. Kemudian melepas tuas rem lebih awal dan segera buka gaz. Dengan Yamaha apabila ditekan terlalu keras justru akan menjadi lambat katanya.
Sekarang ini JL mau tidak mau harus berdaptasi untuk dapat yang terbaik dari Ducati. Ducati adalah motor tipe dragster melesat cepat laksana roket scud meraih topspeed menakjubkan di lintasan lurus, tapi kerepotan diajak berbelok miring di tikungan khususnya gaya balap seperti JL. Walaupun di akui Ducati sekarang lebih baik dari jaman nya Rossi dulu.
Menurutnya tidak akan bisa mencapai level corner speed seperti Yamaha, dengan Ducati sekarang lebih lambat 5 km/jam. Untuk itu ia akan memanfaatkan kekuatan engine exit corner, terutama tikungan medium-fast dan mengolah lagi brake late dimana Ducati stabil dari kecepatan tinggi. Menutupi atau kompensasi kekurangan di mid-corner melalui brake late lebih dalam dan akselerasi lebih baik lagi.

Jorge Jerez 2017 Crashnet

Karakteristik handling bertolak belakang dengan Yamaha. Perlu peranan fisik lebih ketika mengerem dan akselerasi dalam kecepatan tinggi (crash.net)

Menariknya JL meminta Ducati mengikuti filosofi Yamaha yaitu lebih fokus terhadap penyempurnaan chassis. Menurutnya sudah saatnya merubah prioritas pada area tersebut supaya motor lebih mudah berbelok. Lorenzo yakin Ducati dapat belajar dari tim sebelumnya, dimana secara rutin melakukan update chassis. Penempatan mass centralization dan chassis geometry menentukan karakteristik handling motor ketika hard braking, berbelok miring sambil trail braking atau on throttle di mid-corner dan akselerasi di ujung tikungan.
Ducati lebih mirip Honda yang juga di rancang tetap stabil brake late dari kecepatan tinggi. Motor masuk lebih dalam ditikungan dan full akselerasi keluar. Sama seperti Honda V4 cylinder sudut 90 derajat keunggulan power diatur melalui elektronik in-house. Tapi sejak beralih ke unified software, power delivery ngak mampu di jinakkan lagi, spin dan wheelie sering terjadi. Karena itu Honda memilih big bang firing interval. Demikian wassalam dan salam sejahtera.
Iklan

4 thoughts on “Jerez pembuka pertarungan motogp di daratan Eropa akankah membuka keberuntungan JL

    tri_aja_gunung_kidul said:
    Mei 6, 2017 pukul 8:46 am

    Harus merubah filosopi..atau tetap berdiri dgn kepala tegak dengan filisopi.
    sambil menunggu ada pembalap yg mampu mengikuti filisopi karena
    bagaimanapun menang dgn filosopi awal jauh lbh terhormat walau pastinya akan ada kekurangannya..
    tp bila bs menang dgn merubah filosopi tetaplah terhormat karena orang atau fans tdk lah semua paham tentang filosopi balap tiap pabrikan sebagian fans hanya tau pabrikan yg dia kagumi menang tanpa tau ada hal yg berubah dr filosopi awal…

    contoh KTM yg sekarang pakai bigbang pdhl saat awal kekeh screamer dgn “kami memilih jgn yg beda” kita tinggal tunggu apakah sasis akan ikuti mayoritas deltabox atau tetap tralis bila sdh ada kebuntuan dlm pengembangan seperti halny kebuntuan KTM dlm pengembangan mesin screamer merdu melengking yg mengiris telinga …
    Hmmm

    Suka

      ArenaSepedaMotor responded:
      Mei 6, 2017 pukul 9:31 am

      Bener Pak, bisa jdi akan berubah atau tetap konsisten.

      Honda yg biasanya konsisten tampil beda dg rombongan mainstream akhirnya luluh jga pindah ke big bang.

      Paling ngak sekarang Ducati menunjukkan lebih baik dri sebelumnya, sanggup berada di lini depan

      Suka

        tri_aja_gunung_kidul said:
        Mei 6, 2017 pukul 9:47 am

        Ambisi KTM mengalahkan Honda padahal..
        yamaha ducati aprilia suzuki gak di anggap brarti yak..hehehe
        hmmm

        Suka

        ArenaSepedaMotor responded:
        Mei 6, 2017 pukul 9:55 am

        Mungkin lebih pd tarik pelajaran dulu dri apa yg udh di buat oleh Honda Pak hehe

        Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s