Euro 5 akan jadi babak baru mesin motor sport

Posted on Updated on

Kawasaki H2

Kadar emisi Kawasaki H2 supercharged lebih bersih dibandingkan ZX-10R 

Diberlakukannya regulasi emisi Euro 4 belakangan ini sudah cukup banyak motor sport terkena imbas. Power puncak suka tidak suka harus tersingkir tanpa kompromi. Tapi ngak berhenti disitu saja setelah Euro 4 ada teman-temannya lagi mengikuti yaitu Euro 5, Euro 6 dan seterusnya menuntut tingkat kadar karbon monoksida, Hydrocarbon dan Nitrogen oksida lebih rendah lagi dilepaskan ke udara.
Akankah ini jadi akhir kejayaan sport bike dimana power puncak katanya penting?
Euro 4 boleh dibilang kejam khususnya high revving engine. Untuk merevisi engine beberapa motor terbaru pabrik mengeluarkan biaya lebih. Artinya harga penjualan lebih tinggi dari model sebelumnya.
Selain ketentuan emisi juga ketahanan sistim tidak boleh melemah melewati batas emisi setelah motor menempuh jarak 20 ribu atau 35 ribu km (tergantung engine). Untuk itu komponen terkait seperti catalytic converter, lambda sensor harus dengan material lebih kuat dan tentunya jadi mahal.
Engine yang mengandalkan putaran tinggi untuk menciptakan HP perlu bukaan klep (valve lift) tinggi dan banyak overlap. Pada zona tersebut dimana semua harus dilakukan ultra cepat. Fase overlap yaitu klep intake membuka sebelum klep exhaust menutup di akhir siklus langkah buang (exhaust stroke), airflow yang masuk cepat membantu menguras sisa gas hasil pembakaran keluar. Tidak jadi problem pada rpm tinggi tapi akan bermasalah di rpm rendah, hydrocarbon meningkat dari bbm yang tidak terbakar. Banyak overlap dan airflow yang lambat menyebabkan reversion atau gas hasil pembakaran di silinder masuk ke dalam intake bercampur dengan udara bersih dan bbm. Pembakaran jadi tidak stabil, kadar emisi naik dan boros bbm. Emisi bisa di betulkan melalui catalytic converter yang berdaya kuat tapi juga mencuri HP.
Yamaha R6, Kawasaki Z650 dan Ninja 650 model 2017 adalah beberapa motor sport yang sudah direvisi sesuai Euro 4. Power puncak berkurang sekitar 5.7% dari model sebelumnya atau pemangkasan 7 HP di Yamaha R6 dan 4 HP pada kedua model Kawasaki 650cc tersebut. Menariknya Kawasaki secara bersamaan melakukan pemotongan berat motor cukup siknifikan 15-16 kg.
Jalan keluar meredam emisi dari banyaknya overlap ketika beroperasi pada rpm rendah melalui sistim variable valve timing (VVT). Adanya profil camshaft lobe pemakaian low rpm tidak memerlukan banyak overlap. Dengan itu pembakaran jadi efisien, irit bbm dan emisi yang tetap sesuai ketentuan.
Powerband lebih lebar dan panjang mulai putaran rendah akan menyumbang akselerasi lebih cepat dan gesit ketika bermanuver di dalam kota dimana banyak stop n go ataupun dibawa ke luar kota menemui tanjakan yang berbelok.
Motor sport 150cc Yamaha R15 SOHC variable valve actuation (VVA) adalah contoh tepat efisiensi dan performa. Ditunjukkan dari hasil dyno chart oleh Otomotifnet torsi R15 pada putaran 4000 rpm telah tercapai sekitar 12 Nm atau 95% dari torsi maksimum. Torsi kuat mulai low rpm akan bermanfaat berkendara sehari-hari di dalam kota dan tersedia nafas cukup panjang pada rpm tengah-atas apabila jalan sedikit kosong. Ini patut di ikuti oleh merk lainnya misalkan Honda dengan VTEC dan Suzuki memakai VVT sentrifugal.
Dalam dunia permobilan sistim variable valve timing sudah lama di aplikasi, herannya sangat lambat dan jarang di motor. Engine VVT mobil modern sekarang bukan lagi Euro 5 tapi sudah Euro 6 yang lebih kejam lagi dari kerja paksa jaman penjajahan.
Seperti cara mobil modern menghadapi Euro 5 dan 6 adalah dengan sistim induksi bertekanan yaitu turbocharger dan supercharger. Karena regulasi emisi ketat itu mendorong manufaktur mobil memeras ilmu lagi dengan sasaran menciptakan engine yang lebih kecil tapi cabe rawit. Performa pedas di kombinasikan ramah emisi dan konsumsi bbm yang irit.
Tahun 2015 Suzuki mulai menyingkap engine XE7 (kemungkinan 700cc) turbocharged yang siap produksi dan akan menjadi sumber daya dorong motor sport terbaru. Sebelumnya tahun 2013 dipamerkan recursion concept engine 588cc twin cylinder SOHC 4 valves turbocharged, menyemburkan 100 HP pada putaran 8000 rpm. Meskipun HP puncak terasa kalah dengan supersport 600cc menembus diatas 120 HP (at the crankshaft) tapi nanti dulu Bro itu tercapai di putaran sangat tinggi 14500 rpm. Sedangkan HP puncak engine konsep ini tercapai pada putaran 6500 rpm lebih rendah. Istimewanya lagi torsi puncak sekelas superbike 1000cc yaitu 101.6 Nm (75 ft-lb) dan memuncak pada putaran rendah 4500 rpm. Torsi Yamaha R6 sebesar 65.7 Nm @11500 rpm atau memuncak jauh lebih tinggi 7000 rpm. Bisa dibayangkan ganasnya jambakan akselerasi mulai low rpm. Kemungkinan CC Suzuki XE7 DOHC 8 valves turbocharger engine ini akan lebih besar dari engine konsep 588cc SOHC. Tentunya dibekali power dan torsi yang lebih nendang.
Suzuki yang sedang bersemangat inovasi juga merancang gabungan turbocharger dan tenaga dynamo elektrik atau sebutan “hybrid” seperti engine Formula one sekarang. Efisiensi panas meningkat lagi dimana HP semakin kuat dengan konsumsi bbm tidak boros.

Suzuki Ex7 TurbochargedSuzuki XE7 Inline twin cylinder DOHC Turbocharged with intercooler (performance bikes mag)

Engine memakai forced induction tidak perlu revving tinggi untuk menciptakan HP dan torsi besar. Dengan itu akan lebih ramah emisi karena tidak banyak angka overlap. Kuncinya volume airflow berlimpah ruah atau boost dihasilkan dari semburan turbin menaikkan cylinder pressure jadi sangat luar biasa. Itu tidak lain tekanan rata-rata yang diterima permukaan piston dalam PSI atau mean effective pressure (MEP) setelah TDC. Disitulah letak kuatnya torsi memutar crankshaft. Besarnya boost masuk ke dalam silinder tergantung dari setup.
Ngak aneh engine performa tinggi Honda Civic type R K20 turbocharged dengan kapasitas 2000cc menyemburkan 306 HP pada putaran 6500 rpm dan torsi kelas berat 400 Nm di putaran sangat rendah 2500 rpm. Yang mana K20 engine 2000cc versi normally aspirated VTEC berada di 198 HP putaran 7800 rpm, torsi puncak 193 Nm @5600 rpm. Sangat jauh perbedaan power dan torsi kedua engine.
Supercharger juga membawa keuntungan yang sama seperti turbocharger. Hanya perlu sedikit tenaga ekstra dari engine untuk memutar turbin, bukan dari semburan exhaust seperti sistim turbocharger. Karena turbin diputar oleh pulley yang terhubung dengan crankshaft maka kurva torsi akan lebih linear, tidak ada momen tenaga terlambat belum mengisi atau turbo lag seperti biasa muncul di turbocharger.
Kawasaki H2 1000cc adalah wujud keberhasilan performa dasyat dan kadar emisi yang lebih ramah dari motor orientasi balap ZX-10R. Menciptakan power sama besar dan ekstra tendangan torsi yang lebih mantap, H2 tidak harus capek-capek revving setinggi engine ZX-10R.
Kedepannya pabrik Kawasaki mungkin akan merilis motor sport dengan engine supercharger generasi kedua seperti 650cc twin cylinder yang sanggup memproduksi power sebesar superbike 1000cc normally aspirated.

Kawasaki Supercharged

Kawasaki SC-01 dengan variable-vane supercharger. Secara tepat mengatur besarnya boost ke dalam silinder disesuaikan dengan kondisi AFR. Baling-baling turbin dapat berubah geometry (performance bikes mag)

Honda juga sedang bekerja dengan engine twin cylinder supercharger. Menurut majalah Performance Bikes sudah ada design yang di patent kan. Beberapa rancangan terlihat seperti engine dari NC750 dan VFR1200F tanpa ada jajaran kedua silinder di bagian belakang.

Honda Supercharged concept

Honda patent supercharged pararrel twin cylinder. Pulley yang terhubung dengan crankshaft memutar turbin.  Semburan masa airflow melewati pipa dan masuk ke downdraft intake tract melalui plenum (performance bikes mag)

Kedepannya mengikuti Euro 5 dan 6 motor sport performa tinggi akan memasuki babak baru. Secara bertahap akan beralih ke engine yang makin rendah emisi ramah udara dan irit. Target itu dapat tercapai melalui pilihan variable valve timing, sistim induksi bertekanan atau hybrid. Tidak aja motor CC besar tapi juga motor sport 150cc – 250cc. Demikian wassalam dan salam sejahtera.
Iklan

6 thoughts on “Euro 5 akan jadi babak baru mesin motor sport

    Renhan said:
    April 28, 2017 pukul 8:48 pm

    Kayanya mulai ada indikasi semacam vvt di yamaha yg akan diterapkan di pabrikan lain ini, menarik ini

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s