Kecepatan dasyat Vinales di COTA dari mana datangnya?

Posted on Updated on

COTA Turn 1 Bimmersport

Circuit of the Americas turn 1 (Bimmersport)

Kalau kata pemerhati maupun komentator motogp Circuit of The Americas di Austin Texas adalah sirkuit yang indah. Dibangun melalui rancangan ide kelas dunia mengikuti keadaan contour lahan. Hampir segala bentuk lintasan tersedia disana, mulai dari lintasan lurus yang sangat panjang khususnya back straight 1000 meter, tikungan kecepatan sedang-tinggi long sweeper, tikungan medium speed S dan tikungan tajam stop n go kecepatan rendah hairpin V yang mendominasi.
Tikungan 1 hairpin yang menanjak akan selalu membawa adrenalin terutama pada waktu start bersama. Kesalahan mengerem sampai lowside pasti akan membawa pembalap lain di depannya tumpah ke aspal. Setelah itu turun bukit menuju fast flowing tikungan 2 ke kanan. Disini perlu kestabilan motor dibarengi ketepatan bukaan throttle saat di mid-corner untuk membangun kecepatan melesat di lintasan lurus sebelum tikungan 3. Ingin kencang di tikungan S 3-4 pembalap akan hati-hati, apabila terlalu cepat motor terlempar ke sisi luar.
Bagian yang paling istimewa adalah beberapa tikungan hairpin atau V, terutama dari front straight menuju tikungan 1 dan back straight yang sangat panjang ke tikungan 12. Ini adalah tikungan dimana pembalap harus hard braking dari kecepatan tinggi sampai motor stop. Supaya cepat, rider memilih line langsung ke apex di ujung kemudian belok tajam merebahkan motor dan tegakkan kembali berakselerasi memakai gir transmisi 1. Titik pengereman (braking point) terlewati beberapa meter, demikian pula titik belok (turn in point) di tikungan, motor akan menjauh ke sisi luar lintasan dan harus balik kembali ke line artinya kehilangan waktu.
Marquez selalu presisi di hairpin COTA. Memeras kemampuan hard braking supaya motor dapat berhenti pas di tikungan. Mencapainya kadang rolling stoppie, ban belakang terangkat lama dari aspal demi memperpendek jarak supaya tepat sasaran motor berhenti di titik belok.
RC213V memang di setup stabil hard braking dan MM mampu melakukannya lebih efektif dari pembalap Honda lain. Dengan teknik hard braking begitu mantap Marquez selalu sukses keluar sebagai jawara COTA.

V shaped corner

Hairpin : Hard braking sampai apex, belok tajam, segera tegakkan motor dan akselerasi. RC213V perlu traksi yang lengket untuk daya dorong keluar tikungan. Ban belakang spin akan memperlambat.

Sesi qualifikasi hari sabtu Marquez mencetak lap time tercepat 2 menit 2.741 detik. Tapi ia ngak sendirian, ada Vinales yang sangat dekat 2 menit 2,871 detik atau jarak terpaut hanya 0,130 detik!. Diteruskan pada sesi morning warm-up hari Minggu Vinales tetap sanggup konsisten meraih 0.169 detik dibelakang MM.
Sangat cepat bercampur mengherankan dimana COTA sebenarnya bukan sirkuit yang ideal untuk Yamaha M1.
Dari mana ramuan ajaib itu datang?
Dengan set up suspensi dan pilihan compound medium depan/belakang M1 akan melesat cepat dan stabil di tikungan fast flowing gir 2 dan 3. Tapi rasanya itu aja tidak akan cukup untuk memperpendek jarak dengan Marquez. Tidak ada jalan lain kecuali menekan M1 di beberapa tikungan hairpin V-shaped itu juga. Sedangkan motor bukan di rancang untuk hard braking sampai level agresif seperti MM. Mungkin ada kekuatan tersembunyi tak terduga dengan itu Vinales mampu memacu Yamaha M1 naik ke level selanjutnya di COTA.
Sayang sekali pertempuran di sirkuit COTA yang mana MM selalu mendominasi tidak terjadi. Vinales terpaksa tumbang pada dua lap awal melewati tikungan 18 fast flowing. Padahal rithme balap justru belum memanas. Demikian wassalam dan salam sejahtera.
Iklan

4 thoughts on “Kecepatan dasyat Vinales di COTA dari mana datangnya?

    Ira satryana said:
    April 25, 2017 pukul 6:26 pm

    Tumbang die mbah..dr sejk awal msk lap ke 2 due dah dpt peringatan dr sisi kiri
    ban tp mungkin d abaikan Atau mungkin d anggap kgk ngaruh..eeeh taunye
    klontang crash dah.
    Die sendiri bilang agk aneh..koq bs ngitu yak..over confidence x yak ??
    Ato bijimane mbah ?? ๐Ÿ˜

    Suka

    ArenaSepedaMotor responded:
    April 25, 2017 pukul 8:03 pm

    Mungkin ban depan blum sampe temperatur kerja di dua lap awal.

    atau perabotannye duluan kepanasan kali, jdi kelojotan die hehehe

    Suka

    dwipram said:
    April 26, 2017 pukul 1:43 am

    Saat fp1,3 bahkan sampai Q2 di austin vinales.. bahkan bisa trcepat. Dan klopun gak trcpat itu karna dia gk pke ban soft dan slisih waktunya dgn marc cuman sper spuluh detik! Gk nyangka emang.. trnyata M1 bisa luwes banget ditangan vinales. Cuman yaitu tdi om.. reaksi sialan michelin mlah kna k dia. Pdahal sy jagoin dia buat mutus dominasi marc sbgai sherrif di Austin ๐Ÿ˜…๐Ÿ˜…๐Ÿ˜…

    Suka

      ArenaSepedaMotor responded:
      April 26, 2017 pukul 9:01 am

      Marquez masih perpanjang jabatannya

      Meskipun gagal setidaknya Vinales sdh kasih liat, bahwa dia bisa sangat cepat di COTA.

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s