Euro 4 menggerus power motor sport

Posted on Updated on

2017 R6 Performance bikes

2017 Yamaha R6 terkikis 7 HP (Performance bikes Mag)

Beberapa motor sport anyar keluaran tahun 2017 sudah terkena pengaruh berlakunya regulasi emisi Euro 4. Diantaranya supersport 600 Yamaha YZF-R6 di ikuti juga naked bike Kawasaki Z650 dan Ninja 650.
Ketentuan Euro 4 lebih ketat dari sebelumnya terhadap kadar karbon monoksida, nitrogenoksida dan hydrocarbon. Karena itu power output engine tipe yang sama suka tidak suka harus terkikis.
Seperti diberitakan resmi oleh Yamaha bahwa motor R6 terbaru yang sudah Euro 4 mengalami defisit power 7 HP dari model sebelumnya. Menurut tester majalah Performance Bikes ada pengurangan tarikan atas (top-end rush). Perbedaan seting AFR ditambah rancangan sistim exhaust ala Euro 4, motor agak kepayahan menembus redline 16500 rpm katanya.
Demikian pula power Ninja 650 dan Z650 tahun 2017 berkurang sekitar 4 HP dari model sebelumnya, tapi bersamaan Kawasaki melakukan program pengurangan berat badan motor cukup siknifikan. Ninja 650 berkurang 16 kg dan Z650 lebih ringan 17 kg. Berkurangnya power di kompensasi secara pintar melalui weight/power ratio.
Meskipun tidak dibilang besar sekitar 5.7%, bisa jadi akan memberi pengaruh psikologis bagi calon pembeli yang kurang semangat kalau motor terbaru ternyata sedikit lemah dari model lama. Karena power sells cars, torque wins races kata Enzo Ferarri.
HP di rpm maksimum kadang menyihir horsepower freaks walaupun tidak selalu dapat dirasakan tiap kali berkendara di jalan raya. Yamaha R6 gir satu mentok 16000 rpm, di jalan dalam keadaan ramai pasti ngak akan cukup.
Power atau torsi perlu bbm lebih atau AFR rich dibawah stoichiometrik 14.7 : 1. Tidak jadi masalah apabila ruang bakar, piston squish, inlet port, kompresi statik, sistim pengapian di rancang begitu tepat, mampu membakar habis bbm. Hanya high revving engine seperti R6 dengan valve lift tinggi dan banyak overlap akan susah menahan emisi ketika beroperasi pada rpm rendah. Terjadi reversion atau gas pembakaran yang masuk ke intake bercampur dengan udara/bbm pada saat klep intake posisi open akan membuat pembakaran jadi kurang stabil. Banyak bbm tidak terbakar keluar ke exhaust. Antisipasinya saringan catalytic converter yang lebih kuat lagi, tapi itu juga mencuri HP.
Tidak disitu aja, menyalakan engine yang masih dingin memerlukan AFR sangat basah (rich) artinya emisi hydrocarbon meningkat. Ini juga jadi sorotan produsen supaya memenuhi test Euro 4. Jalannya melalui posisi catalytic converter dimajukan lebih dekat lagi ke engine supaya mampu bekerja lebih cepat. Tapi posisi catalytic converter yang lebih dekat ke saluran exhaust di cylinder akan merusak performa. Ukuran catalytic converter jadi bertambah gemuk tentunya memakan tempat khususnya motor dengan ruang terbatas.
Peranan ECU dan lambda (oxigen sensor) memonitor pembakaran jadi lebih ketat. Melalui cara menentukan algorithma fuel injection supaya pasokan air & fuel ratio lebih presisi, bbm tidak berlebihan pada saat engine idle dan deselerasi.
Regulasi Euro 4 menuntut jumlah evaporasi uap hydrocarbon bbm yang lepas ke udara dari tanki bensin serendah mungkin. Dengan itu perlu rancangan fuel tank ampuh yang dapat mengerem uap beracun itu.
Begitupun menyangkut aturan suara yang semakin sempit produsen mencari cara jitu supaya suara tetap pada batas tapi juga tidak membuat jadi senyap seperti motor listrik. 
Kemudian bagaimana dampak Euro 4 nanti terhadap motor sport 150cc – 250cc?  
Sekarang ini Honda CBR250RR menjadi motor sport 250cc dengan power puncak tertinggi menembus 31.06 HP (otomotifnet). Apakah harus terkikis juga nanti ketika berlaku Euro 4.  Kalau hitungan yang sama 5.7% berarti akan berkurang sekitar 1.77 HP atau menjadi 29.2 HP at the back wheel. Ngak begitu banyak juga sebenernya. Mungkin dibarengi dengan pengurangan berat motor seperti Ninja 650 dan Z650, justru akan berbalik mengungkit performa lagi.
Cara itu berlaku juga pada Honda Fireblade CBR1000RR 2017 yang sudah Euro 4 dimana tidak terlalu mementingkan beradu kuat angka HP puncak, melainkan lebih pada ketajaman handling dan bobot semakin ringan.
Untuk motor 150cc bisa dengan bore-out naikkan CC dan aplikasi sistim variable valve timing (VVT). Valve lift dan overlap meraih HP di rpm tinggi tetap dapat dirasakan tanpa mencederai emisi pada putaran rendah. Dorongan torsi kuat mulai dari low rpm bersamaan irit bbm.
Kembali ke Euro 4 dan supersport 600 kenapa Honda berhentikan CBR600RR nya. Itu tidak lain ongkos produksi semakin tinggi mendekati supersport 1000cc dan faktor penurunan power puncak yang tidak bisa dihindarkan. Tambahan sistim exhaust, catalytic converter, fuel tank system membatasi evaporasi uap bbm ke udara dan hal lainnya demi memenuhi regulasi Euro 4 kenyataannya menambah biaya. Karena itu orang akan berpikir untuk mengambil supersport 1000cc yang sudah Euro 4 dari pada supersport 600cc Euro 4. Memilih 1000cc Euro 4 ia akan tetap merasakan torsi dan power berlimpah ruah.
Nasib supersport 600 tergantung dari pembeli misalkan sepi berarti wassalam. Setelah Euro 4 ada Euro 5, Euro 6 dan seterusnya. Power jadi semakin ngak leluasa bergerak, kejayaannya dibatasi demi hijaunya Bumi kita ini. Demikian wassalam dan salam sejahtera.
Iklan

2 thoughts on “Euro 4 menggerus power motor sport

    tri_aja_gunung_kidul said:
    April 22, 2017 pukul 5:37 am

    Beruntunglah kita..di negari ini yg ngebul kyk bikin arang aja msh bebas berkeliaran di jln raya.. “nak ora ngebul yo dapur ora melu ngebul”
    Kelkelkelkel

    Suka

      ArenaSepedaMotor responded:
      April 22, 2017 pukul 10:35 am

      Paling ngak proses pemanasan bumi nya di rem

      Tabung knalpot sedikit berisik yg penting Catalytic converter jngn dicopot Pak, hehe

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s