Mesin F1 turbo hybrid V6 power dasyat suara kurang ganas

Posted on Updated on

F1-MERCEDES-ENGINE

Mercedes-Benz F1 engine V6 cylinder 90 derajat 1600CC turbo hybrid power mendekati 1000 hp putaran 15000 rpm.

Formula one merupakan puncak berkumpulnya segala pengetahuan berkaitan dengan internal combustion engine (ICE) seperti dinamika aliran udara (airflow dynamic), geometri engine, pengapian/pembakaran, efisiensi panas (thermal efficiency), sistim penyaluran bbm (fuel system), karakteristik kimia bbm, sistim induksi bertekanan dan banyak lagi.
Teknologi F1 engine jadi rujukan dan banyak di adopsi oleh mobil balap lainnya juga motor balap 4-tak. Sebelum kemunculan motogp 990cc 4-tak, motor WSBK 750cc 4-tak sudah lebih dulu aplikasikan teknologi mesin yang ada di Formula one. Pabrikan motor ikut serta sejak akhir tahun 80 an yaitu Honda memasok engine ke tim Mclaren dan Yamaha ke tim Brabham.

Yamaha F1 OX11A V10

Jajaran injector dan fuel rails terletak di atas ujung corong intake (velocity stacks) Yamaha V10 F1 engine

Sebenarnya sistim turbocharger sudah lama di aplikasikan pada mesin F1. Pada akhir tahun 80 an mobil F1 dengan mesin BMW M12 Inline 4 cylinder 1499cc menyemburkan 900 hp (di ban belakang) pada putaran 11500 rpm. Untuk qualifikasi power diungkit lebih radikal mencapai 1200-1400 hp dengan boost di set sebesar 4 bar (58.8 psi). Menyemburkan power sebesar itu masa kerja engine relatif hanya menempuh jarak sangat pendek. 
Kemudian FIA mengganti peraturan kembali ke normayly aspirated engine. Pencapaian tertinggi normally aspirated engine adalah pada era V10 cylinder 3000cc yang berakhir di 2005 dimana power output sanggup mencapai 960 hp, putaran menyentuh lebih dari 19000 rpm dengan thermal efficiency sekitar 30%.  Engine V10 katanya akan mudah mencapai 22000 rpm menyemburkan lebih dari 1000 hp!. Luar biasa, tenaga dasyat digabungkan suara screamer sejati teriak melengking menusuk telinga. Setelah itu V8 cylinder 2400cc mengantikan V10 yang juga ngak kalah dasyat maksimum power yaitu 760 hp lebih pada putaran 18000 rpm.

F1 Turbo Hybrid Engine Formula1-dictionary.net

Rangkaian power unit terdiri dari V6 turbo hybrid 1600cc (ICE), MGU-K dan MGU-H (Formula1-dictionary.net)

Sejak FIA merubah regulasi menjadi hybrid turbocharged engine, power output dihasilkan dari V6 cylinder dengan kapasitas jauh lebih kecil yaitu 1600cc dapat diracik ke tingkat lebih digdaya. Pada awal musim balap 2014 di angka 760 hp (600 hp ICE + 160 hp ERS) dan sekarang sudah menyentuh lebih dari 900 hp.
Efisiensi panas (Thermal efficiency) V10 cylinder 3000cc normally aspirated sekitar 30% sedangkan V6 cylinder 1600cc turbo hybrid sekarang ini sudah mencapai 47%. Energi panas yang terbuang sebagian besar melalui gas hasil pembakaran dan sistim pendingin engine telah berhasil di kurangi kemudian di manfaatkan untuk menaikkan jumlah energi panas yang dirubah menjadi power.
Rating fuel flow V10 engine di 190-194 kg/jam menjadi hanya 100 kg/jam pada V6 turbo hybrid 1600cc. Power output kedua engine yang mirip tapi V6 dengan CC setengah kali lebih kecil mampu memproduksi rating aliran bbm per jam juga hanya perlu setengah dari V10.
Pada putaran dimana torsi puncak berada BMEP dihasilkan V6 turbo hybrid ini mencapai 456.2 psi sedangkan V10 aspirasi normal (NA) engine sebesar 220 psi. Tekanan raksasa diterima piston berukuran jauh lebih kecil maka memerlukan material dan struktur yang dapat menyediakan daya tahan tinggi.
Brake mean effective pressure (BMEP) adalah rata-rata besarnya tekanan yang diterima piston setelah titik mati atas atau top dead center (TDC) sampai bawah pada tiap langkah tenaga (power stroke). Biasanya titik tekanan pembakaran mencapai maksimum pada 12-14 atau 20 derajat posisi piston setelah TDC. Torsi adalah fungsi dari BMEP dan ukuran CC (engine displacement). BMEP adalah fungsi dari temperatur gas menghasilkan cylinder pressure. Tekanan pembakaran (combustion pressure) dapat diperbesar dengan menaikkan temperatur panas, melalui tambahan bbm.
Dari situ ditunjukkan kesuksesan persentase efisiensi panas pada angka tertinggi dan konsumsi bbm per kg/jam-HP atau Brake Spesific Fuel Consumption (BSFC) pada level terendah. BSFC yang rendah secara teori volumetrik efisiensi (VE) yang diciptakan V6 turbo hybrid 1600CC pada putaran power maksimum berada adalah sekitar 141%. Jelas sekali suatu penyempurnaan efisiensi power dikatakan luar biasa dan terus berproses. 
Rumah daya kuda begitu sakti itu adalah kombinasi antara Kinetic Energy Recovery System (KERS) dan semburan airflow dari single turbin berputar diatas 100.000 rpm. Melalui bantuan KERS ini efisiensi panas (thermal efficiency) V6 engine mampu didongkrak hampir menembus 50%, dimana NA engine hanya sanggup mencapai sekitar 30% lebih.
Cara kerja KERS adalah adanya motor generator unit MGU-K (Kinetic) untuk memanfaatkan energi kinetik dari pengereman dan MGU-H (Heat) yaitu memanfaatkan energi dari semburan gas panas exhaust.
MGU-K berperan ketika mobil melakukan fase pengereman, motor elektrik yang tersambung dengan crankshaft akan bertindak sebagai generator memproduksi listrik kemudian tersimpan di battere. Pada saat mobil akselerasi motor elektrik bekerja sebagai sumber tenaga membantu engine menyalurkan tambahan power (120kw-160hp) dalam waktu 33 detik per lap.

F1 MGU-K Formula1-dictionary.net

Engine mendapat tambahan obat kuat 160 hp dari Motor Listrik Magneti Marelli MGU-K unit (Formula1-dictionary.net)

MGU-H tersambung dengan turbocharger dengan pola kerja yang juga sama seperti unit MGU-K yaitu semburan gas dari exhaust memutar motor elektrik yang juga bertindak sebagai generator untuk memproduksi energi listrik kemudian disimpan ke dalam baterei. Saat mobil akselerasi energi listik di baterei diperlukan untuk menggerakkan motor listrik memutar cepat turbin terutama pada rpm rendah dengan itu tidak ada lagi turbo lag. Power segera tersedia mengisi mengikuti bukaan throttle seperti hal nya NA engine.

F1 MGU-H Formula1-dictionary.net

Muncul Turbo lag pada putaran rendah tidak ada lagi dengan adanya MGU-H Magneti Marelli. Motor listrik segera memacu turbin mempercepat menyemburkan tekanan udara ke dalam silinder di rpm rendah (Formula1-dictionary.net)

Turbo lag adalah situasi dimana gas pembakaran yang keluar dari exhaust menyembur memutar turbin belum mencapai kecepatan yang cukup. Turbin perlu waktu untuk revving baru kemudian udara bertekanan semakin besar masuk ke dalam silinder. Artinya torsi yang dilepas engine belum mampu terbangun kuat memberikan daya dorong. Dengan bantuan motor lisrik MGU-H Magneti Marelli turbin dapat di pacu lebih cepat lagi membangun cylinder pressure pada rpm rendah yang mana turbo lag biasa terjadi. Pada mobil jalan raya turbo lag masih bisa di toleransi tapi tidak untuk mobil balap karena akan menahan akselerasi atau memperlambat lap time.
Semua potensi energi listrik yang dihasilkan itu tersimpan dalam baterei Lithium-ion berukuran besar. Berat sesuai peraturan 20 kilogram terletak dibawah fuel tank dengan lapisan pembatas yang aman. Baterei Lithium-ion mirip dengan yang sering digunakan motor seperti merk Shorai.
Efisiensi dari energi tersimpan di baterei sekarang ini sudah sanggup menggerakkan tambahan power dari motor listrik sebesar 160 hp (120 kw) selama hampir satu lap. Tambahan power selalu tersedia saat menekan pedal dan di kontrol secara otomatis. Driver dapat memilih penggunaan antara dua mode. Full power di seluruh area sirkuit untuk mencetak fastest lap pada waktu qualifikasi dan maximum power dimana diperlukan hanya pada saat menyusul lawan di trek lurus atau melakukan manuver defensif.
Power unit terdiri dari V6 engine (ICE), MGU-K dan MGU-H memang menyumbang bobot jadi bertambah berat yaitu 145 kg dibandingakan V10 engine yang hanya 95 kg. Tapi daya torsi dihasilkan V6 turbo hybrid berada di atasnya sekitar 400 Nm dan pada putaran jauh lebih rendah di 10500 rpm dimana torsi V10 NA engine 290 Nm di putaran sangat tinggi 17000 rpm. Meskipun ada penambahan berat 50 kg dengan torsi maksimum tersebut tercapai pada putaran lebih rendah maka mobil sanggup akselerasi semakin cepat mulai dari low rpm.
Formula one telah berevolusi sedemikian rupa pada tingkat lebih spektakuler lagi sejak era turbo pertama kali tahun 80 an, power raksasa berkapasitas CC ukuran kecil 1500cc tapi sangat boros bbm dan kurang daya tahan. Sekarang dengan V6 1600cc turbo hybrid merupakan bukti pencapaian maha karya engineering di abad ini yaitu engine balap ber daya besar tapi menghirup sedikit bbm. Hanya kecanggihan itu masih ada kekurangannya terutama bagi pecinta balap F1. Mesin V6 1600cc ini ngak bisa menggantikan suara jeritan screamer V8-V10 normally aspirated yang dasyat Bro. Ujung Knalpot tipe megaphone seolah-olah ada kekuatan tak terlihat menerpa muka dan badan penonton tiap kali jet darat itu lewat full gaz di sirkuit. Demikian wassalam dan salam sejahtera.
Spesifikasi :
Engine : V 90 degree 6 cylinder DOHC. Valves : 24, 4 per cylinder. Engine displacement : 1598 CC. Bore x stroke : 80 mm x 53 mm. Bore-to-stroke ratio : 1.509Induction system : Single turbocharger. Boost pressure : 3.5 bars. Fuel system : Direct fuel injection. Fuel Pressure : 500 bar. Fuel tank capacity : 100 kg (135-140 liters).
Power : 900 hp+ @15000 rpm. Torque : 400 Nm @10500 rpm.
Iklan

12 thoughts on “Mesin F1 turbo hybrid V6 power dasyat suara kurang ganas

    Renhan said:
    Maret 19, 2017 pukul 10:10 pm

    Bukan jet darat lg namamya kalo gitu, sensasi suara f1 dulu emang dahsyat, saya pernah membuktikan mskipun sebatas ringtone hp hehehe

    Suka

    Nur said:
    Maret 20, 2017 pukul 5:35 pm

    Semenjak f1 pke sistem turbo jdi g menarik lgi….suara jet udh ngga garang lgi n terlalu monoton…perlu regulasi yg membuat kemampuan mobilnya seimbang…dh berhasil di terapkn di motogp skill berpengaruh..dg 9 pembalap juara 1….f1 terlalu berpengaruh ke mobilnya..
    Era f1 yg pling rame sprtinya wktu ayrton senna vs prost yng penuh dg drama
    Kang ulas jga motor2 keluaran terbaru…biar tambah rame warungnya..

    Suka

      ArenaSepedaMotor responded:
      Maret 20, 2017 pukul 7:11 pm

      Bahas bagian mesin nya aja, kalau motor secara keseluruhan udh bnyk di review oleh penulis2 laen.

      Trims sarannya Pak sip.

      Suka

    muhe said:
    Maret 20, 2017 pukul 10:12 pm

    Iya bro.. ulas lebih ke sisi teknis nya

    Suka

    ira satryana said:
    Maret 21, 2017 pukul 8:33 am

    Bentr lg nyetrum k motogp..motor hybrid 😊

    Suka

      ArenaSepedaMotor responded:
      Maret 21, 2017 pukul 9:22 am

      Wah jngn dulu, suara jdi kurang ada greget nya

      Suka

        ira satryana said:
        Maret 21, 2017 pukul 3:40 pm

        😁

        Suka

    syahron said:
    Maret 26, 2017 pukul 5:48 pm

    Engine V10 katanya akan mudah mencapai 22000 rpm

    bukannya rekor sampek saat ini cosworth ya om? 20000 rpm?

    Suka

      ArenaSepedaMotor responded:
      Maret 26, 2017 pukul 7:05 pm

      Iya itu Cosworth V8 2400cc tembus 20ribu rpm. Tapi perautran hanya kasih limit di 19ribu rpm kemudian turun jdi 18 ribu.

      Engine era V10 3000cc bisa lebih kenceng lgi Pak.

      Suka

    Yusuf said:
    September 29, 2017 pukul 4:36 pm

    yang bikin power gede tapi irit bahan bakar itu sama teknologi Kers, direct injection, sama turbo hybrid.
    seandainya teknologi tersebut diaplikasikan di mesin v10, pasti lebih greget lagi dibandingkan yang dulu.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s