KTM tetap pede RC16 motogp dengan trellis frame

Posted on Updated on

KTM RC16 Trellis motorcycledaily

KTM RC16 trellis steel tube struktur triangular (motorcycledaily)

Dikala motor-motor Jepang memakai rancangan twin spar aluminium beam merangkul kuat engine, Ducati bertahan memilih trellis frame terbuat dari steel tubes. Belum ada superbike dengan trellis frame meraih kesuksesan di balapan WSBK seperti Ducati, yaiu sebanyak 14 kali kemenangan. Ditambah lagi pencapaian prestasi Casey Stoner menjadi juara motogp musim 2007 membawa GP7. 
Kemudian rasa suka itu mulai dialihkan ketika Ducati GP9 mencoba frame carbon fiber monocoque, meskipun pada kenyataannya tidak menghasilkan hal positif. Dan akhirnya Ducati GP memilih twin spar aluminium beam. 
Faktor apa yang membuat Ducati begitu menghargai trellis frame?
Bagi para hobbyist sepeda sudah faham bahwa frame steel tube, aluminium maupun carbon fiber masing-masing mempunyai perbedaan karakter. Terutama sprinter saat mengowes sepeda balap full torsi menuju garis finish.  Frame sepeda balap carbon fiber mentransfer torsi dari tiap kayuhan kaki sprinter lebih efektif ke aspal dibandingkan frame aluminum atau frame pipa baja (steel tube). Hanya sedikit energi terbuang yang tentunya sangatt bermanfaat mendorong sepeda lebih cepat. Hal tersebut karena carbon fiber lebih kaku dibandingkan kedua frame lainnya. Energi yang diciptakan melalui gowesan tidak banyak diserap ke area frame seperti bottom bracket dan chainstay, melainkan tersalurkan ke rantai untuk memutar sprocket dan ban belakang.
Setelah frame carbon fiber frame aluminum menduduki peringkat kedua, lebih kaku dibandingkan steel tube yang lentur. Pengaruhnya sepeda balap dari steel tube akan terasa lebih nyaman digowes karena faktor kelenturan frame bertindak juga sebagai suspensi meredam goncangan di jalan. Tapi sedikit kurang efektif ketika rider ingin menggowes kuat beradu sprint dengan rider lain karena adanya energi yang terserap sedikit lebih banyak daripada aluminium. Energi yang terserap itu akan kembali dilepaskan ketika bagian frame yang melentur seperti pegas berbalik kembali ke bentuk semula. Hanya frame steel tube berbalik lebih lambat dibandingkan aluminium.
Seperti frame sepeda pada aplikasi motor balap kelenturan frame trellis steel tube dipercaya sanggup meresap energi dari goncangan di lintasan dimana belum sepenuhnya diredam oleh suspensi motor dan melepasnya kembali secara bertahap. ketika motor dalam posisi miring kerja suspensi menjadi terbatas. Lean angle yang makin rebah membuat per dan damping control fork maupun rear shock semakin tidak efektif. Pada posisi miring apalagi sudut ekstrim kelenturan frame terutama ke arah samping atau lateral berperan sebagai suspensi membantu meredam goncangan ketika melewati tikungan yang bergelombang. Kehilangan banyak kekuatan kerja suspensi berakibat hilangnya grip ban dengan aspal. Jelas sekali suatu hal yang sangat dihindari oleh pembalap.

Sport Rider 2004

Pada posisi miring lateral stiffness frame membantu suspensi motor meredam vibrasi akibat lintasan di tikungan yang tidak rata (Sport Rider 2004)

Menurut Colin Edward trellis frame Ducati yang dibawa oleh Troy Bayliss terlihat mengayun (wallow) tapi motor mampu menikung secara cepat. Kelenturan trellis frame justru menyediakan grip lebih lengket bersamaan meredam guncangan saat miring melewati mid-corner. Tapi bukan berarti aluminium beam twin spar tidak mampu memberikan performa seperti trellis steel tube. Upaya HRC menyempurnakan frame aluminium Honda RC51 SP2 supaya grip menikung bertambah mantap akhirnya membuahkan hasil. Setelah perjuangan yang ngak mudah Edward meraih titel juara WSBK musim 2002 untuk kedua kalinya.
Trellis steel tube dan aluminium twin spar keduanya terbukti memenangkan balapan. Hanya trellis frame lebih mudah di set-up langsung dari box, dimana aluminium frame perlu banyak upaya set-up untuk mencapai performa yang sama. Karakteristik trellis selain meredam vibrasi juga mampu mengirim feedback ke rider. Feedback atau “feel” adalah faktor penting yang di proses oleh sensor brain si rider untuk mengetahui sampai dimana batas corner speed yang mampu di tahan oleh grip. Walaupun tidak mudah dibuktikan tapi di akui oleh para rider bahwa trellis frame memberi feedback lebih efektif.
Kelebihan dari aluminium frame adalah terletak pada faktor kekakuan (stiffness) torsional dan vertical yang baik untuk handling dan akselerasi. Ketika hard braking dari kecepatan tinggi handling akan terasa solid dan stabil untuk tetap berada di line menuju tikungan. Juga tidak memberi efek negatif terhadap kemampuan berbelok pada saat hard braking. Demikian pula akselerasi di ujung tikungan torsi dapat tertransfer sepenuhnya ke ban belakang tanpa ada kecenderungan frame mengalami perubahan bentuk. Tapi tetap tidak boleh mengesampingkan kelenturan lateral yang penting ketika motor miring di mid corner.
Kesalahan dialami Ducati waktu beralih ke carbon fiber monocoque dimana Casey Stoner pernah mendapat memori buruk. Carbon fiber frame pada tingkatan super kaku, ban depan kehilangan grip tanpa pemberitahuan terlebih dulu. Feel atau feedback sebagai sinyal peringatan yang dikirim oleh motor pada saat rider sudah dekat di ujung batas tidak muncul.
Mengurangi kekakuan lateral di kombinasikan meningkatkan kekakuan torsional dan vertikal pada frame aluminium adalah target yang dicari oleh tim balap seperti Yamaha. Keunggulan Yamaha membangun corner speed seperti yang di praktekan oleh Jorge Lorenzo di era ban Bridgestone dan software in-house pabrik. Cornering speed JL begitu istimewa membuat lawan kerepotan kalau coba mengejar. Membawa corner speed di tikungan rider tidak perlu terlalu kuat mengerem memasuki tikungan maupun akselerasi di ujung tikungan. Mencapai target itu perlu kelenturan lateral frame dibantu oleh per dan damping control yang lebih soft.
Motor yang masih bertahan dengan trellis frame di grid WSBK hanya MV Agusta F4 RR dibawa oleh Leon Camier. Menjadi “lone wolf” mengusung nama MV Agusta  tanpa ditemani oleh teamate. Selanjutnya brand KTM sebagai pemain baru motogp, tetap percaya bahwa trellis frame mampu menyediakan performa seperti yang di inginkan.
Menurut para ahli memang tidak ada kepastian mana frame paling baik apakah aluminium beam atau trellis. Tergantung dari data berdasarkan pengalaman di lintasan balap masing-masing pabrik atau tim. Wassalam dan salam sejahtera.
Iklan

8 thoughts on “KTM tetap pede RC16 motogp dengan trellis frame

    motomazine said:
    Maret 11, 2017 pukul 5:17 pm

    Sudah teruji.. sasis tralis ktm cukup ajib kok

    Suka

    tri_aja_gunung_kidul said:
    Maret 11, 2017 pukul 9:59 pm

    Kl di sini.. fbh/fby yg terkenal di sebut sasis tralis kandang ayam ama sasis delta seng wkwkwk…
    Tp kl di liat dari penampilan motor relatif
    bagi sy deltabox lbh membuat penampilan menawan mengikuti garis desain mtr..
    kl trelis lbh terlihat kurang rapi tp terkesan sangar dan lbh cocok buat street bike (kl fairing kurang cocok kl trelis jd hilang kesangarannya apalagi warna sasis mencolok)

    Suka

    Nur said:
    Maret 13, 2017 pukul 9:14 am

    Sepertinya tergantung pada mesin yang di gunakan…
    Rata2 trelis di pake pada mesin v….jarang di gunakan di mesin L
    Kaku kurang fleksibel kerepotan kalau di pake di sirkuit yang tikungan
    yg cepat berbalik arah….
    Butuh pembalap dgn tekhnik tinggi tuk menjinakannya
    Stoner dgpower slide nya mgkin lebih cocok

    Suka

      ArenaSepedaMotor responded:
      Maret 13, 2017 pukul 9:55 am

      Trellis pipa baja justru lebih lentur Pak katanya. Lebih gampang di set-up jga.

      Suka

    are wege said:
    Maret 13, 2017 pukul 4:04 pm

    Ngeriii tralisss.. hehe.. deltabox ,twinspar

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s