Mesin KTM RC16 screamer masih agresif

Posted on Updated on

KTM RC16 Tom Luthi SportRider

KTM RC16 Tom Luthi (SportRider)

Daya kuda raksasa kedengarannya selalu keren bagi horsepower freaks tapi belum tentu menyenangkan untuk pembalap motor atau mobil. Ketika ban kehilangan traksi karena power delivery yang agresif akan berakibat negatif selagi balapan. Motor kekurangan daya dorong untuk maju lebih cepat merajut meter atau ambil posisi lawan.
Luas penampang ban belakang yang kontak dengan aspal hanya sebesar kartu kredit! memiliki keterbatasan daya cengkram. Terutama saat motor miring dan bertumpu pada bagian pinggir ban slicks dimana tidak menyediakan grip sekuat motor pada posisi tegak.
Di kamus para ahli dalam menangani mesin balap kata torsi sering digunakan untuk menggambarkan karakteristik engine. Apakah agresif, susah di kontrol tiap kali buka gaz atau sebaliknya bersahabat. Torsi adalah sensasi yang dirasakan ketika buka gaz bersamaan motor atau mobil akselerasi makin cepat.
Pada jaman motogp 990cc dengan elektronik belum begitu canggih, rider merasa nervous tiap kali buka gaz pada saat motor miring. Torsi kuat kadang memaksa cengkraman ban terlepas dengan aspal dan spin membuat bagian buritan motor slide. Dengan itu mereka harus hati-hati pada posisi itu karena ban spin yang ngak direncanakan bisa jadi membawa motor highside.
Sedangkan posisi motor masih miring atau belum full tegak tidak boleh dilewatkan begitu aja oleh rider tanpa meraih keuntungan posisi dari lawannya. Harus ada upaya menaiikan speed motor melalui throttle. Makin awal buka throttle makin terbuka kesempatan motor keluar tikungan lebih cepat. Artinya Dibarengi memanfaatkan speed yang telah terbangun di mid-corner rider berupaya akselerasi secepat mungkin ketika sudut motor masih miring dimana daya cengkram ban tidak sekuat pada posisi yang lebih tegak. Ban belakang mendapat tugas bukan aja menahan gaya sentrifugal yang selalu menekan ke arah sisi luar lintasan tapi juga menahan torsi supaya traksi tetap ada. 
Jadi betapa penting faktor itu yang mendorong tim untuk berlomba memeras teknologi elektronik pada tingkatan tercanggih supaya motor dapat dipacu secepat mungkin saat masih miring di tikungan. Sensor-sensor traction control akan mengawasi ban belakang ketika motor sedang miring, apabila terjadi spin maka dalam sepermilidetik dapat segera terkoreksi. Dengan cara ECU akan cut-off pengapian (ignition) dan dibiarkan bekerja hanya dua cylinder atau memperlambat pengapian (ignition retards), juga bisa dengan menutup dua butterfly plate di throttle body. Rider tidak lagi nervous kalau sampai spin berlebihan dan dapat full konsentrasi terhadap racing line yang dia pilih paling tepat pada saat keluar corner menuju lintasan lurus. Digabungkan dengan anti wheelie control maka race pace akan berjalan lebih mudah seperti yang di inginkan.
Kemudian masa keemasan elektronik pabrik itu di ubah oleh Dorna pada musim balap 2016 yaitu mengganti dengan ECU/software seragam. Mantra ajaib nan ampuh yang di musim balap sebelumnya selalu menemani dihilangkan cukup lumayan. Elektronik sekarang rider harus lebih banyak bekerja memainkan feel nya sebagai alat sensor dan determinasi.
KTM RC16 V4 konvensional flatplane crankshaft diberitakan sebagai satu-satunya engine di grid motogp dimana belum migrasi ke interval pengapian big-bang. Sedangkan Honda RC213V sudah meninggalkan crankshaft konvensional menjadi big-bang atau big bang style yaitu crankshaft pin tidak sepenuhnya big-bang. Di latar belakangi oleh unified ECU/software tidak lagi efektif atau mampu memanage power delivery seperti yang di inginkan rider. Suatu kerugian kalau dibiarkan terus menurut Honda tapi belum saatnya menurut KTM mungkin karena berbeda rencana atau strategi. Power output maksimum RC16 katanya 250hp dan engine spin menyentuh 19000 rpm! mengalahkan Ducati Desmo V4 revving 18000 rpm.
Seperti dinyatakan oleh Pol Espargaro bahwa saat test di Phillip Island power delivery RC16 masih agresif. Kedua rider KTM Pol Espargaro dan Bradley Smith secara konsisten menghadapi isue berkaitan dengan transfer power V4 engine yang digdaya ke aspal sirkuit. Ban belakang spin menggila maka daya dorong (drive-out) memacu motor pun jadi berkurang.
Engine V4 cyl konvensional 360 derajat flatplane crankshaft sejatinya menciptakan power delivery lebih bersahabat dibandingakan dengan Inline 4 cyl konvensional 180 derajat crankshaft. Suara V4 konvensional yang sebenarnya bukan murni screamer, melainkan ada suara menderum firng interval 90-270-90-270. Ada jeda transfer torsi sedikit lama dibandingkan Inline 4 cyl konvensional dengan interval pengapian tiap 180 derajat rotasi crankshaft. Jeda atau masa istirahat transfer torsi sedikit lebih lama menambah daya cengkram ban dengan aspal.
Engine Inline 4 cyl konvensional 1000cc akan menjadi monster brutal yang susah di jinakkan begitu masuk kurva dimana transient torque berada dan lanjut ke area powerband. Bagaikan kerbau liar yang susah diprediksi kalau mengamuk. Maka ngak heran kalau Masao Furosawa menyatakan bahwa Yamaha tidak akan pernah balik ke screamer engine lagi.

honda-rc213v-engine-crank

Honda RC213V-S konvensional crankshaft (Honda.news)

Ada kabar baik KTM sedang mempersiapkan update engine untuk digunakan di Qatar, yang kata Espargaro “a big, big step” untuk menjinakkan power V4 RC16 ini. Sesuatu yang berhubungan dengan management power supaya sedikit lebih tenang, lebih mudah dikendalikan.
Update rancangan engine bukan secara radikal tentu karena sudah tidak ada waktu lagi menjelang lomba perdana motogp 2017. Perubahan diharapkan efektif meredam karakteristik power delivery yang dianggap masih agresif. Upaya yang dilakukan bukan pada area engine aja tapi juga update terhadap chassis dan suspensi. Mana yang paling baik setelah menjalani test di markas KTM sebelumnya kemudian dibawa ke motogp.
Akan kita lihat seberapa lama konsistensi KTM dengan layout crankshaft konvensional. Apakah akan mampu mencetak lap time makin mendekati motor lawan yang sudah dipersenjatai big-bang engine atau sebaliknya KTM masih repot memprediksi watak se ekor kuda liar yang bersemayam di dalam motor. Wassalam dan salam sejahtera.
Iklan

13 thoughts on “Mesin KTM RC16 screamer masih agresif

    dwipram said:
    Maret 9, 2017 pukul 4:25 pm

    Ralat om.. teammate nya pol espargaro.. bradley smith yg sbelumnya jg teammate di tech3 yamaha😅

    Suka

    dwipram said:
    Maret 9, 2017 pukul 5:01 pm

    Sejatinya honda pengejar power dan torsi lewat mesin V4 screamernya.. ECU inhouse ala HRC sbgai otak elektronik dtubuh rc213v mampu meredam liarnya motor kala dtikungan. Marquez smiring dan sburuk apapun kala entry dan exit corner.. ecu nya lngsung mengcorrect.. nampak motor bisa balik tegak k posisi normal dan beraksel.. dgn buasnya lewat keuntungan power screamer.. bgitu unified ecu software. Perlahan honda mulai bereksperimen lgi dgn barang lamanya(big bang) karna klimpungan ketika sajen ecu gawe dewe nya gk boleh dpake.. 😅hhehe

    Suka

      ArenaSepedaMotor responded:
      Maret 9, 2017 pukul 6:26 pm

      Klau elektronik sekarang responnya lambat dan ngak begitu presisi, tepat sesuai dg situasi yg dihadapi. Beberapa fitur jga ngak dilengkapi lgi.Ban spin terlalu liar dan wheelie adalah problem yg sering muncul. Tapi skill pembalap akan lebih berperan lgi.

      Sbenarnya V4 cyl bukan murni screamer, krena pengapian intervalnya ngak seimbang tiap 180 derajat rotasi crankshaft. Yg screamer sejati Inline 4 cyl 180 flatplane crank sperti motor supersport 600cc atau 1000cc. Kecuali R1 crossplane crank.

      Suka

        dwipram said:
        Maret 9, 2017 pukul 8:46 pm

        Iya om.. bener.. skill rider dkembalikan kpada feeling rider dlam memuntir gas.. mngingat teknologinya yg mundur 7 tahun kata rossi.

        Brarti v4 screamer interval pngapiannya 90 atau stngh dri screamr inline ya om?? Oh ya ada satu prtanyaan ni om? Apa benar, jika honda lah yg prtama kli mngaplikasikan jg skaligus mnemukan teknologi big bang di motogp? Karna Lucio ceccinelo yg brkata demikian. Untuk slah seorang ptinggi tim ckup ternama di motogp prkataannya mngkin dpat d percaya. Tpi dsisi lain.. stau saya luccio ceccinelo mlai dri bujang hingga saat ini mrupakan binaan HRC yg mndapatkan full support kala dlu msi brsaing sma rossi d klas capung.. jadi ya.. nmpaknya wajar dgn blas budinya berkata sedemikian hhehe 😅😆😁

        Suka

        ArenaSepedaMotor responded:
        Maret 9, 2017 pukul 9:43 pm

        V4 RC213V dg 360 drajat flatplane crank interval pengapiannya 90-270-90-270 rotasi crankshaft. klau screamer Inline 4 cyl 180 drajat flatplane firing interval seimbang 180-180-180-180. Suara mesin V4 360 atau 180 flatplane crank ada menderumnya kalau di rpm rendah-tengah.Di rpm tinggi teriakan atau pitch ngak seperti Inline 4 konvensional.

        Kalau info Luccio Ceccinelo sy belum tahu Pak. Kalau konsep big bang Honda awalnya muncul di era GP NSR500 2-tak

        Suka

        dwipram said:
        Maret 10, 2017 pukul 5:58 am

        Saya buka youtube. Dan mengclick video lawas yg judulnya saat pertama kali rossi tes M1 di sepang 04′. dsitu trdengar M1 yg di tes oleh rossi suaranya sangat menderu saat idle dan ketika di tes suaranya tinggi melengking saat high revving.. apa itu M1 yg masih tipe flat crank 180 yg di tes ya om?? Mngingat sbelum crossplane crank big bang yg skarang. Furusawa mnyodorkan bberapa tipe mesin untuk dipilih sblum season race.

        Suka

        ArenaSepedaMotor responded:
        Maret 10, 2017 pukul 8:55 am

        Bisa jdi Pak, suara mirip superbike inline 4 cyl flatcrank 1000cc. Rossi juara musim 2004 udh dg big-bang.

        Pola big-bang jga macem2, ada yg dua piston meledak barengan ada yg berdekatan. Sudut crank pin offset berapa derajat tepatnya ngak dikasih tau ke publik. Itu racikan rahasia tim.

        Kalau Ducati V4 GP dulu twin pulse. Tiap pulse meledak dua piston bersamaan kemudian ada jeda baru meledak dua lgi, mirip firing interval V twin di 270-450 putaran crankshaft

        Kalau superbike Yamaha R1 90 derajat crossplane crank bukan big-bang. Tiap piston meledak individual satu per satu, pengapian interval nya mirip mesin V4 cyl 180 crank di 270-180-90-180

        Suka

    Nur said:
    Maret 9, 2017 pukul 5:05 pm

    Kenapa ktm ngga kepikiran pake mesin inline 4 padahal lebih praktis,lincah
    Buktinya suzuki padahal baru comeback dh lgsung kompetitif
    Gmana jga aprillia yg breng masuk motogp
    Ya memng begitu pabrikan eropa sangat menjaga filosofi balapnya walau g kompetitif tetap berjuang..perlu rider dengan kemampuan langka sperti stoner

    Suka

      ArenaSepedaMotor responded:
      Maret 9, 2017 pukul 6:30 pm

      Mungkin krena alasan sportbikes produksi masal KTM & Aprilia dg V engine.

      Suka

      ArenaSepedaMotor responded:
      Maret 10, 2017 pukul 9:27 am

      Sy stuju Stoner punya skill istimewa, sayangnya mental kurang tegar aja.

      Suka

    tri_aja_gunung_kidul said:
    Maret 11, 2017 pukul 6:06 am

    Pertarungan bertambah ki
    v engine vs inline
    dan screamer vs big bang
    cb bmw ikut balap biar ada wakil mesin inline screamer nya…
    kapan yo

    Suka

      ArenaSepedaMotor responded:
      Maret 11, 2017 pukul 10:09 am

      BMW spertinya belum minat mreka ke motogp.

      Di WSBK tim yg bawa BMW ngak di support full pabrik

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s