Grid start baris ketiga tidak menahan Rea & Davies di Phillip Island WSBK 2017

Posted on Updated on

rea-vs-davies-phillip-island-2017-bikesportnews

Jonathan Rea vs Chaz Davies Phillip Island 2017 meskipun start di baris ketiga pada race kedua tidak membendung mereka untuk naik podium (bikesportnews)

Garis finish biasanya menjadi tempat terjadi nya drama melibatkan antara dua pembalap atau lebih. Ban depan motor siapa yang akan paling dulu menyentuh garis dan berhak menempati podium satu. Sering terjadi apabila jarak atau gap para rider satu sama lain hanya dalam hitungan seperseribu detik.
Ini terjadi di Phillip Island seri perdana balap WSBK musim 2017, Jonathan Rea memenangkan race pertama dengan gap 0,042 detik dan race kedua 0,025 detik di depan Chaz Davies.
Mereka mulai bertarung ketika memasuki tikungan duabelas Swan, fast flowing gir transmisi 3-4. Kedua rider full konsentrasi membangun corner speed dimana sangat penting ketika nanti akselerasi kuat di ujung tikungan menuju garis finish di lintasan lurus. Siapa yang meraih corner speed tercepat akan mendapat keuntungan pada saat akselerasi di ujung tikungan. Rider tidak perlu banyak membuka gaz karena momentum kecepatan sudah terbangun di mid corner.
Tidak gampang untuk rider papan atas sekalipun menjaga racing line nya pada posisi motor miring cukup rebah dan dalam kecepatan sangat tinggi. Situasi ini tingkat kestabilan motor pada level rendah, menjaga bukaan throttle sehalus mungkin supaya tidak memberi banyak beban terhadap ban depan bersamaan juga ban belakang. Walaupun traction control secara aktif memonitor, ban belakang spin berlebihan bisa aja terjadi kapanpun dan mengurangi daya dorong (drive out) motor keluar tikungan yang tentu merugikan.
Akselerasi exit corner Chaz Davies mampu manage berada di belakang Ninja Jonathan Rea sambil merencanakan memanfaatkan drafting menjelang garis finish. Tapi upaya drafting atau slipstream nya kurang berhasil membuat motor mencapai garis paling dulu. Sepertinya horsepower Ducati Daviez di rpm maksimum sudah mentok, tidak mampu lagi mendorong motor lebih cepat.
Jonathan Rea memperlihatkan kekuatan tempurnya dan tetap mampu berada di lini terdepan pada balapan perdana WSBK 2017. Menjadi man to beat bagi siapa pun yang membidik juara dunia. Di lain sisi Chaz Davies sanggup menjadi rider yang mengancam Rea di race satu dan dua. Artinya pembalap utama tim Ducati ini punya amunisi banyak di kantongnya untuk ditembakkan. Memulai musim balap pada jalur bisa dikatakn sudah tepat dan punya peluang besar terhadap titel juara dunia 2017.
Davies mengalami banyak kehilangan waktu di beberapa bagian lintasan dan diakuinya di GPone.com bahwa tidak mungkin overtake Rea di lintasan lurus. Sedikit mengecewakan menurutnya dan Davies tidak mau mengambil resiko fight habis-habisan pada balapan perdana Phillip Island ini.
Marco Melandri sebagai pembalap veteran MotoGP di jaman Rossi, Capirossi dan Biaggi, berhasil meraih podium tiga di race kedua. Melandri dan Nicky Hayden adalah sama-sama pembalap veteran MotoGP angkatan senior yang masih berlaga mencari keberuntungan di WSBK.
Menurutnya tidak mudah menjalani race terutama membuat compound ban tidak cepat terkikis habis. Sebenarnya pada awal start posisinya cukup baik tapi kemudian merosot sampai dibelakang. Karena hal tersebut Melandri berupaya keras maju merajut posisi di depan yang mengorbankan cukup banyak compound ban. Perjuangannya di race kedua membuahkan podium setelah mengalami crash sebelumnya pada race pertama.
Berlainan dengan podium telah diambil Melandri, seperti nya Nicky Hayden harus menunggu dulu, posisinya masih kurang baik sejak membawa motor anyar Honda CBR1000RR SP2. Hayden hanya mampu berada pada posisi ke sebelas pada race pertama dan crash di race kedua. Menurutnya selama race berlangsung dia merasa tidak jelek, tapi dari pengereman terbukti ada berlebihan sebelum tikungan 10. Meskipun data telemetry tidak klarifikasi menyebab motor tumpah ke aspal. Kejadian begitu cepat dan race pace tidak lebih kencang dari lap sebelumnya. Menurut Hayden yang coba dia lakukan adalah memeras apa yang ada di motornya, dimana pada spot tertentu ternyata mengambil terlalu banyak resiko.
Ex rider MotoGP Helmut Bradl menjadi teammate Nicky Hayden masih perlu banyak penyesuaian dengan motornya. Posisi tercecer di urutan lima belas pada race pertama dan kedua. Set-up pada bagian depan (front end) memberinya keuntungan memasuki tikungan, memungkinkan Bradl mengerem lebih agresif. Hanya keuntungan itu terpaksa dihadapi dengan kurangnya akselerasi exit corner. Menurutnya sementara ini dari seting yang ada masih terlalu keras terhadap ban, artinya di akhir balap Bradl tidak dapat mempertahankan pace akibat grip ban terkikis . 
Disayangkan HRC tidak memberi full support terhadap tim Red Bull Honda WSBK. Performa flagship all-new Fireblade 1000cc ini akan jadi sorotan khususnya para penggemar supersport Honda CBR1000RR.
Yamaha factory sebaliknya menyediakan dukungan terhadap para rider yang membawa Yamaha YZF-R1M. Alex Lowes berhasil merebut posisi ke empat pada race pertama dan kedua, diartikan sebagai membuktikan bahwa dia telah menjalani start cukup bagus pada musim balap 2017. Upaya nya masuk ke posisi tiga di race pertama hampir jadi kenyataan dimana selama ini di tunggu. Kalau saja Lowes sedikit lebih cepat dari Tom Sykes ketika adu sprint di trek lurus menuju garis finish. Lowes menyatakan bahwa meraih podium itu dimungkinkan dengan motor Yamaha ini.
“Itu adalah race yang bagus, sayangnya di (lap) final, saya berjuang lebih banyak karena ban” Kata Lowes.

lowes-wsbk-phillip-island-2017-crashnet

Alex Lowes hampir menyumbang podium yang pertama untuk Yamaha R1M (Crash.net)

Lowes yang beberapa kali menerobos dan sempat memimpin di depan pada akhir lap terpaksa menurunkan pace nya akibat compound ban semakin tipis. Dari performa yang diperlihatkan, Lowes punya peluang untuk ambil podium pada seri selanjutnya. Engine crossplane crankshaft Yamaha R1M terbukti dapat setingkat dengan mesin screamer Inline 4 silinder konvensional. Kemudian chassiss geometry, suspensi dan elektronik yang balance memberi kontribusi terhadap handling maupun manuver, motor akan terasa stabil pada saat braking memasuki tikungan, di mid-corner dan akselerasi di ujung tikungan.
Michael Van de Mark teamate Alex Lowes meraih posisi sembilan di race satu dan ketujuh pada race dua. Cukup baik bagi pembalap yang baru saja pindah dari Honda. VD Mark sempat mengalami high speed lowside hari Selasa dan beruntung ngak mendapat cedera serius.
Pembalap “Lone Wolf” MV Agusta Leon Camier cukup senang dengan pencapaian posisi delapan pada race pertama dan lima di race kedua. Diakui tetap masih ngak mudah naik podium, tapi boleh angkat topi untuk semangat dan skill nya selama ini.
Sirkuit kecepatan tinggi Phillip Island relatif ringan untuk braking. Banyaknya tikungan kecepatan sedang dan fast flowing gir transmisi empat rider tidak perlu terlalu kuat menekan tuas rem.
Ada hal yang aneh tapi  menarik pada balapan WSBK musim 2017 kali ini yaitu perubahan format grid start rider pada race kedua hari Minggu yaitu :
– Pemenang podium 1 race pertama harus start pada posisi sembilan di baris ketiga.
– Pemenang ke 2 race pertama start posisi ke delapan pada baris ketiga.
– Pemenang ke 3 race pertama start di posisi ketujuh pada baris ketiga.
Rider pemenang ke empat di race pertama mendapat tiket VIP menempati pole position grid satu di race kedua juga finisher kelima dan enam race pertama boleh menempati posisi grid dua dan tiga pada baris pertama.
Row kedua di isi oleh pembalap finish ketujuh , delapan dan sembilan pada race pertama. Dan barisan ke empat di tentukan oleh rider tercepat saat qualifikasi di luar sembilan pembalap yang finish pada race pertama.

wsbk-2017

2017 WSBK grid format (performance bikes magazine)

Dengan format seperti ini seolah-olah pemenang pertama, kedua dan ketiga di race pertama mendapat hukuman atas pencapaiannya itu untuk mundur ke posisi sembilan, delapan dan tujuh di race kedua. Format ini diambil oleh Dorna karena dalam dua tahun belakangan langganan juara berputar pada tiga pembalap yang sama yaitu Jonathan Rea, Chaz Davies dan Tom Sykes. Dengan cara ini diharapkan akan sedikit memberi daya ungkit terhadap rider lain untuk mengambil kesempatan di race kedua melalui posisi start lebih maju lagi.
Bisnis entertaintment harus berjalan maka selalu diusahakan mencari format supaya terlihat seru dan membuat penonton penasaran ingin tahu siapa jadi juaranya pada tiap balapan. Juara yang “loe lagi loe lagi” membosankan, membuat rasa antusiasme penonton jadi kurang nendang. Untuk target itu etika dalam olah-raga sepertinya di kesampingkan dulu, rider juara mengalah. Demikian wassalam dan salam sejahtera.
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s