Balap WSBK akan lebih mudah untuk rider MotoGP?

Posted on Updated on

biaggi-portuesee-gp-1999

Max Biaggi “the Roman Emperor” gagal jadi juara GP500 dan MotoGP karena ada Doohan dan Rossi. Pindah ke WSBK butuh tiga tahun untuk merebut titel juara dunia (motosport.com)

Di era Grand Prix kelas utama masih dikuasai motor-motor bengis 500cc 2-tak ada beberapa pembalap kelas superbike telah sukses disitu, seperti Wayne Rainey juara GP500 tiga kali berturut-turut dimana sebelumnya juara AMA Superbike tahun 1983 dan 1987. Eddie Lawson mengantongi titel GP500 empat kali, sebelumnya juara AMA Superbike tahun 1981-1982. Balapan AMA atau American Motorcyclist Association jauh lebih dulu eksist. Balap WSBK sendiri baru mulai di selenggarakan pada tahun 1988.
Ada perbedaan mencolok antara superbike engine 4-tak jaman dulu yang besar dan berat dan motor GP500 2-tak dimana lebih ringan, gesit tapi powerful. Karakteristik engine GP500 2-tak terkenal agresif, brutal kalau kata pemerhati balapan Grand Prix luar, motor gak mudah di prediksi membuat Rainey dan Lawson tidak begitu aja jadi mudah membawanya. Demikian juga pembalap GP500 paling sukses seluruh jagad raya yaitu Mick Doohan juga pernah ikut balap superbike Australia.
Ketiga pembalap senior GP500 brillian itu pensiun dan tidak pernah ikut merasakan balap MotoGP 4-tak. Belakangan di era MotoGP, Honda man Nicky Hayden juara AMA superbike musim balap 2002 terjun ke motogp dan berhasil keluar jadi World Champion 2006.
GP500 2-tak memang bukan sembarang motor, dapat julukan motor punya kekuatan jahat. Kalau kata Rossi motor GP500 berasal dari dunia lain. Power delivery tidak smooth kurang bersahabat digabungkan minim elektronik, tanpa diperkirakan sebelumnya dapat melempar si rider ke udara kapan pun kalau salah buka gaz karena terlalu bersemangat.
Tidak semua juara superbike yang migrasi ke kelas utama Grand Prix meraih sukses. Seperti Colin Edwards juara WSBK 2000-2001 dengan Honda RC51, Troy Bayliss juara WSBK 2001-2006-2008 membawa Ducati. Mereka beberapa kali meraih podium selama karir di motogp tapi gak berhasil jadi juara musim. Saat itu adalah tahun-tahun ke emasan Valentino Rossi, bukan hal gampang mengalahkan the Doctor di tiap sirkuit.
Kemudian bagaimana dengan pembalap MotoGP bukan dari Superbike mencoba peruntungan di WSBK apakah lebih mudah menjaring titel juara dunia ?
Max Biaggi adalah juara dunia GP 250cc 2-tak sebanyak empat musim berturut-turt, yaitu sejak tahun 1994 sampai 1997. Setelah pencapaian istimewa di kelas GP250, tahun 1998 naik ke kelas premier GP 500cc dan berhasil menduduki posisi bagus kedua dibawah Mick Doohan. Di era itu Doohan adalah jawara GP500 dengan prestasi lima kali juara dunia berturut-turut. Jadi istilah kata “jangan coba-coba melawan Doohan” waktu itu.
Musim balap 1999 Mick Doohan bernasib buruk mengalami highside hebat membuatnya cedera berat, kemudian memutuskan pensiun dari dunia balap selamanya. Di tahun itu pula Max Biaggi mengalami masalah dan retired sebanyak empat kali. Tahun kedua di GP500 tidak membawa keberuntungan menempatkannya pada posisi ke empat klasemen di akhir musim balap 1999.
Kehadiran Valentino Rossi junior nya di GP500 mulai menjadi batu penghalang Biaggi untuk merebut juara musim. Disambung kemunculan era MotoGP 4-tak menggantikan peran motor bengis GP500 yang sudah berkuasa sekitar 30 tahun di kelas utama Grand Prix, Biaggi kesulitan mencari celah merebut posisi paling atas. Mungkin karena ada unsur rasa frustasi nya di tahun-tahun itu, musim balap 2006 Biaggi absen balapan kemudian memutuskan pindah ke WSBK tahun 2007.
Memasuki disiplin ilmu motor balap yang baru Biaggi membawa Suzuki GSX-R1000 WSBK tim Corona Alstare dan mencapai posisi ketiga pada klasemen juara musim 2007. Tahun pertamanya tidak langsung lancar waktu itu karena ada pembalap terkuat juara dunia yang harus dihadapinya yaitu James Toseland. Kemudian ada pembalap asal Jepang Tohru Ukawa juga konsisten meraih hasil terbaik. Pada musim 2008 Biaggi mengalami banyak retired dan harus berada di posisi ketujuh.
Ternyata bukan perkara mudah begitu aja untuk ex pembalap top level GP500 dan motogp merebut titel WSBK. Kesuksesan Biaggi baru tercapai pada tahun 2010 membawa Aprilia RSV4R Factory kemudian berhasil diulang lagi pada musim 2011. Ada rentang tiga tahun sebelum benar-benar dapat menikmati juara WSBK. Point dari itu bahwa tidak ada yang mudah di setiap balapan, akan ada pembalap kuat dan konsisten cepat di setiap balapan yang harus dihadapi. Bisa jadi Marc Marquez tidak akan menjuarai motogp di 2013 apabila Jorge Lorenzo sedang tidak mengalami cedera serius waktu itu. Marquez hanya menang 4 point dari JL saat itu sedang mengalami broken collarbone.
Migrasinya beberapa pembalap motogp ke WSBK sekarang ini tidak menjamin akan langsung mendulang emas. Sama seperti di motogp ada pembalap-pembalap top level, di WSBK pun ada juga pembalap papan atas akan selalu cepat dan konsisten yaitu Jonathan Rea, Chaz Davies dan Tom Sykes. Mengalahkan mereka perlu race pace pada tingkatan maksimum dan minimum error, juga tidak lepas dari faktor set-up motor secara tepat.
Helmut Bradl baru saja pindah dari MotoGP mengakui tidak mudah balap WSBK karena akan ada pembalap-pembalap cepat yang selalu berupaya di depan. Seperti teammate nya pembalap veteran MotoGP Nicky Hayden lebih dulu migrasi, kedua pembalap Honda ini akan mengejar keberuntungan, setidaknya mereka telah mendapat paket motor CBR1000RR SP2 dilengkapi teknologi ter anyar meskipun tidak di dukung penuh oleh HRC. Dengan itu target membidik podium dimungkinkan.
Rider WSBK bukan hasil buangan atau karena tingkatan skill mereka masih KW satu dibawah pembalap MotoGP. Alasannya lebih pada hirarki nya memang beda jalur, bukan seperti GP250 2-tak atau moto2 kemudian naik ke motogp. Pembalap papan atas WSBK sekarang kebanyakan sebelumnya datang dari kelas supersport 600 atau British Superbike.

bradl-honda-cbr1000rr-sp2-red-bull

Helmut Bradl pindah ke WSBK mencoba keberuntungan membawa CBR1000RR SP2 ter anyar (Red Bull.com)

Menurut Mat Oxley ada skala prioritas tim MotoGP mencari bakat dari kelas moto2 dibandingkan dari kelas lainnya diluar Grand Prix. Karena pembalap-pembalap muda moto2 sudah hafal dan terbiasa dengan karakter sirkuit yang termasuk di dalam kalender MotoGP. Sebelum naik ke moto2 mereka sudah di tempa dalam balapan moto3 atau motor GP125 2-tak dimana juga melintasi sirkuit yang sama, seperti dialami Casey Stoner, Lorenzo, Pedrosa dan Marquez. Penguasaan pada area ini sangat penting katanya.
Kemudian apakah Jonathan Rea akan berhasil merebut titel juara MotoGP seandainya di rekrut oleh tim Factory Yamaha atau Honda ?
Belum tentu dan berat pastinya, ada rider-rider kencang sudah lebih lama disitu. Instinc balap sudah terbangun solid menghasilkan waktu seperseribu detik lebih cepat di tiap tikungan.
Musim 2012 Jonathan Rea sempat mencicipi balap motogp membawa Honda RC212V sebanyak dua seri dan masuk pada posisi lumayan peringkat 8 dan 7. Rea menggantikan sementara Casey Stoner yang sedang cedera waktu itu.
Kemudian faktor pilihan apakah lebih baik ikut balap MotoGP tapi hanya mendapat tim privateer open class atau di WSBK membawa motor factory team. Tentu akan lebih tepat situasinya apabila mendapat motor disupport penuh oleh pabrik. Perumpamaan kata seperti anak sendiri akan lebih dapat perhatian dari pada anak tetangga sebelah. Semua keperluan balap seperti parts ber kualitas kelas wahid dan tenaga ahli dengan segudang pengalaman mampu set-up motor sesuai keinginan rider secara cepat dan tepat.
Mungkin ngak Rossi cari titel juara WSBK sebelum total pensiun dari dunia balap. Siapa yang akan jadi rider pertama juara motogp sekaligus WSBK ?
Demikian wassalam dan salam sejahtera.
Iklan

8 thoughts on “Balap WSBK akan lebih mudah untuk rider MotoGP?

    dwipram said:
    Februari 23, 2017 pukul 1:59 pm

    Jadi pengen tau nih om.. apa bnar rossi bralih ke big bang stelah musim pertamanya di gp500 dia ksulitan dengan pngapian screamer?? Dan bnyak asumsi yg mnyebutkan bahwa nsr500 nastro azzuro itu adalah satelite rasa pabrikan yg sejatinya full support oleh HRC? Mngingat rossi satu”nya juara dunia dngan motor 2 stroke non pabrikan di era grand prix om..

    Suka

    ArenaSepedaMotor responded:
    Februari 23, 2017 pukul 3:44 pm

    Kayaknya tetep pake screamer. Wktu itu Rossi masih belum full adaptasi dg power delivery 500cc 2-tak yg gak linear, kapanpun bisa jdi brutal kalau salah buka gaz. Rossi karena masih baru, blum sperti rider GP500 yg suka powerslide. Sperti Doohan riding style nya memang suka spin keluar tikungan.

    Kemudian motor di set-up supaya cocok dg riding style nya Rossi, mulai dri chassis geometry, link suspensi, elektronik mapping. Jaman itu elektronik udh lebih canggih dibanding pertengahan 1990 an. Karakteristik GP500 yg agresif dpt diredam melalui elektronik mapping

    Bener Nastro Azzurro itu satelit full support HRC. Jeremy Burgess jdi kepala mekanik Rossi sejak Doohan pensiun.

    Suka

      ArenaSepedaMotor responded:
      Februari 23, 2017 pukul 3:53 pm

      Tahun 1997 Doohan balik ke big-bang karena feel nya lebih dapet antara throttle dan ban belakang. Juga power delivery agresif engine GP500 konvensional udh bisa sedikit dibuat jinak melalui elektronik pengapian.

      Suka

        ArenaSepedaMotor responded:
        Februari 23, 2017 pukul 3:54 pm

        Maksudnya balik ke screamer dri big-bang

        Suka

    Nur said:
    Februari 23, 2017 pukul 7:33 pm

    Tapi salut buat Troy bayliss juara wsbk di beri jatah wild card lagsung juara seri valencia 2006 jarang orang yg bisa melakukan…

    Suka

      ArenaSepedaMotor responded:
      Februari 23, 2017 pukul 7:58 pm

      Bener Pak, mantap itu langsung sanggup podium satu pake motor beda silinder

      Suka

    tri_aja_gunung_kidul said:
    Februari 24, 2017 pukul 4:30 pm

    Guintoli biasa aja di motogp tp bs jurdu di wsbk..
    tp rata2 ex pembalap motogp bs msk 10 besar wabk..tp ex.wsbk susah masuk 10 besar motogp…

    Suka

      ArenaSepedaMotor responded:
      Februari 24, 2017 pukul 5:49 pm

      Kalau menurut sy blum tentu jga Pak. Colin Edwards juara WSBK 2000-2002 pernah masuk ke posisi 4 klasemen motogp. Nicky Hayden juara AMA superbike 2002, sukses juara motogp 2006. Jonathan Rea th 2012 pernah bawa RC212V utk dua seri, ganti Stoner yg lgi cedera, masuk ke posisi 7 & 8. Tergantung ridernya jga.

      Misalkan Marquez bawa Honda CBR1000RR SP2 atau Rossi bawa Yamaha R1M, belum tentu bisa langsung juara WSBK lawan pembalap Ninja dan Ducati yg lgi kuat skrng ini.

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s