Teknik sliding MotoGP – GP500

Posted on Updated on

randy-mamola-gp500-daidegas

Randy mamola GP500 powerslide keluar tikungan. Merubah line dengan cara menggeser bagian buritan motor ke sisi luar kemudian mengarahkan frontend motor ke line yang baru di sisi sebelah dalam. Powerslide mempersempit radius belok. Line lebih ke dalam akan memperlebar ruang gerak di bagian sisi luar saat akselerasi, memungkinkan memacu motor lebih cepat lagi di lintasan lurus. Garis kuning adalah racingline sebelumnya. Garis merah adalah racingline baru setelah powerslide (Daidegas.it)

Powerslide atau sliding yang ditunjukkan pembalap motogp dan WSBK atau di era GP500 2-tak dulu menjadi atraksi yang ditunggu penonton. Ban belakang spin membuat buritan motor bergeser ke samping ketika akselerasi keluar tikungan. Mirip seperti Supermoto atau motocross melibas tikungan lintasan gravel. Semakin panjang sliding yang dibuat semakin senang penonton jadinya.
Sebenarnya powerslide atau sliding bukan teknik yang selalu mampu membuat motor jadi lebih cepat, mengingat spin justru mengurangi traksi antara ban dengan aspal artinya daya dorong (drive out) jadi kurang ampuh. Seperti juga teknik balap lainnya powerslide adalah salah satu metode yang pada situasi tertentu diperlukan oleh rider yang sudah terbiasa terutama pembalap top level.
Kuatnya tendangan torsi dan HP motogp, GP500 dan WSBK mempermudah ban belakang spin kalau throttle dibuka terlalu semangat. Biasanya pas waktu akselerasi keluar di ujung tikungan, makin kuat buka gaz makin besar kemungkinan ban spin yang membuat buntut motor slide ke arah samping luar. Bukan saja motor balap power besar, motor jalan raya dengan ukuran torsi kuat mampu di powerslide ketika buka gaz keluar tikungan seperti sport-tourer Kawasaki Ninja 650 twin silinder.
Slide dapat membawa bencana kalau tidak direncanakan yaitu kemungkinan motor highside melempar si rider ke udara dan jatuh membentur aspal. Bisa jadi hanya cedera ringan atau terburuk sampai ada bagian di badan yang patah. Jadi ngak semua rider melakukan powerslide kalau memang tidak diperlukan dan hanya yang sudah mahir memakai teknik ini.
Highside terjadi pada saat motor miring keluar tikungan dan tiba-tiba ban belakang spin kehilangan traksi, di ikuti bagian buritan motor bergeser cepat ke sampingg luar. Refleks pembalap bereaksi dengan menutup throttle segera dan grip ban dapat datang mencengkram kembali. Tapi bagian terburuknya per shock belakang yang tertekan oleh sebagian berat motor digabungkan berat si rider menjadi berbalik kembali, bersamaan inertia dari gerak menyamping menciptakan energi besar melempar rider ke udara. Highside adalah mimpi buruk pembalap yang kurang beruntung.
Tujuan dari slide yang direncanakan dan terkontrol adalah merubah line pada saat akselerasi keluar tikungan. Ban belakang spin menggeser buritan motor ke arah samping luar tikungan, mengubah bagian depan (frontend) ke line yang lebih dalam dari sebelumnya dan prosesnya sangat cepat dan dalam jarak tempuh relatif sangat pendek.
Kata lain dari slide adalah mengendalikan atau men-stir motor menggunakan ban belakang ke arah line yang di inginkan. Bagian depan (frontend) motor bertindak seperti pivot menggeser bagian belakang (rear end). Mengendalikan motor dengan ban belakang ditentukan seberapa ahli rider mengatur bukaan throttle selama spin berlangsung, mulai dari titik apex sampai keluar corner memasuki lintasan lurus.

rear-slide-on-exit

Akselerasi keluar tikungan rider akan power slide kalau line terasa akan melebar ke sisi luar. Cara ini efektif dan lebih cepat untuk mengubah ke line baru yang memungkinkan motor full gaz tanpa kuatir melebar ke sisi luar lintasan.

Pada posisi miring mempermudah daya cengkram ban belakang terlepas dengan aspal. Makin miring sudut motor hanya sedikit tambahan torsi segera memicu spin di ban belakang. Rider tingkat Master memutuskan rear slide apabila pada saat exit corner line yang dituju akan melebar ke sisi luar. Gaz ditambah lebih agresif dan ban mulai spin seperti yang di inginkan. Dengan berada di line sisi terdalam memberi kesempatan motor akselerasi full tanpa kuatir kehabisan ruang di line sebelah luar lintasan.
Bila terjadi slide yang tidak direncanakan rider mahir akan antisipasi sesuai prosedur yang dilatih dan berdasarkan pengalaman, yaitu tidak segera menutup throttle, melainkan mengatur nya supaya rpm tetap konstan dan bertahan seperti itu, sampai bertahap ban belakang mendapat traksi dan motor kembali stabil tanpa ada ancaman highside. Meskipun bukan juga jaminan bebas highside, seperti yang terjadi di musim balap motogp 2016 yang menimpa Dani Pedrosa. 
 

garry-mc-coy-power-slide1

Seperti rider GP500 lainnya Garry Mccoy langganan powerslide akselerasi keluar corner. Rear slide mempercepat proses perubahan sudut motor ke line lebih dalam dan dalam jarak yang sangat pendek. Torsi brutal digabungkan dengan weight-to-power ratio yang bagus menjadikan motor GP500 alat powerslide yang sempurna sekaligus berbahaya.

Tujuan motor dilengkapi traction control adalah faktor keamanan pembalap, yaitu meredam ban spin berlebihan yang menyumbang terjadinya highside. TC yang di aktifkan pada level tertentu akan mencegah spin sekaligus juga memperlambat akselerasi, pastinya bagi rider yang perlu powerslide akan menjadi kurang mujarab. Dengan itu biasanya ahli elektronik tim diminta setup TC pada level dimana rearslide masih dapat dikerjakan ketika exit corner. Intensitasnya tergantung dari permintaan masing-masing pembalap.
Pada awal kebangkitan motogp 990cc powerslide lebih sering muncul baik yang direncanakan atau karena muncul secara tiba-tiba akibat terlalu semangat buka gaz. Mengingat elektronik belum begitu canggih. Di jaman engine 800cc dengan torsi tidak segalak dan brutal 990cc maka frekwensinya menurun.
Kembalinya motogp ke engine 1000cc membawa peluang powerslide lagi. Tapi berkat kecanggihan peranan ECU dan software buatan in-house pabrikan sukses meredam torsi brutal mesin 1000cc dan traksi dapat tersalurkan cukup efektif ke aspal. Hanya dengan dicabutnya factory software digantikan versi dari Dorna, pembalap direpotkan oleh ban spin dan wheelie yang jelas menahan akselerasi. Software yang lebih kuno membawa peluang ban spin artinya powerslide dapat dipraktekan lagi seperti di jaman engine 990cc bagi yang suka dan mahir. 
Sisi negatif sliding selain highside adalah cepat mengikis compound ban slicks, masa kerja grip menjadi lebih pendek. Makin agresif rider praktekkan sliding makin lemah grip ban belakang tersedia yang tentunya akan merugikan apabila balapan masih panjang.
Jelas teknik powerslide dijalankan hanya pada situasi tertentu saja yaitu saat line perlu dikoreksi. Jadi bukan prioritas yang harus diambil tiap kali akselerasi keluar corner. Karena ban spin justru mengurangi daya dorong dalam tujuan mencapai akselerasi sekencang mungkin.
Era GP500 adalah masa pesta powerslide dan juga highside. Motor 500cc 2-tak dengan bobot sekitar 30kg lebih ringan dan menyemburkan torsi puncak 100 Nm pada putaran 11000rpm mirip dengan torsi puncak motogp. Karakteristik power delivery brutal menyebabkan banyak rider menjadi cedera karena highside. Sistim elektronik yang sederhana dimana nama-nama keren traction control, anti-wheelie control, inertial platform dan seterusnya belum dilahirkan. 
Torsi ganas digabungkan dengan weight-to-power ratio yang bagus menjadikan motor GP500 alat powerslide yang sempurna sekaligus berbahaya. Jaman itu nama highside masuk dalam menu balap mereka. Demikian wassalam dan salam sejahtera.
Iklan

10 thoughts on “Teknik sliding MotoGP – GP500

    Wayo said:
    Februari 9, 2017 pukul 11:18 am

    Saya sempat menikmati aksi rear wheel sliding garry mccoy saat musim 2001 , dimana pada area braking motornya geal geol

    Di superbike juga melihat aksi slide “moonwalk” chris vermeulen waktu naik cbr1000 sungguh gila sekaligus indah

    Suka

    are wege said:
    Februari 9, 2017 pukul 3:55 pm

    Nice artikel

    Suka

      ArenaSepedaMotor responded:
      Februari 10, 2017 pukul 9:17 am

      Bener2 manthap

      Suka

        motomazine said:
        Februari 10, 2017 pukul 9:57 am

        Nurun ke Vale juga

        Suka

        ArenaSepedaMotor responded:
        Februari 10, 2017 pukul 11:15 am

        Bener, vale udh tes motor GP500 dan motogp 990cc. Dulu traction control ngak secanggih jaman 1000cc sekarang. Jdi pembalap harus ekstra hati-hati kalau buka gaz, powerslide atau kemungkinan juga highside.

        Suka

    ira satryana said:
    Februari 10, 2017 pukul 6:50 pm

    Siip, seperti biasa ira baca nya hrs berkali2 mbah, biar mudeng
    Hehe..maklum awam
    Tx mbah..

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s