Ducati superbike mesin V4 silinder balapan WSBK 2019

Posted on Updated on

Ducati_851_
851 engine, L-twin 90 derajat telah menjadi tradisi Ducati sejak awal
Pada saat peluncuran tim motogp musim balap 2017, Ducati CEO Claudio Domenicali mengatakan di press conference bahwa sedang ada proses pembuatan V4 engine dan akan dipasangkan di superbike model yang akan datang. Rumor katanya sudah berputar selama dua tahun itu akhirnya terbukti.
Apakah langkah ini akan mengakhiri mesin L-twin silinder dimana sudah menjadi tradisi Ducati sejak lama dan sukses menyumbang titel kejuaraan WSBK sebanyak 14 kali?
Engine V4 superbike menurut CEO Ducati mengadopsi segala aspek yang ada di mesin V4 sudut 90 derajat motogp. Keunggulan pada daya tahan (durability), bobot ringan dan ukuran relatif kecil (compact) juga beberapa teknologi lain. Superbike V4 engine ini akan dilepas untuk customer pada tahun 2018. Bukan menjadi motor exotic seperti Ducati Desmosedici RR dengan label harga sangat fantastis tapi lebih pada motor high end. Segala teknologi yang ada di arsenal Ducati dikeluarkan untuk menjadikan superbike V4 sebuah mahakarya enginering.
Rencana diproduksi secara terbatas memenuhi aturan homologasi seperti ditentukan oleh FIM. Dengan itu superbike V4 akan menggantikan peranan Panigale 1199R di ajang World Superbike mungkin pada musim balap 2019.
Alasan Ducati menurunkan superbike V4 selain faktor teknologi motogp menggunakan V4, adalah peraturan WSBK yang tidak disangkal selama ini lebih memberi keuntungan pada motor dengan engine 4 silinder apapun konfigurasinya, apakah V4 atau inline 4. Walaupun V2 silinder lebih besar 200cc dari 4 silinder 1000cc tapi mempunyai keterbatasan revving menuju putaran lebih tinggi.
Waktu pertama kali peralihan motor GP500 2-tak ke motogp 4-tak , Ducati berencana ikut partisipasi memakai L-twin engine, tapi kemudian dibatalkan mengingat adanya kendala. Mewujudkan power output menyentuh 230 hp at the back wheel disemburkan dari L- twin engine bukan perkara mudah. Perlu ukuran bore cylinder extra extra large dan stroke ultra pendek. Tapi engine yang sangat oversquare di asumsikan akan muncul problem pada ruang bakar (combustion chamber). Akhirnya pilihan jatuh ke engine V4 silinder 990cc dimana memang ideal untuk revving menyentuh 17000rpm!.
Engine L-twin Ducati 1199R Panigale WSBK superquadro sudah dimungkinkan untuk mengeluarkan maks power lebih dari 210 hp di ban belakang pada putaran 11500 rpm, redline di 12500 rpm.

ducati-superquadro-195hp90ltwinenginee-small

Ukuran piston XXL dan stroke ultra pendek Ducati Panigale 1199R tetap tidak akan ideal untuk revving lebih tinggi mengejar HP. Bukan akibat piston speed tapi lebih pada masalah di ruang bakar piston overbore yang tidak stabil di rpm tinggi.
Mesin L-twin punya kelebihan pada penyaluran traksi lebih baik ke aspal sirkuit ketika full akselerasi keluar dari corner. Design flatplane crankshaft 360 derajat memberikan interval pengapian 270-450 derajat putaran crankshaft. Ada jeda penyaluran torsi ke ban belakang dalam satu kali kerja engine 4-tak yaitu 720 derajat putaran crankshaft. Dengan design seperti itu traksi akan efektif dibandingan mesin screamer Inline 4 silinder seperti BMW S1000RR dan Ninja ZX-10RR dengan 180 derajat flatplane crank.
Kemudian bagaimana selanjutnya dengan superbike L-twin, apakah akan berhenti total?
Seperti kita lihat selama ini Ducati membangun image melalui mesin L-twin dimana terkenal kecil dan ringan. Jejeran juara dunia WSBK mulai dari motor 851, 888, 916, 999 dan 1198 adalah L-twin engine. Jadi sepertinya Ducati tidak berpaling dan akan tetap melestarikan tradisi ini yang sudah mendapat apresiasi dari penggemar motor seluruh dunia. Demikian wassalam dan salam sejahtera.
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s