Topspeed motor sport tidak penting di jalan raya?

Posted on Updated on

speedometer
(HD Wallpapers)
Motor sport high revving 250cc seperti Honda CBR250RR dan Yamaha R25 punya potensi bagus dalam tujuan meraih topspeed. Tidak aja topspeed tapi juga potensi menghipnotis penggemar motor khususnya fans motogp Indonesia supaya keluar isi dompet untuk dijadikan tunggangan. Belum berhenti disitu, muncul potensi perdebatan sengit memilih siapa paling juara menduduki singgasana mencapai HP dan topspeed tertinggi. Walaupun mungkin peserta debatnya kebanyakan bukan selalu rider pemilik dari kedua motor tersebut. Atau dibantu upaya kreatif bin aji mumpung dari pemilik warung kopi seperti penulis ini supaya pengunjung yang ingin lihat perdebatan jadi bertambah lumayan.
Sesuai dengan kata-kata “horsepower sells cars, torque wins races”, dengan itu HP menjadi perhatian utama bagi penikmat performa.
Tapi ada pertanyaan apakah HP pada putaran tinggi dan topspeed benar-benar penting untuk berkendara di jalan raya dimana realitanya sangat ramai, angka kecelakaan tinggi terutama pengendara motor ?
Konon kabarnya di dunia nyata berbeda seperti terjadi di film “Fast and Furious” atau “Need for Speed”. Tidak akan banyak faktor keberuntungan di kantong kita untuk menghindar dari kecelakaan, probabilitas nya sangat kecil sekali. Tapi kadang ego mengalahkan kesadaran, artinya keputusan yang diambil berlawanan dengan situasi. Sikap “gimana nanti aja lah” berujung menyedihkan dan parahnya juga membawa pengendara lain ikut terlibat.
Mendadak motogp juga suka terlihat di jalan raya di bintangi rider yang ter inspirasi cornering ala Jorge Lorenzo. Repotnya lagi motor di tekuk melewati tikungan pada situasi cukup ramai dan profil ban tidak cocok dipakai miring, luar biasa.
Menghimbau sekali supaya dipikirkan berulang-kali karena kesempatan kedua belum tentu hadir, juga perlunya menghargai keselamatan pengendara lain. Misalkan harus juga ngebut dengan motor kesayangan pilihan terbaik adalah ke sirkuit dan trackday seharian penuh kalau ada dananya atau di jalan tertutup dimana memang sepi dari traffic dan cocok dipakai cornering atau cari topspeed. Memakai riding gear komplit, apabila terpaksa tumpah ke aspal si rider sudah siap dan terlindungi.
Korelasi dari itu bahwa perbedaan power lebih besar 1.5-2 hp di putaran tinggi misalnya 11000-13000 rpm tidak memberi pengaruh siknifikan. Kemungkinan besar kita tidak akan sering merasakan di jalan raya, mungkin di gir 1 dan 2 kalau jalan kebetulan pas kosong. Memaksakan full gaz mengejar topspeed di gir 5 dan 6 jelas akan membawa resiko lebih besar lagi.
Seperti yang suka saya sampaikan akan lebih bermanfaat mencari tambahan torsi dari pada mengejar HP di putaran maksimum. Dengan mesin high revving tambahan torsi akan lebih dirasakan atau bermanfaat untuk mempercepat akselerasi dari putaran tengah atau dimana kurva torsi berada pada rentang paling optimal. Karena HP = torsi x rpm / 5252 maka bertambahnya torsi berpengaruh langsung terhadap meningkatnya HP.
Engine tidak menghasilkan HP, melainkan menciptakan energi besar dari hasil pembakaran campuran udara dan BBM yang mendorong piston memutar crankshaft menjadi tenaga putar (twisting force) atau torsi. HP hadir ketika crankshaft berputar menggerakkan kendaraan, dengan itu HP adalah ukuran seberapa cepat hasil kerja (work) mesin dapat diselesaikan dalam jarak dan waktu tertentu. Demikian juga mesin dyno mengukur besarnya torsi kemudian dikonversi menjadi HP.
Bertambahnya torsi diharapkan akan mempercepat akselerasi atau jambakan ketika di jalan raya yang tentunya meningkatkan level keceriaan si rider, dan itu lebih aman dibandingkan mengejar topspeed. Jadi tidak usah kuatir misalnya motor kalah topspeed atau tekor 1.5-2 hp pada rpm tinggi karena topspeed ngak begitu penting di jalan raya demi keselamatan bersama Bro. Demikian wassalam dan salam sejahtera.
Iklan

12 thoughts on “Topspeed motor sport tidak penting di jalan raya?

    motomazine said:
    Januari 26, 2017 pukul 7:39 pm

    Tergantung sih.. *eh

    Suka

    are wege said:
    Januari 26, 2017 pukul 8:58 pm

    Oh yeee

    Suka

    Venomania 2 said:
    Januari 29, 2017 pukul 1:11 pm

    Mantap,

    Suka

    bimalio said:
    Januari 31, 2017 pukul 11:51 am

    setuju banget om, dijalan raya yg dibutuhkan torsi utk stop n go, hemat bbm pula

    Suka

    dodge durango pcm flash said:
    Februari 8, 2017 pukul 4:56 pm

    Amazing! Its really awesome post, I have got much clear idea about from
    this piece of writing.

    Suka

    mPy said:
    Mei 8, 2017 pukul 9:46 am

    darah muda biasanya mencari HP….
    makin tua biasanya yg dicari jambakan setan….
    *pengalaman pribadi

    Suka

      ArenaSepedaMotor responded:
      Mei 8, 2017 pukul 10:24 am

      Bener Pak kira2 begitu biasanya. Sy udh mau angka lima jga lebih seneng tendangan torsi.

      Cuma kadang suka di perdebatkan perbedaan 2 – 3 HP di rpm tinggi yg mana sebenernya jarang dirasa, kecuali di gaz sampai mentok. Kalau di jln raya sdikit kosong gir 2-3 bisa gaz mentok. Tapi gir 3 ke atas sangat beresiko.

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s