Perbandingan tenaga dengan berat (power-to-weight ratio) motor sport juga penting

Posted on Updated on

tenaga-kuda
Daya kuda vs berat kendaraan
Dalam dunia balap selain daya kuda, torsi dan aerodinamik, aspek power-to-weight ratio (PWR) tidak boleh dikesampingkan, punya peranan penting terhadap performa secara langsung. Seperti motogp, moto3, dan Formula 1 dimana power-to-weight ratio ditempatkan pada angka paling istimewa.
Superbike yang ikut balapan WSBK seperti BMW S1000RR mengikis sekitar 20kg dari berat motor standard pabrik yang legal untuk dipakai di jalan raya. Penyusutan berat badan lumayan banyak itu digabungkan peningkatan daya kuda akan mengungkit performa makin sempurna.
Power-to-weight ratio dan weight-to-power ratio sama saja. Misalkan Honda CBR250RR power puncak 31,6hp (at the wheel by otomotifnet), berat full 165kg, weight-to-power ratio nya : 165kg (wet) / 31,6hp = 5,22kg per hp. Dengan itu tiap 1 hp yang dikeluarkan mesin CBR250RR menerima beban 5,22kg untuk didorong. Hitungan sederhananya seperti itu.
Kalau berat motor dikikis misalkan 7kg WPR nya akan menjadi : 158kg / 31.6hp = 5kg per hp. Terjadi perbedaan pengurangan beban sekitar 220gram untuk 1 hp. Memang ngak terlihat siknifikan hasilnya, mengurangi bobot kendaraan produksi masal jadi tidak efisien biaya. Dengan itu pabrikan mengesampingkan penyusutan berat kecuali kendaraan premium. Sebaliknya untuk pemakaian balap hasilnya sangat penting.
Sekedar perbandingan WPR antara CBR1000RR tahun 2014 dan CBR250RR tahun 2017 seberapa besar perbedaannya?
CBR1000RR tahun 2014 menyemburkan 152.4hp (at the wheel by CycleWorld), berat full 201kg. WPR : 201kg / 152.4hp = 1.32kg per hp. Maka mesin CBR1000RR tahun 2014 untuk 1 hp mendorong beban 1.32kg atau lebih enteng sekitar 3.9kg dari yang di dorong engine CBR250RR.
Gimana caranya supaya WPR Honda CBR250RR dapat setara dengan WPR CBR1000RR tahun 2014 di 1.32kg per hp ?
Berat penuh CBR250RR / WPR CBR1000RR : 165kg / 1.32kg = 125. Dengan berat 165kg diperlukan power output sekitar 125hp (di ban belakang) untuk dapat setara dengan WPR CBR1000RR tahun 2014 yang mempunyai berat full 201kg.  
Atau berapa banyak bobot yang harus dipotong supaya WPR CBR250RR sama dengan CBR1000RR tahun 2014?
WPR CBR1000RR x Real wheel power CBR250RR : 1.32kg x 31.6hp = 41.712kg. Perlu penyusutan bobot sekitar 123.2kg yaitu menjadi 41.712kg supaya CBR250RR setara dengan WPR CBR1000RR.
Memang mustahil menaikan power mesin 250cc ke 125hp atau menurunkan berat full menjadi sangat super ringan menyentuh 41.7kg supaya WPR CBR250RR dapat setara dengan WPR CBR1000RR tahun 2014. Setidaknya masih ada jalan memperbaiki angka WPR melalui :
– Aki Lead Acid diganti dengan Lithium Ion ringan merk Shorai atau Champion.
– Sproket belakang memakai berbahan aluminium merk Renthal, Driven dll.
– Tetap memakai ban standard karena ban lebih lebar dan berat akan mencuri power, menahan akselerasi.
– Full system exhaust dari titanium memapas berat cukup lumayan.
– Velq aftermarket lebih ringan 4kg dari standard seperti Marchesini, OZ, Carrozzeria dll. Seperti juga ban, velq ringan akan mengurangi masa berputar (Rotating mass) dan efek giroskopik. Akselerasi akan lebih cepat, lebih mudah pindah line dan berbelok miring.
– Carbon fiber body kit cukup memotong berat keseluruhan motor.
– Baut diganti bahan titanium atau aluminium yang lebih enteng seperti merk Probolts, Racebolts.
– Performa engine : Head porting, multi-angle valve cut, naikan kompresi statik piston misalnya dari 11,5 : 1 menjadi 13 : 1, hanya BBM harus oktan 95 keatas tanpa kecuali. Camshaft dengan profil radikal pada durasi, bukaan klep (valve lift) dan overlap. Pasang Piggyback atau stand alone ECU. Kemudian dibawa ke dyno untuk fine tuning mendapatkan efisiensi pembakaran se istimewa mungkin. Juga air filter performa tinggi merk BMC, K&N.
Modifikasi diatas dapat mengikis berat motor lebih dari 10kg di ikuti juga ongkos yang naik menjulang tinggi. Tapi menurut hemat saya bagi rider yang ingin berkendara secara normal bukan tipe speed freaks atau weekend warrior, motor keadaan standard sudah lebih dari cukup. Tidak perlu buang biaya lagi, bertambah 2-3hp tidak begitu terasa di jalan raya apalagi muncul di putaran tinggi 12000-13000rpm. Pemakaian di jalan raya akan lebih terasa dan bermanfaat kalau torsi menendang kuat mulai di rpm bawah atau tengah dari pada powerband yang muncul di rpm tinggi seperti karakter mesin balap. Kecuali engine memakai sistim variable valve timing (VVT) seperti yang ada di Suzuki GSXR1000 tahun 2017. Patent milik Suzuki yang menggabungkan dua kepribadian menjadi satu, mesin balap yang high revving dan mesin jalan raya yang torquey mulai dari putaran rendah, ” BEST OF BOTH WORLD “.
Melihat itu cukup penting peranan WPR dalam sasaran menggenjot performa yang lebih baik lagi untuk race use. Ngak heran moto3 250cc dengan berat 85kg kering + 11 liter BBM, memiliki WPR yang istimewa : 93kg / 55hp = 1.69kg per hp.
  • WPR Honda CBR250RR tahun 2017 : 5.22kg per hp.
  • WPR Honda CBR1000RR tahun 2014 : 1.32kg per hp.
  • WPR MOTO3 KTM RC250R : 1.7kg per hp.
  • WPR MOTOGP DUCATI DESMO : 0.7kg per hp
  • WPR World Superbike BMW S1000RR : 0.842kg per hp 
Angka WPR lebih kecil memberikan performa yang lebih perkasa. Demikian wassalam dan salam sejahtera.
Iklan

10 thoughts on “Perbandingan tenaga dengan berat (power-to-weight ratio) motor sport juga penting

    Supono Wahyudi said:
    Januari 20, 2017 pukul 4:03 pm

    Wah ruwet juga ya ternyata ada itung itungan kaya gini 😥

    Ngomong ngomong itu kasian banget kudanya 😀
    2000 Ton 😀

    Suka

    are wege said:
    Januari 20, 2017 pukul 6:44 pm

    Kalo bobot rider 80kg,. Bobot motor 109 kg.. gmn tuh pak ,, lawan bobot GSX R yg 126kg.

    Masih unggul Kah?? Yg 109kg

    Suka

      ArenaSepedaMotor responded:
      Januari 20, 2017 pukul 7:58 pm

      Itu dia kalo berat jockey GSXR150 dibawah 60kg, bisa jdi lebih ngacir

      Suka

        are wege said:
        Januari 20, 2017 pukul 8:26 pm

        Jadi Kalo bobot rider sm2 80kg.

        GSX r 126kg # 19,1hp
        Fu fi 109kg # 18,5hp

        Masih unggul fu fi ya Pak..

        Pwtr Dan twtr juga fu fi lebih unggul

        Suka

        ArenaSepedaMotor responded:
        Januari 20, 2017 pukul 9:31 pm

        Kalo berat jockey sama, motor yg lebih enteng bisa lebih cepet. Karena power & torsi beda tipis aja, sebanding.

        Suka

    abaydmz said:
    Januari 21, 2017 pukul 3:58 pm

    Makanya lebih baik bobot basah + bobot pengendara dgn pakaian lengkap

    Suka

      ArenaSepedaMotor responded:
      Januari 21, 2017 pukul 4:40 pm

      Moto2 dan moto3 ditimbang dengan rider full gear setelah balapan. Berat total ngak boleh melewati batas minimum.

      Disukai oleh 1 orang

        abaydmz said:
        Januari 21, 2017 pukul 6:43 pm

        Sebelum balapan jg kan om

        Suka

        ArenaSepedaMotor responded:
        Januari 21, 2017 pukul 7:19 pm

        Sebelumnya jga, tpi yg paling penting sesudah balap. Apakah berat motor dalam keadaan bbm kosong tdk melewati batas minimum sesuai ketentuan. Kalo lewat bisa kena penalty karena lebih enteng dianggap dapat keuntungan weight-to-power ratio yg lebih baik

        Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s