Nasib screamer sejati Supersport 600cc inline 4 silinder akan seperti 250cc 4 silinder?

Posted on Updated on

zx6r-2005-sport-rider

Screamer sejati kawasaki ZX-6RR 600cc tahun 2005 revving 16500rpm (Sport Rider Magazine)

Satu persatu teriakan spektakuler yang keluar dari mesin 4 silinder screamer sejati akan menghilang mengikuti bertambahnya waktu. Setelah motor 4 silinder 250cc berhenti produksi di pertengahan tahun 1990 an dan belum ada kepastian akan bangkit lagi, giliran kelas supersport 4 silinder 600cc terdengar mulai redup. Di awali dengan kabar pabrikan raksasa Honda untuk tidak lagi meneruskan eksistensi CBR600RR yang pernah disegani pada kejuaraan World Supersport. Melatar belakangi karena penjualan terus merosot selama berlangsung resesi ekonomi dunia.
Pengaruh dari itu pergeseran akan banyak menyorot ke kelas naked bike dan sport-tourer dengan label harga lebih murah jauh dibawah premium supersport 600cc 4 silinder. Seperti sport-tourer Honda CBR650F 4 silinder 650cc menyemburkan power puncak tidak digdaya dibandingkan superspoert 600 yaitu hanya 78hp (at the wheel) tercapai pada putaran rendah 9900 rpm dan torsi maksimum 58 Nm (42.8 lb-ft) di 7900 rpm. Powerband sebenarnya sangat pas untuk berkendara di jalan raya dimana banyak stop n go. Bandingkan dengan screamer supersport Yamaha R6 keluaran tahun 2013 power maksimum 107hp pada putaran 13700 rpm, torsi 60,1 NM (44.39 lb-ft) di 10000rpm. Rev limiter akan aktif memotong pada putaran 15900rpm! . Jelas indikator pengukur rasa kebahagian Yamaha R6 akan berada pada level tertinggi kalau di gaz pol melesat di sirkuit.
Demikian pula jajaran motor twin cylinder 650cc seperti Yamaha MT-07 dan all-new Ninja 650 dan Z650. Motor dirancang khusus commuter dan berkendara dalam kota. Riding position tegak dan sudut kaki lebih lebar memberikan kenyamanan ketika berkendara jarak jauh. Faktor pentingnya Ninja 650 dan Z650 keluaran 2017 telah menjalani program pengurangan berat badan yang lumayan. Dengan itu menaikan efisiensi power-to-weight ratio supaya lebih gesit dan cepat bermanuver. Ini adalah cara efektif menambah performa selain memperbesar daya kuda dan torsi. Ngak aneh kalau Honda lebih memilih cara ini di aplikasikn pada all-new CBR1000RR tahun 2017 dari pada ikut klub supersport 1000cc dengan power menyentuh angka kramat 200hp.
Kawasaki ZXR250 Inline Four 1995

Screamer sejati Kawasaki ZXR 250cc inline 4 silinder tahun 1995. Belum ada kepastian akan bangkit untuk teriak melengking mencapai 19000 rpm!. Catatan :  mesin high revving hanya cocok di jalan bebas hambatan dan di sirkuit.

Apakah keputusan Honda akan juga di ikuti oleh Kawasaki dan Suzuki yang belum ada berita berkenaan update supersport 600cc 4 silinder. Berlainan dengan Yamaha tetap masih percaya diri dan sudah menyiapkan versi terbaru YZF R6 untuk diluncurkan tahun 2017.
Adik dari all-new YZF R1 ini dipersenjatai dengan aerodinamic lebih efisien 8% dari sebelumnya. Terlihat body lebih mirip dengan Kakak tertuanya yaitu M1 motogp. Bagian engine tidak mengalami perubahan, malahan ada kemungkinan sedikit berkurang akibat kompensasi mematuhi peraturan ketat Euro4. Estimasi berat motor 190kg full, menyemburkan 120bhp dan torsi maksimum 48 lb-ft (at the crank).

yamaha-r6-2017

Yamaha YZF-R6 2017 lebih mirip dengan Yamaha M1 motogp dari pada YZF-R1M superbike. Faktor aerodinamik bertambah efisien 8% (Fast Bikes Magazine)

Demikian pula chassis, swingarm dan berbagai aspek geometry tetap tidak berubah seperti sebelumnya. Quickshifter dan 6 level Traction control menjadi perlengkapan standard. Hanya TC tidak secanggih di YZF-R1 dengan inertial measurement unit (IMU) untuk monitor sudut kemiringan (lean angle) dan kecepatan angular pitch, yaw, roll motor ketika deselerasi masuk tikungan, kemudian miring di mid-corner dan akselerasi keluar tikungan.
Tapi ada penurunan power output sekitar 7 HP dari model sebelumnya akibat terkena siksaan regulasi Euro 4. Ini menjadi problem terutama motor high revving seperti R6 power puncak menembus 14500 rpm. Tingginya valve overlap susah untuk menekan emisi pada putaran bawah-tengah.  Kecuali engine aplikasikan variable valve timing (VVT).
Mesin 4 silinder inline 250cc dan 600cc dengan 180 flat-plane crankshaft adalah screamer sejati. Teriak lebih melengking dengan pitch tinggi pada putaran ekstrim. Bukan seperti suara V4 engine 180 atau 360 derajat crankshaft di motor Honda RC45 WSBK tahun 1990 an atau RC213V motogp.
Akankah supersport yang sanggup revving menyentuh 16000 rpm ini punah juga mengikuti motorsport 250cc 4 silinder pertengahan tahun 1990 an?.
Setidaknya cerita masih bersambung dengan turunnya supersport 600cc 4 silinder terbaru Yamaha YZF-R6 keluaran 2017. Demikan wassalam dan salam sejahtera.
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s