Externpro tetap mengambil tugas maintenance mesin moto2 di 2019 ?

Posted on Updated on

externpro-moto2

Para ahli di Externpro pernah menangani mesin Honda NSR500 2-tak dan RC211V 4-tak motogp. Dari kiri ke kanan : Carlos Lorenz (engine builder), Alfonso Cartujo (data engineer), Trevor Morris (technical director), Alejandro Soriano (dyno engineer), Asier Maldanado (parts man/coordinator), Juan Uson (engine builder) and Alberto Omedes (engine builder)

Moto2 yang masuk dalam kalender balapan Gran Prix sejak 2010 menggantikan motor 250cc 2-tak rencana akan berganti powerhouse (sumber tenaga) di musim balap 2019. Engine Honda CBR600RR yang selama ini sibuk memberikan daya kuda akan berakhir di tahun 2018. Penggantinya sudah ditunjuk oleh Dorna yaitu Triumph pabrikan motor asal Britania Raya. 
Tahap selanjutnya engine Triumph ini harus melalui proses uji ketahanan, apakah sanggup bertahan terhadap kerasnya siksaan yang akan diterima nanti saat balapan. Externpro perusahan milik Dorna yang diberi tugas maintenance seluruh mesin moto2 Honda selama musim balap menyatakan kehebatan daya tahan engine Honda CBR600 terbukti baru lima kali kegagalan (failure) selama menempuh jarak 1 juta kilometer! luarbiasa.
Externpro yang mengambil alih tugas maintenance dari perusahaan sebelumnya Geo Technology tahun 2012 bertanggung jawab penuh menangani seluruh mesin moto2 sampai musim balap 2018. 
Masing-masing pembalap moto2 menerima mesin baru atau yang telah di rekondisi pada tiap race ketiga dalam 18 balapan keseluruhan. Alokasi ke pembalap nya melalui cara di lotere. Jarak tempuh tiap engine yang di bangun kembali adalah setelah mencapai 1500 km di lintasan sirkuit.
Ada tujuh ahli mesin bekerja penuh mempersiapkan tiap unit engine pada tingkatan prima, dengan itu pembalap mendapatkan performa yang sama. Terdapat sekitar 200 unit engine CBR600RR yang secara konstan sirkulasi antara pembalap, tempat bangun mesin (engine rebuild bay)  dan mesin dynamometer.
Engine moto2 adalah versi standard Honda CBR600RR streetbike yang di tuning memakai race kit dari HRC, seperti Cylinder head yang telah melalui proses porting, camshaft, per klep, ECU, AC generator dan gir transmisi satu yang lebih rendah angka rationya. Komponen-komponen lain seperti piston, crankshaft, connecting rods, gearbox dan seterusnya dibiarkan dalam keadaan standard. Race kit HRC tersebut sama dengan yang digunakan CBR600RR yang ikut pada kejuaraan FIM World Supersport.
Setelah di rekondisi engine dibawa ke dyno in-house milik Externpro untuk menjalani pengukuran performa sekaligus proses inreyen atau brake-in, BBM memakai merk Elf dan oli merk Liqui Moly. Dengan itu pembalap bisa langsung bejek gaz ketika pertama kali membawa motor di sirkuit tanpa perlu buang waktu inreyen.
Setelah di dyno dan inreyen selama dua jam, tekanan mesin di check dan analisa oli agar proses inreyen memang berjalan sesuai prosedur tanpa ada masalah. Engine diberikan nomer dengan keterangan latar belakang (record) secara detail seperti power puncak yang dihasilkan. Kemudian di segel pada empat tempat supaya masing-masing tim tidak bisa melakukan perubahan internal di mesin.

externpro-dyno-test

Setelah rekondisi, engine melalui dyno test untuk mengetahui power yang dicapai dan running-in selama dua jam. Markas dan worshop Externpro di Motorland Aragon Spain.

Engine serius harus punya daya tahan tingkat tinggi mengingat siksaan yang diterima di sirkuit. Pembalap moto2 melakukan 90 ribu kali perpindahan gir transmisi (up/down shift) per seri nya atau 1.6 juta! dalam satu musim balap. Rev limiter di set pada 15900 rpm, tapi beberapa rider secara rutin bisa melebihi batas ketika downshift. Malahan menurut Technical Director Trevor Morris, beberapa top level rider melebihi 17000 rpm ketika downshift deselerasi akan memasuki tikungan.
Externpro memonitor dengan mengambil data semua motor setiap sesi dan setelah balapan selesai. Tujuannya mencegah tiap pembalap melakukan hal yang tidak seharusnya. Software secara otomatis menyoroti apapun diluar ukuran parameter normal, seperti rpm ekstrim dan tingginya temperatur air radiator. Menurut Morris jika ada rider revving terlalu banyak ketika pindah gir ke bawah (downshift), ia akan mengunjungi tim untuk memberitahu bahwa mesin tidak apa-apa. Tapi apabila tetap over-revving seperti itu, pada balapan ketiga engine akan mengalami sedikit kehilangan power.

engine-rebuld-moto2-externpro

setelah mengalami test dan analisa, semua engine siap dimasukan ke case untuk di kirim ke sirkuit dimana balapan akan berlangsung (Externpro)

Perbedaan power puncak mesin satu sama lain harus sekecil mungkin, toleransi sekitar satu persen atau 1.2 hp. Untuk itu tiap pembalap merasa tidak dirugikan dan dapat mengandalkan kemampuan mesin seutuhnya. Peak power disalurkan sekitar 130 hp (at the wheel). Masih dibawah HP puncak motor-motor Worls Supersport 600cc menembus 145-150 HP.
Berganti dengan engine Triumph 3 silinder 750cc tahun 2019 power output akan lebih digdaya dan tercapai pada rpm yang lebih rendah pasti akan menambah faktor fun bagi pembalap moto2, dimana engine 4 silinder 600cc kurang begitu ada tendangan. Power output mesin 3 silinder 750cc 160hp dan torsi besar perlu bagi para rider moto2 sebelum di musim berikutnya ada niatan loncat ke motogp dengan 250hp at the wheel. Mereka harus membiasakan diri bermain torsi, membiarkan ban belakang spin ketika akselerasi keluar tikungan.
Belum ada kepastian berita apakah Externpro ditunjuk Dorna untuk tetap menangani engine moto2 Triumph 3 silinder nanti. Demikian wassalam dan salam sejahtera.
Source : Hondapro Kevin, motorsport magazine.

 

Iklan

4 thoughts on “Externpro tetap mengambil tugas maintenance mesin moto2 di 2019 ?

    tri_aja_gunung_kidul said:
    Januari 12, 2017 pukul 9:02 pm

    Pembalap top 10.. rata2 top speed lbh tinggi dr pembalap di luar top 10..kdng kepikiran faktor pembalap atau dpt mesin yg ok pas undian atau krn sdm teknisi team mempengaruhi hal tsb..hemmm

    Suka

      ArenaSepedaMotor responded:
      Januari 12, 2017 pukul 10:17 pm

      Faktor skill pembalap sangat menentukan lap time Pak, walupun power mesin 11-12.

      Tim ngak boleh oprek bagian mesin yg di segel. Sejauh Externpro sebagai pihak yg bangun mesin bisa selalu kasih kepercayaan ke tiap pembalap & tim bahwa mesin yg dibangun sdh melalui test menyeluruh dg hasil HP yg bisa diandalkan.

      Suka

    ira satryana said:
    Januari 19, 2017 pukul 7:48 am

    Klu moto2 pk 3 silinder, apkh sasis akn memakai suter, kalex ato dr triumph nya sendiri ato ad pendtg baru??bgmn kemungkinannya menurut mbah? Mf ira bawel 😁

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s