Mesin Triumph tiga silinder balapan Grand Prix moto2

Posted on Updated on

engine-triumph-675

2013 Triumph Daytona 675 inline 3 cylinder standard menyemburkan 116,4hp pada putaran 10500rpm at the back wheel. Kapasitas mesin 75cc lebih besar dari supersport 4 silinder 600cc menghasilkan maksimum horsepower lebih kuat pada putaran lebih rendah. Intake manifold/tract tipe down-draft dengan sudut hampir tegak vertikal menyumbang kecepatan airflow menaikan volumetrik efisiensi (Performance Bikes Magazine)

Keputusan Honda berhentikan produksi motor supersport CBR600RR ternyata membawa efek tsunami. Moto2 yang selama ini memakai engine CBR600RR juga bernasib sama yaitu akan sayonara dari balapan bergengsi Grand Prix pada musim balap 2019.
Seperti dijelaskan oleh David Emmet ada ketidakpastian sebelumnya terhadap situasi kedepan balapan moto2 ini, siapakah akan memasok engine menggantikan peranan Honda. Single supplier tetap menjadi kesepakatan karena ongkos balap kelas moto2 katanya lebih murah dibandingkan dengan moto3.

Tentu ada beberapa merk akan bisa jadi pemasok mesin seperti Kawasaki, Suzuki, Yamaha, MV Agusta dan Triumph. Tapi sejak berlarutnya krisis ekonomi Global pasar supersport 4 silinder 600cc diliputi situasi suram, penjualan jadi menurun siknifikan. Apalagi ongkos produksi makin tinggi dan peraturan ketat emisi Euro4 dimana motor yang belum mengalami update tidak boleh dipasarkan di Eropa. Dengan itu semua sepertinya ngak akan banyak peminat untuk menggantikan Honda. 
Kemudian terbitlah terang ketika pabrikan Triumph memberanikan diri menjadi single supplier. Menariknya Triumph bukanlah pemain motor dengan skala besar dan bukan pula pernah juara di kelas World Supersport seperti Honda dan Kawasaki. Triumph dikenal dengan motor retro, cruiser dan sport-tourer sebenarnya sudah punya model supersport Daytona inline 4 cylinder 600cc sejak tahun 2003. Kemudian pada tahun 2006 meluncurkan supersport dengan engine architecture terbaru yaitu triple cylinder 675cc.
Berlainan dengan peraturan kelas World Supersport motor 3 cylinder maksimum boleh 675cc, untuk moto2 direncanakan engine 3 cylinder di supply oleh Triumph ini mencapai 750cc. Kemungkinan menjadi basis adalah engine 765cc yang sama digunakan sebagai sumber horsepower pada motor sport Triumph model terbaru keluaran tahun 2017. Seperti telah diberitakan urusan maksimum daya kuda direncanakan mencapai 160hp at the wheel. Sedikit lebih perkasa dari MV Agusta F3 675 inline 3 silinder yang dikendarai pembalap Prancis Jules Cluzel pada kejuaraan World Supersport yaitu 155hp pada putaran 15300 rpm.
Rancangan inline 3 cylinder 750cc akan ideal karena membuat moto2 jadi lebih ramping. Mengingat kekurangan dari inline 4 cylinder 600cc Honda adalah engine cukup lebar. Hanya belum diketahui seberapa hebat daya tahan engine nantinya. Walaupun motor triumph Daytona 675R ikut balapan national supersport, menurut Davit Emmet ada reputasi terjadi masalah mesin.
Musuh engine balap dimana sanggup high revving sampai tingkatan stratosfir 15000 rpm keatas adalah daya tahan atau masa kerja semakin pendek. Artinya tim atau pemasok engine harus keluarkan ongkos tidak sedikit untuk membangun kembali mesin (engine rebuild). Mungkin ini jadi alasan memilih engine 3 cylinder 750cc moto2 supaya maksimum horsepower tetap tercapai pada putaran lebih rendah demi untuk memperpanjang masa kerja (life time) engine.
Engine inline 3 silinder 750cc power lebih digdaya dan tercapai pada rpm lebih rendah pasti akan menambah faktor fun bagi pembalap moto2. Engine inline 4 silinder 600c kurang galak di rpm bawah tengah. Power output 160hp  dan torsi besar memang perlu bagi para rider moto2 sebelum pada musim berikutnya ada niatan loncat ke motogp dengan power puncak 250hp at the wheel. Mereka harus membiasakan diri bermain torsi, membiarkan ban belakang spin ketika akselerasi keluar tikungan. Hanya belum ada kepastian apakah nanti juga akan dilengkapi traction control untuk mengatur spin akibat semakin galaknya torsi
Torsi lemot pada putaran bawah-tengah menjadi isue motor supersport 4 silinder 600cc kebanyakan ketika dibawa di jalan raya. Mesin baru mulai hidup di atas putaran 8000 rpm. Merespon masalah itu tahun 2004 Kawasaki meluncurkan ZX-6R 636cc dimana lebih berorientasi untuk jalan raya dan begitu pula dengan supersport mesin 3 silinder sanggup menyalurkan torsi kuat di rpm tengah mulai bermunculan.

dyno-graph-supersport-2014-pb-magazine

Dyno grafik menjelaskan Triumph Daytona 675 tahun 2006 menyemburkan HP yang hampir sama dengan HP Yamaha R6 tahun 2006 dengan keuntungan tercapai pada putaran jauh lebih rendah yaitu 10900rpm. Torsi maksimum 49.45 ft-lb di atas R6 sebesar 43.85 ft-lb (Performance Bikes Magazine) 

Torsi yang diciptakan Triumph 675 pada putaran 6000 rpm lebih kuat dari torsi Yamaha R6 pada putaran 12000 rpmArtinya power puncak yang sama sanggup tercapai dalam waktu lebih singkat dan pada putaran lebih rendah. Karakter Triumph 675 lebih bersahabat untuk pemakaian di jalan raya dibandingkan R6 dengan peak power baru tercapai di 14000rpm. Sesuai dengan frase “No replacement for displacement”.

mv-agusta-cluzel-engine

Jules Cluzel’s MV Agusta F3 675cc 3 cylinder FIM World Supersport, power 155hp @15300rpm. Counter-rotating crankshaft. (Performance Bikes Magazine)

Kecepatan piston atau Mean piston speed penting untuk mengetahui faktor daya tahan engine performa tinggi. Makin cepat berarti makin besar beban diterima piston, piston pin, connecting rod dan con-rod bolt. Komponen-komponen tersebut paling mengalami stress. MV Agusta F3 675 tiga silinder World Supersport menyemburkan power puncak 155hp di ban belakang, stroke 45.9mm pada putaran 15300rpm menyentuh mean piston speed 23,4 meter per detik.
Kita tunggu sepak terjang engine 3 cylinder 750cc moto2 tahun 2019 nanti, semoga sesuai dengan rencana. Demikian wassalam dan salam sejahtera.
Iklan

6 thoughts on “Mesin Triumph tiga silinder balapan Grand Prix moto2

    are wege said:
    Januari 11, 2017 pukul 5:12 pm

    Kenapa pabrikan seperti Suzuki, Yamaha , Kawasaki gak berminat ya

    Suka

      ArenaSepedaMotor responded:
      Januari 11, 2017 pukul 7:56 pm

      Mungkin Triumph lebih brani jdi engine supplier karena pertimbangan perlu brand image melalui moto2. Dg itu Triumph harus siap keluar ongkos utk 200 an unit mesin selama musim balap berlangsung.

      Suka

    tri_aja_gunung_kidul said:
    Januari 11, 2017 pukul 9:15 pm

    Suara ne pasti lbh menderu….
    tp ga melingking kyk 4 silinder

    Suka

      ArenaSepedaMotor responded:
      Januari 11, 2017 pukul 10:08 pm

      Iya Pak mantap. Kalau mesin 4 silinder 180 derajat flatplane crankshaft memang tipe screamer sejati. Suara teriak melengking.

      Suka

    ira satryana said:
    Januari 19, 2017 pukul 7:38 am

    Hehe ,..ternyata ngelobi lbh enak yg deketan sm rmhnya, nakamoto dan triumph #england
    Yg jd pertanyaan mbah, jk masspro triumph sdh 765cc, akankah moto2 d naikkan cc nya?kita liat aj nanti. 😊

    Suka

      ArenaSepedaMotor responded:
      Januari 19, 2017 pukul 2:19 pm

      Moto2 di 2019 sementara beritanya pake mesin 750cc inline 3 silinder

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s