Motor WSBK Ninja ZX-10RR Jonathan Rea vs MotoGP

Posted on Updated on

jonathan-rea-jerez-test-2016-motorsportcom

Jonathan Rea Ninja ZX-10RR (Motorsport.com)

Motor WSBK memang tidak di design untuk head to head mengalahkan motor balap prototype yaitu motogp. Liga nya sudah beda mulai dari urusan daya kuda, elektronik, ban dan komponen-komponen lainnya.

Power output : maksimum motogp range 250+ hp pada putaran 16500-17000 rpm.
Pneumatic valve system : Aktuasi menutup klep dengan udara bertekanan tinggi (2900 psi), bukan memakai per. Engine akan aman revving sampai 20 ribu rpm tanpa kuatir terjadi valve floating atau klep menabrak piston. Keuntungan lainnya kerja mesin lebih ringan karena tidak harus menekan per yang artinya sedikit menyumbang lagi horsepower.
Seamless gearbox : Sesuai dengan namanya memberikan kemudahan upshift/downshift dalam waktu lebih cepat dari gearbox konvensional dan tanpa menekan kopling.
Carbon disc brake : Selain tahan di zona temperatur ekstrim sampai 1000 derajat celcius, piring carbon lebih ringan siknifikan dari baja bersamaan menghasilkan sedikit inertia artinya efek giroskopik jadi berkurang. Keuntungan itu mempengaruhi handling akan lebih mudah dan cepat dibawa berbelok atau berpindah line.
Dry clutch system : atau kopling kering mengurangi gejala slip dan hambatan (drag) ebih sedikit meskipun masa kerja lebih pendek dari tipe wet clutch.
Chassis : Power output lebih besar memerlukan chassis lebih kaku (stiff) dibandingkan motor WSBK. Seberapa tahan menerima beban (load) dan konsisten tidak berubah karakter pada waktu hard braking, cornering dan akselerasi. Bersamaan harus juga cukup lentur (fleksibel) meredam guncangan.
Perangkat elektronik : Walaupun motor WSBK juga dilengkapi elektronik seperti juga di sportbike jalan raya terbaru all-new Honda CBR1000RR, GSXR1000, hanya motogp lebih cutting edge alias canggih.
Ban slick : dengan bermacam tipe compound menyesuaikan karakter dan aspal sirkuit, struktur carcas lebih kaku (stiff) dari ban slick Pirelli Diablo WSBK. Ban slicks Bridgestone punya kelebihan karena efek servo yaitu semakin keras mengerem semakin kuat grip disalurkan ke aspal. Tekanan atau beban ekstra yang diterima ban depan membuat area kontak dengan aspal jadi bertambah lebar karena ekspansi. Meskipun rider trail-braking cukup kuat bersamaan sudut motor miring, grip ban tetap lengket.
Motor WSBK berbasis motor sport di rencanakan lebih banyak digunakan di jalan raya oleh rider nya tapi akan jauh lebih efektif melesat di trek. Karakter high revving membuat engine happy dibawa ngebut di sirkuit. Posisi duduk racing crouch dimana level jok dan foot peg pada level tinggi dan letak stang jepit rendah dibawah tripple clamp atau yoke. Pengendara dapat menunduk lebih jauh dibandingkan sport-tourer atau naked bike dimana lebih tegak.
Motor mengikuti peraturan yaitu spec komponen harus stock dari pabrik. Hanya sebagian kecil aja parts boleh dirubah seperti : profil camshaft, suspensi, elektronik sesuai seperti telah ditentukan oleh principal.
Power output maksimum kisaran 220+ hp pada putaran lebih rendah 14000-14500 rpm, konvensional gearbox, steel disc brake, rata-rata wet clucth. Perangkat elektronik itur dan variablenya tidak banyak seperti motogp. Bobot motor 11 kilogram lebih berat dari motogp. Chassis lebih fleksibel dari motogp karena peruntukan juga faktor kenyamanan berkendara di jalan raya, walaupun ngak ergonomik seperti sport-tourer atau naked bike. Ban Pirelli Diablo slicks dengan 2 atau 3 macam tipe compound seperti SC1 dan SC2 tersedia untuk umum di toko.
Motor-motor WSBK siap balap termurah perlu sekitar $75 ribu. Itu adalah untuk harga motor tipe sport production (SP) antara $20-25 ribu dan sisanya ongkos upgrade komponen. Motogp termurah tim open class setidaknya harus mengeluarkan ongkos sewa motor dan spare-parts $1.5 juta.
Dengan segala keunggulan yang ada di motogp itu motor WSBK boleh dibilang cukup istimewa karena di sirkuit tertentu seperti Jerez dan Assen lap tercepat dicetak WSBK bisa hanya berjarak 1 sampai 2,4 detik dengan motogp.
Tahun 2013 fastest lap Valentino Rossi di Assen 1 menit 34.894 detik, topspeed 306,6 km/h. Dimana pada Race satu catatan waktu tercepat Tom Sykes dengan Ninja ZX-10R 1 menit 35.893 287 km/h. Race dua Eugene Laverty membawa Aprilia RSV4R Factory meraih 1  menit 36.085 detik, topspeed 290,1 km/h.
Fastest lap diciptakan oleh Jorge Lorenzo di Jerez musim balap 2013 adalah 1 menit 39.565 detik dan lap tercepat Tom sykes 1 menit 41.691 detik.
Fastest lap hanya di cetak sekali dalam satu kali balapan. Performa pembalap tidak akan konstan mulai dari start sampai finish. Tergantung dari seberapa sukses grip ban terjaga supaya awet lebih lama. Setidaknya performa motor WSBK dengan harga jauh lebih bersahabat mampu dipacu sangat dekat dengan motogp factory team.
Menarik pada saat test pra-musim di Jerez dimana pasukan WSBK berbarengan satu aspal dengan motogp. Juara dunia WSBK musim 2016 Jonathan Rea mencapai fastest lap 1 menit 38.721 detik mengalahkan waktu qualifikasi menempatkan Rossi pole position di Jerez sebelumnya yaitu 1 menit 38,736 detik. Walaupun diduga saat test Rea mendapat keuntungan memakai ban khusus qualifikasi supersoft compound lebih lengket. Dan pada saat balapan motogp seri ke empat di Jerez yang lalu, grip ban Michelin masih belum stabil. Tapi tetap pencapaiaan Rea cukup istimewa.
Motor WSBK memang kalah power puncak karena motogp dapat bernafas lebih panjang, revving 2500-3000 rpm lebih tinggi. Motogp akan kasih asap motor WSBK di sirkuit terdapat lintasan lurus panjang dimana horsepower paling digdaya dapat dilepaskan ke aspal pada putaran maksimum dan redline menyentuh 17000-18000 rpm. Sebaliknya redline motor WSBK 4 silinder pada kisaran 14500-15000 rpm.
Bobot lebih ringan sekitar 11 kilogram, motogp akan mampu masuk tikungan membawa entry speed lebih kencang bersamaan memanfaatkan momentum membangun cornering speed. Selanjutnya pada mid-corner dekat apex transisi untuk memulai buka gaz secara cepat dan se-efektif mungkin keluar corner.
Tapi seberapa lengket ban dengan aspal juga jadi faktor penentu kecepatan motor akselerasi keluar tikungan. Semakin besar power output dilepas makin berat pula grip ban belakang memegang ke permukaan aspal supaya tidak kehilangan traksi. Area ban belakang yang kontak dengan aspal hanya sebesar kartu kredit, ukuran sangat sedikit untuk menahan power output raksasa. Hilang traksi berarti hilang daya dorong (drive out) untuk akselerasi cepat dan satu kerugian dalam balapan.
Sering diberitakan keluhan pembalap motogp karena ban belakang spin berlebihan ketika akselerasi exit corner. Malahan di trek lurus memakai gir 5 spin masih terjadi kalau temperatur di sirkuit cukup panas. Muncul problem ban spin tiap kali akselerasi exit corner mengharuskan Marc Marquez brake late lebih dalam memasuki tikungan untuk kompensasi kadang membuat ban depan terlalu banyak beban (overload) akibat hard braking. 
Spin berlebihan terjadi akibat elektronik tidak begitu presisi dan kurang cepat bereaksi untuk meredamnya. Bergantinya peraturan motogp harus menggunakan unified ECU/software secara tehnis berkurang level kecanggihan, maka problem ban spin jadi meningkat. Dengan itu faktor kunci bagaimana meletakkan grip se efisien mungkin supaya traksi tetap tersedia ketika diperlukan untuk mendorong motor lebih kencang.
Rentang operasi putaran mesin yang lebih pendek menjadikan motor WSBK terutama engine 4 silinder dapat lebih awal menyalurkan torsi efektif (transient torque) pada putaran lebih rendah dari motogp. Torsi efektif muncul pada putaran rendah diperlukan untuk akselerasi keluar dari tikungan kecepatan rendah-sedang memakai gir 1 dan 2. Karakter tikungan seperti itu apabila grip ban pada level mantap akan menjadikan waktu motor WSBK sedikit lebih cepat dari motogp.
Di era motor bengis GP500 2-tak juga termasuk prototype tapi dengan harga lebih murah dari motogp karena sistim elektronik maupun engine lebih sederhana. Perbedaan dengan motor WSBK 750cc 4 silinder dan 1000cc V-twin sangat mencolok. Berat motor GP500 sekitar 35-40 kg lebih ringan menyediakan power-to-weight ratio istimewa. Fastest lap GP500 sirkuit Phillip Island tahun 2000 oleh Max Biaggi membawa Yamaha YZR500 1 menit 33.320 detik dan tahun yang sama fastest lap motor WSBK dicetak pembalap Troy Corser dengan Ducati 996 V-twin engine yaitu 1 menit 45.872 detik. Gap terlihat cukup jauh 12,5 detik antara keduanya. Di lain sisi perbedaan fastest lap motogp dan WSBK cukup dekat mencapai 1 sampai 2,4 detik.
Seperti ditulis di atas bahwa motor WSBK memang tidak di rencanakan untuk jadi pesaing motogp. Motor prototype harus lebih unggul dan digdaya dari motor WSBK berbasis untuk jalan raya. Meskipun tidak ada ketentuan pasti mengingat motogp versi untuk jalan raya pun ada, seperti Honda RC213V-Street dan Ducati Desmosedici RR yang lebih dulu muncul. Tapi dengan label harga jauh lebih murah motor WSBK mampu mencetak fastest lap istimewa menyaingi motogp dengan lease price jutaan dollar. Demikian wassalam dan salam sejahtera.
Iklan

15 thoughts on “Motor WSBK Ninja ZX-10RR Jonathan Rea vs MotoGP

    ira satryana said:
    Desember 6, 2016 pukul 9:29 pm

    Apapun ajang balapan yg d ikuti pabrikan, semua hy utk jaga prestige masspro.
    😁 met malm mas..

    Suka

      ArenaSepedaMotor responded:
      Desember 7, 2016 pukul 8:12 am

      Bener Mba…..ujungnya bagaimana naikkan penjualan

      Suka

        ira satryana said:
        Desember 7, 2016 pukul 10:18 am

        Siip, ira bolh tau akun fb mas??
        Mf kepo 😁

        Suka

        ArenaSepedaMotor responded:
        Desember 7, 2016 pukul 11:19 am

        Fb nya arena sepeda motor, tapi gak begitu aktif.

        Berhub sy udh masuk species old rider angkatan 1986 an, panggil mbah jambrong aja, lebih pas … hehehe

        Suka

    Supono Wahyudi said:
    Desember 6, 2016 pukul 10:09 pm

    WorldSBK jualan sepeda motor, MotoGP jualan mimpi :p

    Suka

      ArenaSepedaMotor responded:
      Desember 7, 2016 pukul 8:17 am

      Asal jngn sampe wet aja wkkkk

      Suka

        ira satryana said:
        Desember 7, 2016 pukul 10:21 am

        😁😂😁
        Mf ira nimbrung

        Suka

    ira satryana said:
    Desember 7, 2016 pukul 8:15 pm

    Ok siyap mbah jambrong ABG ( angkatan baru gochap ) 😂😂😂
    Klu fb ira yg ade poto sampul jorge lorenzo yak, yg wall nye penuh dgn MM93..
    Dan fpnye cewek cantik berkaca mata..
    Itupun klu mbah jambrong mo mampir d inbox ira..😁😂😁

    Suka

    Renhan said:
    Desember 24, 2016 pukul 6:39 am

    Pnematic valve apakah dgunakan kg di wsbk? Apa syaratnya sbuah motor bisa menggunakan pneumatic valve? Penasaran saya om hehehe

    Suka

    Renhan said:
    Desember 24, 2016 pukul 6:40 am

    Pneumatic valve apakah dgunakan di wsbk? Apa syaratnya sbuah motor bisa menggunakan pneumatic valve? Penasaran saya om hehehe

    Suka

      ArenaSepedaMotor responded:
      Desember 24, 2016 pukul 11:03 am

      Aturan gak membolehkan Pak. Regulasi membatasi modifikasi engine supaya lebih bnyk konten standard dari pabrik.

      Engine ukuran besar yg revving ke putaran ekstrim misalnya lebih dari 16500 rpm amannya pakai pneumatic valve supaya terhindar dri situasi “valve floating”. Dimana per klep sdh gak mampu mengejar kecepatan mesin. Akibatnya piston bisa menabrak klep yg belum full menutup.

      Pneumatic valve menutup klep dg gaz bertekanan tinggi sampai 2900 psi yg tersimpan di dalam tabung (cansiter) dan harus di isi ulang katanya.

      Motogp 1000cc pakai pneumatic valve supaya aman spin sampai 18000 rpm. Dulu di jaman mesin 800cc berputar redline sampai 19000 rpm. Maka itu power puncak motogp lebih digdaya dibandingkan motor WSBK karena revving lebih tinggi.

      Dulu motor WSBK sebelum mengalami perubahan aturan pernah revving 15000 rpm lebih dan menyemburkan power maks 230+ hp di ban belakang, menyaingi power motogp open class. Dan masih tetap aman memakai per klep.

      Sekarang ini setelah aturan baru ada penurunan jdi sekitar 14000 rpm (tergantung motor), power antara 215-220 hp at the wheel.

      Suka

        Renhan said:
        Desember 24, 2016 pukul 10:00 pm

        Makasih infonya om, mgkin dibutuhkan per klep buatan mpu gandring biar bisa kuat high revving di 18.000 rpm 😂, berarti desmo rr dan rcv msih pake Pneumatic ato per klep utk valve nya? Andaikan ada superbike massal yg pake Pneumatic valve akan sgt asyik kayanya, mskipun mgkin harga akan menggila, tp bknkah speedfreak level superbike g bgtu masalah soal harga, biasanya pabrikan italy dg produknya yg berani kasih spek eksotis dg harga fantastis, yg kata sales sebelah jd kasta tertinggi 😁

        Suka

        ArenaSepedaMotor responded:
        Desember 25, 2016 pukul 9:53 am

        Sip sama-sama Pak.

        hehehe iya bisa jdi klau pake per klep mpu motogp lebih ampuh

        RC213V-Street dan Desmosedici RR yg utk jalan raya sepertinya masih konvensional pake per klep. Krena revving nya gak setinggi versi motogp. Motor jalan raya perlu torsi efektif mulai dari putaran rendah supaya bisa cepet akselerasi, jdi gak perlu slip kopling. Juga maksimum rpm yg gak setinggi utk balap di trek yg panjang.

        Pneumatic valve selain gaz yg diperlukan harus di isi ulang, juga motor jalan raya rpm maksimum nya masih dibawah batas aman dg per klep.

        Superbike spec tertinggi sekarang ini terbatas karena resesi global yg masih terus berlangsung. Gak akan laku banyak. Seperti Ducati 1299 Superleggera seharga $80 ribu. Kabarnya Honda RC213V-Street jga kurang peminat.

        Dulu di era 90 an superbike Honda RC30 – RC45, Yamaha FZR750R OW01 – YZF-R7 khusus balapan WSBK dijual dg harga fantastis. Dibangun dengan tangan secara presisi, komponen spek tinggi. Engine melalui proses blueprinting. Kemudian udh gak sedetail itu lgi, harga jdi lebih murah banyak.

        Kalau sales superbike memang harus pinter-pinter kasih opini. Cuma jngn jga jatuhin motor merk lain secara gak fair. Faktor Bikes brotherhood nya kurang dia itu 😀

        Suka

    are wege said:
    Desember 27, 2016 pukul 9:03 pm

    Pak bikin artikel.tentang persaingan roda 2 di tanah air Indonesia, perseteruan Yamaha ,Honda , Suzuki, Kawasaki

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s