Kelas Supersport 300 masuk di balapan WSBK 2017

Posted on Updated on

yamaha-r3-graves-racing

Graves Racing Yamaha R3 AMA Pro USA

Muncul keinginan menulis mengenai balapan kelas supersport 300 WSBK setelah Bro Cekuash mengingatkannya. Dimana saat sekarang ini atmosfir otomotif roda dua Indonesia sedang diramaikan oleh sosok motor anyar 250cc yaitu CBR250RR. 
Setelah info berapa HP maksimum dan top speed yang dicapai, menegaskan CBR250RR menjadi leader di kelas lighweight sportbike 250cc sekarang ini. Datang pertanyaan apakah ini akan menabuh genderang perang horsepower sportbike 250cc seperti yang terjadi dikelas supersport 1000cc ?
Tampilnya BMW S1000RR tahun 2009 menghentak jagad superbike waktu itu. Semburan power puncak lebih kuat sekitar 20 hp, jelas melewati jauh motor lain. Frame aluminium memegang teguh screamer engine sejati inline 4 cylinder. Handling kata tester luar pada tingkatan istimewa di sirkuit dan juga tidak mengecewakan di jalan raya. Meskipun BMW S1000RR belum sekalipun keluar sebagai juara WSBK sampai sekarang.
Kedigdayaan S1000RR bertahap dikejar oleh pemain lain seperti Ninja ZX-10R, Aprilia RSV4R Factory, Ducati 1199R Panigale dan seterusnya. Sederet nama perangkat elektronik canggih berasal dari teknologi motogp di hibahkan demi untuk membuat nyaman dan senang ridernya ketika meluncur di jalan raya ataupun di trek. Angka 200+ bhp (at the crank) seolah menjadi angka kramat yang patut dicapai.
Tapi herannya Honda justru gak ikutan gabung di klub 200+bhp itu. All-new CBR1000RR 2017 lebih fokus pada pengurangan berat siknifikan, bukan pada peningkatan kekuatan otot. Power-to-weight ratio menjadi kuncinya, karena motor akan memberikan handling yang lebih mudah dan responsif di jalan raya maupun di sirkuit. Peningkatan performa pada pengereman, berbelok masuk tikungan dan akselerasi keluar secara cepat. Itu menjadi perhatian para pembalap untuk memenangkan lomba, bukan topspeed yang gila-gilaan bagaikan rudal Scud di trek lurus. Horsepower perkasa yang tercapai di putaran tinggi gak selalu akan bisa dirasakan di jalan raya yang tentu beresiko.
Dirilisnya CBR250RR 2017 ini bisa menjadi pemicu horsepower war di kelas sportbike 250cc. Munculnya motor yang juga ingin lebih digdaya mempertontonkan kemampuan high revving engine memasuki zona balap atau sebaliknya malahan mengikuti konsep all-new Honda CBR1000RR yaitu memangkas bobot motor seringan mungkin demi mencapai power-to-weight ratio terbaik.
Masuknya kelas supersport 300 di balapan WSBK musim 2017 pasti akan menarik karena motor sport 150-250cc yang paling dominan di Indonesia. Walaupun kelas 250cc di kejuaraan Asia Roadrace Championship sudah berlangsung, dengan masuknya kelas supersport 300 di balapan WSBK akan menaikkan gengsi lagi.
Di era motor GP mesin 2-tak kelas 125-250cc dijadikan tempat mengasah skill pembalap-pembalap dunia. Sejak 2-tak berakhir kelas moto3 250cc 4-tak yang juga mewarisi performa motor 125cc 2-tak menggantikan peranan sebagai entry level pembalap muda memasuki balapan Grand Prix. Demikian pula supersport 300 di kejuaraan WSBK juga berperan untuk tujuan yang sama.
Akan tepat bagi rider pemula yang ingin memulai kedunia balap memilih sportbike 150-250cc. Lebih mudah membangun feeling, daya pengelihatan, determinasi, refleks ketika melesat di sirkuit dibandingkan motor dengan CC lebih besar. Engine displacement lebih kecil bukan berarti akan lebih mudah Bro. Lap time ditentukan oleh cornering speed dan itu memberi kontribusi terhadap kemenangan tiap balapan.  Mengejar lap time tercepat tidak lain harus memacu motor sekencang mungkin ketika masuk dan keluar tikungan. Dipastikan itu bukan pekerjaan yang mudah seperti ketika kita buka gaz pol drag race di lintasan lurus.
Pembalap top level mampu secara konsisten lebih cepat di tikungan dari pembalap lainnya, meskipun tidak selalu bebas dari kesalahan. Sedikit terlambat menekan tuas rem terlewati 2-3 meter dari titik pengereman (brake-marker) akan menyebabkan motor terlalu cepat mendekati tikungan dan harus melebar kesisi luar (overshoot) atau ban depan mengunci karena harus lebih hard braking.
Area dimana kecepatan motor paling lambat biasanya di mid-corner. Di area ini pembalap selalu berupaya berada di dekat limit kemampuan motor dengan tujuan akan lebih cepat akselerasi keluar corner. Limit dimana chassis, suspensi dan grip ban mampu menahan di kecepatan itu. Melewati batas kecepatan yang dapat ditahan oleh motor resikonya lowside. Menciptakan maksimum cornering speed tanpa kesalahan menjadi tujuan pembalap pro yang di asah secara terus-menerus. Apakah dengan motor 250cc atau 1000cc sama aja.
Menurut juara WSBK 3 kali Troy Bayliss, motor GP 125cc 2-tak dan moto3 dapat membawa kecepatan cukup tinggi memasuki corner tanpa kuatir terhadap braking, mengingat bobot motor yang enteng. Memanfaatkan momentum dari entry speed yang dibawa ke mid-corner untuk menambah daya dorong saat akselerasi. Memilih tradisional line dengan radius yang lebih lebar dan dengan sudut kemiringan (lean angle) yang lebih tegak. Tehnik tersebut dapat di praktekan dengan supersport 250-300cc 4-tak meskipun dengan bobot lebih berat. 
Bagi pembalap pemula atau rider yang sekedar trackday motor 150cc – 250cc memberikan kemudahan dari segi ongkos latihan. Umur ban lebih awet biasanya compound ban belakang akan lebih dulu terkikis habis. Konsumsi bbm (race fuel atau biasa) yang terbakar lebih irit juga bayar untuk masuk sirkuit lebih murah sekitar setengahnya dari motor dengan CC lebih besar.
Motor peserta supersport 300 adalah yang sudah dijual di dararan Eropa masuk dalam kelas A2, yaitu Honda CBR500R, Yamaha YZF-R3, Ninja 300 dan KTM RC390. Sementara Honda diwakili oleh CBR500R, mungkin nanti akn diganti setelah muncul versi CBR300RR.
Peraturan yang telah disiapkan lebih banyak mengharuskan komponen dan parts dalam keadaan stock atau standard dari pabrik. Dengan tujuan menekan ongkos balap serendah mungkin dan dibawah pengawasan otoritas. Hanya beberapa aja yang boleh diganti, diantaranya seperti :
-Cylinder gasket boleh diganti dengan itu rasio kompresi statik piston naik dari standard. Misalkan naik satu point menjadi 12.5 : 1.
-Full system exhaust aftermarket tanpa catalytic converter.
-ECU stock atau pakai WorldSSP300 kit yang di approved oleh FIM. 
-Suspensi harus homologasi, harga tidak boleh melebihi yang sudah ditentukan. Fork kit Euro650 terdiri dari cartridge, per, seal, fork cap etc dan rear shock Euro750.
Boleh pakai atau tanpa ABS system.
-Quckshifter system hanya untuk upshift dan di approved FIM.
-Sprocket : depan , belakang dan ukuran pitch rantai misalnya pakai 520.
-Kopling : plat, kanvas dan per.
-Air filter aftermarket dengan bentuk yang sama bawaan standard.
-Rem : Brake disc, brake reservoir, kanvas rem (brake pads), selang rem (brake hoses).
Engine limiter  max rpm :
– Yamaha R3 dan Ninja 300 di putaran 13000 rpm.
-CBR500R  di putaran 10500 rpm
KTM RC390 di putaran 10500 rpm
Berat motor minimum :
– Yamaha R3 dan Ninja 300 : 140 kg
– KTM RC390 : 136 kg
– Honda CBR500R : 150 kg
Setelah berjalan satu musim bisa jadi peraturan akan berubah di sektor mesin. Boleh memakai camshaft dengan profil lebih radikal (duration, valve lift, overlap), kompresi statik piston naik beberapa point memperbesar combustion pressure, seperti di kelas supersport 600 dan superbike Evo 1000cc.  Engine sanggup spin lebih tinggi lagi sekaligus meningkatkan horsepower puncak.
Mudah-mudahan digelarnya kelas supersport 300 di event WSBK menambah dinamika persaingan penggemar motor sport di Indonesia yang tentunya dengan cara yang santun dan saling menghormati. Demikian ringkasan nya wassalam dan salam sejahttera.
Iklan

6 thoughts on “Kelas Supersport 300 masuk di balapan WSBK 2017

    cekuash said:
    November 23, 2016 pukul 8:20 pm

    Kesempatan buat pembalap adia

    Suka

      cekuash said:
      November 23, 2016 pukul 8:20 pm

      Asia

      Suka

      ArenaSepedaMotor responded:
      November 23, 2016 pukul 8:30 pm

      Mudah-mudahan Pak khususnya Indonesia. Jngn kalah sama nyali pembalap Eropa

      Suka

    rhenza said:
    November 25, 2016 pukul 12:57 am

    Kenapa honda pake cbr 500 bro ? Kenapa ga pake yg 250R 1 silinder nya ya

    Suka

      ArenaSepedaMotor responded:
      November 25, 2016 pukul 7:42 am

      Belum tau jga alasan tepatnya Bro. Mungkin dari faktor power nya, CBR250R single silinder gak ngejar di rpm tinggi. Karena aturan masih batasin bagian engine internals harus standard bawaan pabrik

      Suka

        ArenaSepedaMotor responded:
        November 25, 2016 pukul 9:12 am

        Maksudnya CBR300R single silinder

        Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s