CBR600RR berhenti produksi apakah motor supersport 600cc akan redup dan lenyap terkena peraturan Euro 4?

Posted on Updated on

honda-cbr600

Klan CBR600RR discontinued (Performance Bikes Mag)

Berita di media yang lalu memuat kabar bahwa eksistensi Honda CBR600RR akan berakhir atau masuk daftar mahkluq yang akan mengalami kepunahan. Keputusan itu terjadi begitu saja setelah sekian lama klan CBR dikelas middle-weight ini berevolusi sejak pertama kali di tahun 1987 CBR 600 Hurricane meluncur di aspal. Di lain sisi Yamaha masih tetap tegar percaya diri melepaskan versi terbaru YZF-R6 nya.
Bersamaan dengan keberadaan klan CBR ke 30 tahun maka selesai pula tidak ada lagi model terbarunya. Padahal menurut majalah Fast Bikes hampir mencapai 700 ribu unit CBR600 telah dilahirkan kedunia. Mendapatkan cukup banyak apresiasi sebagai motor terbaik dikelasnya. Sukses mengantongi 9 kali juara supersport di lomba WSBK dan 12 kali di British Superbike. Prestasi jauh lebih sukses dibandingkan abangnya yaitu CBR1000RR.
Saya masih ingat kemarin sekitar 24 tahun yang silam, CBR600 F2 menjadi motor favorit dibandingkan model lain. Saat itu tahun 1992 calon buyer datang ke showroom moge milik Pak Pendi Bar di daerah Buncit Raya Jak-Sel untuk mencari motor tersebut. Beliau juga seorang pembalap superbike yang sering ngebut di sirkuit Sentul dimana jaman itu masih keliatan megah. Sore hari saya suka mampir kesana, ngopi sambil minta diberi ijin test ride muter-muter membawa moge yang dibolehkan. Mulai dari motor eksotis Honda VFR750R RC30 V4 engine 750cc sampai motor dengan akselerasi brutal tingkatan warp speed USS Enterprise nya Kapten Kirk di film Star Trek, seolah olah akan melepas bahu dan pergelangan tangan yaitu Kawasaki Ninja ZZR1100. Tapi paling favorit adalah test ride Honda RC30 production racer. Suara menderum mesin V4 di rpm rendah mirip suara V-twin engine.
CBR600 F2 waktu itu tahun 92-93 dapat dibawa pulang dengan harga sekitar 30-35 juta keadaan brand new, no paper. Hanya ketersediaan unit ngak selalu ada. Motor memiliki keunggulan pada faktor bobot sangat ringan dikelasnya. Engine oversquare responsif dimana muncul torsi efektif mulai dari rpm rendah. Saat itu CBR600 masih belum bertransformasi menjadi motor high revving “track weapon” seperti supersport jaman sekarang di atas 14000 rpm.
Apa yang menjadi alasan siknifikan sampai Honda memberhentikan produksi?
Alkisah pada era sportbike bersinar terang dengan demand tinggi, kelas 600cc menjadi pilihan bagi rider dengan berbagai latar belakang. Apakah penggemar kecepatan yang trackday sebulan sekali atau rider memakai sebagai kendaraan commuter sehari-hari atau juga sekedar menjadi weekend warrior melesat di jalan-jalan luar kota.
Tahun 1985 Kawasaki melangkah lebih dulu dengan meluncurkan Ninja GPZ600, menyusul dua tahun kemudian Honda CBR600. Dengan kemudahan handling dimiliki, sportbike 600cc langsung disukai masyarakat. CBR600 memiliki kelebihan pada faktor stabilitas, kenyamanan ergonomik dan respon torsi pada putaran bawah. Itu semua menempatkan CBR600 cocok dalam berbagai situasi.
Terjadi persaingan ketat antara pabrikan karena permintaan tinggi terhadap kelas sportbike 600cc ini. Yamaha merilis FZ600 tahun 1986 untuk ikut bermain mendapatkan kue demand dari publik penggemar sportbike. Selanjutnya Honda terus melakukan update mengimbangi teknologi yang telah ada di motor kompetitor.
Tahun 90 an Honda CBR600 F2 dan F3 menjadi best seller di Amerika Utara. Tahun 1995 Kawasaki melepas ZX-6R, dimana tampilan lebih radikal dikombinasikan dengan peningkatan power output tapi juga di ikuti berat yang bertambah. Suzuki menggebrak dengan keunggulan versi GSXR600 tahun 96 dimaana lebih ringan dan powerful. Meskipun banyak penyempurnaan dari motor kompetitor minat masyarakat terhadap CBR600 tetap bagus karena motor lebih mudah untuk berbagai situasi di jalan raya. Tidak banyak tergoyahkan dengan kemunculan supersport istimewa Yamaha YZF-R6 yang memiliki nilai tertinggi dalam berbagai test.

cbr600-race

Steve Hislop’s CBR600F (FastBikes Magazine)

Honda Amerika menyewa pembalap-pembalap top level seperti Nicky Hayden dan Miguel Duhamel untuk menguasai balapan supersport. Dengan harapan mendongkrak naik penjualan di Amerika Utara. Sama pula halnya dengan Yamaha, Suzuki dan Kawasaki.
Balapan supersport 600cc mulai berlangsung di Amerika pada tahun 1987. Jauh lebih dulu dari balapan supersport WSBK yang diadakan pertama kali tahun 1999. Sampai sekarang kelas supersport tetap aktif di tiap sirkuit dunia.
Dimulainya pagelaran motogp memberi pengaruh siknifikan dengan meluncurkan CBR600RR tahun 2003. Motor sepenuhnya berbeda dengan model sebelumnya di design mengambil inspirasi dari RC211V motogp dengan objektif menarik minat sports rider dan para pembalap sebanyak mungkin. Yamaha dan Suzuki juga ngak tinggal diam meluncurkan versi terbaru. Kawasaki menawarkan ZX-6R kapasitas engine 636cc, menyediakan dorongan torsi lebih kuat mulai rpm bawah-tengah tentunya sangat bermanfaat untuk pemakaian jalan raya.
Performa sportbike 600cc setelah itu makin bergeser dari konsep awal, yaitu lebih ditekankan pada orientasi balap atau pemakaian di sirkuit. Perubahan pada kenyamanan ergonomik jadi berkurang dan engine high revving makin senang diajak spin menyentuh rpm tertinggi.  Konsep awal sebagai motor allrounder, cocok dalam berbagai situasi di jalan raya telah mengalami transformasi sepenuhnya menjadi track weapon atau motor balap.
Ambil supersport 600cc merk apapun dan bawa ngebut di sirkuit, maka Bro Pembaca pasti akan terkesan dengan performa yang disediakan. Saya coba trackday Kawasaki ZX-6R 600cc keluaran tahun 2012 dan tidak disangsikan handlingnya, gesit dan tajam. Pengereman begitu kokoh ketika deselerasi dari kecepatan tinggi juga ringan dan nurut ketika ditekuk miring memasuki tikungan. Karakter engine balap high revving torsi efektif muncul di 9000 rpm memasuki powerband sampai menyentuh redline di 16000 rpm. Secara keseluruhan sangat ideal untuk melesat di sirkuit sesuai peruntukannya. Mewujudkan rasa senang dan secara bersamaan mengungkit adrenalin. Hanya untuk pemakaian jalan raya, posisi bungkuk kurang memberi kenyamanan. Juga karakter high revving sepertinya kurang tepat untuk stop n go di dalam kota. Akan lebih pas ZX-6R 636cc dengan semburan torsi efektif mulai rpm bawah-tengah. Faktor itu memang menjadi tujuan Kawasaki merancang kapasitas engine lebih besar.
Seperti makna dari kalimat “what goes up must come down”, permintaan pasar terhadap sportbike berubah, penjualan berangsur mengalami penurunan. Katanya selain ekonomi global yang belum pulih, faktor tingginya ongkos produksi supersport 600cc menjadi alasannya. Regulasi Euro 4 menuntut emisi semakin ketat demi untuk menciptakan udara bersih bersahabat, faktor itu juga memberi kontribusi naiknya cost. Harga jual ngak terhindarkan mendekati supersport 1000cc.  
Kita sudah ketahui bahwa high rev engine seperti supersport 600cc dengan banyak overlap dan bukaan klep (valve lift) sangat tinggi menyumbang hydrocarbon kalau beroperasi pada putaran rendah-tengah. Terjadi reversion pada fase overlap yaitu exhaust gas yang masuk ke saluran intake membuat pembakaran tidak stabil. Cukup banyak bbm tidak terbakar keluar knalpot. Antisipasinya dipasang catalytic conveter lebih kuat dan fuel map sangat ketat. Artinya exhaust gas tidak dapat cepat keluar knalpot, power menjadi terkikis tak terhindarkan. Atau cara lain aplikasi sistim variable valve timing misalnya VTEC. Profil camshaft lobe untuk rpm rendah akan meredam emisi.
Design exhaust yang banyak hambatan (restrictive) atau kurang freeflow seperti adanya catalytic converter, tabung resonator dan canister, menahan shock wave bertekanan tinggi yang keluar dari exhaust port. Hambatan tersebut menimbulkan backpressure cukup besar dimana power output pada rpm tinggi tercuri.
Euro 4 mengharuskan rancangan exhaust menjadi lebih restrictive atau banyak hambatan. Dengan itu motor supersport 600cc seperti CBR600RR paling parah terkena dampak peraturan emisi.
Kemudian bagaimana kelanjutannya apakah keputusan Honda ini akan di ikuti oleh pabrik lainnya? Kemudian bagaimana dengan kelangsungan balapan supersport 600cc WSBK nantinya?
Pertanyaan yang belum bisa terjawab sekarang. Setidaknya Yamaha R6 versi ter anyar masih di rilis tahun 2017. Demikian wassalam dan salam sejahtera.
Iklan

8 thoughts on “CBR600RR berhenti produksi apakah motor supersport 600cc akan redup dan lenyap terkena peraturan Euro 4?

    cekuash said:
    November 21, 2016 pukul 1:51 pm

    Kyanya bakal bergeser ke kelas 300/250cc, kalo ga salah FIM mau bikin kejuaraan buat 300/250 deh

    Suka

      ArenaSepedaMotor responded:
      November 21, 2016 pukul 2:09 pm

      Katanya begitu Pak, kelas supersport 300cc masuk di event WSBK tahun 2017.

      Pasti akan seru ….setup motor balapnya jdi referensi pemilik 250cc di Indonesia

      Suka

    are wege said:
    November 21, 2016 pukul 8:47 pm

    Next see you

    Suka

    akbar said:
    November 22, 2016 pukul 11:24 pm

    Mantep nie bro artikel nya….. beda ama yg lain… saya selalu nunggu artikel baru nya nie hehe… oh iya katanya honda malah lebih pilih ke CBR 650 F nya ya… d banding 600 RR nya

    Suka

      ArenaSepedaMotor responded:
      November 23, 2016 pukul 7:45 am

      Trimakasih banyk Bro …sbenernya sama aja dg yang lainnya

      CBR600F jdi pilihan rider yg ingin motor bisa dlm segala situasi (allrounder). Nyaman dg posisi duduk ergonomik, torsi yg responsif tersedia mulai dari rpm bawah-tengah utk akselerasi cepat di kota yg bnyk stop n go. Juga enak dibawa nanjak ke puncak misalnya.

      Kalau CBR600RR utk rider yg seneng hardcore atau balap. Posisi duduk lebih nunduk (racing crouch), engine high revving dimana dorongan torsi baru mulai efektif di rpm tengah ke atas.

      Suka

      ArenaSepedaMotor responded:
      November 23, 2016 pukul 4:06 pm

      CBR650F gantinya CBR600F4. Dorongan torsi lebih kuat lgi mulai di rpm rendah. Pas utk stop n go city riding atau luarkota.

      Suka

    ira satryana said:
    Desember 9, 2016 pukul 9:44 am

    Yang ira sempet dpt info dr sumber lain, krn lbh k faktor regulasi eoro4 mas..
    Tp nanti liat progressnya seperti ap..
    Met pagi 😁

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s