25 tahun si pedang api all new 2017 CBR1000RR dan V4 engine

Posted on Updated on

honda-cbr1000rr-sp-2017
Pertama kali Honda CBR900RR mbah nya Fireblade muncul 25 tahun yang lampau bukan untuk menciptakan semburan horsepower terdasyat mengalahkan motor-motor 1000cc ke atas seperti Suzuki GSXR-1000, Kawasaki Ninja ZZR1100, Yamaha FZR1000 yang sudah melesat di jalan raya lebih dulu. Melainkan menawarkan konsep sportbike dengan design yang compact, ringan dan balance. Sportbike engine 1 liter ke atas waktu itu lebih di utamakan pada power puncak tapi di ikuti juga dengan bobot termasuk kategori kelas gajah pula. Datangnya CBR900RR kelas menengah 206-208 kg dikombinasikan dengan handling ekstra cepat merubah peta kekuatan khsusunya bagi penggemar big engine sportbike. Motor dengan bobot lebih ringan akan menyediakan kemudahan, kenyamanan dan fun, hal itu mungkin selalu dipegang oleh Honda.
Konsep itu tetap dipertahankan Honda terhadap Fireblade sampai era sekarang melalui kemunculan all-new CBR1000RR. Dari pada ikut bermain horsepower di angka 200 hp (at the crank) seperti sport bike terbuas BMW S1000RR, lebih baik tetap berpegang pada kepercayaan yang telah terbangun selama ini yaitu menciptakan sportbike 1000cc yang bersahabat. Karena sebagian besar pengendara nya akan membawa motor di jalan raya.
Melalui pedang api ter anyar ini Honda konsentrasi pada keunggulan cornering, akselerasi dan braking. Berat dipangkas 15 kg cukup siknifikan mempengaruhi handling motor pada setiap situasi. Menurut Project leader Honda, semua merk sportbike 1000cc adalah luar biasa, cerminan dari high performance engineering. Faktor luar biasa itu dikemas dan diwujudkan menjadi all-new CBR1000RR oleh Honda dengan tujuan si rider memperoleh kesenangan ketika mengkontrol dan juga menghandle motor.

cbr1000rr-2017

Begitu banyak list dari bagian motor terkena pangkas engineer Honda mengalahkan daftar belanja bulanan rumah tangga yang dicatat istri ketika pergi ke pasar. Power to weight ratio bertambah 14 persen, berat full berkurang menjadi 195 kg, lebih enteng dari BMWS1000RR dan juga supersport kelas bulu yang berhenti produksi Honda CBR600RR. Motor CBR1000RR terbaru siap rock n roll sesuai keinginan rider nya.
Bobot berkurang artinya manuver motor akan lebih cepat ketika pindah line atau ditekuk miring memasuki tikungan. Inertia disebabkan kecepatan anguler motor ke arah yaw dan roll berkurang 15 dan 10 persen. Sangat penting bagi rider dimana mencari lap time tercepat dan dapat diraih melalui usaha kerja lebih ringan.
Berat yang terkikis banyak itu tercapai walaupun motor penuh sesak oleh sensor-sensor dan gulungan kabel dari sederet perangkat elektronik seperti traction control, wheelie control, adjustable engine braking, rear-lift control, IMU, quickshifter etc. Meskipun supersport 1000cc merk lain sudah lebih dulu memasangkan. Honda ingin rider membawa  all-new CBR1000RR selalu dalam situasi ” total control “.
Bagian-bagian yang telah disempurnakan :
Bobot engine lebih enteng 2 kg keseluruhan. Piston lebih tipis dan ringan, penggerak di bagian klep (valvetrain) memakai titanium, magnesium cover di cylinder head dan crankcase, radiator yang di design ulang mengikis berat lumayan.
Frame aluminium die-cast ber basis dari model sebelumnya dengan dinding yang lebih tipis, bobot berkurang  1/2 kg. Subframe  lebih ringan 800 gram.
– Fuel tank memberi pengaruh terhadap handling karena letak nya berada di atas. Dengan itu pengurangan berat sekitar 1.5 kg memakai bahan titanium cukup membantu.
– Titanium Exhaust system menyumbang 2.8 kg lebih enteng dan sudah mematuhi Euro4.
– TFT display seperti yang ada di RC213V-Street motogp replika memberikan riding information secara menyeluruh mulai dari jam sampai power mode.
– Pertama kali Honda memasangkan ride-by-wire di supersport 1000cc. Acceleration position control tersambung dengan perangkat sensor-sensor elektronik.
– New design Velq 5 Y-spokes di CBR1000RR SP juga lebih ringan.Velq Marchesisni di SP2 mengurangi inertia 18% di depan dan 9% belakang, motor akan berbelok lebih mudah dan cepat.
Sumber daya kuda keluar dari engine yang di design ulang, sanggup menyalurkan maksimum power out 189bhp @12,500rpm (at the crank) dan torsi puncak 110,9 Nm (81.79ft-l) @10,500rpm. Bore dan stroke tetap tidak berubah yaitu 76 x 55.1mm. Peningkatan power 10 hp dicapai melalui engine redline revving sampai 13000 rpm, lebih tinggi dari motor sebelumnya di 12250 rpm. Kemudian kompresi statik piston naik menjadi 13 : 1 dari sebelumnya 12,3 : 1, mewujudkan efisiensi thermal dan cylinder pressure di ruang bakar bertambah naik.
Size throttle body sebelumnya 46 mm ditambah lagi menjadi 48 mm untuk optimalkan pasokan bbm dimana menentukan efisiensi pembakaran khususnya pada putaran tinggi.
All-new Honda CBR1000RR akan tersedia dua versi yaitu SP dan SP2. Membedakan kedua nya adalah SP2 telah dilengkapi velq ringan aluminium forged buatan Marchesisni. Kemudian pada area cylinder head menggunakan ukuran valve intake 1 mm dan valve exhaust 1,5 mm lebih besar dari versi sebelumnya. Sudut antara klep sedikit berbeda yaitu 10 derajat di intake valve dan 12 derajat pada exhaust valve. Valve lifter lebih ringan ditujukan untuk menerima camshaft dengan profil bukaan klep lebih tinggi khusus balap, selebihnya sama semua. Lebih besar luas valve area berpengaruh meningkatkan efisiensi volumetrik pada putaran tinggi dimana airflow akan lebih cepat masuk ke dalam silinder.
CBR1000RR SP2 untuk pemakaian balap diproduksi 500 unit memenuhi ketentuan aturan homologasi. Race kit HRC tersedia bagi pemilik yang berniat untuk ikut balap lebih serius dan juga tim profesional. Membuka dan menaikkan potensi maksimum power lagi melalui ECU reflash, mengganti camshaft dengan profil balap di angka duration, valve lift, overlap lebih besar dll.  Engine sanggup spin lebih tinggi dari performa standard di ikuti juga power puncak bertambah 20-25 hp.
Kemudian bagaimana dengan rumor munculnya motor RVF1000 V4 engine untuk terjun di balapan WSBK?
Tampilnya CBR1000RR SP2 sepertinya Honda akan meneruskan generasi Fireblade yang telah sukses terbangun image selama 25 tahun di jalan raya tetap menjadi duta di balapan WSBK, BSB dan juga lainnya. Jadi kita belum disuguhkan dalam waktu dekat motor eksklusif dan mahal seperti Honda RC30 dan RC45 dengan V4 engine yang cukup berjaya di tahun 90 an. V4 engine memang terlihat dan terdengar eksotik di telinga, menderum mirip suara V-twin engine berputar pada rpm rendah. Tapi waktu itu Tadao Baba lebih memilih mendesign dan menciptakan motor CBR900RR inline 4 cylinder sebagai masterpiece nya dari pada menggunakan V4 engine misalnya. Melepas teriakan khas screamer sejati inline four engine 180 derajat flatplane crankshaft tentu ada alasan-alasan penting dibalik itu.
Power all-new CBR1000RR memang ngak seganas BMW S1000RR menyalurkan 189 hp di ban belakang atau 200+ hp di crankshaft dan bobot tidak seringan superbike super mahal Ducati 1199R Superleggera menyentuh 175 kg. Tapi dengan terobosan baru ini tidak kalah menawarkan pada faktor kenyamanan dan kemudahan pengendara membawa saudara terdekat motogp machine RC213V. Torsi begitu responsif di putaran tengah sangat bermanfaat dibandingkan semburan horsepower raksasa muncul di putaran atas saat riding di jalan raya. Juga bermanuver gesit dan cepat ditekuk miring masuk dan keluar tikungan sirkuit.
Dimungkinkan akan ada CBR1000RR versi non SP nya dengan label harga lebih murah. Demikian wassalam dan salam sejahtera.
Source : Fast Bikes Magazine, Performance Bikes Magazine 2015.
 

 

Iklan

12 thoughts on “25 tahun si pedang api all new 2017 CBR1000RR dan V4 engine

    are wege said:
    November 9, 2016 pukul 10:55 am

    Dari semua pabrikan jepang. H+Y+S+K… mana yg paling terbaik Dari segi material , quantity,quality, engine.

    Mana yg paling terbaik Dari sisi power, balance ,torsi dan speed.

    Suka

      ArenaSepedaMotor responded:
      November 9, 2016 pukul 12:07 pm

      Masih baru, musti tunggu hasil review, test ride majalah-majalah luar. Mreka akan test di jalan raya dan sirkuit. Juga dyno test.

      Material hampir semua motor pake titanium & magnesium, Ninja ZX-10R, Yamaha R1M, Suzuki GSXR1000 VVT terbaru.

      Maksimum power & torsi masih dipegang ZX-10R 197 bhp, 83,4 lb-ft @10500 rpm. New CBR1000RR 189 bhp, 81,8 lb-ft @10500 rpm (at the crank). Torsi beda tipis di rpm yang sama, new CBR1000RR yang ringan 13 kg mungkin akselerasi sedikit lebih cepet dari rpm bawah tengah dan ditekuk miringnya akan lebih enteng.

      Berat kedua motor dalam kondisi standard. Kalau udh di setup utk balap WSBK bobot semua motor dipapas lgi dan sesuai aturan gak boleh kurang dari 168 kg.

      Model ini Cibie seceng baru keren Pak….mantap

      Suka

    abaydmz said:
    November 9, 2016 pukul 1:22 pm

    jadi pilih yang mana om, gsx1000rr atau cbr1000rr sp ?

    Suka

      ArenaSepedaMotor responded:
      November 9, 2016 pukul 1:48 pm

      Dua-duanya mantap Pak hehe. Tapi si Cibie lebih eye-catcher kayaknya

      Suka

        abaydmz said:
        November 9, 2016 pukul 1:50 pm

        hihihi iya yah, pilihan orang beda2, malah saya senang banget sama aprilia RSV4, mesin V4nya ituloh, supersport kelas 1000cc yg pakai v4

        Suka

        ArenaSepedaMotor responded:
        November 9, 2016 pukul 2:08 pm

        RSV4R keren….suaranya V4 nya mirip V-twin engine klau di rpm rendah

        Suka

    welah dalah said:
    November 10, 2016 pukul 7:42 pm

    pak mau tanya, apakah rc213vs jika d homologasi akan terkendala regulasi lain jika masuk wsbk?

    apakah tidak honda tidak lebih baik masuk wsbk dgn v-twin?? karena riset mungkin bisa d ambil dari motogp?kemudian produk d lakukan homologasi

    mohon pencerahan pak, maklum masih newbie

    Suka

      ArenaSepedaMotor responded:
      November 10, 2016 pukul 11:43 pm

      Walaupun RC213V-Street itu legal dipake di jalan raya, tapi mungkin masuk kategori motor prototype (motogp) Pak. Sedangkan motor WSBK adalah produksi masal, harga yg juga gak se-fantastis seperti RC213V-S di $180 ribu.

      Dulu di akhir th 80 an sampai akhir 90 Honda sdh bikin motor khusus balap WSBK dan endurance yaitu RC30-RC45 dg V4 engine 750 cc. Harganya mencapai dua setengah kali lebih dari harga supersport 750 cc merk lain wktu itu. Yg beli terbatas, tim atau orang-orang yg mau keluar dana lebih aja.

      Di lain sisi klan Fireblade CBR900RR sejak awal kemunculan th 92 langsung bnyk peminat nya dan laku. Menjdi sumber potensial mengisi pundi-pundi nya Honda selama dekade. Jdi bukan dari motor khusus balap RC30 dan RC45 yg mahal dan eksklusif.

      Setelah aturan WSBK membolehkan motor 4 silinder naik dari 750 cc ke 1000 cc. Disambung juga th 2002 dimana balapan Grand Prix kelas utama mengakhiri era motor GP500 2-tak, diganti dg motor 4-tak 990 cc. Mungkin disini berperan strategi dagangnya, dari pada membuat lgi motor 1000 cc V4 engine khusus balap seperti RC30-RC45. Lebih menguntungkan tetap memakai klan Fireblade CBR inline 4 engine yg sudah populer cukup lama di masyarakat. Teknologi motogp tetap bisa langsung di adopsi. Harga yg mirip dg motor-motor supersport 1000 cc merk lainnya. Ada daya tarik, buyer akan merasa senang membeli motor yg tipe nya sama dipakai di balapan WSBK. Bersamaan mendapat kucuran teknologi motogp engine 4-tak.

      V4 engine ada kelebihan dan kekurangan seperti jga inline 4.V4 90 derajat bisa gak memakai balancer shaft yg kegunaannya utk meredam vibrasi yg muncul dari primary force gerakan piston, con-rod, crankshaft. Inline 4 perlu balancer shaft. V4 engine lebih mudah memposisikan mass centralization motor tpi jga karena bentuk sudut V 90 derajat yg lebih lebar, gak mudah mendesign posisi engine utk distribusi berat lebih kedepan dlm tujuan menaruh beban (load) di ban depan yg maksimum. Inline 4 bisa lebih gampang mengatur letak distribusi supaya bagian depan motor mendapat beban yg cukup. Kemudian faktor lebih pada alasan historis Honda yg ingin selalu pakai V engine utk balapan sejak motor NR500 oval piston V4 4-tak, NS500 V3 2-tak, NSR500 V4 2-tak, RC30-RC45 V4 4-tak.

      Honda jga pernah luncurkn RC51 V-twin di balapan WSBK setelah RC45 dan sukses juara 2 kali th 2000-2002, dibawa oleh Collin Edwards temmatenya Rossi di motogp.

      Mungkin alasannya Honda sperti itu kali Pak ya

      Suka

        are wege said:
        November 11, 2016 pukul 9:58 am

        Pak bagaimana cara TEKHNIS nya. Untuk meningkatkan power setara gsx R 150 19,7hp… Apa yg perlu di ubah di satria fi 18,5hp

        Suka

        ArenaSepedaMotor responded:
        November 11, 2016 pukul 10:53 am

        Sy belum tau jga profil camshaft keduanya apa sama angkanya atau GSXR150 sedikit lebih tinggi dari satria FI.

        Menurut sy klau mau ungkit sedikit power bisa melalui exhaust system. Ganti yg model lebih free flow. Tapi jga dibarengi dg tuning air/fuel ratio (AFR) di ECU supaya pas. Karena biasanya akan lebih lean (kering) kalau ganti knalpot. Bisa juga copot catalytic converter di ikuti tuning AFR juga, tapi emisinya gak akan seperti standard lgi.

        Pasang filter udara merk aftermarket jga bisa sedikit bantu.

        Suka

        are wege said:
        November 11, 2016 pukul 11:04 am

        Ok pak , kalo saya terapkan seperti yg bapak anjurkann,,. Mungkin kah ,akan mencapai 19ps.. sprt Hal nya gsx R

        Suka

        ArenaSepedaMotor responded:
        November 11, 2016 pukul 11:31 am

        Mungkin bisa naik sedikit Pak, tapi gak sampe 1 hp. Krena belum tau jga profil camshaft nya sama atau beda. Juga ukuran Throttle body. Profil camshaft menentukan kurva torsi, powerband dll.

        Tapi kita jngn juga terbawa oleh power tertulis di brosur. Strategi dagang supaya menarik keliatan kuat, ditulis power at the crank. Sedangkan power output asli motor di ukur dg dynamometer yaitu power tersalurkan di ban belakang (at the back wheel). Itu yg jadi patokan, bukan maks power at the crank tertulis di brosur.

        Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s