All-new CBR1000RR penantang baru geng ijo ZX-10R musim balap WSBK 2017.

Posted on Updated on

jonathan-rea-2016-wsbk-mcnews

2015-2016 WSBK Champion

Panggung theater balapan WSBK telah berakhir dengan menggelar sebanyak 13 seri dan total 26 race. Jonathan Rea sebagai pemegang hak singgasana WSBK musim balap 2015 tetap boleh mendudukinya setelah kembali mempertahankan titel di musim 2016.
Selama musim balap berlangsung pasukan Ninja Kawasaki Racing Team membuktikan keunggulannya dengan selalu berada di podium. Jonathan Rea dan Tom Sykes tidak menemui problem membawa Ninja ZX-10R versi terbaru. Penyempurnaan di beberapa bagian membuat manuver dan handling motor 2016 katanya lebih gesit dan tajam.
Diakui oleh Rea bahwa upaya mempertahankan titel tahun 2016 lebih berat dari ketika merebut juara musim pertama kali di 2015. Tidak saja menerima tekanan dari team mate nya yang tangguh, juga dari motor Ducati 1199R Panigale yang dibawa oleh Chaz Davies. Menempatkannya pada situasi harus minimum error di setiap balapan kalau gak ingin jatah podium dicuri oleh rival.
Sebenarnya total podium satu Rea kalah banyak dari Chaz Davies. Hanya Rea selalu konsisten meraih di tiga besar meskipun sempat retired dua kali. Semburan horsepower Ducati L-engine 1199cc memang tak terbendung dengan berada di podium satu dalam enam race terakhir. Sykes dan Rea kerepotan mengejar untuk berikan perlawanan terhadap Chaz Daviez secara cepat melesat dan solid tanpa sering melakukan manuver error. Chaz Daviez punya kesempatan besar merebut titel juara dunia WSBK di musim balap 2017.
Pencapaian prestasi Jonathan Rea back to back menjadi juara dunia WSBK menempatkannya di Hall of Fame sebagai orang British kedua setelah pembalap Ducati juara WSBK 4 kali Carl Fogarty. Tentunya juga mewujudkan sejarah baru sebagai pembalap pertama Kawasaki yang meraih titel tersebut secara tak terputus dalam dua musim.

honda-cbr1000rr-sp-20172017 Honda CBR1000RR Fireblade

Pasukan Honda Van De Mark dan Nicky Hayden menduduki posisi cukup bagus yaitu tiga dan empat. Pencapaiannya termasuk mengagumkan oleh Nicky Hayden di tahun pertama sejak balik lagi membawa superbike. Setelah berkiprah di balapan motogp dan muncul jadi juara dunia tahun 2006. Prestasi Hayden sebelum terjun ke motogp adalah juara AMA (American Motorcyclist Association) superbike tahun 2002 dan AMA supersport 600 cc tahun 1999.
Dengan datangnya “New kid on the block” all-new Honda CBR1000RR akan memperkuat arsenal tempur Nicky Hayden di musim 2017. Honda sudah merilis generasi Fireblade ter anyar ini sejak kemunculan sesepuhnya yaitu CBR900RR 25 tahun yang lampau. Motor lebih ringan dan powerful di putaran tengah atas akan menghapus keluhan Nicky Hayden kurang nya akselerasi yang melekat di old CBR1000RR SP . Seperti di sebutkan oleh tuner Honda WSBK kelas wahid Ten Kate bahwa yang diperlukan adalah bobot motor harus lebih ringan, power dan torsi untuk akselerasi cepat keluar tikungan. All-new Fireblade menyusul jajaran supersport 1000cc lainnya yang mana sudah lebih dulu dilengkapi perangkat elektronik canggih. Karena baru muncul maka belum terbit review secara menyeluruh termasuk performa di trek biasanya di bahas oleh majalah Fast Bikes dan Performance Bikes.
Superbike 1000cc jalan raya sekarang ini telah semakin penuh sesak mendapat asupan teknologi berasal dari motogp. Nama-nama seperti traction-control, wheelie control, torque control ter-integrasi dengan 6-axis inertial measurement unit (IMU) dimana cara kerjanya mirip dengan Inertial Platform terpasang di motogp. Fungsinya mengukur arah akselerasi gerakan maju-mundur, kiri-kanan dan atas-bawah, juga kecepatan anguler motor ke arah gerakan pitch, yaw dan roll. Semua informasi itu di kalkulasi secara real-time kemudian dikirim ke ECU untuk melepaskan engine power secara tepat pada kondisi saat itu. Sistim mampu mendeteksi munculnya spin di ban belakang dan menentukan posisi sudut kemiringan motor (lean angle). Dengan itu tercapai akselerasi secara efisien setiap kali rider keluar tikungan juga faktor keamanan mencegah terjadi ban spin berlebihan dimana dapat membawa motor highside. Si pengendara akan lebih percaya diri membawa motor di jalan raya atau pas melesat di sirkuit saat trackday.
Tapi untuk sebagian rider akan lebih fun memicu adrenalin kalau motor tanpa elektronik canggih. Ngebut di trek ban belakang dibiarkan spin tiap kali buka gaz akselerasi keluar tikungan. Bersandar pada perhitungan seberapa banyak bukaan throttle atau powerslide mengarahkan motor lebih cepat ke line yang diinginkan.
Berat all-new CBR1000RR 197 kg, lebih enteng 15 kg (33 pounds) dari versi lama, menambah power-to-weight ratio 14 persen. Hal itu tercapai melalui penyempurnaan dari banyak bagian seperti struktur frame, subframe dan swingarm. Kemudian design baru engine mengikis berat masa keseluruhan digabungkan dengan kopling slip-assist system. Bentuk fairing CBR1000RR baru memberi kontribusi material yang dipakai jadi lebih sedikit. Juga tanki bensin super ringan dan exhaust system keduanya berbahan titanium.
Engine di rancang ulang menghasilkan maksimum power output 10 hp lebih besar atau 189bhp @12,500rpm (at the crank) dengan torsi puncak 110,9 Nm (81.79ft-l) @10,500rpm. Bore dan stroke tidak berubah 76 x 55.1mm. Engine redline revving sampai 13000 rpm, lebih tinggi dari motor model lama pada putaran 12250 rpm. Rasio kompresi statik piston menjadi 13:1 dari sebelumnya 12.3:1 mewujudkan efisiensi thermal dan cylinder pressure di ruang bakar bertambah naik lagi.
All-new Honda CBR1000RR akan tersedia dua versi yaitu SP dan SP2. Membedakan kedua nya adalah SP2 dilengkapi velq ringan aluminium forged buatan Marchesisni dan cylinder head menggunakan ukuran valve intake 1 mm dan valve exhaust 1,5 mm lebih besar dari tipe SP, selebihnya sama semua. Valve area lebih besar meningkatkan efisiensi volumetrik di putaran tinggi dimana airflow akan semakin cepat masuk ke dalam silinder.
CBR1000RR SP2 untuk pemakaian balap diproduksi 500 unit memenuhi ketentuan aturan homologasi. Race kit HRC tersedia bagi pemilik kalau ada niat untuk ikut balap lebih serius dan juga tim profesional. Membuka dan menaikkan potensi maksimum power lagi melalui ECU reflash. Mengganti camshaft dengan profil balap di angka duration, valve lift, overlap lebih besar dan seterusnya. Engine sanggup spin lebih tinggi dari performa standard di ikuti juga power puncak bertambah 20-25 hp.
Semoga munculnya pedang api CBR1000RR terbaru ini lebih digdaya dari motor sebelumnya dan sanggup menahan tebasan Katana Ninja ZX-10R di balapan WSBK maupun lainnya. Membawa harapan Nicky Hayden menjadi juara dunia WSBK terwujud sebelum pensiun. Demikian wassalam dan salam sejahtera.

 

Iklan

10 thoughts on “All-new CBR1000RR penantang baru geng ijo ZX-10R musim balap WSBK 2017.

    are wege said:
    November 4, 2016 pukul 8:20 pm

    Pak bahas donk potensi kebangkitan suzuki , potensi gsx s Dan gsx r …. Mksh

    Suka

      ArenaSepedaMotor responded:
      November 5, 2016 pukul 9:05 am

      Suzuki GSX-R150 /S150 katanya maks power 19 hp di 11000 rpm. Sedikit lebih kuat dan tercapai di rpm yg lebih tinggi dari motor merk lain. Mantap buat cari topspeed Pak. Tapi di rpm bawah ke tengah spertinya akan lebih lemot sedkit

      Kalau sy pilih Satria ber gitar F150 injeksi. Performa ok, lebih enteng.

      Suka

        are wege said:
        November 5, 2016 pukul 10:38 am

        Apa yg membuat pilih satria bergitar pak. Kan power lebih besar gsx R Dan s 19hp.. satria fi 18hp

        Secara teknis apa yg membuat anda pilih satria f

        Suka

        ArenaSepedaMotor responded:
        November 5, 2016 pukul 11:35 am

        Faktor power to weight ratio. motor lebih enteng. manuver lebih cepet dan gesit.

        Suka

        are wege said:
        November 5, 2016 pukul 2:33 pm

        Cara menghitung atw mengkalkulasi nya. Seperti apa Dan bagaimana bisa kasih contoh pak

        Suka

        ArenaSepedaMotor responded:
        November 5, 2016 pukul 8:34 pm

        1000 / berat motor x maks hp.

        Misalnya Satria 18 hp berat 109 kg : 1000 / 109 kg x 18 hp = 165.1 hp per ton
        atau 18 hp / 109 kg = 0.1651 hp per kg.

        GSXR150 19 hp berat 126 kg : 1000 /126 kg x 19 hp = 150.79 hp per ton
        atau 19 hp / 126 kg = 0.15079 hp per kg.

        Satria ber gitar power to weight ratio sedikit lebih kuat dari GSXR150

        Suka

        are wege said:
        November 5, 2016 pukul 11:30 pm

        Tapi satria bergitar yg versi karbu bukannya lebih ringan lagi ya pak. 106 kg lo pak.. cuma.power 16ps

        Suka

        ArenaSepedaMotor responded:
        November 6, 2016 pukul 8:57 am

        Yang karburator jga boleh, terutama yg suka stel atau tuning air/fuel ratio konvensional. Mantap…

        Suka

        are wege said:
        November 6, 2016 pukul 10:13 am

        Maksudnya saya kalo sama karbu potensi power weight ratio.. bagus karbu donk dibanding fu fi ???

        Suka

        ArenaSepedaMotor responded:
        November 6, 2016 pukul 11:23 am

        Beda tipis aja gak begitu siknifikan karbu sama FI.

        Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s