Trek basah Sepang 2016 milik Dovizioso

Posted on Updated on

dovi-sepang-2016
Kata pengamat motogp musim balap 2016 ini cukup aneh tapi penuh kejutan. Terjadi banyak drama yang kemudian membawa 9 pembalap naik podium satu setelah berlangsung 17 seri. Kontradiksi dengan balapan WSBK yang hanya dikuasai oleh tiga pembalap top level aja, Jonathan Rea, Tom Sykes dan Chaz Daviez. Nicky Hayden dapat kesempatan membukukan satu kali podium satu. WSBK menggelar 13 seri  atau total 26 race dalam satu musim balap. Lebih banyak 8 race dibandingkan motogp yang 18 race.
Motor WSBK memakai ban slicks Pirelli Diablo yang tidak begitu banyak tipe compound seperti motogp. Gak tersedia tipe ban asimetrik yang di design khusus untuk sirkuit tertentu. Ban slicks Pirelli Diablo WSBK biasanya disiapkan 2 tipe compund depan yaitu SC1 (soft), SC2 (medium). Tiga tipe compound belakang SC0 (soft), SC1(medium) dan SC2 (hard). Ban medium motogp sendiri bisa terdiri dari 2 jenis compound yang berlainan. Dimana ban slicks motogp tidak dijual bebas, ban slicks WSBK dapat dibeli oleh siapa saja. Pembalap WSBK tidak punya banyak pilihan compound ban dibandingkan motogp.
Terjadi fenomena yang belum pernah muncul sebelumnya di kelas utama motogp apakah lebih disebabkan faktor keberuntungan digabungkan perubahan besar masuknya ban Michelin dan unified ECU/software. Apapun itu pastinya telah membawa suasana atmosfir balapan lebih dinamis dari musim-musim balap sebelumnya.
Balapan seri 17 Sepang berlangsung memang di musim penghujan, jadi gak heran kalau cuaca kurang bersahabat datang bertamu setiap saat ke sirkuit megah itu. Sirkuit yang menjadi langganan test pra-musim tim motogp maupun WSBK. Juga gelaran puncak otomotif mobil Formula 1, walaupun bersebelahan dengan venue F1 Singapura tetap menarik rasa antusias pengunjung untuk datang. Indonesia sementara ini berandai-andai aja dulu.
Tingkat kesulitan wet race sama dengan dry race, malahan lebih sensitif. Minimnya level traksi atau grip mengharuskn pembalap lebih ekstra hati-hati. Sedikit tambahan tekanan rem sekian persen memasuki tikungan yang sama dapat membawa bencana. Ban depan kehilangan grip dan lowside masuk ke gravel. Demikian pula dengan sudut kemiringan dan bukaan gaz atau throttle yang dituntut ketepatan.
Kelebihan pembalap top level katanya dapat bermain di ujung batas secara konsisten di tiap lap. Lebih cepat misalnya 0,08 detik melewati tikungan tertentu dari yang lain. Mampu berada di garis batas yang tipis antara masih tersedia grip dan no grip. Melewati garis batas itu maka motor akan wassalam bermain di gravel.
Tapi pembalap top level juga manusia yang kapan aja dimungkinkan melakukan error. Sepermilidetik mengalami penurunan konsentrasi akan mempengaruhi titik pengereman (brake marker) yang terlalu telat, artinya speed motor akan terlalu cepat memasuki tikungan. Mungkin ini yang dialami beberapa pembalap Iannone, Marquez, Crutchlow.
Suksesnya Dovizioso berdiri di podium satu menepis anggapan sedikit negatif terhadap performanya di musim balap tahun ini. Iannone “the Maniac” yang lebih dulu meraih podium dinilai lebih potensial meskipun gaya balapnya agresif dan sempat menyapu motor Dovizioso untuk ikut tumpah ke aspal.
Gaya balap Iannone memang begitu, ofensif dikombinasikan dengan nyali kelas wahid. Meskipun cedera di bagian vertebrata belum pulih total tapi race pace yang dibangun begitu cepat, mengalahkan rasa nyerinya.
Saat kualifikasi Dovizioso sudah membuktikan mampu kompetitif dengan meraih posisi satu. Potensi itu diwujudkan kembali dalam situasi balapan basah dimana race pace yang gak mudah begitu aja di manage, bersamaan selalu konsentrasi supaya terhindar dari kesalahan melakukan manuver. Ketika di paruh kedua balapan dimana genangan air sudah makin berkurang, Dovi mulai sedikit push menekan Rossi. Ditikungan satu kecepatan rendah Rossi sempat overshoot melebar ke kiri, peluang itu segera ditangkap Dovizioso untuk overtake. Selanjutnya tak terbendung untuk dikejar oleh Rossi sampai garis finish.
Semburan nafas api dari exhaust GSX-RR buatan Akrapovic yang membawa Vinales melesat tercepat di lintasan kering saat FP3, terpaksa menerima kenyataan tidak bisa berbuat banyak saat wet race. Muncul kendala elektronik yaitu sensor traction control dan ECU terlambat merespon ban spin setiap kali Vinales buka gaz akselerasi exit corner. Padahal proses braking nya dilanjutkan cornering speed yang dibangun dengan manfaatkan momentum sudah tercapai sangat cepat. Hujan meredupkan semangat Vinales yang berkobar dan kehilangan waktu siknifikan untuk melesat ke depan.
“Honestly I felt like I was on fire when I was riding the bike in the dry….”.
Tapi ia tetap optimis bahwa hasil bagus nanti di Valencia dimungkinkan. Demikian wassalam dan salam sejahtera. 
Iklan

2 thoughts on “Trek basah Sepang 2016 milik Dovizioso

    abaydmz said:
    November 1, 2016 pukul 9:28 pm

    Sayang om kemarin ga sempat nonton jd ga tahu. lagi ada silahturahmi dgn teman. Kalau mau nonton ulangan kayaknya ga seru. Ga greget

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s