Sepang 2016 siapa yang jadi jagonya

Posted on Updated on

sepang-motogp
Beberapa pengamat motogp sepakat cornering speed diciptakan Lorenzo berkualitas istimewa. Melesat di tikungan kecepatan medium dan high memakai gir 2 – 4. Tidak ada pembalap yang bisa lebih cepat dari nya meskipun Rossi dan Marquez sekalipun. Eksekusi begitu smooth mulai dari titik pengereman (brake marker) mengurangi mayoritas kecepatan dibarengi downshift. Sebelum titik belok (turn-in point) tuas rem dilepas dan mulai transisi buka gaz kemudian motor dimiringkan memasuki tikungan dan membangun kecepatan di mid-corner, selanjutnya menambah bukaan throttle se awal mungkin sebelum apex untuk akselerasi exit corner. Semua itu melalui proses yang seamless, smooth. Lorenzo menggunakan bagian pinggir (edge) ban lebih lama dari pembalap lain.
Keunggulan Marquez lain lagi yaitu brake late-hard braking sedalam mungkin memasuki tikungan kecepatan rendah gir transmisi 1 dan 2 seperti hairpin, chicane atau L. Turn-in point Marquez jauh lebih dalam dari pembalap lain yang juga punya gaya hard braking seperti Rossi, Dovizioso, Vinales. Marquez membentuk line yang lebih persegi (square off) ketika memiringkan motor memasuki tikungan, dengan itu titik apex nya juga lebih keluar.
Yamaha M1 stabil ketika full miring dengan cepat di mid-corner pada tikungan medium dan fast. Sebaliknya RC213V Marquez di setup supaya stabil hard-braking pada level ekstrim memungkinkan ia stop n go secara efisien.

cornering-technique-3-copy

Marquez mengambil late apex (squaring off) dengan brake late-hard braking di tikungan kecepatan rendah atau stop n go. Letak titik apex Marquez berada lebih keluar. JL lebih sering mengambil normal racing line dengan titik pengereman (brake marker) dan titik belok (turn-in point) lebih awal.

Tapi sejak perubahan aturan memakai ECU dan software seragam dibarengi ban Michelin, Lorenzo diterpa problem. Dia kesulitan membangun maksimum cornering speed seperti musim balap sebelumnya terutama ketika cuaca lebih dingin. Cuaca dingin akan membuat panas di ban khsusunya depan tidak mencapai temperatur kerja (working temperature) yang seharusnya. Ban Michelin kurang efektif untuk style balap JL yang smooth dan bersandar penuh pada edge grip.
Tidak hanya itu, problem lain yang muncul adalah ban belakang spin yang berlebihan saat akselerasi keluar tikungan. Daya dorong (drive out) menjadi berkurang memperlambat lap time. Ban spin juga menjadi masalah yang menerpa pembalap lain. Hal ini lebih disebabkan elektronik yang kurang canggih, sensor-sensor traction control dan ECU reaksinya kurang cepat dan tepat meredam spin. Juga keluhan engine brake yang kasar ketika deselerasi memasuki tikungan. Lorenzo perlu segalanya bekerja sesuai standard nya termasuk engine brake yang smooth.
Kalau semua memenuhi kriteria nya maka JL akan kokoh di Sepang untuk menduduki podium satu. Artinya ban Michelin yang dapat dia percaya penuh untuk membangun cornering speed secepat kilat, tentunya harus dibantu oleh cuaca yang bersahabat. Banyak tikungan medium dan fast flowing yang bisa di manfaatkan.
Marquez akan membayar brake late error yang ia lakukan di Phillip Island. Tikungan terakhir gir 2 Sepang yang termasyhur hard braking bisa digunakan Marquez lebih cepat masuk ke lintasan lurus. Juga di tikungan 1 dan 9 kecepatan rendah memanfaatkan keunggulan manuver stop n go nya. Tapi harus ada ekstra perhatian, cuaca yang panas akan mempermudah ban overheat, terutama band depan akibat mendapat load dari hard braking nya Marquez. Batasan grip ban depan Michelin antara masih ada dan no grip sangat tipis sekali. Grip langsung hilang tanpa ada sinyal isyarat terlebih dulu.
Rossi akan berusaha keras berada di depan sekuat mungkin membidik podium satu. Menghindari melakukan kesalahan manuver yang selama ini telah beberapa kali dillakukan. Kesalahan brake late di sirkuit Motegi dan sirkuit lainnya menyebabkan kerugian point klasemen.
Jangan lupa Cal Crutchlow yang telah menduduki dua kali podium akan menambah rasa percaya diri dan semakin solid untuk bertempur di lini depan mengejar posisi satu lagi. Demikian juga faktor balance GSX-RR yang makin mantap dibawa oleh Vinales belakangan ini. Tapi ada problem yang sama seperti keluhan JL yaitu ban spin sering muncul ketika cuaca panas terik. Wassalam dan salam sejahtera.
Iklan

6 thoughts on “Sepang 2016 siapa yang jadi jagonya

    abaydmz said:
    Oktober 28, 2016 pukul 2:35 pm

    apa krn mesin konfigurasi V4 yang enak dibawah hingga tengah makanya markes suka latebraking om ? kan mesin langsung drop begitu loh kalau dipikir-pikir

    Suka

      ArenaSepedaMotor responded:
      Oktober 28, 2016 pukul 3:11 pm

      Klo tarikan bawah-tengah tergantung dari curva torsinya Pak. Peranan engine parameter, komponen yg di set up sama si tuner, pengen direntang rpm berapa mulai efektif membangun torsi (transient torque)

      Spertinya brake late lebih ke style balap individu, bukan karena konfigurasi engine yg dipake. Rossi, Viinales jga brake late, motor nya inline 4.

      Suka

        abaydmz said:
        Oktober 28, 2016 pukul 3:22 pm

        yah kalau dipikir2 benar om.
        btw gaya pasar senggol donk om, latebraking mirip balapan roadrace di indonesia. rem keras belok patah gaspol.

        Suka

        ArenaSepedaMotor responded:
        Oktober 28, 2016 pukul 3:31 pm

        Yoi, karakter tikungan hairpin belok patah leter U atau tikungan L gir 1 atau 2, terus gaz pol akselerasi

        Suka

    are wege said:
    Oktober 28, 2016 pukul 11:41 pm

    Rossi Dan pedrosa biasanya yg bagus disini

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s