Tom Sykes ingin menyegel posisi dua juara musim WSBK 2016 di Qatar

Posted on Updated on

tom-sykes-jerez

Tom Sykes (Roadracingworld)

Balapan WSBK engine 4-tak yang di mulai sejak tahun 1988 belum menjadi favorit di Indonesia, tertutupi oleh kemeriahan balap motor Grand Prix motogp yang umur nya jauh lebih muda. Pastinya disebabkan oleh tidak tersedia tayangan live yang diambil oleh TV swasta.
Kegaduhan masing-masing fans saling mengklaim siapakah pembalap yang paling terdasyat skill nya, Rossi, Marquez atau JL. Sebutan aliens kepada mereka seolah-olah seperti datang dari planet lain diantar pesawat angkasa luar USS Enterprise di film Star Trek. Istilah atau term tersebut katanya di lontarkan pertama kali oleh pembalap asal USA Collins Edwards ex teammate Rossi. Waktu itu masih di jaman Casey Stoner dan Pedrosa menduduki posisi runner-up, Marquez belum ikutan.
Skill balap mereka memang istimewa diatas rata-rata pembalap lain Bro. Hanya sehebat apapun seorang pembalap akan susah mencapai sukses kalau tidak didukung oleh motor dan tim yang hebat juga dan yang paling sulit diprediksi adalah peranan seberapa besar keberuntungan yang dimilikinya. Satu kali aja motor mengalami highside sanggup membuat si pembalap cedera parah dan harus istirohat beberapa seri. Artinya perolehan point klasemen yang tidak akan bertambah untuk memperebutkan titel juara musim.
Nah, keren nya balap WSBK sejak pertama kali digulirkan sudah 6 pabrikan keluar sebagai juara dunia dibandingkan motogp yang hanya baru 3 merk pabrikan aja yaitu Honda, Yamaha dan Ducati.
Dari keseluruhan 13 seri dalam satu musim balap, tinggal menyisakan satu seri terakhir yang akan di gelar di sirkuit megah Losail Doha Qatar. Pasukan Ninja ijo Kawasaki ZX-10R memimpin klasemen dengan rider Jonathan Rea kokoh di posisi satu. Hanya kedudukan Tom Sykes di urutan kedua masih bisa dicuri oleh Chaz Davies yang membawa Red Devil Ducati 1199R Panigale.
Sejak di seri 11 sirkuit Magny Cours Prancis dan seri 12 Jerez Spanyol Chaz Daviez berhasil memboyong double podium race satu dan dua. Suatu pencapaian yang brillian oleh Pembalap asal Inggris ini, mengandaskan tebasan dasyat Katana duo Ninja yang ridernya juga berasal dari negara yang sama. Daviez secara solid menciptakan race pace yang optimal sambil berupaya terus meminimalkan manuver error. Hentakan torsi dasyat disemburkan L-twin engine yang oversquare dan memiliki stroke ultra pendek. Setiap exit corner berupaya terus menghalangi raungan screamer engine sang rival Ninja ZX-10R inline four.
Memang upaya Chaz Daviez menguasai dan menduduki singgasana WSBK memakai potensi motor Ducati 1199R Panigale masih belum bisa di wujudkan sejak Max Biaggi dan Ducati 1098 nya di musim balap 2011. Tapi potensi itu akan tetap ada untuk mengancam genk Ijo di tahun 2017 nanti.
Perbedaan 48 point klasemen dengan team matenya, kedudukan Jonathan Rea lebih relaks. Di race satu dan dua Losail gak perlu ngotot menekan motor sampai ujung batas. Kalau semuanya lancar Rea akan mempertahankan dan tetap menduduki singgasana WSBK musim 2016. Berbarengan menjadi pembalap Inggris kedua setelah Carl Fogarty yang sukses dua kali berturut-turut juara dunia WSBK.
Penyempurnaan pada chassis geometry, engine internal dan elektronik Ninja ZX-10R versi 2016 tetap menyediakan kekuatan tempur pada level yang prima. Berat crankshaft dikikis supaya bertambah ringan maupun juga piston yang lebih enteng masing-masing 50 gram membuat engine sanggup revving lebih cepat. Juga efek gyroskopik di timbulkan oleh inertia dari rotasi crankshaft menjadi berkurang 20 persen, memungkinkan manuver motor lebih gesit saat di tekuk miring maupun pindah line. Race pace Jonathan Rea dan Tom Sykes tetap konsisten diatas motor 2016 ter anyar selama musim balap berlangsung.

honda-cbr1000rr-sp-2017

2017 CBR1000RR SP, torsi putaran tengah diharapkan lebih nendang, akselerasi exit corner lebih cepat untuk menandingi ke digdayaan Ninja ZX-10R dan Ducati

Posisi bagus pembalap Honda Van De Mark dan Nicky Hayden berada di urutan empat dan lima point klasemen. Nicky Hayden yang kembali membawa superbike mampu beradaptasi cukup baik. Meskipun diakui power output old CBR1000RR belum bisa menandingi semburan daya kuda Ninja ZX-10R dan Ducati 1199R Panigale.
Dengan munculnya all-new Honda CBR1000RR SP diharapkan akan membawa kekuatan baru di kubu pasukan Honda. Objektif Hayden adalah menyabet titel juara WSBK sebelum dia benar-benar pensiun dari dunia balap. Menurut tuner handal Ten Kate yang diperlukan adalah motor yang ringan, akselerasi yang lebih cepat tercipta melalui dorongn torsi lebih besar lagi. Hayden test ride new CBR1000RR versi jalan raya jadi belum bisa pastikan seperti apa karateristik handling motor dalam bentuk full race. Pasti harus lebih responsif dan balance dari yang versi tuanya.
Nasib kurang menguntungkan masih menghinggapi tim Yamaha yang hanya mampu berada di urutan 11 klasemen oleh pembalap Alex Lowes. Juara dunia WSBK musim 2014 Silvain Guintoli mengalami highside selagi superpole di sirkuit Imola mengakibatkan cedera cukup parah di bagian angkle. Sekarang sudah berangsur membaik dan kembali balapan.
Apakah merosotnya kedudukan Alex Lowers dan Silvain Guintoli lebih dikarenakan engine crossplane-crankshaft Yamaha-R1M yang masih kurang kompetitif. Sedangkan topspeed R1M melesat di back straight sirkuit Aragon sanggup mencapai 312-314 km/jam menyaingi Ninja ZX-10R. Mungkin pada faktor akselerasi exit corner aja yang kurang cepat.
Pabrikan Yamaha ikut kembali di balapan WSBK 2016 dengan pertimbangan penyesuaian pada situasi balapan sesungguhnya. Harapan tahun kedua bisa lebih progresif lagi menyempurnakan apa yang masih kurang sekarang ini.
Pembalap “lone wolf” Leon Camier dengan motor eksotik Italia MV Agusta F4 RC berada di urutan ke delapan klasemen dibawah Jordi Torres dari tim Althea BMW S1000RR. Camier seorang diri di grid WSBK bertarung membawa nama MV Agusta.
Kembalinya MV Agusta ke WSBK tahun 2014 telah berjuang keras bersaing dengan tim papan atas dibarengi kesulitan financial yang menerpa perusahaan. Berkat upaya Leon Camier terjadi progres pengembangan meter demi meter. Camier cukup konsisten finish di posisi ke enam. Menurutnya sedikit penambahan power dan pengurangan bobot motor dimungkinkan berada di posisi yang kuat. Musim balap 2017 bukan gak mungkin objektifnya merebut podium. Demikian wassalam dan salam sejahtera.
Iklan

3 thoughts on “Tom Sykes ingin menyegel posisi dua juara musim WSBK 2016 di Qatar

    renhan said:
    Oktober 27, 2016 pukul 9:07 am

    s1000rr koq ga kompetitif ya om, kira2 faktor apa ya yg paling dominan, padahal boleh dibilang motor ini paling bagus basic standarnya, maaf kalo keliru

    Suka

      ArenaSepedaMotor responded:
      Oktober 27, 2016 pukul 10:10 am

      BMW S1000RR kayanya kurang beruntung aja. Harus kontrak pembalap top level Pak dan dukungan full pabrikan.

      Suka

        ArenaSepedaMotor responded:
        Oktober 27, 2016 pukul 10:47 am

        Tim Ducati, Kawasaki dapet full support pabrik. Honda dan Yamaha klau gak salah gak dapet dukungan full pabrik. Mungkin krena jor-joran di motogp yg udh habisin budget bnyk.

        Ducati memang dominasinya di balap WSBK dg 14 kali jurdun.

        Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s