Phillip Island 2016 Marquez akan podium satu lagi?

Posted on Updated on

A phillip Island

Phillip Island adalah venue motogp yang menantang dengan karakter fast flowing yang katanya banyak disukai oleh pembalap. Level permukaan sirkuit mengikuti landscape asli nya yaitu menanjak dan turunan juga rolling hills. Cuaca kapan aja bisa berubah brutal akan menjadi perhatian para pembalap pada saat race hari Minggu. Dimana FP2 hari Jumat ini sirkuit diguyur hujan dan temperatur dingin menusuk badan. Phillip Island berada di ujung Selatan Australia, angin dari benua beku Kutub Selatan mampir kesana. Setelah Rossi dan Lorenzo gagal di Motegi akibat lowside mampukah keduanya merebut podium satu nanti. 
Karakter fast track menjadi ciri sirkuit ini, tapi bukan karena banyaknya trek lurus melainkan adanya tikungan-tikungan high speed. Tikungan kaliber kelas berat yang memerlukan nyali tinggi digabungkan dengan determinasi dan feeling si pembalap secara presisi saat full speed melewatinya. Perlunya peranan feedback ban depan pada level maksimum terutama pembalap yang lebih lama berada di bagian ujung (edge) ban. Batasan antara masih ada grip dan sudah no grip ban depan Michelin sangat tipis sekali, menjadikan situasi kapan aja bisa menjurus resiko cedera ringan atau berat. kemampuan total kontrol terhadap gerakan motor ketika melesat kenceng miring pada bagian edge ban adalah kunci untuk jadi yang tercepat disana.
Dengan karakter seperti ini tepat untuk Yamaha yang memiliki kestabilan sedikit lebih baik dari Honda dan Ducati di tikungan kecepatan menengah dan tinggi. Fast flowing corner gir 3-4 bisa dimanfaatkan pembalap Yamaha membawa corner speed sampai maksimum. Mulai dari tikungan 12 Swan Corner full speed masuk lintasan lurus “Gardner Straight” menuju tikungan 1 “Doohan Corner” gir 3, terus berlanjut ke tikungan 2 dan tikungan 3 “Casey Stoner”.
Tapi kembali ke situasi masing-masing pembalap terhadap performa grip ban Michelin yang kurang feedback. Cornering speed JL yang di akui luar biasa bergantung sepenuhnya pada performa edge grip ban depan. Edge grip pada level tinggi untuk menciptakan maximum cornering speed hanya bisa dicapai JL kalau temperatur cuaca di sirkuit memberikan panas yang cukup. Sebaliknya cuaca drop akan menjadi problem, edge grip maupun feel ban depan yang juga ikut drop.
Rossi sering lebih unggul dari JL kalau temperatur cuaca jatuh lebih rendah waktu balapan. Sudut kemiringan (lean angle) yang tidak se ekstrim team matenya itu ketika motor miring melewati tikungan memberikan keuntungan. Hanya menurutnya cuaca yang dingin akan berbahaya melesat cepat di medium dan high speed corner.
Sedikit nya tikungan hard braking di Phillip Island yang menjadi faktor kekurangan handling motor Yamaha bisa tertutupi dengan banyaknya medium-high flowing corner.
Tikungan high speed gir 3 bisa menjadi kelemahan RC213V yang memiliki torsi kuat di putaran tengah-atas. Ban belakang mudah spin saat engine masuk di curva powerband akibat ECU/software yang kurang canggih dari tahun sebelumnya untuk intervensi dan meredam gejala itu.
Keunggulan Marquez dengan RC213V nya adalah deselerasi dari kecepatan tinggi kemudian brake late-hard braking masuk ke tikungan kecepatan rendah lebih dalam. Titik belok (turn-in point) dimana Marquez miringkan motornya lebih jauh dan membentuk line yang lebih persegi (square -off) untuk selanjutnya buka gaz lebih awal sebelum titik apex. Marquez sanggup stop n go di tikungan gir 1 lebih cepat dan efisien dari yang lain. Ada dua tikungan kecepatan rendah memakai gir 1 yaitu tikungan 4 “Honda hairpin” dan tikungan 10. Gaya balap Marquez lebih sedikit waktunya bertumpu pada bagian edge ban ketika motor miring, ini menguntungkannya dibandingkan JL.
Ducati Desmo yang paling dasyat power output di putaran maksimum sampai 18000 rpm, mungkin gak dapat sepenuhnya memanfaatkan keunggulan topspeed di Phillip Island. Tapi bisa dengan cara menjaga engine rpm tetap di “sweet spot” nya ketika exit dari tikungan terakhir 12 menuju ke straightaway. Dengan itu engine tetap berada di area transient torque sampai powerband mendorong motor sekencengnya. Demikian pula dengan Vinales GSX-RR memanfaatkan cornering speed masuk dan keluar tikungan 12 untuk mencapai topspeed di trek lurus. Kestabilan GSX-RR melesat di tikungan bisa digunakan Vinales disini. Meskipun masalah ban belakang spin saat motor akselerasi menjadi perhatian tim Suzuki.
Apakah Phillip Island akan menjadi ladang pembalasan Rossi dan JL setelah gagal di Motegi ? 
Rossi dan JL punya chance seperti juga Marquez kemungkinan akan all-out tanpa beban demi membuktikan supremasinya sebagai pemegang titel juara musim balap 2016. Hanya faktor peranan compound ban dan cuaca menjadi penentu di waktu balapan nanti. Demikian wassalam dan salam sejahtera.
Iklan

7 thoughts on “Phillip Island 2016 Marquez akan podium satu lagi?

    are wege said:
    Oktober 21, 2016 pukul 8:06 pm

    Gw yakin marc marquez podium lagi.

    Pak choice pilih satria fi injeksi atw sonic

    Suka

      ArenaSepedaMotor responded:
      Oktober 21, 2016 pukul 9:11 pm

      Klo sy sih pilih Satria FI, lebih enteng, power maks lebih besar, torsi maks mirip dg Sonic tpi tercapai di rpm lebih tinggi.

      Klau Sonic tarikan dri rpm bawah sepertinya lebih responsif. Untuk nanjak sama boncenger akan lebih kuat dorongannya.

      Suka

        are wege said:
        Oktober 22, 2016 pukul 11:54 pm

        Utk harian nyaman pake sonic atw fu fi?? Konsumsi bensin bagaimana. Saya niat buat pake harian ,tapi saya lebih tertarik fu fi

        Suka

        ArenaSepedaMotor responded:
        Oktober 23, 2016 pukul 6:37 am

        Klo konsumsi bbm Snic sama Satria FI sy belum liat, mungkin di tabloid ada. Tpi konsumsi bbm itu bergantung sama bgaimana si rider nya jga beban yg dibawa. Klau buka gaz nya alus-alus dan gak bawa beban boncenger akan lumayan irit

        Suka

        are wege said:
        Oktober 23, 2016 pukul 10:11 am

        Untuk komuter harian cukup baik kah satria fi. Di bandingkan sonic,, hehhee .. misalkan ergonomi , tingkat kelelahan

        Suka

        ArenaSepedaMotor responded:
        Oktober 23, 2016 pukul 1:19 pm

        Ergonik kenyamanan kayaknya gak beda bnyk masing-masing utk di dalem kota.

        Tpi klau lebih suka dorongan torsi dri rpm bawah, Sonic lebih responsif dari Satria FI.

        Suka

        ArenaSepedaMotor responded:
        Oktober 23, 2016 pukul 1:24 pm

        Ergonomik

        Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s