Hard braking dan grip ban Michelin apakah Marquez juara motogp 2016 di Motegi?

Posted on Updated on

motegi-twin-ring

Twin Ring Motegi (Roadracingworld)

Sirkuit Motegi termasuk berat dalam pengereman terutama di tikungan 1, 3, 5 dan 11. Memakai carbon disc ukuran 340 mm adalah mandatory bagi semua motor menghindarkan terjadinya rem blong (brake fade) akibat overheat dan masuk ke gravel.
Tiga trek lurus membuat kecepatan motor sampai di titik pengereman antara 260-280 km/jam kemudian deselerasi memasuki tikunggan 1, 3 dan 5. Selanjutnya back straight terpanjang sirkuit Motegi speed lebih dari 300 km/jam menuju tikungan 11.  
Hard braking akan menjadi tantangan ban Michelin nanti di saat situasi balapan sesungguhnya. Apakah ban depan khususnya di bagian tengah akan tahan lama disiksa oleh para pembalap seperti Marquez yang memang paling intensif braking. Michelin memboyong ban khusus pemakaian seperti itu ke Motegi tapi belum tahu hasilnya apakah sesuai yang di harapkan.
Lorenzo di Motegi musim sebelumnya kokoh dibandingkan Marquez dan Rossi tapi ada persyaratan apa bila temperatur di lintasan sirkuit tepat yang mendukungnya menggunakan edge grip semaksimal mungkin untuk menciptakan cornering speed. Sebaliknya kalau temperatur drop maka akan menjadi masalah, JL gak bisa full performance.
Ada beberapa tikungan gir 2 medium flowing yang bisa dimanfaatkan nya maksimalkan cornering speed dengan bertumpu lama memakai edge grip. Na asnya pada free practise 3 JL mendapat highside cukup lumayan yang membuatnya nyeri di kaki. Lap time di FP3 ialah 1 menit 45.794 detik pada urutan ke 9.
Di kelas premier motogp Marquez belum pernah juara di Motegi, maka ini akan jadi tantangan apakah sanggup tahun ini menduduki podium satu. Brake late-hard braking dari kecepatan tinggi menjadi keutamaan RC213V memasuki slow corner gir 1 dimana pas dengan gaya balapnya Marquez. Tapi itu bergantung dengan ban depan Michelin dibarengi juga setup elektronik supaya ban belakang tidak terlalu banyak spin ketika akselerasi full keluar corner. Tikungan kecepatan rendah gir 1 bisa menjadi senjata pamungkas Marquez in/out secara cepat. FP3 posisi Marquez tercepat 1 menit 44.987 detik di lap ke 6.
Rossi sekarang sedang pada performa baiknya jadi ada chance menang di Motegi. Ketika temperatur di sirkuit drop, race pace nya lebih bagus dibandingkan JL. Selama di motogp dan GP500 ada 3 kemenangan Motegi yang dikantonginya meskipun sudah cukup lama. Masih belum mendapat setup yang bagus, di FP3 menduduki urutan ke 7 dengan catatan waktu 1 menit 45.417s + detik.
Suzuki GSX-RR tahun ini sudah mencapai performa pada level motor factory non concession. Hanya Vinales masih mendapatkan kesulitan terjadi ban spin berlebihan ketika akselerasi keluar tikungan. Dengan itu tim kerja keras mencari setup untuk mengurangi spin dan ban bisa lebih awet sampai akhir balapan tanpa mempengaruhi daya dorong (drive out) untuk akselerasi cepat.  
Hasil yang bagus di awal Dovizioso akan punya peluang kuat untuk merebut podium. Hard braking yang menjadi karakter Ducati bisa di praktekkan di Motegi. Tapi tentu bukan seperti ban depan Bridgestones yang superior grip nya kalau hard braking makin ditambah levelnya. Ban depan Michelin punya limit, melewati batas konsekwensinya secara tiba-tiba hilang grip dan motor lowside.
Sinkronisasi antara topspeed dan intensitas pengereman sampai masuk ke corner dan transisi buka gaz keluar corner secepatnya. Ducati terbukti bagaikan peluru kendali kalau engine masuk di powerband putaran tengah-atas menyemburkan horsepower dasyat, khususnya di trek yang banyak lintasan lurus seperti Motegi.

1. Marc Marquez ESP Repsol Honda Team (RC213V) 1m 44.987s [Lap 6/19] 304km/h (Top Speed)
2. Cal Crutchlow GBR LCR Honda (RC213V) 1m 45.026s +0.039s [17/18] 305km/h
3. Andrea Dovizioso ITA Ducati Team (Desmosedici GP) 1m 45.057s +0.070s [15/17] 308km/h
4. Hector Barbera ESP Ducati Team (Desmosedici GP) 1m 45.120s +0.133s [18/18] 310km/h
5. Aleix Espargaro ESP Team Suzuki Ecstar (GSX-RR) 1m 45.155s +0.168s [19/19] 304km/h
6. Maverick Viñales ESP Team Suzuki Ecstar (GSX-RR) 1m 45.284s +0.297s [17/18] 305km/h
7. Valentino Rossi ITA Movistar Yamaha MotoGP (YZR-M1) 1m 45.417s +0.430s [19/19] 303km/h
8. Pol Espargaro ESP Monster Yamaha Tech 3 (YZR-M1) 1m 45.680s +0.693s [16/17] 305km/h
9. Jorge Lorenzo ESP Movistar Yamaha MotoGP (YZR-M1) 1m 45.794s +0.807s [7/15] 304km/h
10. Danilo Petrucci ITA Octo Pramac Yakhnich (Desmosedici GP15) 1m 45.844s +0.857s [17/18] 305km/h
11. Scott Redding GBR Octo Pramac Yakhnich (Desmosedici GP15) 1m 45.854s +0.867s [17/17] 306km/h
12. Stefan Bradl GER Factory Aprilia Gresini (RS-GP) 1m 46.012s +1.025s [17/18] 305km/h
13. Yonny Hernandez COL Aspar MotoGP Team (Desmosedici GP14.2) 1m 46.236s +1.249s [18/19] 304km/h
14. Katsuyuki Nakasuga JPN Yamalube Yamaha Factory Racing (YZR-M1) 1m 46.807s +1.820s [15/15] 302km/h
15. Alvaro Bautista ESP Factory Aprilia Gresini (RS-GP) 1m 46.962s +1.975s [17/17] 302km/h

Iklan

3 thoughts on “Hard braking dan grip ban Michelin apakah Marquez juara motogp 2016 di Motegi?

    are wege said:
    Oktober 15, 2016 pukul 3:57 pm

    Rossi pol position, MARC ke 2, lorenzo ke 3.. grid terdepan ,

    Suka

    nduk said:
    Oktober 15, 2016 pukul 8:13 pm

    menyerang vr atau kalkulator ,strategi yg dipake mm he he semoga vr di depan mm biar naluri muda mm keluar 🙂

    Suka

    ArenaSepedaMotor responded:
    Oktober 15, 2016 pukul 8:34 pm

    Yoi, besok mudah-mudahan cuaca nya panas jdi semua pembalap bisa full performa biar seru

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s