Penguasa Endurance World Championship Suzuki GSX-R 1000

Posted on Updated on

suzuki-gsxr1000-sert

2016 Endurance World Champion Suzuki GSX-R 1000

Balapan ketahanan motor jarang terdengar atau semeriah WSBK apalagi motogp. Tapi balapan ini banyak penggemarnya di Eropa dan Jepang. Dulu di era 90 an balap ketahanan Suzuka 8 hours sangat gemerlap dan di anggap se level dengan balap Grand Prix 500 2-tak dimana juga di selenggarakan pada sirkuit yang sama tiap tahun nya.
Pabrikan Jepang berlomba untuk menjadi juara di Suzuka 8 hours sebagai pembuktian supremasi pada teknologi otomotif balap motor. Seperti Honda dan Yamaha mengembangkan motor balap VFR750R RC30 dan FZR750R OW01 didasari tidak aja untuk menjadi juara di balap WSBK tapi juga balap Endurance World Championship (EWC) khususnya Suzuka 8 hours. Begitu pentingnya sampai pembalap top level pabrikan jaman itu wajib mengikuti balap Suzuka 8 hours dan itu termasuk klausul di kontrak. Eddie Lawson, Mick Doohan, Kevin Schwant pernah berlaga di situ. Kemudian berjalan dengan waktu partisipasi di Suzuka 8 hours tidak lagi jadi kewajiban karena balap ketahanan menyita begitu banyak energi bagi pembalap top level GP500 yang juga sudah direpotkan dengan kompetisi balapan Grand Prix nya.
Sejak munculnya motor dengan engine displacement 1000cc menggantikan 750cc, Suzuki Endurance Racing Team (SERT) dengan motor GSX-R 1000 sudah lumayan banyak mengkoleksi titel jadi juara dunia. Pembalap utama adalah Vincent Phillipe asal Prancis, 9 titel juara dunia sudah dikantonginya sejak pertama join SERT tahun 2003.

suzuki-sert-vincent-phillipe

Vincent Phillipe 9 titel juara dunia EWC

Motor balap ketahanan berlainan dengan motor WSBK terutama pada bagian engine dimana harus punya daya durabilitas istimewa. Balap ketahanan 24 jam di sirkuit Le Mans menempuh jarak diatas 800 lap. Bisa dibayangkan Bro siksaan yang diterima engine ditekan terus-menerus sekaligus fisik pembalapnya super capek menguras tenaga.
Engine : Untuk mencapai daya tahan dalam jarak tempuh panjang engine horsepower di set tidak sampai maksimum seperti motor WSBK. Power output GSX-R 1000 SERT ini 203 hp di ban belakang atau sekitar 7-12 hp dibawah motor WSBK dan dengan engine rpm juga lebih rendah tentunya. Sebelum perubahan regulasi engine motor WSBK mencapai sekitar 220-230 hp (at the wheel) setara dengan engine motogp tim privateer. Jaman itu kecepatan motor WSBK menyaingi motogp tim privater. 
Naiknya power lebih siknifikan dari standard pabrik yaitu melalui pemakaian profil camshaft lebih radikal di angka durasi, bukaan klep (valve lift) dan overlap. Juga kontribusi dari hasil porting pada cylinder head dikerjaan oleh engine tuner dari rumah balap legendaris Yoshimura dimana sudah malang-melintang di sirkuit sejak tahun 70 an. Kompresi statik piston dinaikkan untuk maksimalkan efisiensi thermal berpengaruh langsung terhadap combustion pressure.
Gaz buang di optimalkan melalui titanium full exhaust system buatan in-house Yoshimura. Munculnya backpressure berlebihan akan mencuri horsepower. Dengan itu harus di tekan seminimum mungkin supaya tidak menahan exhaust gaz yang keluar dari knalpot khususnya saat di rpm tinggi.
Seperti regulasi WSBK sekarang mengharuskan komponen dan engine internal lebih banyak dalam keadaan standard dari pabrik, demikian juga peraturan balap ketahanan EWC.
Elektronik : SERT memakai electronic package M170 buatan Motec dengan keunggulan 10 level traction control. di kalibrasi berdasarkan sudut kemiringan (lean angle) motor di tikungan bersamaan kecepatan rotasi ban depan dan belakang. Motor hypersport 1000cc sekarang seperti Kawa ZX-10R, Aprilia RSV4R Factory sudah dilengkapi inertia measurement unit (IMU) dimana cara kerja nya mirip dengan inertia platform motogp yaitu terdiri dari accelerometer dan gyroscope. Fueling juga menjadi faktor penting dalam lomba ketahanan. Motec package menyediakan fuel map yang optimal dan efisien juga dapat diatur on the fly.
Suspensi : Ohlins menjadi pilihan SERT untuk fork dan rearshock GSX-R1000 ini. Fork highend tipe FGR300 diameter 48 mm fully adjustable memang biasa digunakan oleh motor-motor WSBK dan juga setara dengan fork motogp. Harga sekitar USD 13.000. Rear shock TTX36 GP  fully adjustable, harga antara USD 1500.
Rem : Nissin factory racing 6 piston calipers dikombinasikan dengan Nissin disk, menyempurnakan performa rem. Pada waktu balapan akan dilakukan penggantian caliper depan dengan unit baru setelah masa pakai 12 jam. Single piston caliper belakang juga merk Nissin dengan posisi dibawah swingarm untuk memudahkan proses penggantian ban. 

suzuki-gsx-r1000-sert-b

Nissin factory racing 6 piston caliper dilengkapi quick release brake hoses memudahkan ganti brake caliper secara cepat.

Exhaust : Yoshimura titanium full exhaust system R11 menurunkan level backpressure serendah mungkin khususnya pada rpm tinggi. Efeknya menaikkan volumetric efficiency bersamaan juga top end horsepower.
Berat motor : Dalam keadaan race ready 185 kg. Carbon-kevlar fairings, velq magnesium, carbon sub-tray, rear set, baterai lithium, baut titanium dan komponen lainnya memangkas lebih ringan 20 kg dari motor standard.
Velq : Magnesium forged sangat ringan buatan OZ Racing. Mengurangi efek giroscopik, manuver berbelok akan lebih gesit dan cepat.
Lampu : Balap ketahanan memerlukan daya sorot headlight yang kuat pada waktu malam hari. Headlight LED design khusus PIAA dipasangkan.
Ban : Dunlop slicks/ rain tyres
Fuel tank : 24 liters
Topspeed : Lebih dari 320 km/jam di trek lurus sirkuit Paul Richard.

mick-doohan-suzuka-8-h-rc30-raresportbike

Mick Doohan Honda RC30 Suzuka 8 Hours  tahun 1990

Bruce dari Fast Bikes magazine diberikan kesempatan test ride di lintasan sirkuit. Suspensi Ohlins dan ban slicks Dunlop memungkinkan motor memasuki tikungan dengan mudah. Deselerasi dari kecepatan tinggi efektif berkat daya gigit rem Nissin yang tajam walaupun hanya melalui sentuhan. Membuka throttle di backstraight power output yang tersedia secara radikal lebih runcing dari motor standard menurutnya. Engine merespon secara instan dengan perpindahan gir transmisi super licin sampai gir 6.
Memasuki heavy braking zone dari kecepatan tinggi di backstraight Nissin caliper memberikan performa bagus lagi, malahan membuat kecepatan motor jadi terlalu pelan memasuki tikungan kanan dengan double apex. Downshift sama nyamannya dengan upshift, slipper clutch buatan Suzuki factory meredam segala siksaan yang diterima kopling dan gearbox. Meskipun terasa sedikit ada back torque, tapi tidak jadi masalah. 
Dijelaskan oleh Bruce GSX-R1000 SERT adalah motor yang neutral dan balance. Stabil masuk dan keluar tikungan akselerasi cepat dan mudah di arahkan sesuai line yang di inginkan. Traction control dapat bekerja efektif ketika ban belakang spin melewati aspal sedikit basah. Motec elektronik bereaksi mereduksi power output dengan segera.
Balap ketahanan bukan seperti balapan biasa, apa lagi berlangsung sampai 24 jam nonstop. Memerlukan stamina tangguh dan prima pada ketiga pembalapnya. Demikian juga setup motor harus bisa melalui berbagai kondisi lintasan seperti pada waktu siang hari yang panas kemudian malam hari dimana temperatur lintasan menurun. Pada malam hari engine akan lebih senang dan nyaman dari pada siang hari tentunya Pembalap dituntut tidak lengah dalam milidetik dimana konsekwensinya merugikan tim keseluruhan.
SERT prestasi : Mulai dari tahun 1983 sampai 2015 meraih World Endurance Champion sebanyak 14 kali dan menempati urutan kedua tahun 2014.
Demikian wassalam dan salam sejahtera.
Source : Fast Bikes magazine 2016

 

Iklan

4 thoughts on “Penguasa Endurance World Championship Suzuki GSX-R 1000

    Mr. Kelly said:
    Februari 23, 2017 pukul 7:22 am

    Baru nih artikel dengan tulisan bagus ga alay hahaha

    Suka

    Dedy Pramono said:
    Februari 23, 2017 pukul 7:52 pm

    Terima kasih, bagus artikelnya. Menambah wawasan saya sebagai Suzuki Lover.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s