Aragon untuk pembalap Spanyol?

Posted on Updated on

pedrosa-aragon-2016-crashnet

Pedrosa Aragon 2016 (crash.net)

Cuaca di sirkuit Aragon biasanya bersahabat dan balapan berlangsung dibawah panas sinar Matahari. Temperatur ban pada level semestinya menjadikan grip lebih efektif dan pembalap motogp bisa melesat full performa untuk mencetak hasil yang terbaik.
Marquez bisa membawa RC213V nya brake late lebih dalam masuk di tikungan dan mengambil titik belok dengan lengkungan line yang persegi menuju apex di mid corner untuk selanjutnya akselerasi keluar. Titik belok Marquez yang lebih dalam membuat letak apex jadi bergeser lebih keluar.
Menurut Marquez RC213V nya selama ini terasa kurang nendang saat akselerasi exit corner, dengan itu perlu di kompensasi melalui brake late lebih dalam di tikungan. Kurangnya akselerasi lebih kepada ban belakang spin berlebihan, bukan karena torsi engine yang lemot. Elektronik yang kurang canggih sekarang ini membuat ECU RC213V yang menerima data dari sensor traction control kurang presisi meredam torsi yang kuat ketika throttle dibuka. Keadaan ini yang membuat daya dorong kurang menggigit, tapi motor lain pun juga punya problem yang sama. Pemakaian ECU dan software seragam seluruh tim factory, satelit dan privateer.
Me manage ban belakang lebih penting menurut Marquez di Aragon, karena grip ban yang cepat terkikis walaupun baru beberapa lap. Pada free practise hari Jumat ban hard compound jadi pilihan dan tetap mengalami penurunan grip siknifikan. Akan menjadi masalah besar kalau sedang balapan, ban spin akan membuat motor slide atau kurang traksi keluar corner.
Marquez harus tampil baik untuk menjaga posisinya di klasemen yang terpaut 43 poin dengan Rossi. Tapi dia akan ambil resiko kalau memang diperlukan seperti di Silverstone.
Lorenzo juga akan bisa memacu motornya secepat mungkin di tikungan ketika temperatur ban mencapai titik optimal. Gaya balap Lorenzo yang mengerem lebih awal memanfaatkan tehnik trail-braking secara smooth mampu masuk dan keluar tikungan secepat mungkin. Perlu grip yang kokoh karena JL lebih lama pada posisi miring, kontak antara sisi ban (edge) dengan aspal.
Dengan Michelin faktor cuaca menentukan performa balapnya, makin dingin temperatur di lintasan semakin turun pula lap time nya.  JL masih belum menemukan kombinasi compound ban depan dan belakang yang tepat. Tapi ada semangat kuat untuk membuat hatrick tahun ini.
Tahun 2013 Pedrosa punya memori kurang sehat di Aragon karena harus gak finish akibat sensor traction control di swingarm tersenggol Marquez. Ban belakang spin tak terkontrol dan motornya tumpah ke aspal. Pedrosa punya chance kuat meraih podium satu seperti tahun 2012. Tahun 2015 ia fight dengan Rossi dan mengalahkannya untuk masuk posisi dua setelah Lorenzo. Gaya balapnya seolah-olah seperti melayang atau menyapu itu tidak mendapat keuntungan dari grip ban depan Michelin selama ini.
Sukses di Misano bukan karena sim salabim langsung jadi tapi lebih pada hasil small clicks atau proses pencarian setup tahap-demi tahap. Pedrosa sejak di Silverstone sudah merasa sedikit relaks yang membantunya lebih kenceng. Knowledge yang dia dapat di Misano akan dipergunakan di Aragon meskipun ban soft yang sama tidak tersedia.
Ban soft di Misano mempunyai case yang lebih kaku, profil ban tidak berubah ketika mengerem. Ban dengan case lebih soft akan mengalami perubahan profil saat mengerem atau melepas rem di tikungan, mempengaruhi feeling yang jadi berubah-ubah menurutnya.
Vinales yang suskes di Silverstone punya potensi naik podium juga kalau semuanya terangkai secara tepat. Performa GSX-RR yang semakin mantap menjadi kekuatannya fight dengan pembalap top level lainnya. Meskipun ada komplain yang sama seperti Marquez yaitu ban belakang cenderung spin ketika akselerasi. Power output GSX-RR semakin besar bersamaan performa elektronik yang terbatas akan masih menjadi pekerjaan tim, mengurangi spin dan maksimalkan daya dorong.
Aragon termasuk kategori mengerem pada level hard karena ada beberapa tikungan gir 1 dan motor datang dari kecepatan sedang dan tinggi. Back straight sepanjang 968 meter motor full gaz lebih dari 320 km/jam sebelum masuk tikungan medium flowing gir 2. Engine yang paling digdaya di rpm atas bisa ambil sedikit keuntungan disini, tapi diperlukan pengereman yang tepat saat deselerasi untuk memanfaatkan momentum cornering speed supaya bisa lebih cepat akselerasi keluar, disambung masuk tikungan terakhir juga memakai gir 2 menuju front straight.
Tiga tikungan kecepatan rendah hairpin radius sempit gir 1 memerlukan daya dorong engine karena rendahnya momentum speed. Motor dengan torsi lebih kuat di rpm tengah akan akselerasi sedikit lebih cepat, bertambah mantap lagi dikombinasikan dengan momentum untuk menciptakan cornering speed. Tikungan dua parabolik gir 2 kecepatan sedang akan menjadi perhatian karena beberapa pembalap jatuh disitu.
Rossi juga punya kesempatan di Aragon tapi seperti yang dikatakannya peluang akan lebih berat di sirkuit ini. Melihat waktu dulu masih dengan Bridgestones dan elektronik racikan in-house tim, hasil yang diperolehnya kurang memuaskan. Menurut nya akselerasi keluar tikungan radius sempit dan hard braking pada posisi motor miring di sisi (edge) ban adalah faktor kunci. Tambahnya chicane kecepatan sangat rendah sebelum backstraight biasanya akan ada sedikit kesulitan disitu.
Upaya Rossi memang gak mudah karena harus fight dengan jejeran pembalap-pembalap Spanyol yang juga haus podium. Demikian wassalam dan salam sejahtera.
Iklan

7 thoughts on “Aragon untuk pembalap Spanyol?

    are wege said:
    September 24, 2016 pukul 2:16 pm

    Test 123456789,, dari kemaren Susah koment eeyy

    Suka

    are wege said:
    September 24, 2016 pukul 2:17 pm

    Gmn peluang marc marquez?? Yakin bisa saber podium 1 kah. Rc213v lebih cocok tidak pakai winglet,, lebih cepat raih lap time terbaik

    Suka

      ArenaSepedaMotor responded:
      September 24, 2016 pukul 3:01 pm

      Marquez peluangnya ada Pak, seperti juga JL dan Pedrosa.

      Dg winglet menahan tendensi wheelie, akan lebih cepat akselerasi dlm milidetik. Tapi lebih berat atau perlu energi lebih bnyk untuk tekuk motor berbelok karena downforce.

      Isue agak lambat RC213V akselerasi keluar tikungan bukan karena torsi engine yang lemot di rpm tengah, tapi justru akibat ban spin. Itu karena ECU yg kurang tepat meredam torsi saat throttle dibuka.

      Suka

    are wege said:
    September 24, 2016 pukul 5:15 pm

    Nice sudah Tercena di masalah rcv…

    Pak iseng2 nih out the topik , apa sih perbedaan carbon sm filter udara

    Suka

      ArenaSepedaMotor responded:
      September 24, 2016 pukul 6:01 pm

      Elemen filter udara biasanya dari kapas, foam atau kertas. Mungkin casing filternya yg dari carbon fiber

      Suka

        are wege said:
        September 24, 2016 pukul 6:06 pm

        Nih pada sAat service , adik bocah saya , ko ada dua item ya pak, carbon Dan filter udara, apa emang terpisah? Carbon Dan filter udara itu berbeda di motor matic

        Suka

      ArenaSepedaMotor responded:
      September 24, 2016 pukul 6:32 pm

      Mungkin jga Pak

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s