Motogp 2016 kuncinya di ban depan Michelin

Posted on Updated on

pedrosa-motogp-2016-phillip-island-mcnnews

Pedrosa lebih cocok dengan soft compound? (MCNnews)

Masuknya pabrik ban Michelins jelas merombak yang ada dan telah terbentuk selama di musim balap sebelumnya saat masih memakai Bridgestones. Bagaimana masing-masing pembalap dan tim beradaptasi lagi, merubah setup melalui berbagai variable maupun juga tehnik membawa motor. Lebih spesifiknya bagaimana beradaptasi dari ban depan Bridgestones ke ban depan Michelins.
Crash kadang tak terhindarkan untuk mengetahui sampai dimana ujung batas grip ban depan dipakai masuk dan keluar tikungan. Batas antara masih ada grip dan hilang grip sangat kecil marginnya. Menambah 2-3 derajat sudut kemiringan motor saat trail-braking memasuki tikungan atau sedikit lebih kuat menekan tuas rem (brake lever) walaupun pada titik pengereman (brake marker) yang sama dapat memberikan perbedaan seperti siang dan malam, mendadak ban depan hilang grip kemudian lowside masuk gravel.
Seberapa bagus ban bereaksi memberi feedback adalah penting sebagai indikator dimana titik maksimum daya cengkram grip ban depan itu berada. Bukan pekerjaan yang enteng untuk pembalap top level sekalipun karena mereka harus bermain di area itu secara continue kalau ingin lebih cepat dari rivalnya meskipun dengan perbedaan hanya 0,01 detik tiap tikungan.
Pembalap akan selalu menggunakan grip ban semaksimal mungkin mencetak lap tercepatnya atau mendahului lawan. Bisa jadi disisakan 2-3 persen sebagai margin for safety antara masih tersedia grip dan hilang grip alias tumpah ke aspal.
Sejauh ini pembalap top level yang mencapai proses beradaptasi lebih baik adalah Rossi dan Marquez. Hanya Rossi beberapa kali kurang beruntung karena engine jebol di Mugello dan crash terlalu kenceng di aspal sirkuit Assen yang basah. Marquez mengalami crash lebih sedikit dari tahun 2015.
Sebaliknya proses adaptasi Lorenzo kurang begitu bagus dimana frekwensi tumpah ke aspal lebih banyak dari tahun sebelumnya. Di awal seri JL terlihat cukup tangguh di balapan kering tapi kemudian merosot pada saat wet race. Margin grip yang disediakan Michelins hanya sedikit untuk JL. Temperatur di lintasan yang lebih dingin akan menyulitkan performanya terlebih ketika wet race.

LORENZO_PI

Margin grip ban depan Michelin untuk Lorenzo hanya sedikit

Ban depan slick Bridgestones memang mantap katanya, menciptakan efek servo yaitu semakin keras mengerem semakin kuat grip disalurkan ke aspal. Tekanan atau beban ekstra yang diterima ban depan membuat area kontak dengan aspal jadi bertambah lebar karena ekspansi. Meskipun rider trail-braking cukup kuat bersamaan sudut motor sudah miring, grip ban tetap kokoh.
Karakter ban depan Michelins lebih kepada ban slicks normal pada umumnya. Kalau ban depan diberikan beban terlalu kuat (overload) ketika masuk tikungan, ban akan menyerah kehilangan daya cengkram dengan aspal.
Pada waktu test di akhir tahun 2015 dan sebelum dimulai musim balap 2016 begitu banyak pembalap yang mengalami crash saat memasuki tikungan. Mereka complain terhadap kurangnya grip ban depan bersamaan grip ban belakang yang terlalu lengket, menyebabkan tekanan pada ban depan berlebihan di mid corner.
Marc Marquez juga mengalami problem di awal test ban Michelins. RC213V di setup secara presisi berdasarkan karakter dari ban Bridgestones. Hal itu memungkinkannya hard braking secara tajam dan masuk tikungan  dengan cepat dari yang lain, kecuali JL dengan cornering speednya yang juga luarbiasa dan smooth. Dengan Michelins ada perubahan mayor dimana Marquez mengalami banyak crash. Kemudian bertahap dia merubah tehnik balapnya yang agresif menjadi lebih tenang supaya tidak banyak membuat ban depan stress.
Sekarang performa ban depan Michelins meningkat semakin baik dibandingkan pada waktu pertama tapi tetap masih ada yang belum optimal yaitu kurangnya feedback. Menurutnya ban Bridgestones memberi lebih banyak sinyal peringatan misalkan ban depan akan kehilangan grip tapi motor masih bisa diselamatkan dari crash. Dengan Michelin kalau kehilangan grip depan berarti motor sudah crash.
Marquez sekarang bisa sedikit lebih agresif lagi sesuai gaya balap lamanya, brake late-hard braking masuk lebih dalam di corner. Dengan tehnik seperti itu selain lebih cepat juga mampu menjaga temperatur ban tetap pada level prima, tapi tidak boleh terlalu overload.

Marquez Qatar test 2016

Marquez seperti juga Rossi yang brake hard akan lebih mudah menaikkan temperatur ban supaya grip bekerja optimal memasuki tikungan

Dengan ban Michelins Dani Pedrosa masih belum mendapat pace yang konsisten dan tangguh selama ini sampai kejadian di sirkuit Misano yang lalu. Pedrosa memakai ban soft berbeda dari pembalap lain dan sukses berdiri di podium satu. Gaya balap Pedrosa mengerem lebih awal secara halus, floating style di chicane ditambah berat badannya yang super ringan, membuat ban depan kurang mencapai panas yang seharusnya untuk menyediakan grip yang optimal. Seperti Jorge Lorenzo yang menghadapi masalah kalau cuaca lebih dingin, Pedrosa juga tidak bisa full performa. Di musim 2016 dia mengalami lebih banyak crash, tapi dengan ban depan soft yang dipakainya di Misano bisa jadi akan menjadi cocok sesuai gaya balapnya.  
Rossi pembalap di grid motogp yang paling lama memakai Michelins sejak di era ke emasannya, hanya ban Michelins sekarang memiliki karakter berlainan. Gaya balap nya yang cenderung brake late-hard braking secara natural tidak perlu dirubah banyak karena memberi keuntungan ban depan memperoleh panas yang cukup. Menurutnya ban Michelin sekarang mengharuskan tiap pembalap memilih ban yang lebih cocok untuknya, bukan ban yang cocok secara umum, yaitu mencari kecocokan terhadap tipe compound, seperti Pedrosa memakai soft pada saat cuaca panas dan ternyata memberi hasil terbaik.
Tim Yamaha Movistar telah merubah geometry chassis dan per di fork supaya tidak terlalu menekan ban depan Michelins yang labil ini. Tapi temperatur udara di sirkuit juga berperan banyak terhadap performa. Cuaca yang lebih dingin akan merepotkan pembalap karena panas yang kurang terbangun di ban depan, terutama untuk Lorenzo. Demikian wassalam dan salam sejahtera.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s