Apakah pembalap motogp punya rasa takut?

Posted on Updated on

wayne-gardner-brno

Wayne Gardner Honda NSR500 highside at Brno 1990

Seorang pembalap top level memimpin di depan dengan mantap sejak start. Di sisa akhir balapan pada tikungan gir 3 motor akselerasi keluar dalam kecepatan 145 km/jam tiba-tiba ban belakang spin kehilangan grip, membuat motor sliding menyamping lebih cepat dari kedipan mata tapi kemudian kembali lagi mendapat grip. Pada scene itulah justru paling buruknya, melempar si pembalap tinggi ke atas dan jatuh ke aspal sirkuit. Rider tidak bisa bangun ternyata mengalami beberapa bagian yang patah. Motor mengalami highside begitu cepat tanpa memberi waktu si rider untuk antisipasi.
Dalam beberapa bulan bagian yang patah di badannya akan pulih dan bisa kembali ikut balapan. Tapi siapa akan jamin kalau tidak terjadi apa-apa, bagaimana kalau keadaan jadi sebaliknya yaitu cacat seumur hidup?
Mick Doohan sempat memimpin point klasemen GP500 tahun 1992 dengan Honda NSR500 terpaksa menerima keadaan hilang kesempatan menambah point akibat crash berat di sirkuit Assen. Kaki kanannya terjepit sprocket belakang dimana saat itu hampir di amputasi. Beruntung berkat keahlian Dr Costa maka Doohan bisa terhindar dari keadaan mengerikan itu. Doohan baru pulih total ke performa balapnya di musim balap 1993 dan meraih titel juara dunia GP500 pertamanya di tahun 1994. Sementara kaki kanannya belum pulih, pedal rem belakang digantikan dengan tuas rem (brake lever) ke stang motor sebelah kiri. Bekerjanya ditekan memakai jempol tangan kiri.
Wayne Rainey juara dunia GP500 3 kali berturut-turut ngak seberuntung Mick Doohan. Di sirkuit Misano tahun 1993 mengalami highside yang membuatnya cedera fatal dan harus dikursi roda selamanya. Rainey memiliki skill balap istimewa seperti Doohan terpaksa menyerahkan karirnya kepada throttle dan grip ban belakang di aspal sirkuit, tragis memang.
Ditengah hingar-bingar suasana balapan jarang terpikirkan oleh penonton kira-kira apa yang dirasakan oleh pembalap kalau cedera. Apakah mereka senang-senang aja atau sedang menikmati rasa nyeri luarbiasa? Pembalap ngak diragukan keberaniannya membejek gaz melesat di lintasan sirkuit, tapi apakah mereka tahan rasa sakit akibat cedera atau takut cacat?
Mencari lap time paling tercepat dan ingin mengetahui ujung batas kadang crash tidak terhindarkan. Disini perlunya feedback dari ban depan untuk mendapat sinyal kira-kira sampai dimana limitnya saat miring di tikungan sebelum grip ban depan menyerah total dan motor lowside. Bagusnya lowside jarang mengakibatkan cedera berat atau sampai fatal seperti crash karena highside. Meskipun motor lowside dalam kecepatan tinggi tetap berbahaya.  
Pembalap motogp termasuk manusia pemberani tapi bukan berarti mereka bagaikan Clark “man of steel” Kent aka Superman. Mereka adalah manusia biasa yang juga merasakan perihnya cedera berat dan pasti lebih memilih untuk tidak mengalami sakitnya tulang patah.
lorenzo-highside

Jorge Lorenzo highside

Seperti Doohan dan Rossi yang punya keberanian melesat cepat di tikungan, Lorenzo pun punya nyali sama dan telah dia buktikan menjadi juara dunia. Tapi keberaniannya bisa hilang saat rasa sakit datang menghantui waktu balapan berlangsung di Assen tahun 2014. Tahun 2013 sebelumnya JL highside dalam kecepatan tinggi di sirkuit yang sama dan mematahkan collarbone nya. Saat itu dia sebagai penantang kuat Marc Marquez di point klasemen dan harus menyerah meskipun hanya berbeda tipis 4 poin pada akhir musim. Rasa takut mendapat crash lagi membuat Lorenzo tidak menekan motornya dan merosot pada posisi 17. Flashback kejadian buruk itu datang setiap kali melewati tikungan Assen ketika basah.
“When I saw some spitting in some corners on the dry tyres I just didn’t want to take the risk to crash again and be injured again at this track. Probably the memory of last year was making me too cautious of the risks and too afraid to be fast”, Kata JL.
Kemudian apakah JL sebagai pembalap motogp dianggap penakut?
Mengalami cedera berat bukan aja menderita rasa sakit tapi juga merugikan posisi ataupun karir sebagai pembalap. Bisa dengan sekejab perolehan angka klasemen yang dikumpulkan dengan susah payah menjadi tidak berarti karena harus absen beberapa kali balapan. Lorenzo play safe supaya terhindar dari crash dimana akibat dari cedera itu perlu beberapa kali operasi pemulihan sampai di musim balap 2014.
Dr Michele Zasa pengganti Dr Costa untuk menangani pembalap yang cedera saat balapan di Clinica Mobile nya. Menurut dia “Riders are superhumans but they do feel pain and they dont want to feel it”, “when they break five bones, for sure they feel pain”
Rider adalah superhuman Tapi bukan berarti senang mengalami rasa sakit. Positifnya pembalap punya motivasi kuat kata Dr Zasa, walaupun dalam rasa sakit mereka selalu berpikir ingin kembali ke motornya. Talenta membuat mereka jadi champions tapi motivasi untuk menekan rasa sakit dan problem lain jadi terlewati adalah sanagt vital. Motivasi tinggi memberi semangat untuk sembuh lebih cepat dan kembali ke lintasan balap. Walaupun tak terhindarkan akan ada kekuatiran mengalami cedera berat lagi.
Tidak seperti Mick Doohan dan Wayne Rainey, Rossi sejak mulai karir balap Grand Prix dan mencapai golden era nya bisa dibilang termasuk paling beruntung tidak pernah mengalami cedera berat apalagi fatal. Sampai kemudian faktor luck nya itu habis juga di sirkuit Mugello tahun 2010. Rossi mengalami patah kaki cukup serius setelah motornya highside, melemparnya tinggi kemudian jatuh ke aspal. Cedera di kaki yang parah mengharuskan istirahat dan absen dalam empat seri balapan.
Semakin tambah usia dan pengalaman pembalap biasanya akan tidak mau ambil resiko tinggi kecuali memang tidak ada pilihan lain, mereka sadari batasannya. Lorenzo dimana sudah merasakan pahitnya cedera berat akan memilih untuk tidak ambil resiko kalau situasi ngak memungkinkan.
Berlainan dengan pembalap muda haus kemenangan akan lebih berani kamikaze. Marc Marquez tidak diragukan keberaniannya sejak ikut Grand Prix 125 cc. Sejauh ini beruntung tidak mengalami crash yang membuatnya cedera berat dan harus absen pada beberapa seri balapan.
Kecelakaan spektakuler pernah dialami Marquez adalah tahun 2013 di sirkuit Misano. Ban depan motor RC213V mengunci karena hard braking dan kemudian crash dalam kecepatan di atas 300 km/jam. Sangat ajaib Marquez bangun tanpa cedera berat. Tapi misalkan terulang lagi kejadian seperti itu apakah Marquez akan seberuntung itu? Tidak ada yang bisa menjamin akan tidak terjadi apa-apa.
Balapan motor adalah sport beresiko tinggi dimana pembalap bukan aja bertalenta supaya bisa lebih cepat tapi juga harus mampu me manage tiap balapan supaya terhindar dari kejadian crash berat apalagi sampai fatal.
Tapi kadang bagi sebagian pembalap pilihan berhenti total adalah lebih tepat setelah cedera berat. Doohan memilih pensiun setelah mengalami crash kecepatan tinggi di Jerez tahun 1999. Cedera parah untuk kedua kalinya setelah di Assen. Motor NSR500 highside dalam kecepatan hampir 180km/jam dan cukup banyak bagian di badannya mengalami broken bones. Padahal saat itu performa balapnya masih memungkinkan meraih titel juara dunia GP500 untuk ke 6 kalinya secara berturut-turut.
Semakin motor di tekan maksimum semakin faktor keberuntungan dikantong pembalap itu menipis. Demikian wassalam dan salam sejahtera.
Iklan

3 thoughts on “Apakah pembalap motogp punya rasa takut?

    are wege said:
    September 19, 2016 pukul 12:09 pm

    Mengerikan

    Suka

    nduk said:
    September 21, 2016 pukul 10:33 pm

    resiko jd pembalap , kalo g cacat seumur hidup ya maaf mati, kerja yg lain saja he he 😀

    Suka

    ArenaSepedaMotor responded:
    September 24, 2016 pukul 5:08 pm

    Isle of Man TT paling spektakuler. Pembalap yang rest in peace sdh ratusan sejak dimulai. Tapi tetap aja bnyk yg ikut tiap tahun.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s