Apakah titel juara musim balap motogp 2016 sudah terlihat oleh Marquez di cakrawala?

Posted on Updated on

motogp-british-gp-2016-marc-marquez-repsol-honda-team1

Marq Marquez Silverstone (motorsport)

Setiap pencapaian puncak di raih pertama kali pasti akan membuat rasa senang tak terlukiskan kata-kata. Bagaikan malam pertama ada rasa bahagia bercampur puas gak percaya ini terjadi. Hanya perbedaannya akan ada rasa gelisah atau kekuatiran apakah bisa mengulangnya lagi, kalau di balapan. Apa lagi di kelas utama motogp yang di isi pembalap-pembalap tersakti di dunia.
Vinales mungkin merasa seperti itu sejak pertama kali meraih podium satu Silverstone. Suzuki GSX-RR sudah mampu mengangkatnya naik pada level yang lebih tinggi dari sebelumnya, level para elite. Pembuktian dari hasil pengembangan motor bersama tim Suzuki setelah melalui banyak trial n error. Banyak jam kerja terpakai di workshop tim maupun Suzuki di Jepang dengan tujuan mewujudkan motogp machine yang kompeten, boleh disejajarkan dengan tim besar Honda dan Yamaha.
Tapi perjuangan tetap panjang dan keras untuk dilalui kedepan. Gimana Vinales bisa kembali mencapainya lagi di sirkuit yang berbeda-beda karakter dan layout. Tantangan bagi tim untuk selalu menjaga performa tetap prima melalui setup yang presisi. Tiap sirkuit punya karakter sendiri yang pengaruh terhadap setup motor berdasarkan temperatur di sirkuit dan pemakaian compound ban. Banyak variable di suspensi dan elektronik dimana kesalahan kecil akan memotong potensi lap time.
Membuat kesalahan manuver saat race adalah musuh tiap pembalap tapi rasa kekuatiran yang berlebihan karena melakukan kesalahan juga sama jeleknya. Gak aneh kalau melihat pembalap-pembalap top level menenangkan pikirannya sebesar mungkin sebelum balapan. Relax dan rasa percaya diri adalah salah satu kunci untuk memenangkan pertarungan.
Rasa takut juga jadi halangan bagi pembalap dan gak ada pembalap yang tidak punya rasa takut. Hanya dibedakan dari seberapa besar si pembalap menekan rasa takutnya untuk menggeser lebih tinggi lagi ambil resiko.
Mick Doohan termasuk yang berani ambil resiko di era motor GP500. Motor yang agresif dan kadang mudah kalap hampir membuat kakinya di amputasi setelah crash berat di sirkuit Assen tahun 1992. Kemudian bangkit lagi dan mengkoleksi 5 kali juara dunia Grand Prix 500 secara berturut-turut. Tapi nasib lagi yang menentukan, tahun 1999 di sirkuit Jerez Doohan mengalami crash berat kedua kalinya. Motor mengalami highside pada kecepatan hampir 180 km/jam yang membuat banyak bagian di badannya patah. Pilihannya adalah berhenti selamanya dari balapan Grand Prix yang saat itu dimungkinkan oleh Doohan peroleh titel juara ke 6 kalinya secara berturut-turut.
Marquez diakui punya keberanian sejak awal ikut Grand Prix dimana tidak jadi masalah menekan motor sampai diujung batas. Berkali-kali juga mengalami crash dan terberatnya tumpah di trek lurus  Mugello pada kecepatan di atas 300 km/jam tahun 2013. Sangat beruntung atau boleh dibilang ajaib sekali Marquez bisa selamat tanpa cedera berat. Mungkin racesuit Alpinestars TechAir nya menolong. Tapi bisa akan lain cerita kalau terjadi yang kedua kalinya, siapa yang akan menjamin akan gak apa-apa? . Pembalap bukan seperti “man of Steel” Clark Kent.
Pembalap sebagai manusia biasanya akan berpikir ulang untuk mengurangi resiko kalau sudah mengalami cedera cukup berat. Lorenzo dan Pedrosa sudah merasakan sakit nya kalau cedera seperti apa dan yang pasti akan mempengaruhi performa juga paling buruk harus mengakhiri karir balap. Rasa takut cedera itu kadang datang menghantui disaat balapan.
Perolehan point Marquez bisa dibilang sudah terbuka lebar menjadi juara musim 2016. Dengan 50 point klasemen di depan Rossi sebagai rival terdekat cukup jadi modal. Setelah di musim 2015 mengalami masalah tehnis karena engine brake RC213V yang terlalu liar, Marquez beberapa kali crash waktu balapan. Honda RC213V sebagai the best bike di 2013-2014 dengan keunggulan dari motor lain yaitu pada seamless shift gear box menjadi susah dikontrol oleh Marquez melalui tehnik brake latenya. Power output makin besar memunculkan engine brake yang juga besar. Kontra-produktif terhadap handling motor terutama saat downshift deselerasi dari kecepatan tinggi menuju pintu tikungan. Ban belakang cenderung sliding karena putaran yang tidak sama dengan kecepatan motor. Mengakibatkan line yang dituju tidak bisa terjaga dengan tepat dan susah untuk menentukan titik belok (turn-in point). Gabungan torque sensor, slipper clutch dan seamless shift gearbox tidak mampu membantu meredam engine brake liar itu.
Motor RC213V sudah lebih baik di musim 2016 ini tapi terpaksa dimulai dengan mengikuti beberapa perubahan regulasi yaitu ECU & software yang seragam, tidak lagi hasil racikan in-house artinya perangkat elektronik pada level performa yang lebih kuno. Kemudian ditambah ban Michelin yang jelas memiliki karakter berbeda dari Bridgestone, kurangnya feedback ban depan. Seluruh pembalap mau tidak mau merubah pula gaya balapnya yang telah terbangun selama ini. Dengan perubahan cukup siknifikan itu sanggup merombak grid motogp tapi jadi terlihat atraktif dan seru dimana kemampuan satu sama lain tidak berbeda secara mencolok. Ditambah Suzuki GSX-RR maka jadi ada 4 merk yang kuat. Tahun depan dimungkinkan untuk Aprilia dan KTM bergabung di top level club.
Sepertinya titel juara musim balap motogp 2016 sudah terlihat di ufuk oleh Marquez. Misalkan pada seri selanjutnya berjalan lancar, tidak terjadi hal siknifikan, Marquez memboyong untuk ketiga kalinya menyamai Lorenzo.
Kepindahan Vinales ke Yamaha Movistar di 2017 bisa jadi memberi alarm kepada segenap pembalap top level. Tapi dengan berubahan regulasi apakah masih tetap berlaku atau relevan konsep pembalap “aliens” itu?. Karena sekarang performa motor lebih merata dari sebelumnya. Demikian wassalam dan salam sejahtera.
 
Iklan

2 thoughts on “Apakah titel juara musim balap motogp 2016 sudah terlihat oleh Marquez di cakrawala?

    are wege said:
    September 9, 2016 pukul 4:15 pm

    Cukup finish di podium , misano cukup mengamankan point di kejuaaraan

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s