Geng ijo Ninja masih menguasai seri WSBK 2016

Posted on Updated on

WSBK Laguna Seca 2016 Crash.Net

Laguna Seca Corkscrew WSBK

Balapan WSBK musim 2016 sudah berjalan sembilan seri dan masih tersisa empat seri lagi atau 8 x race. Peta kekuatan tetap dikuasai oleh pasukan Ninja ZX-10R dengan perolehan point klasemen Jonathan Rea 368 dan Tom Sykes 322. Red Ducati 1199R Panigale dengan pembalap Chaz Davies berada di posisi ke tiga dengan angka 260.
Jauh perbedaan point nya perlu upaya sangat keras mengejar Tom Sykes kalau Chaz Davies ingin mendapat posisi runner-up di akhir musim. Dan perlu dibantu beberapa kesalahan teknis pasukan ijo itu tentunya.
Jonathan Rea maupun Tom Sykes memang kuat sejak awal musim balapan juga di ikuti oleh performa balap Chaz Davies dengan berhasil meraih double win race sau dan dua di sirkuit Aragon dan Imola. Tapi kemudian jadi menurun tidak konsisten hanya dengan meraih posisi ketiga di race satu atau race dua dengan itu perolehan point semakin ketinggalan.
Di sirkuit ikonik Laguna Seca setelah gagal karena crash di race satu Davies menjaga pacenya supaya tidak melakukan kesalahan lagi dan berhasil masuk ke posisi podium tiga. Davies juga crash sebelumnya di sirkuit Donington Park dan Misano. Kesalahan demi kesalahannya itu keinginan tim Ducati Corse menjadi juara WSBK ke 15 kali musim 2016 ini masih susah diwujudkan.
Motor 1199R Panigale sebenarnya sudah kompetitif dari faktor power output L-twin engine superquadro (oversquare) dengan topspeed yang menyaingi ZX-10R. Dorongan torsi kuat setiap akselerasi keluar corner meskipun engine superquadro ini memakai stroke ultra pendek. Tapi masifnya bore piston dan klep intake memungkinkan cylinder pressure dibangun jadi banyak untuk menciptakan ledakan besar (big-bang). Mungkin tinggal menjaga konsistensi Chaz Davies pada setiap balapan saja.
Kedigdayaan geng ijo bukan berarti tidak ada rivalitas antara kedua pembalap. Sykes mulai kokoh mengancam dan overtake Rea sejak di sirkuit Chang, Aragon dan Sepang. Dengan strategi menekan dari belakang yang kemudian memancing Rea melakukan kesalahan mengambil titik pengereman (brake marker) dan harus melebar (overshoot) masuk tikungan. Kemudian menjaga pace nya tetap tinggi dan minimum error supaya mempersulit Rea melakukan overtaking. Tom Sykes juara WSBK 2013 berbeda gap 46 angka dari Rea masih punya kesempatan untuk ambil point klasemen di sisa 8 race kedepan.
Improvisasi Ninja ZX-10R 2016 memang terbukti menambah kekuatan dari motor rival. Akselerasi lebih cepat keluar tikungan dan handling motor lebih tajam. Perubahan bobot crankshaft lebih ringan membuat manuver berbelok semakin cepat dan gesit dengan sedikit usaha. Crankshaft ringan mengurangi efek giroskopik dan engine revving makin cepat. Regulasi FIM WSBK tidak perbolehkan perubahan crankshaft lebih ringan 5% dari bobot crankshaft standard bawaan pabrik. Crankshaft ZX-10R 2016 standard sanggup mengurangi inertia force sebesar 25%. Piston terbaru dengan skirt lebih pendek memberi bobot 5 gram lebih ringan dari piston sebelumnya. Juga pada peningkatan volume airbox dari 8 liter di motor sebelumnya menjadi 10 liter memberi efek naik nya efisiensi volumetrik (VE) pada putaran atas karena makin bertambah cepat airflow ke dalam cylinder.
Regulasi FIM WSBK secara ketat membatasi pemakaian komponen seperti throttle body, injector, airbox, cylinder head berikut valve train, piston, crankshaft yang semua itu harus homologasi atau bawaan dari pabrik. Kecuali profil camshaft boleh lebih tinggi maupun juga menaikkan rasio kompresi statik piston. Dengan aturan itu pabrikan berlomba improvisasi performa motor supersport 1000cc nya supaya lebih powerful sejak keluar dari dealer motor. Konsekwensinya motor makin ngak lagi nyaman di jalan raya, high-revving dengan powerband bergeser di rpm lebih tinggi.
Selain Kawasaki dan Ducati, pabrikan BMW, Aprillia, Yamaha dan MV Agusta sudah meningkatkan komponen dan design engine supaya menyemburkan power output lebih besar dari sebelumnya, klaim 200 hp (at the crankshaft) keadaaan standard. Kecuali Honda dan Suzuki masih menahan motor terbarunya yang akan di rilis untuk tahun 2017.
BMW S1000RR sebagai motor tertinggi topspeednya dibawa oleh Jordi Torres berada di urutan 7 point klasemen. BMW sudah berlaga di WSBK sejak tahun 2010 tapi masih belum berprestasi dan memang harus berani rekruit pembalap top level. Sayangnya pabrik Bavarian Motoren Werke ini kurang semangat untuk kasih support.
Urutan ke 8 ditempati oleh Leon Camier dengan MV Agusta F4 RR dalam beberapa race meraih hasil cukup bagus. Ada progres nyata yang dibuat oleh “lone wolf” alias pemain tunggal ini meskipun masih sedikit. 
Meskipun termasuk tua dan sedikit kurang horsepower Honda CBR1000RR dibawa oleh Michael Van De Mark dan Nicky Hayden menempati posisi bagus klasemen 5 dan 6. Sebenarnya performa Honda CBR1000RR cukup baik kalau dilihat dari basic komponen dan parameter engine. Bore 76mm x 55,1 mm relatif sama dengan Ninja ZX-10R bore 76mm x stroke 55mm. Mungkin di ukuran throttle body diameter 46 mm sedikit lebih kecil dari throttle body ZX-10R memakai diameter 47 mm.
Membuat performa engine CBR1000RR menjadi sama dengan ZX-10R mudah aja. Tapi kemungkinan Honda akan me rilis motor terbaru spesial full untuk balap WSBK seperti yang telah diberitakan di MCN. Sama seperti di era awal balapan WSBK akhir 1980 dan selama 1990 an dengan motor production racer Honda VFR750R-RC30 dan RVF750R-RC45 V4 engine. CBR1000RR akan tetap dibiarkan menjadi motor jalan raya (street-bike)
Sebaliknya motor juara 3 kali WSBK musim 2010, 2012 dan 2014 Aprilia RSV4R Factory sejak ditinggalkan tim pabrikan menjadi terpuruk di urutan 9. Padahal musim balap 2015 pembalap Inggris Leon Haslam bisa membawa sampai pada urutan 4 klasemen. Motor juara tapi bukan dibawa oleh pembalap handal juga tidak di support oleh pabrik akan susah mencapai hasil membanggakan.
Nicky Hayden finish ke tiga di home race nya Laguna Seca. Meskipun lebih pada karena pembalap Ducati di depannya mengalami crash. Menurutnya ini bukanlah club racing yang mudah, banyak pembalap yang tidak mudah dikalahkan dan semuanya ingin menang.  
Hubungan dengan HRC sangat penting untuk mensupport balapan WSBK pada musim balap selanjutnya. Hayden dihadapi tantangan untuk mempelajari karakter sirkuit Lausitzring German seri ke 10. Walupun masih belum tahu apakah pace nya akan kompetitif. Tim mempersiapkan brake caliper terbaru yang dipasang ke motor dan juga melakukan set-up chassis.
Alex Lowes dengan tim Factory Yamaha masih belum bisa memberi prestasi secara mantap dengan berada di urutan 11. Apa lagi dengan cedera di alami teammate nya juara dunia WSBK 2014 Silvain Guintoli. Belum satu pun kemenangan di raih tim Yamaha factory sejak partisipasi lagi di WSBK tahun ini. Untuk persiapan balapan setelah summer break tim Yamaha melakukan set-up chassis geometry untuk meningkatkan performa masuk dan akselerasi keluar corner.

Yamaha R1M Alex Lowes P Island

Alex Lowes Yamaha YZF-R1M 90 degree cross-plane crankshaft. Topspeed mirip dengan Kawasaki ZX-10R

Satu-satunya motor di grid yang memakai engine 90 degree crossplane-crankshaft uneven firing order atau pengapian tidak beraturan. Meskipun di prediksi sebelumnya oleh Josh Brooke ex pembalap Yamaha R1M bahwa isue kurangnya topspeed di balapan WSBK akan muncul. Ternyata lihat dari topspeed yang dicapai tidak berbeda banyak dengan Kawasaki ZX-10R engine konvensional 180 degree flatplane crankshaft. Yamaha YZF-R1M tetap mempunyai potensi meraih point lebih baik lagi.
Berlainan dengan hingar-bingarnya motogp di Indonesia, balapan WSBK dan supersport kurang ada greget. Mungkin karena ngak diliput secara live oleh TV. Tapi bagi penggemar balap motor dan juga performanya ajang ini sangat menarik untuk diikuti Bro, selalu ada kejutan dibuat oleh pembalap-pembalap handal tingkat dunia. Demikian wassalam dan salam sejahtera.
Point klasemen sementara setelah 9 seri
1. J. REA KAWASAKI 368
2. T. SYKES KAWASAKI 322
3. C. DAVIES DUCATI 260
4. D. GIUGLIANO DUCATI 185
5. M. VAN DER MARK HONDA 185
6. N. HAYDEN HONDA 173
7. J. TORRES BMW 155
8. L. CAMIER MV AGUSTA 110
9. L. SAVADORI APRILIA 110
10. X. FORÉS DUCATI 97
11. A. LOWES YAMAHA 94
12. M. REITERBERGER BMW 68
13. R. RAMOS KAWASAKI 60
14. S. GUINTOLI YAMAHA 58
15. J. BROOKES BMW 58
16. A. DE ANGELIS APRILIA 56
Iklan

2 thoughts on “Geng ijo Ninja masih menguasai seri WSBK 2016

    Supono Wahyudi said:
    Agustus 20, 2016 pukul 4:42 pm

    Kawasaki is de bes Pak
    stabil dari seri ke seri

    Suka

      ArenaSepedaMotor responded:
      Agustus 20, 2016 pukul 4:55 pm

      Iya Pak ..mantap. Kemungkinan besar jdi juara musim lgi

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s