Performa all-new CBR250RR akan seperti apa?

Posted on Updated on

Honda CBR250RR 2017 A
Honda CBR250RR terbaru yang ditunggu penggemar lightweight sportbike khususnya di tanah -air makin jelas tampilannya. Tidak diragukan design headlamp double stack dengan sudut yang tajam memberi kesan sangat keren. Cukup luarbiasa langkah dari rumah design Honda mewujudkan bentuk body motor seperempat liter ini.
Knalpot atau silencer ganda model menumpuk mirip dengan Ducati 959 Panigale. Demikian pula Upside down fork dan aluminium swingarm menaikan value memberi kesan “supersport look” motor-motor 600 cc. Terlihat rider triangle yang agak bungkuk, race crouch position juga seperti motor supersport 600 cc. Diluar perkiraan saya Honda yang mengutamakan kenyamanan berkendara kemudian memutuskan riding position yang lebih menunduk di motor anyar ini.
Pertanyaannya mengapa Honda berani mengambil terobosan ini diatas sportbike Honda lainnya yang memiliki displacement engine yang lebih besar? Seperti CBR1000RR, CBR600RR atau CBR650F. Motor-motor sport itu masih belum mengalami perubahan bentuk. All- new CBR1000RR akan muncul di tahun 2017. Hanya dari bentuk hasil speculative render masih kalah keren. Mudah-mudahan tampilan realnya memiliki aksen kuat seperti CBR250RR.  
CBR600RR diberitakan tidak akan mengalami pembaharuan alias discontinued dari peredaran menyangkut aturan emisi dan noise Euro 4 yang makin ketat dan ongkos produksi yang juga makin tinggi. CBR650F masih dengan bentuk fairing model lama juga telescopik fork dengan maksud lebih ekonomis. Jelas CBR250RR unggul dalam penampilan.
Alasan Honda sepertinya terkait kepada masih lesunya perekonomian global sejak krisis 2008. Amerika masih belum bisa membangkitkan economic growth nya. Hutang Uncle Sam sudah lebih besar dari GDP yaitu hampir 20 trilyun dollar. Demikian pula negara-negara Eropa terlilit hutang dalam jumlah siknifikan besar dari banker raksasa. Problem itu akan memberi pengaruh daya beli masyarakat terhadap sportbike premium dengan engine displacement 600 cc keatas. Honda melihat pangsa pasar motor sport 350 cc kebawah tetap akan mempunyai daya tarik khususnya di Asia dan India. Jadi tidak salah untuk mengambil hati calon pembeli di kelas itu.
Data teknis sudah dirilis oleh AHM hanya peak power dan peak torque yang belum. Kira-kira akan seperti apa performanya?
Kompresi statik piston di 11,5 :1 mirip dengan Yamaha R25. Perkiraan saya sebelumnya kompresi statik di 12:1 ke atas dan tentunya harus meminum RON 95. CBR250RR bisa memakai BBM RON 91 tapi tidak disarankan dibawah itu demi keawetan engine terutama saat temperatur udara sedang tinggi. Detonasi atau ngelitik adalah musuh utama engine yang dapat setiap saat bikin rontok. 
Bore 62 mm x stroke 41,4 mm, yang artinya short stroke, oversquare atau overbore. Engine bisa happy revving menyentuh putaran tinggi. Karena mean piston speed sekitar 19.3 meter/detik pada putaran redline 14000 rpm. Masih dalam zona aman.
Bore yang lebih besar memberi keuntungan dapat memakai ukuran klep intake/ex yang besar. Dengan itu airflow yang masuk ke ruang bakar (combustion chamber) akan lebih cepat dan banyak untuk menghasilkan cylinder pressure optimal di putaran tinggi. Efisiensi volumetrik (VE) di set tercapai di putaran atas dimana torsi puncak berada, mungkin 10500 atau 11000 rpm. Kebalikannya pada putaran rendah ke tengah akan tidak efisien, airflow menjadi defisit karena tidak dapat bergerak masuk dengan cepat akibat ukuran klep yang terlalu besar. Cylinder pressure tidak terlalu banyak terbangun di rpm rendah artinya ledakan piston tidak menciptakan torsi yang kuat untuk disalurkan. Memang tidak bisa mendapatkan keuntungan dari keduanya sekaligus kecuali mengaplikasi Variable Valve Timing dimana bukaan klep bisa di advance maupun di retard mengikuti rpm. Torsi mulai kuat dari rpm bawah sampai atas.
Dengan disebutkan CBR250RR parallel twin Cylinder engine sudut crankshaft 180 derajat mirip dengan Ninja 250 FI dan Yamaha R25. Karena gerak kedua piston bergantian primary force yang ditimbulkan menjadi rendah. Counterweight balancer atau bandul bisa lebih ringan mempengaruhi masa yang berputar resiprokal (reciprocating mass). Artinya memungkinkan engine spin lebih tinggi.
Gimana dengan power puncak CBR250RR ?
Asumsi saya sekitar 2-3 hp di atas power puncak Yamaha R25 yaitu 38-39 hp at the crank pada putaran sekitar 13000 rpm, redline di 14000 rpm (seperti yang diberitakan). Power puncak Yamaha R25 36 hp @12000 rpm (sesuai advertisement). Syukur kalau peak power CBR250RR bisa lebih mencapai 40 hp at the crank. Hanya perlu diperhatikan seperti yang dijelaskan diatas power dan torsi puncak bergeser di rpm semakin tinggi akan juga makin melemahkan torsi di putaran bawah ke tengah yang diperlukan untuk akselerasi cepat motor dari keadaan berhenti maupun roll-on. Terutama di dalam kota yang padat lalu-lintas banyak stop n go. Peak power 45 hp di crankshaft kurang realistik untuk motor 250 cc 2 silinder pemakaian jalan raya.
Sebagian orang mungkin senang dengan karakter engine high revving dengan powerband yang muncul diputaran atas seperti motor balap. Tapi yang lainnya lebih memilih engine yang road oriented. Motor nyaman untuk dipakai harian di jalan raya dengan dorongan torsi yang tidak terlalu lemot dari putaran low end ke mid. 
Rider triangle dengan posisi yang lebih bungkuk memberikan center of gravity lebih mantap. Akan sedikit mudah dan cepat melakukan manuver misalkan pindah jalur ataupun flip-flop kiri ke kanan atau sebaliknya, juga ketika cornering.
Misalkan riding position ingin lebih tegak (upright) mungkin nanti bisa disiasati dinaikan dengan aftermarket handle bar raiser juga rearset atau foot pegs yang lebih rendah supaya sudut kaki tidak terlalu menekuk.
Dengan basis oversquare short stroke engine akan memudahkan CBR250RR di modif ke level yang lebih agresif. Spek balap untuk trackday ataupun balapan Kejurnas nantinya.
Bagi pemilik CBR250R tahun sebelumnya akan “still going strong” dengan single cylinder. Kalau ada dana lebih di bore-out menjadi 305 cc dan memakai profil camshaft sedikit radikal. Naikan kompresi statik piston misalkan 1 point, Cyl head porting maka power dan torsi bertambah di putaran tengah – atas. Demikian ulasan singkat ini.
Wassalam dan salam sejahtera.
 
Iklan

4 thoughts on “Performa all-new CBR250RR akan seperti apa?

    are wege said:
    Juli 26, 2016 pukul 3:07 pm

    Motor yg dinantikan para biker dunia

    Suka

      ArenaSepedaMotor responded:
      Juli 26, 2016 pukul 10:47 pm

      Tinggal tunggu pemain baru lainnya… Ninja 250 4 silinder

      Suka

        are wege said:
        Juli 27, 2016 pukul 8:48 am

        Kayanya rival pada SULIT kalo head to head dengan honda ya.. , pasti lari ke cc , atw jumlah silinder dah.

        Suka

        ArenaSepedaMotor responded:
        Juli 27, 2016 pukul 10:03 am

        Pengen segera tau juga kira-kira berapa power puncak real nya. Apa di atas jauh dari Yamaha R25 misalkan 5 hp atau hanya 2-3 hp?

        Kalau benar di atas 5 hp sepertinya engine udh sangat high revving Pak. Kemungkinan torsi lemot di rpm bawah ke tengah, baru mulai nendang sekitar 8000 rpm.

        Artinya Honda yang biasanya main di power output dibawah motor rival-rival nya, dg tujuan membuat motor tetap rideable atau nyaman dan efektif di jalan raya. pada case All-new CBR250RR ini Honda mencoba lain yaitu menempatkan peak power di putaran atas supaya lebih unggul dari pesaing di kelasnya. Hanya kemungkinan motor menjadi kurang rideable lgi.

        Contoh di kelas supersport 600 cc, Honda CBR600RR power output paling kecil dibandingkan Yamaha YZF R6 dan Ninja ZX-6R yang lebih high revving. CBR600RR walaupun peak power paling kecil, torsi di putaran tengahnya lebih mengisi, motor jadi lebih nyaman dan cepat akselerasi di jalan raya dari yg lain.

        Kalau memang power puncak lebih besar dan di rpm yng lebih tinggi pastinya CBR250RR akan jadi pemenang. Juga dari faktor penampilan, fitur dll.

        Pertanyaannya apakah CBR250RR akan tetap mudah dan nyaman dikendarai di jalan raya dg karakter engine powerband seperti itu nantinya?

        Saya pikir kalau menyangkut performa dan teknologi, semua motor sama aja. Pabrik bisa mengaplikasi semua teknologi paling baru tapi harga jual akan jdi lebih mahal. Contoh kelas 1000 cc keluaran terbaru semuanya makin canggih seperti kelas hypersport Ducati 1299, Kawa ZX-10R, Aprlia RSV4, BMW S1000RR terus kelas naked bike BMW S1000R, Yam MT-10. Semua motor-motor anyar itu udh canggih. Yang kelas hypersport dipasang Inertial Measurement Unit (IMU) yg fungsinya sama dg Inertial Platform di motogp.

        Jdi tinggal dari pabriknya aja apa mau pasang peralatan canggih dan membuat engine yang semakin karakter balap high revving di motor kelas 250cc – 300cc.

        Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s