2017 Honda CBR250RR 45 hp 14000 rpm redline, apakah tetap nyaman untuk city riding?

Posted on Updated on

Honda CBR250R 1990 Motorcyclespec

1990 Honda CBR250RR 4 cylinder

Pengendara motor khususnya Honda di tanah air tidak lama lagi akan diberikan sosok sportbike baru yaitu all-new CBR250RR. Seperti yang sudah terlihat sedikit di teaser nya, tampilan body memiliki sudut lekukan yang tajam. Kalau memang benar-benar identik seperti yang dipamerkan pada Tokyo Motor Show 2015 maka CBR 250 cc ini bernuansa sport futuristik sekaligus eksotik. Dengan bentuk seperti itu mungkin akan menonjol diantara kerumunan sportbike 250cc merk lainnya di sini.
Dilengkapi upside down fork dan aluminium swingarm menambah value seperti halnya motor supersport 600cc. Hanya mungkin Honda tetap mengutamakan kenyamanan berkendara dengan rider triangle yang tegak (upright). Tidak seperti umumnya motor supersport 600 cc yang sangat bungkuk, racing crouch style.
Motor CBR250RR terbaru ini mungkin tidak mewarisi engine 250cc 4 silinder “screamer” tahun 90 an yang sanggup menjerit menyentuh 18000 rpm!. Diberitakan engine 2 silinder parrarel masuk zona redline di 14000 rpm dan menyalurkan power output puncak 45 hp!. Tapi tidak jelas apakah ukuran peak power tersebut at the crankshaft atau at the back wheel?
Seandainya power puncak CBR250RR terbaru tahun 2017 mencapai 45 hp at the wheel tentu cukup luarbiasa istimewa karena mirip mendekati power output Honda NSF250R moto3 yaitu 48 wheel hp di putaran 13000 rpm. Hanya untuk mencapai itu harus menggunakan engine parts ber kualitas tinggi dan parameter yang juga berbeda sepenuhnya dengan parameter untuk penggunaan di jalan raya. Profil camshaft yang radikal, diameter klep in/ex lebih besar, valve lift in/ex dengan bukaan yang tinggi, throttle body ber-ukuran besar, kompresi statik piston yang mungkin mencapai 13:1 dan seterusnya. Moto3 Honda NSF250R dan KTM RC250R memiliki kompresi rasio di 13.5:1-14.5:1. Kompresi statik tinggi berarti membutuhkan BBM ber-oktan tinggi pula supaya efisiensi pembakaran selalu terpenuhi dan terhindar dari detonasi.
Karakter powerband yang muncul di putaran tinggi mengharuskan engine tetap revving apabila ingin akselerasi cepat keluar dari tikungan. Dari keadaan stop di lampu merah rider perlu slip kopling dan membuat engine spin terlebih dulu di putaran tengah untuk membangun torsi supaya dapat meluncur cepat. Torsi dari rpm rendah ke tengah lemot, kurang daya dorong. Engine akan batuk-batuk dan stall kalau dipaksa buka gaz lebar di rpm rendah.
Situasi di jalan raya yang padat lalu-lintas dan banyak stop n go pastinya akan menghambat manuver motor dengan karakter race engine seperti moto3. Tidak efisien dan tepat guna kecuali engine mengaplikasi variable valve timing seperti Suzuki GSXR1000 terbaru tahun 2017 akan datang. Variable valve timing menyediakan torsi yang mulai menendang dari putaran bawah sampai ke atas. Valve timing yang berubah menjadi advance atau retard mengikuti putaran engine, best of both world.
Engine parts kualitas tinggi untuk menunjang power output besar dan high revving sudah pasti tidak murah dan akan mempengaruhi harga jual. Demikian pula dengan masa kerja engine yang menjadi lebih pendek durasinya.

Honda-CBR250RR 2017 Tokyo Motor Show

Honda CBR250RR concept Tokyo Motor Show 2015. 

Anggap saja power 45 hp at the crankshaft dan tercapai di putaran lebih dari 13000 rpm. Yang kalau di reduksi dengan asumsi 15% maka power at the wheel menjadi sekitar 38.25 hp. Max power output tetap menakjubkan paling besar di antara power puncak motor 250cc merk lainnya yang ada sekarang ini. Tapi bisa jadi akan kecewa, biasanya angka real setelah di dyno lebih kecil dari angka advertised dari pabrik. Power puncak 45 hp (at the crank) pada putaran tinggi dipastikan perlu engine parts spek tinggi pula kalau tidak ingin muncul problem.
Perlengkapan performa tinggi lainnya seperti slipper clutch apakah nanti sudah dilengkapi seperti Ninja 300 dan KTM Duke 250. Tapi apa benar bermanfaat slipper clutch itu?
Di lintasan sirkuit peranan slipper clutch diperlukan untuk meredam gejala ban belakang meloncat saat deselerasi down shift dari kecepatan tinggi. Untuk pemakaian di jalan raya sepertinya tidak begitu perlu.
Kembali ke engine yang berkarakter high revving apakah akan nyaman jalan-jalan di dalam kota?
Pastinya tidak nyaman tapi siapa takut, asalkan bawanya jangan pas ketemu macet panjang, kasian engine nya.
Walhasil all-new Honda CBR250RR akan meramaikan jajaran motor di kelas light weight supersport 250cc Indonesia. Memancarkan pantulan bayangan dari lekukan yang cukup eksotik dan bentuk body sport futuristik akan membuat happy setiap ridernya. Kita tunggu saja apa benar-benar 45 hp atau sekedar janji marketing. Jangan-jangan hanya naik 2-3 hp di atas power puncak Yamaha YZF R25.
Kepada rekan pembaca terhormat, saya mengucapkan selamat Hari Raya Iedul Fitri 1437 Hijriyah. Minal aidin wal faidzin. Mohon maaf lahir dan batin.
Iklan

41 thoughts on “2017 Honda CBR250RR 45 hp 14000 rpm redline, apakah tetap nyaman untuk city riding?

    abaydmz said:
    Juli 14, 2016 pukul 6:18 pm

    Berusaha dinyamankan om. Tapi menarik jg nih sejauh mana daya tarik melawan r25 dan ninja 250

    Suka

      ArenaSepedaMotor responded:
      Juli 14, 2016 pukul 6:48 pm

      Kalau memang bener sama dg yg ada di Tokyo Motor Show, pandangan sy all-new CBR250RR ini lebih keren Pak, dibanding dengan CBR1000RR tahun 2017 yg ditampilkan MCN berdasarkan speculative render.

      Juga power max engine misalkan benar 45 hp at the crankshaft, pasti sedikit lebih berdaya dari motor sport 250cc saingan lainnya.

      Suka

        abaydmz said:
        Juli 14, 2016 pukul 6:52 pm

        itu 45hp palingan klo dimaksimalkan. Versi jalanan kisaran 35an di crank jd bisa aja 30an. Klp langsung maksimal ga bakal ada penyegaran produknya donk om. Palingan jd limited edition

        Suka

        abaydmz said:
        Juli 14, 2016 pukul 6:53 pm

        itu 45hp palingan klo dimaksimalkan. Versi jalanan kisaran 35an di crank jd bisa aja 30an. Klp langsung maksimal ga bakal ada penyegaran produknya donk om. Palingan jd limited edition yg kisaran 200unit saja.

        Suka

        ArenaSepedaMotor responded:
        Juli 14, 2016 pukul 7:04 pm

        Iya pak, sepertinya begitu. Real power nya mungkin diatas sedikit atau ekpektasi terendahnya sama dg Yamaha R25

        Suka

    are wege said:
    Juli 14, 2016 pukul 11:47 pm

    Fitur di atas competitor.. harga diatas competitor..
    Sesuai dengan kelasnya..
    Motor tidak layak di pakai harian di jalan ramai ,and macet

    Disukai oleh 1 orang

      ArenaSepedaMotor responded:
      Juli 15, 2016 pukul 8:21 am

      Mudah-mudahan motor tetap road-oriented, bukannya race-oriented. Jadi akan nyaman dibawa di jalan raya.

      Suka

        are wege said:
        Juli 15, 2016 pukul 9:40 am

        Pak gak bahas, motogp nih?? Minggu ini seri sanchering

        Suka

        ArenaSepedaMotor responded:
        Juli 15, 2016 pukul 9:56 am

        Akan Pak, tunggu habis balapan supaya keliatan hasilnya

        Suka

        are wege said:
        Juli 15, 2016 pukul 10:02 am

        Prediksi siapa nih pak ? Podium

        Suka

        ArenaSepedaMotor responded:
        Juli 15, 2016 pukul 10:15 am

        Prediksi Marquez, Pedrosa, Rossi . Mudah-mudahan akan seru dan ada fight.

        Ban Michelin diuji ketahanannya di Sachsenring. Terutama grip di bagian pinggirnya (edge), apakah bisa lengket dan tahan seperti Bridgestone pas miring lama di bagian sisi kiri.

        Suka

        are wege said:
        Juli 15, 2016 pukul 10:23 am

        Michelin bawa ban baru asimetris.. aprilia bawa swing arm baru,, masalah power aprilia belum terselesaikan

        Suka

        ArenaSepedaMotor responded:
        Juli 15, 2016 pukul 10:34 am

        Sama seperti Bridgestone sebelumnya juga asimetrik karena tikungan ke kiri lebih banyak dan panjang. Yg diuji grip ban Michelin apakah akan ada problem pas balapan.

        Aprilia masih riset mencari power puncak yg tepat dan power delivery yg gak agresif. Disesuaikan dg elektronik dan chassis.

        Suka

        are wege said:
        Juli 15, 2016 pukul 10:36 am

        Bagaimana dengan REPSOL hrc .. apakah udh ada peningkatan?? ..

        Suka

        ArenaSepedaMotor responded:
        Juli 15, 2016 pukul 11:01 am

        Repsol Honda sebelumnya gak ada masalah di sachsenring yg ada tikungan high flowing kecepatan sedang dan tinggi gir 3,4 dan 5. Di tikungan seperti itu engine akan berada di putaran tengah-atas dimana torsi RC213V kuat. Lain kalau harus akselerasi dari rpm low ke mid seperti exit tikungan kecepatan rendah dg gir 1 atau 2, motor akan sedikit lambat dari yg lain.

        Yang akan jdi perhatian juga adalah tikungan kanan 11 waterfall yg spektakuler. Disini pembalap di uji dg ban Michelin. Karena kalau sedikit kesalahan resiko ban depan kehilangan grip dan crash dlm kecepatan tinggi. Faktor distribusi berat, riding position, modulasi pengereman, seberapa banyak bukaan throttle akan penting pas lewat tikungan 11 itu.

        Suka

        ArenaSepedaMotor responded:
        Juli 15, 2016 pukul 11:40 am

        Tikungan 11 kanan kecepatan tinggi jdi perhatian pembalap karena bagian pinggir ban sebelah kanan dalam keadaan lebih dingin stelah motor miring melewati tikungan kiri yg cukup panjang. Grip ban akan menurun apabila temperaturnya jga turun. Disini ban Michelin akan diuji

        Suka

    are wege said:
    Juli 15, 2016 pukul 10:39 am

    Maaf ni pak ,melenceng dari topik artikel.. ane sering baca di blog2 automotif ,, para bikers saat ini memakai oli sesat UNTUK motor matic nya, dgn oli mobil, seperti castrol magnetec, fastron techno Dan fastron gold.. shell helix .

    Bagaimana menurut anda pak? Saya juga jadi penasaran ingin mencoba, .. cuma recommendation oli dari PABRIKAN motor saya , itu sae 10w30

    Suka

      ArenaSepedaMotor responded:
      Juli 15, 2016 pukul 11:20 am

      Engine motor 4 tak prinsip kerjanya nya sama dg engine mobil 4 tak. Hanya oli mobil ada aditif melapisi bagian dalam supaya lebih licin. Oli mobil ini gak bisa untuk motor yg oli gearboxnya digabung dg engine. Konsekwensinya kopling akan slip.

      Karena motor matic oli engine nya terpisah dg oli transmisi, maka bisa memakai oli mobil.

      Oli bisa pakai yg semi-synthetic utk daya tahan ektra dan tingkat ke awetan. SAE disamakan.

      Tapi sy belum pernah test Pak.

      Suka

      abaydmz said:
      Juli 21, 2016 pukul 6:13 pm

      Saya lebih sesat om. Ganti vario jadu beat esp yg baru tak cekokin pakai fastron full synthetic 0w50. udah sampai 7rb km skrg.

      Suka

        are wege said:
        Juli 22, 2016 pukul 5:27 am

        Fastron dipakai sampai limit brp?? ,,
        Batas maksimal kilometer

        Suka

        abaydmz said:
        Juli 25, 2016 pukul 10:18 am

        Skrg udah masuk 7rb km om. target sih target 15rb km.

        Suka

        are wege said:
        Juli 22, 2016 pukul 5:29 am

        Harga berapa fastron full synthetic

        Suka

        abaydmz said:
        Juli 25, 2016 pukul 10:19 am

        Dpt di spbu daerah jalan otista jakarta timur kena 172rb per liter

        Suka

        are wege said:
        Juli 25, 2016 pukul 4:54 pm

        Lumayan juga ya harganya. Nyobain fastron gold aj deh nanti

        Suka

        ArenaSepedaMotor responded:
        Juli 22, 2016 pukul 10:11 am

        Oli fully synthetic memang paling top. Lebih kuat mengurangi friksi dlm keadaan panas tinggi jdi bisa lebih jauh jga interval ganti olinya.

        Suka

        abaydmz said:
        Juli 25, 2016 pukul 10:21 am

        Yg pnya pertamina susah dptnya om. Itu fastron fully synthetic bahan dasarnya PAO jd ya cukup adem dibanding pake fastron gold 5W30 dan lebih awet. Olinya. Berkurang sedikit sampai kisaran 4500km tinggal tambah dikit aja. Soalnya beat skrt pake 0.7liter jd masih ada 0.3ltr sisa bisa buat tambahin. Yah target bisa 15rb km om

        Suka

        are wege said:
        Juli 25, 2016 pukul 4:58 pm

        Gak memuai y, olinya kalo sampe 12rb km.. kalo berkurang riskan juga

        Suka

        abaydmz said:
        Juli 25, 2016 pukul 8:15 pm

        kalau silindernya beat masih konvensional ga terlalu banyak nguap. Tp yamaha soul gt saya pernah coba yg diasil 3500km udah mulai habis setengah dari stik oli

        Suka

        ArenaSepedaMotor responded:
        Juli 25, 2016 pukul 10:47 am

        Oli synthetic biasanya memang pakai PAO…tapi saran sy ganti oli di 12000 km aja Pak. kalau engine dipake agak berat, ganti oli di km lebih pendek lgi. Sayang engine….sayang engine…. 😀

        Shell Advance Ultra fully synthetic jg bagus. Harga sepertinya gak beda banyak dg Fastron.

        Suka

        abaydmz said:
        Juli 25, 2016 pukul 10:48 am

        masih enak fastron om, yang 0w50 heheh

        Suka

        ArenaSepedaMotor responded:
        Juli 25, 2016 pukul 10:57 am

        O gitu siip, boleh jga nanti dicoba. Yg angka SAE 50 bagus utk di cuaca ekstrim panas seperti di Indonesia. Apa lagi sering kena macet

        Suka

        abaydmz said:
        Juli 25, 2016 pukul 10:58 am

        iya om, tp kalau pakai ini siap gugur garansi mesin ya om. itu kata kuncinya 😀 krn bukan oli rekomendasi pabrik. Bagi saya sih berani, yg ngeri itu masalah garansi kelistrikan aja. repot masalah kelistrikan terutama sensor2 injeksi

        Suka

        ArenaSepedaMotor responded:
        Juli 25, 2016 pukul 11:11 am

        Dulu pas selesai indreyen (brake in) engine motor udh pake fully synthetic. Jdi pas jadwal servis ke bengkel oli gak diganti. Sejak 3 th lalu, sekrng di 14 ribu km.

        Hanya kemaren ganti oli walaupun jarak pemakaian km nya masih rendah tapi masa waktu pemakaian udh 6 bulan . Jdi oli sy ganti jga supaya aman Pak.

        Suka

        abaydmz said:
        Juli 25, 2016 pukul 11:30 am

        Kalau saya pas beli 0km ganti oli pabrikan sampai 200km tru ganti oli pabrikan sampai 500km trus pas km1000 lgs ganti aja fastron 0w50 sampai skrg km 7680 (skrg). Jd target sampe 10rb lm ganti baru deh selanjutnya target 12rb Atau 15rb km mengingat interval servis plus ganti oli manual beat esp itu tiap 4rb km om.

        Suka

        ArenaSepedaMotor responded:
        Juli 25, 2016 pukul 12:05 pm

        Iya bener Pak, Sy pas habis brake-in engine di 1500 km langsung ganti fully synthetic. Sejak itu sampai skrng udh 3 x ganti oli. Hanya ya itu walaupun jarak km masih rendah tetap ganti kalau masa pakai oli nya udh masuk 6 bulan.

        Disukai oleh 1 orang

        abaydmz said:
        Juli 25, 2016 pukul 12:06 pm

        Kalau ga dipakai atau belun sampai wktnya tp mendekati 6bln sarannya memang begitu om

        Suka

        ArenaSepedaMotor responded:
        Juli 25, 2016 pukul 12:13 pm

        Siip

        Suka

    bagggong said:
    Juli 18, 2016 pukul 4:46 pm

    om, artikel motogp nya ane tunggu

    Suka

    Mbok Meka said:
    Agustus 5, 2016 pukul 11:03 am

    Kalau dari spesifikasi mesin nya, power ngga akan beda jauh dgn 250cc lainnya dalam kondisi standar. Ngga akan tembus 40hp on crank.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s