Semangat Rossi menguap bersama asap M1 yang overheat di Mugello 2016

Posted on Updated on

Rossi Mugello 2016
Balapan bisa di kalkulasi tapi tidak bisa di tentukan seperti apa hasil akhirnya baik oleh si pembalap sendiri maupun tim. Ada hal-hal yang mungkin bisa menjadi penyebab munculnya problem tapi luput dari perhitungan para ahli di tim. Motogp machine bukan berarti jaminan tidak akan ada kerusakan, trouble free race bike. Mungkin saat ini engine motogp bikes 1000cc adalah yang paling tinggi operasi putaran nya, revving lebih dari 17000 rpm! kalau dibandingkan dengan balapan kelas premier lainnya seperti mobil Formula 1 turbocharged dengan rpm lebih rendah.
Rossi menunjukkan bahwa di Mugello ada semangat tinggi di dirinya untuk meraih kemenangan lagi yang sudah dia impikan cukup lama. Kemenangan penuh arti di kampung halamannya. Tapi harapan memenangkan seri 6 di Mugello harus menjadi sebuah harapan lagi. Di lap ke sembilan engine M1 mengalami masalah, hilang daya dorong dan mengeluarkan asap.
Apa yang salah? Race pace nya sejak start menempel dibelakang Lorenzo membuktikan dia sanggup melepaskan semua pengetahuan dan ke ahlian balap yang telah dirangkumnya selama terjun di balapan Grand Prix 20 tahun yang lalu untuk dijadikan kekuatan tempur. Hasil qualifikasi yang mantap menempatkan pada pole position, meskipun tidak terlepas ada peranan jasa derek Maverick Vinales.
Gak diragukan ke jelian dan ketepatan JL pada bukaan gaz dan kopling yang sanggup membawanya meluncur kedepan dari posisi start. JL berupaya keras untuk mempertahankan posisi nya dengan tidak berbuat error dan itu hanya bisa dilakukan dengan ketepatan perhitungan. Melakukan deselerasi motor pada titik pengereman (brake marker) yang tepat, mengambil titik belok (turn-in point) yang pas dan berusaha membuka throttle lebih awal di mid-corner untuk akselerasi cepat keluar tikungan. Semua itu sepertinya dilakukan JL dengan baik. Tapi Rossi dibelakang Lorenzo terlihat nyaman dengan rasa percaya diri. Bukan tidak mungkin di momen yang tepat akan overtake JL.
Rossi hanya bisa menerima dengan kekecewaan dimana seri Mugello musim balap tahun ini merasa lebih siap dari tahun-tahun sebelumnya. M1 nya membuktikan ada potensi setelah perubahan mayor pada ban dan elektronik. Masih ada seri Mugello tahun depan, tapi siapa yang tahu peluangnya apakah akan lebih baik dari sekarang.
Masalah apa yang memupuskan peluang kemenangan Rossi? Prediksi awal dari pihak Yamaha engine M1 mengalami overreving secara terus menerus. Lintasan Mugello setelah garis finish mengalami perubahan contour permukaan yang agak menurun menuju tikungan satu San Donato. Pada titik itu ban belakang terangkat dari aspal sekejap dalam milidetik yang membuat engine overrevving. Rpm melewati limiter dan katanya putaran ban belakang mencapai 380 km/jam saat terangkat dari aspal. Jadi ada loncatan engine rpm cukup sinifikan dari top speed Rossi yang di tangkap speed trap yaitu sekitar 343,2 km/jam. Mungkin tekanan downforce winglet di bagian depan membuat kokoh ban depan, hanya mengangkat ban belakang saja saat melesat melewati area di lintasan tersebut. Ditambah kurangnya terpaan angin karena terhalangi menempel di belakang motor JL, radiator dan oil cooler tidak dapat bekerja efisien menjaga temperatur engine kemudian overheat.

Lorenzo MUgello 2016

Motor M1 Lorenzo ban belakang terbang diatas aspal membuat engine overrevving sekejap (twitter @tonygoldsmithgp)

Overreving bisa menjadi penyebab dimana ECU dan software sekarang tidak secanggih dan presisi seperti sebelumnya di musim balap 2015. Reaksi memutus pengapian (ignition cut) mungkin tidak secepat ECU factory sebelumnya. Meskipun engine motogp disaat era 800cc dapat berputar menyentuh sedikit lebih dari 19000 rpm!. Dengan pneumatic valves seharusnya engine 1000cc sekarang mampu toleransi kelebihan revving misalkan 1500-2000 rpm lebih tinggi. Kalau asumsi terbangnya ban belakang menyebabkan overrevving maka motor Ducati, Honda dan Suzuki pun juga mengalami.
M1 Rossi dengan engine nomer 3 relatif pada masa kerja atau pemakaian jarak tempuh yang masih sedikit. Jadi merupakan hal yang tidak biasanya engine menyerah rusak lebih awal. Anehnya engine M1 Lorenzo lebih dulu menyerah saat warm-up di hari Minggu pagi dan JL selama FP dan qualifikasi tidak menempel dengan motor didepannya seperti yang dilakukan Rossi.
Mudah-mudahan Yamaha memberitahukan apa penyebab sebenarnya walaupun belum tentu akan bersedia membeberkan rahasia dapur nya. Mungkinkah harus mengurangi rev limit misalnya 200 rpm lebih rendah yang tentunya juga mengurangi maks power? Demikian Bro sekalian wassalam dan salam sejahtera.
Iklan

12 thoughts on “Semangat Rossi menguap bersama asap M1 yang overheat di Mugello 2016

    are wege said:
    Mei 25, 2016 pukul 11:27 am

    Apakah ada peningkatan yg membaik, dengan rcv

    Suka

      ArenaSepedaMotor responded:
      Mei 25, 2016 pukul 11:48 am

      Peningkatan aksel RC213V kita lihat aja di seri berikut Catalunya. Kira-kira ada beberapa tikungan kecepatan gir dua yang memerlukan dorongan dari rpm bawah ke tengah. Misalkan engineer HRC udh perbaiki melalui mapping air/fuel ratio maka Marquez gak akan kerepotan ngejar M1 JL atau Rossi keluar tikungan.

      Suka

        ArenaSepedaMotor responded:
        Mei 25, 2016 pukul 1:02 pm

        Bisa juga malahan Marquez akan meluncur di depan kalau daya akselerasi makin baik

        Suka

    are wege said:
    Mei 25, 2016 pukul 11:41 am

    Data official dari DORNA mengenai mesin mesin Honda RC213V apa saja disetiap sesi latihan, kualifikasi dan race yang dipakai oleh Pebalap Repsol Honda MotoGP, Dani Pedrosa dan Marc Marquez . . .

    Dani Pedrosa cukup awet dalam penggunaan mesin . . . Tercatat sampai di Seri Ke 5 di Le Mans, Dani Pedrosa hanya memakai dua mesin saja yakni mesin pertama dan mesin kedua dengan kebanyakan mesin pertama digunakan Buat Race dan mesin kedua untuk Latihan
    Namun di seri Ke 6 sirkuit Mugello terlihat Dani Pedrosa mulai FP2 membuka mesin No 3 dan menggunakannya secara bergantian dengan mesin No 1 di FP2- sampai FP4 . . . Lalu setelah masa Running – in ( inreyen) Mesin No 3 selesai . . Mesin ini digunakan di Kualifikasi, warmup dan Race . ..

    Mesin ke 2 Tidak digunakan Pedrosa saat Race weekend MotoGP Mugello, namun perlu diperhatikan bukan juga artinya mesin no 2 tidak lagi digunakan . .. Namun terlihat Mesin paling ‘capek’ bisa jadi merupakan mesin No 1 karena dipakai di 4,5 seri ( koq ada setengah ? catat seri Argentina dipakai 1/2 sesi karena ada pitstop )

    Marquez-engine

    Jika Pedrosa hanya menggunakan mesin No 1 dan Mesin No 2 di 5 seri . . Marc Marquez fokus menggunakan mesin no 1 dan No 2 di dua seri pertama Qatar dan Argentina dengan fokus penggunaan saat Race adalah Mesin No 1 ( sama seperti Pedrosa) .

    Di Austin Texas Marc Marquez mulai membuka Mesin No 3, namun di race yang dimenangkan oleh dirinya tersebut, Marquez Race tetap dengan mesin No 1. Akhir dari pemakaian Mesin No 1 adalah FP1 MotoGP Jerez, setelah itu di FP2 Marquez malah Buka mesin No 4 dan mengkombinasi pemakaian mesin No 3 dan No 4 sepanjang FP2 sampai Race ( race menggunakan mesin No 3 ) . . . namun kembali harus dicatat bahwa Bukan artinya Mesin no 1 di buang dari alokasi, imho
    Dan di sepanjang Race weekend Seri Le Mans ( dimana Marquez terjatuh dan DNF ) dan Race weekend seri Mugello terakhir, Marc Marquez fokus dengan pemaakai Kombinasi Mesin No 2 dan No 4. Catat pada Race daynya MM93 menggunakan hanya Mesin no 4

    Suka

      ArenaSepedaMotor responded:
      Mei 25, 2016 pukul 12:33 pm

      Untuk aman biasanya atas pertimbangan jarak tempuh kilometer yg sdh terpakai Pak. Kalau engine sdh terlalu banyak jam kerja nya pasti gak jdi pilihan utk dipakai race. Tiap FP dan qualifikasi berbeda-beda lap atau jarak tempuh yg telah dijalankan. Tim masing-masing punya kalkulasi tersendiri berkenaan engine usage.

      Suka

      syahron said:
      Mei 25, 2016 pukul 2:51 pm

      Kata2nya kipas dri blog nya yak haji tmc blog yaa…

      Suka

      syahron said:
      Mei 25, 2016 pukul 2:52 pm

      #kopas yaa untuk Nick #are wege

      Suka

      ArenaSepedaMotor responded:
      Mei 25, 2016 pukul 5:16 pm

      Pedrosa mungkin lebih sedikit pemakaian jarak tempuh nya di tiap FP dan qualifikasi dibandingkan Marquez. Pertimbangan lainnya Marquez bisa jadi nekan lebih kuat, jdi faktor stress terhadap engine lebih besar.

      Engine no 1 yg lebih banyak dipakai race oleh Pedrosa mungkin juga karena mengeluarkan power output yang sedikit lebih kuat dari pada engine no 2. Sy tdk tau jga strateginya untuk tiap pemakaian engine seperti apa.

      Di Argentina cuaca gak bagus rider harus ganti motor (bike swap).

      Suka

    Pengamat said:
    Mei 29, 2016 pukul 6:54 pm

    Apakabar pak ArenaSepedaMotor?
    Saya kira sudah lama tidak terlihat diblog² motor.

    Saya sangat setuju dgn pak ArenaSepedaMotor mengenai overreving, sepertinya memang bukan itu masalah yg terjadi pada mesin YZR-M1 rossi.

    Masih ingat Kikuo Yamazaki, Large Project Leader Honda R&D Co.,Ltd Motorcycle Center Japan menyatakan bahwa new cbr150r (k45) yang diproduksi di Indonesia lebih baik dibandingkan yang diproduksi thailand.
    Yg saya pahami orang jepang itu sangat pantang berbohong apalagi seorang petinggi di honda jepang.
    Jika kita resapi maknanya kita akan tahu sehebat apa pakem tuning honda.

    Suka

      ArenaSepedaMotor responded:
      Mei 29, 2016 pukul 9:16 pm

      Kabar baik Pak Pengamat.

      Mudah2an Yamaha segera memberi tahu penyebab sebenarnya

      Suka

    are wege said:
    Juni 9, 2016 pukul 1:12 pm

    Pak bahas test montmelo donk, seri catalunya

    Suka

      ArenaSepedaMotor responded:
      Juni 21, 2016 pukul 9:48 pm

      Pas setelah seri di Assen Pak biar lebih bnyk bahasannya.

      Sepertinya dg perubahan tuning di elektronik dan exhaust system RC213V, Marquez bisa lebih cepat akselerasi keluar tikungan dari sebelumnya. Tidak perlu harus late braking yg konsekwensi nya grip ban depan cepat terkikis. Waluupun katanya masih tetap kurang.

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s