Wheelie RC213V Marquez menyelamatkan Lorenzo dan jasa derek Vinales di qualifikasi

Posted on Updated on

Mugello 2016 JL
Mugello terkenal dengan pemandangan indah alam sekitar dan kemegahan sirkuit berukuran extra yang dibangun secara natural. Contour permukaan tanah yang berbeda levelnya memberi tantangan tersendiri dibandingkan dengan sirkuit dengan permukaan rata (flat). Terdiri dari tikungan kecepatan sedang dan flowing kecepatan tinggi berbentuk zig-zag ke kiri dan kanan. Dan yang spektakuler adalah lintasan lurus (straightaway) sepanjang 1141 meter dimana Ianonne mencapai 354 km/jam! sampai kemudian hardbraking memasuki tikungan satu San Donato dengan gir dua. Lintasan terpanjang dari semua sirkuit motogp dimana memerlukan upaya keras dan ketepatan si pembalap karena setelah garis finish lintasan berubah sedikit ke kanan dan kemudian kekiri lagi sebelum corner satu. 
Tidak mudah menaklukan dari kecepatan ekstrim ditambah lintasan yang tidak lurus memasuki tikungan dan sedikit menurun. Pembalap biasanya mulai braking dan menaruh posisi badan nya agak keluar (hanging off) di sebelah sisi kanan ketika sudut motor belum tegak, masih miring ke kiri. Titik pengereman (brake marker) terlewati maka konsekwensinya motor akan melebar kesisi luar saat memasuki tikungan atau masuk ke gravel.
Kerja rem terberat di lintasan lurus tapi relatif menengah intensitasnya atau pada level medium di sebagian besar tikungan Mugello lainnya. Menurut data Brembo diperlukan jarak 318 meter untuk deselerasi dari kecepatan 351 km/jam sampai ke 90-100 km/jam memasuki tikungan satu. 
Karakter tikungan sebagian besar medium dan fast flowing tidak begitu memerlukan dorongan kuat untuk akselerasi cepat keluar tikungan. RC213V yang di klaim Marquez kurang daya akselerasi dari putaran rendah lebih mudah kerja nya di Mugello dan terlihat memang begitu. Marquez tidak kesulitan mengikuti dibelakang Rossi dan Lorenzo.
Sebenarnya RC213V tidak kekurangan maksimum power output di putaran atas melihat top speed yang dicetak Marquez lebih cepat lumayan siknifikan dari pada top speed M1 Lorenzo, yaitu 346 km/jam dan 340,9 km/jam. RC213V hanya agak lemot akselerasi dari putaran bawah ke tengah, tapi tidak di rpm tengah ke atas. Seperti sirkuit Le Mans yang banyak terdapat tikungan kecepatan rendah dan sedang yang memerlukan kemampuan akselerasi dari putaran bawah ke tengah, motor RC213V menemui problem disitu.
Menjelang akhir balapan Marquez mampu menekan Lorenzo dengan beberapa kali overtaking dan agresif. Puncak pertarungan di tikungan terakhir 15 dimana Marquez exit lebih dulu dan mulai buka full throttle akselerasi. Lorenzo yang juga presisi mengikuti dibelakang untuk mendapatkan manfaat drafting atau juga istilah tow (di derek) oleh Marquez. Jarak yang cukup panjang ke finish line tentu memberi keuntungan Marquez dengan power output RC213V di putaran maksimum yang sedikit lebih powerful dari M1. Tapi nasib berkata lain, sepertinya Marquez sedikit lengah membiarkan motornya wheelie agak tinggi yang tentunya berpengaruh menahan akselerasi, terutama head to head. JL melakukan slipstream sebelum garis finish dan memenangkan balapan dengan perbedaan fraction 0,019 detik dengan Marquez. Cerita akan lain apa bila Marquez smooth akselerasi upshift ke gir transmisi atas, tidak membuat ban depan wheelie yang membuat engine sedikit stall.

Mugello turn 1 motogp 2014

Menuju tikungan satu pembalap mulai braking dan menaruh posisi badan nya agak keluar (hanging off) di sebelah sisi kanan ketika sudut motor belum tegak, masih miring ke kiri. Fase pengereman dilakukan dari kecepatan ekstrim 340-354 km/jam!

Keberuntungan tidak berada di Rossi yang menyerah di tengah pertarungan dengan Jorge dan harus DNF karena engine M1 nya meleduk. Jorge yang dari awal sudah meluncur ke depan di buntuti terus oleh Rossi. Bisa jadi Rossi menjadi pemenang di akhir balapan melihat kesungguhan dari race pace nya dibelakang JL. Meskipun juga JL terlihat begitu tangguh dan presisi tidak membuat kesalahan terhadap titik pengereman dan titik beloknya (turn-in point) di tiap tikungan Mugello. Peluang Rossi hilang begitu saja terbawa menguap dengan asap.
Meleduknya engine M1 Rossi dan Lorenzo lebih dulu sebelumnya di sesi warm -up mengurangi cadangan engine yang dibolehkan yaitu 7 unit untuk satu musim balapan. Keadaan tersebut memberi dampak kurang baik mengingat masih ada 12 seri lagi kedepannya.
Di antara pembalap saling melakukan jasa derek (tow) memang gak dilarang. Pole position nya Rossi tidak terlepas dari jasa derek Maverick Vinales dan juga sebaliknya. Mungkin Rossi ingin menyindir Lorenzo atas “kerjasama” nya dengan Marquez saat menahan peluang menjadi juara musim 2015 tahun lalu.
Iannone meraih posisi ketiga di kampung halamannya ingin membuktikan bahwa Ducati harus nya memilih dia dari pada mengeluarkannya. Iannone mengalami problem kopling saat meluncur dari start yang menjadikan dia terlempar ke posisi delapan. Kemudian tahap demi tahap bangkit meraih posisi di depan dan menyusul Dovizioso.
Diantara rider Ducati Iannone paling optimal memeras segala kemampuan yang ada di Desmosedici GP16. Kalau antara Yamaha, Honda dan Ducati sama-sama akselerasi keluar dari tikungan akhir 15 Mugello yang panjang maka Ducati akan mengasapi kedua motor. Honda akan diposisi kedua dan Yamaha ketiga melihat dari masing-masing top speed. Tapi top speed bukan faktor terpenting seperti yang dikatakan Mick Doohan, karena hanya satu kali digunakan setiap lap nya yaitu di trek lurus. Yang lebih penting adalah kemampuan akselerasi cepat motor di tikungan kecepatan rendah dan menengah. Motor dengn engine yang powerful di putaran atas dan top speed terkenceng biasanya agak berkurang tarikan atau dorongan torsi dari putaran bawah dan tengah. Akan sedikit tertinggal akselerasi keluar di tikungan kecepatan rendah dan menengah. Perlu momentum kecepatan entry corner untuk kompensasi lambatnya akselerasi exit seperti yang dilakukan Marquez di Le Mans.
Fastest lap di cetak tidak dengan top speed tertinggi. Lap tercepat Ianonne di lap ke 23 yaitu 1 menit 47, 687 detik dengan top speed hanya 344,6 km/jam. Bandingkan top speed Iannone menyentuh 354,9 km/jam di lap kedua tapi dengan lap time yang lebih lambat yaitu 1 menit 50,161 detik. Jadi top speed bukan faktor paling penting menentukan kemenangan. Semakin tinggi top speed semakin susah dan berat upaya untuk deselerasi atau mengurangi kecepatan memasuki pintu corner, berpengaruh terhadap momentum kecepatan melewati mid corner dan akselerasi keluar se kenceng mungkin.
Menciptakan motogp machine yang tangguh dan balance selain pada faktor geometry dan fleksibilitas chassis, ke mantapan kerja suspensi dan ketepatan elektronik juga engine yang kuat akselerasi dari putaran bawah ke tengah dan kuat di rpm atas, bukan mencari top speed tertinggi yang kadang mengorbankan akselerasi.
Maverick Vinales yang saling memberikan jasa derek dengan Rossi masuk ke enam. Awalnya mengalami start yang kurang mantap adanya gangguan elektronik mengharuskan mundur urutan sebelas di belakang dan meter demi meter di raih kembali. Suzuki yang makin bertenaga menunjukkan hasil cukup baik bersama Vinales. Demikian Bro penggemar motogp wassalam dan salam sejahtera.
Iklan

19 thoughts on “Wheelie RC213V Marquez menyelamatkan Lorenzo dan jasa derek Vinales di qualifikasi

    are wege said:
    Mei 23, 2016 pukul 12:51 pm

    Sayang banget marc udh push abis motornya smpe godek2 .. memang rcv lemot min

    Suka

      ArenaSepedaMotor responded:
      Mei 23, 2016 pukul 1:25 pm

      Sebenernya secara hitungan engine, RC213V akan unggul nyentuh duluan di garis finish Pak. Kemungkinan wheelie jdi penyebab nya. Top speed RC213V lebih kenceng dari M1 di trek lurus Mugello, power output di putaran atas nya sedikit lebih besar.

      RC213V akan lemot kalau harus akselerasi dari putaran bawah misalkan exit dari tikungan kecepatan rendah. Tapi begitu engine masuk di rpm tengah ke atas torsi nya naik dan narik kuat.

      Karena tikungan Mugello yang fast flowing radiusnya lebar, Marquez bisa brake late lebih aman dan nyaman. Tidak begitu banyak memberi beban pada ban depan, kecuali di tikungan satu.

      Suka

        are wege said:
        Mei 23, 2016 pukul 5:04 pm

        Kenapa masalah rcv gak pernah terselesaikan??
        Wheelie terus!! M1 TIDAK? Apa marc kalah pengalaman dari lorenzo??? Setau yg saya liat Marc udh push abis motor nya, kenapa setelah keluar tikungan motor rcv gak balance ya.. godek terus… Bergertar.

        Bagaimana prediksi anda m1 d pegang vinales? Seperti apa POTENSI ke depan

        Suka

        ArenaSepedaMotor responded:
        Mei 23, 2016 pukul 6:15 pm

        Pertanyaan yg susah dijawab nih..cuma Nakamoto dan HRC yg bisa tau permasalahan sebenarnya. Asumsi sy yg awam mungkin ada kesalahan prediksi berawal dari problem RC213V 2015. Power yg besar memberi efek agresif terhadap engine brake dan power delivery. Karakter engine yg agresif sdh di dijinakkan atau detuned di engine 2016, tapi ternyata muncul problem lgi yaitu akselerasi sedikit lemot dari rpm bawah ke tengah.

        Kalau HRC sy yakin gak pernah kekurangan power di putaran maks, objektifnya adalah maks power dulu baru stabilitas. Berbeda dg Yamaha yg mengutamakan stabilitas baru power output

        RC213V musim 2013 adalah yg paling cocok dg Marquez. Mungkin wktu itu ada perubahan planning HRC yaitu penambahan power dan berujung pada engine 2015 yg agresif. Perubahan parameter engine supaya lebih bertenaga atas pertimbangan ada rasa kekuatiran motor rival Ducati 1000cc semakin powerful jga dan tentunya M1.

        Wheelie lebih kepada seting elektronik yg disesuaikan dg keinginan pembalapnya. Memang tdk secanggih elektronik dan software factory tahun 2015. Makin canggih berarti lebih responsif dan smooth meredam motor wheelie dan gak membuat engine memotong power berlebihan atau jdi stall saat akselerasi.

        Lorenzo gak mengalami problem seperti Marquez, jdi menurut sy tdk bisa dibandingkan.

        Vinales punya skill balap bagus, dimungkinkan utk naik ke top level dg M1

        Suka

    syahron said:
    Mei 23, 2016 pukul 2:12 pm

    Om, blown engine nya Rossi itu kenapa yaa? Seingat saya m1 meleduk pas lagi tes pneumatic valve di taun 2007… #koreksi kalo salah om

    Suka

      ArenaSepedaMotor responded:
      Mei 23, 2016 pukul 2:40 pm

      Beberapa kemungkinannya Pak, bisa jadi salah satunya pneumatick valve, oli bocor masuk ke ruang bakar.

      Asumsi awal penyebabnya revving di rpm atas terus-terusan di Mugello. Hanya M1 nya Lorenzo lebih dulu menyerah pas sesi warm-up. Rossi yg paling gak beruntung, engine meleduk saat lgi race.

      Suka

      ArenaSepedaMotor responded:
      Mei 23, 2016 pukul 2:52 pm

      Jl pakai engine baru, Rossi masih yg lama.

      Selama balapan Rossi full gaz terus nempel dibelakang Jl. Engine M1 nya Rossi revving lebih tinggi dan kurang terpaan angin terutama saat di track lurus yg sangat panjang.

      Suka

        syahron said:
        Mei 23, 2016 pukul 3:53 pm

        Oh ia ,,,kan slipstream trus yaa Rossi fibelakangnya lorenzo… Brt mesin Rossi n Lorenzo tgl brp nih yg masih tersisa?

        Suka

      ArenaSepedaMotor responded:
      Mei 23, 2016 pukul 4:21 pm

      Slipstream terus nempel JL mungkin overheat dll.

      Engine katanya masih rendah masa kerja atau jarak tempuh kilometer, belum memasuki ketentuan interval harus di istirahatkan.

      Sekarang pakai engine nomer 4, jdi tinggal 3 unit lgi yg masih baru utk 12 seri kedepan.

      Suka

    welah dalah said:
    Mei 25, 2016 pukul 7:41 pm

    bagaimana dengan sisa mesin dari honda dan ducati pak?

    Suka

      ArenaSepedaMotor responded:
      Mei 25, 2016 pukul 9:01 pm

      Engine Honda dan Yamaha wak Aji kasih info. Marquez udh buka engine ke empat, Pedrosa engine ke tiga. Maaf Ducati sy gak ada sumbernya Pak.

      Suka

        are wege said:
        Mei 25, 2016 pukul 11:37 pm

        Dengan mengganti, swing arm Dan sasis baru akan bisa meningkatkan , akselerasi?????

        Suka

        ArenaSepedaMotor responded:
        Mei 26, 2016 pukul 8:48 am

        Frame dan swingarm kecil pengaruh ke akselerasi RC213V, Area yg dimainkan utk naikan torsi dari putaran bawah ke tengah adalah mapping ECU dan tuning sistim exhaust

        Suka

        are wege said:
        Mei 26, 2016 pukul 2:47 pm

        BELUM KETEMU SOLUSINYA PIYE???????????????Direktur Teknik HRC (Honda Racing Corporation) akui mesin Honda tahun ini bermasalah.

        “Mesin baru kami memang berperilaku tidak seperti yang kami harapkan. Musim sudah berjalan. Itu terlalu terlambat untuk bereaksi atas keadaan ini,” ucap Takeo Yokohama, Direktur Teknik HRC.

        Wajar saja kalau direktur teknis HRC akui mesin Honda bermasalah. Sebab, ada ubahan radikal yang dilakukan Honda pada mesin tahun ini. Terutama, pada penggunaan crankshaft yang bekerja counter rotating. Ini mirip yang diaplikasi Yamaha dan Ducati. Namun sayangya, teknologi ini justru tidak berfungsi optimal di mesin Honda.

        “Sekarang kita fokus pada pengetesan di bulan November, Februari dan Maret. Jika anda gagal terutama dalam bagian mesin, anda akan membayar kegagalan itu selama sisa musim seperti saat ini,” ucap Marquez. 

        Suka

        ArenaSepedaMotor responded:
        Mei 26, 2016 pukul 4:24 pm

        Kita liat seri berikut kira2 bisa gak dilakukan peningkatan aksel motor Honda.

        RC213V Marquez dan Pedrosa tdk kekurangan top speed, karena di Mugello lebih kenceng dari M1 nya Rossi dan JL. Hanya problem pada aksel putaran bawah ke tengahnya yg agak lambat.

        Suka

        are wege said:
        Mei 26, 2016 pukul 4:35 pm

        Kegagalan Marc Marquez mengatasi kecepatan Jorge Lorenzo di trek lurus, 50 meter sebelum garis finis Sirkuit Mugello, telah membuat Honda membuka mata mereka. Tim menyadari mesin baru yang mereka usung tidak kompetitif. 

        Setelah balapan di Mugello, hampir semua pengamat MotoGP berpendapat bahwa mesin motor yang diusung Lorenzo lebih ‘buas’ ketimbang milik Marquez. Namun bukan Yamaha yang mengalami kemajuan, Marquez menyebut Honda dibekap kemunduran. 

        Akhir musim 2015 menjadi salah satu kegagalan Honda mengembangkan mesin. Menurut Marquez, sejak saat itu, timnya selalu melakukan perubahan mesin namun tak kunjung membuahkan hasil. 

        Suka

        are wege said:
        Mei 26, 2016 pukul 6:23 pm

        Honda terlambat memulai dengan kontrol elektronik-untuk-2016 berarti itu masih bermain catch-up dan menderita di stabilitas serta kesulitan akselerasi, Marc Marquez percaya.

        Pabrikan Jepang telah menderita dengan pergeseran jauh dari ECU pabrikan yg dikembangkan, meskipun Marquez duduk kedua di kejuaraan setelah enam balapan, hanya 10 poin di belakang Yamaha Jorge Lorenzo.

        Marquez telah memenangkan dua balapan dan selesai di podium, selain di Le Mans di mana ia jatuh, tetapi rekan setimnya Dani Pedrosa dan pembalap satelit Honda belum mampu menyeret sepeda seperti sang juara dunia 2x.

        Suka

        ArenaSepedaMotor responded:
        Mei 26, 2016 pukul 6:50 pm

        Mudah2an ada improvement di Catalunya. Kalau sdh sedikit meningkat akselerasi RC213V, perlawanan di top level akan jdi seru.

        Sekarang M1 dan Ducati berbeda dibanding musim 2013. M1 dan Ducati top speed dan akselerasinya meningkat dan seamless gearbox. Dulu power output putaran atas M1 sedikit ketinggalan dari RC213V.

        Suka

        are wege said:
        Mei 26, 2016 pukul 7:01 pm

        Msi lebih gampang kurangi akslerasi ky musim 2015 ktimbang naikin akslerasi spt skg.Penyakit tahun kmarin sukses dng menggonta ganti swing arm dan seting elektronik,Skg…? Kudu belah mesin cut.
        Dan minggu2 kmarin gw smpat blg setingan terbaik antara rcv2015 dan rcv2016 adalah rcv setingan akhir musim kemarin. ingat saat duel2 gila dani dan marc
        Saat 2013-2014 rcv bs gila bgt krn 2 faktor. Yaitu skill marc dan hanya honda sndiri yg ssgnya udh full
        2015 marc harus push overlimit buat ngimbangi yamaha yg juga telah full ssg
        Hasilnya marc banyak gubrak. Yg akhirnya muncul kesimpulan di benak vinales jika marc motornya ga kenceng pasti push abs2an smp jatuh.
        Tp vinales lupa saat di akhir musim 2015 dani mampu asep2in rosi. Marquez mampu ngerjain ducati&yamaha di philpisland. Bahkan manufer2 marquez saat di sepang bs bikin marquezer&fumi megap2 khabisan napas
        Knp honda ga kembangi aja setingan akhir musim kemarin.

        Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s