Menjinakkan motor GP500 Honda NSR500

Posted on Updated on

Honda NSR500 1992

1992 Rothmas-Honda NSR500 big bang engine power output 180 hp @12500 rpm (at the wheel)

Honda NSR500 mungkin dapat menjuarai musim balap GP500 tahun 1992 kalau saja Mick Doohan dan Wayne Gardner tidak mengalami cedera patah tulang kaki. Doohan dimana sudah memimpin point klasemen sejak dimulainya musim balap 1992 terpaksa harus istirahat akibat crash di Assen dan hampir aja di amputasi. Tapi berkat keahlian Dr.Costa maka hal menakutkan itu bisa terhindarkan.
Sejak muncul di grid kejuaraan Grand Prix 500 tahun 1984 Honda NSR500 telah mendapat reputasi sebagai motor terbuas atau brutal. Memiliki kekuatan supranatural sanggup menghancurkan musuh atau ridernya sendiri. Motor dengan bengis sanggup melempar rider tinggi kalau kesalahan buka throttle. Doohan dan Gardner tidak punya pengalaman menyenangkan dengan motor NSR500 sebelumnya masih memakai engine konvensional.
Pengamat GP500 Mat Oxley mendapat kesempatan membawa NSR500 melesat di sirkuit Suzuka hanya kali itu dia tidak begitu kuatir akan mengalami suatu yang menyeramkan dan paling di hindarkan oleh tiap pembalap yaitu highside. HRC telah mengusir kekuatan jahat dimana selama ini berdiam di dalam NSR500 dengan mendesign ulang engine internal 500cc 2-tak. Mungkin NSR500 tahun 1992 masih belum sepenuhnya bersih dari kekuatan negatif itu, tapi motor sudah berubah personality nya dari mudah marah menjadi “the best race bike” di era itu.

Honda NSR 1992 B

1992 NSR500 Kekuatan jahat berkurang banyak dengan big-bang engine. Disc brake dari carbon fiber dipasang cover supaya temperatur tetap berada pada level seharusnya. Brembo 4 piston calipers  dan Showa fork. Radiator ukuran raksasa untuk menjaga temperatur engine tetap normal.

HRC merancang ulang engine pada bagian crankshaft dan firing order kemudian kita kenal dengan istilah nama big-bang.  Untuk urusan power output motor NSR500 1991 sebelumnya tetap paling digdaya hanya power delivery agresif dan revving begitu cepat seperti terkena pengaruh steroid, sering kali membuat rider jadi kerepotan mengendalikan. Saat itu tidak ada pabrik ban sanggup menahan power delivery engine sebesar itu. Ban belakang spin menciptakan kondisi kontra produktif karena tidak ada daya dorong, motor tidak bisa akselerasi secara cepat.
Dengan big-bang engine Doohan mampu memenangkan banyak seri di 1992 sampai kemudian terjadi crash itu. Sebelumnya engine meledakkan sepasang pistonnya dengan firing order setiap 180 derajat sebenarnya sudah semakin baik dibandingkan 90 derajat lebih agresif. Sistim big-bang meledakkan ke empat pistonnya sangat berdekatan dalam rentang 68 derajat rotasi crankshaft. Jadi ada sekitar 292 derajat rotasi crankshaft dimana tidak ada pulse dibangun oleh ledakan piston. Bing-bang memberikan banyak waktu ban belakang untuk tidak mendapat tekanan dari torsi engine. Berkurangnya spin membuat traksi lebih bagus dan masa kerja grip ban yang awet dan lebih mudah dikendalikan saat akselerasi kuat keluar tikungan. Juga ngak kalah penting mengurangi kejadian highside.

Mat Oxley NSR500

Mat Oxley on the NSR500 at Suzuka

Sisi negatifnya big-bang engine menciptakan vibrasi besar, berpengaruh terhadap daya tahan dengan itu semua parts engine dirancang lebih tebal dan berat. Dan karena firing order tidak konvensional dan juga tambahan balancer shaft untuk meredam vibrasi, power output jadi terkuras sedikit. Meskipun topspeed motor sedikit lambat dari motor non big bang NSR500 1991 Doohan mampu mencetak lap tercepat di musim 1992. Di Hockenheim German NSR500 1992 big bang lebih lambat 2 km/jam dari motor tahun 1991 yang mencapai topspeed 309 km/jam.
Awal beralih ke big-bang engine bukan berarti bebas masalah. terjadi crankshaft patah, transmisi rusak dan retak dibagian crankcase. Kemudian bertahap engineer HRC berhasil memperbaiki dan menyempurnakan. Bobot engine sekitar 1 kilo lebih berat dan dimensi sedikit lebih besar. Untuk memutar gearbox HRC menempatkan gir penggerak di tengah crankshaft dengan tujuan mengurangi crankshaft terpelintir (crankshaft twist).
NSR500 tahun 1991 ditemui residu berasal dari disk brake carbon yang masuk ke karburator dan tentunya mempengaruhi performa engine. Di motor tahun 1992 posisi corong udara (air intake duct) pada bagian fairing depan lebih keatas lagi supaya qualitas udara bersih bercampur dengan bensin lebih baik lagi.
Pada bagian elektronik terdapat 3-way switch di handlebar dimana kegunaannya merubah kurva pengapian (ignition curve). Rider bisa merubah beberapa seting saat testing motor dan sesi practise. Untuk menghaluskan power delivery digunakan Eprom yang telah diprogram dalam blackbox atau ECU NSR500. Mengingat power delivery big bang begitu bersahabat maka tidak begitu berpengaruh banyak kegunaannya.
Menurut Mat Oxley motor lebih nyaman dari sebelumnya dimana rasa ter-intimidasi berubah menjadi rasa percaya diri. Karena berusaha membawa motor melesat dengan cepat adalah selalu menimbulkan olah fisik dan kekuatiran. Sekarang dengan motor NSR500 big-bang rasa ketakutan beralih ke kepercayaan terhadap motor. Seolah-olah motor berkata ke ridernya ” jangan kuatir saya tidak akan mencederai anda, percayalah, silahkan buka throttle dengan kuat”.  
Keluar dari tikungan lebar Mat Oxley berani membuka gaz 9 meter lebih awal dari motor NSR500 non-big-bang sebelumnya. Sambil terus membangun akselerasi, posisi badannya menggantung (hanging off) bertumpu dibagian kiri jok motor. Ban belakang menggigit ke aspal dan ban depan mulai wheelie terangkat keatas. Motor wheelie dengan cara lebih sopan dan beradab dari motor sebelumnya yang akan mengangkat ban depan dengan cepat setelah grip ban belakang mendapat traksi ke aspal. Akselerasi keluar tikungan motor dengan big-bang engine lebih mudah di kontrol dan terprediksi.

Honda NSR500 1991

1991 NSR500 berdaya besar tapi masih belum jinak

Motor lebih stabil meluncur dalam kecepatan tinggi di lintasann lurus Suzuka. Berbeda ketika membawa NSR500 1991 yang menimbulkan rasa takut karena power output besar mendorong kuat setiap pindah gir (upshift). Ban depan jarang tidak terangkat dari aspal meskipun akselerasi pada gir tinggi yaitu dari gir lima ke enam!.
Power delivery lebih linear menjadikan chassis motor tidak bergerak berlebihan dan memungkinkan rider konsentrasi menentukan titik pengereman (brake marker) dan masuk ke tikungan lebih cepat. Chassis NSR500 1992 yang masif sangat identik dengan motor 1991 kecuali sedikit perubahan pada fork valve. Motor NSR500 dibawa Eddie Lawson berhasil meraih titel juara dunia tahun 1989 tapi membawa nya perumpamaan seperti men stir sebuah Bus kata Oxley. Honda kemudian menyempurnakan chassis supaya motor lebih mudah diarahkan.
Chassis motor Doohan di design khusus untuk riding style nya yaitu crossed-up. Rider lain yang mencoba pasti akan merasakan perbedaan riding style dan bagian buritan (rear-end) motor terasa berat. Menurut Oxley saat di tikungan ban depan terasa menekan ke aspal dan dia mencoba mimic riding style Doohan tapi tentu ngak mudah.
Godaan untuk mencoba NSR500 melesat lebih serius mendorong Mat Oxley lebih kenceng lagi. Sampai kemudian di back straight Suzuka hampir mencapai 290 km/jam dan muncul situasi yang membuatnya takut karena titik pengereman terlewati akibat terlalu lama melihat ke tachometer. Beruntung tidak menerobos masuk ke gravel trap seperti dialami tester dari German katanya.
NSR500 memang dasyat dengan power output besar dan bobot motor sangat ringan 130 kg, sekitar 30 kg lebih ringan dari motogp sekarang. Optimal nya power to weight ratio digabungkan power delivery tidak dikatakan smooth seperti motogp 4-tak, mencoba membawa GP500 secepat mungkin untuk menciptakan fastest lap adalah tantangan berat. Ibarat kuda liar yang tiap saat bisa melempar jockey nya. Tapi sudah dijinakkan dengan big-bang engine walaupun masih ada sedikit kecenderungan itu. Demikian Bro sekalian wassalam dan salam sejahtera.
Source magazine : 1993 Two Wheels Australia
Engine 499cc 112 degree V4 two-stroke with crankcase reed valve induction. CDI ignition with Eprom adjustable curve. Electronic RC power valve (linked to ignition and throttle). Bore and stroke 54 mm x 54,5 mm. Carburation Keihin 36 mm x4. Max power more than 180 hp at 12500 rpm (at the wheel)
Iklan

15 thoughts on “Menjinakkan motor GP500 Honda NSR500

    are wege said:
    Mei 16, 2016 pukul 12:00 pm

    Gosip TERBARU.. Marc ke suzuki

    Suka

      ArenaSepedaMotor responded:
      Mei 16, 2016 pukul 12:18 pm

      Kalau benar terjadi akan spektakuler. Perlu nilai kontrak yg sangat tinggi diatas Honda dan Marquez berspekulasi. Karena GSX-RR belum terbukti jadi juara dunia meskipun performa nya semakin bagus dibawa oleh Vinales dan Espargaro.

      Suka

        are wege said:
        Mei 16, 2016 pukul 12:23 pm

        Isu Dan spekulasi media.. Mungkin. Apa mau Marc ke Suzuki. Secara di hrc aj dia udh mumet

        Suka

        ArenaSepedaMotor responded:
        Mei 16, 2016 pukul 12:33 pm

        Sepertinya Marquez belum utk pindah, dia masih akan bersandar di tim Honda yg udh bawa jdi juara musim 2 kali.

        Suka

        are wege said:
        Mei 16, 2016 pukul 12:56 pm

        Tapi malah banyak yg memperkirakan Marc bakal ke DUCATI..

        Suka

        ArenaSepedaMotor responded:
        Mei 16, 2016 pukul 12:43 pm

        Tapi di dunia balap apapun bisa berbalik dari perkiraan. Misalkan Suzuki GSX-RR tahun ini makin mantap dan RC213V belum kembali seperti di musim 2013, bukan gak mungkin kalau Marquez akan melihat ke Suzuki

        Suka

        ArenaSepedaMotor responded:
        Mei 16, 2016 pukul 1:20 pm

        Seperti nya gak kalau ke Ducati, udh ada Lorenzo.

        Kalau berspekulasi Maquez pindah, lebih besar kans nya ke Suzuki

        Suka

        are wege said:
        Mei 16, 2016 pukul 7:29 pm

        PEDROSA PERPANJANG KONTRAK!! MARQUEZ ?? KO BELUM MAU YA!!!
        Kita sangat ingin memperpanjang kontrak bersama Dani, dan kita sangat mengapresiasi kesetiannya untuk Honda dan HRC,” buka Shuhei Nakamoto, HRC Executive Vice President.

        “Kita telah bersama bertahun-tahun, tapi kita selalu lihat Dani memiliki semangat dan berdedikasi.”

        “Pengalamannya sangat penting membantu teknisi mengembangkan motor kami dan kita akan lakukan yang terbaik untuk menunjukkan talentanya!” tegas Nakamoto.

        Kegembiraan jelas terpampang di wajah Pedrosa, sebab untuk dua musim hingga MotoGP 2018 akan tetap melesatkan motor Honda.

        “Saya sangat senang bisa mengumumkan perpanjangan kontrak dengan Repsol Honda Team. Saya sangat berterima kasih kepada Honda untuk kepercayaannya dengan merekrut saya hingga dua tahun ke depan,” ujar Pedrosa.

        “Saya pikir sangat penting tetap melanjutkan bersama perusahaan saat saya kali pertama balapan. Senang bahwa negosiasi berjalan cepat dan sekarang saya fokus untuk balapan. Saya ingin mengerahkan 100% akhir pekan ini di MotoGP Italia,”

        Suka

    ArenaSepedaMotor responded:
    Mei 16, 2016 pukul 7:53 pm

    Mungkin akan menyusul segera Marquez. Sepertinya blum ada opsi lain kecuali tetap di Honda

    Suka

    nduk said:
    Mei 16, 2016 pukul 8:51 pm

    Sayang asap 2 taknya belum bisa di jinakkan , dan lagi2 regulasi yg mengalahkanya 😉

    Suka

      ArenaSepedaMotor responded:
      Mei 16, 2016 pukul 9:05 pm

      GP500 2-tak motor yg temperamental, boleh juga sekali-kali test kompetisi dibawa oleh pembalap motogp generasi sekarang. Tanpa bantuan alat elektronik….pasti akan seru

      Suka

    syahron said:
    Mei 17, 2016 pukul 6:19 am

    Bore x Stroke nya ( 54×54,5 mm) overstroke brti om?

    Suka

    syahron said:
    Mei 18, 2016 pukul 3:19 pm

    Berarti mirip all new CB yaa. . near square hhhehee… Mantap om

    Suka

      ArenaSepedaMotor responded:
      Mei 18, 2016 pukul 6:50 pm

      All new CB150R hitungannya square atau sedikit overtstroke jga bisa, 57.3 x 57.8 mm… siip

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s