Winglets dan ban spin motogp Jerez 2016

Posted on Updated on

Jorge motogp-jerez-april-testing-2016

Jorge Lorenzo Jerez test

Ban belakang spin saat motor miring keluar tikungan dan melesat di lintasan lurus jadi problem para pembalap di Jerez. Suatu keanehan kata Rossi ban belakang kurang daya dorong kedepan meskipun motor posisi tegak lurus dan area ban kontak dengan aspal pada bagian paling lebar. Pembalap Yamaha Movie Star, Repsol Honda, Ducati dan lainnya mengalami anomali itu. Pada qualifikasi sehari sebelumnya gejala ban spin sudah muncul tapi tidak sampai level merepotkan seperti saat balapan.
Faktor apa menjadi penyebab kurangnya traksi kemudian Piero Taramasso dari pihak Michelin memberi penjelasan di motorsport.com. Bahwa ada tiga kelipatan (three fold) menjadi penyebab ban belakang spin, yaitu keterbatasan grip di Jerez karena permukaan aspal sirkuit sudah harus di upgrade dan temperatur aspal meningkat 10 derajat memperburuk keausan ban, Motor dengan winglet mengalami lebih banyak spin karena menimbulkan tekanan ke suspensi depan sekitar 4mm menciptakan beban berkurang pada ban belakang dan karet ban itu sendiri yang diakui masih ada kekurangannya.
Mengherankannya hari Senin diadakan test dengan temperatur permukaan aspal hampir sama dan memakai winglet gejala ban belakang spin tidak muncul. Marquez melakukan test sebanyak 90 lap tanpa mengalami masalah seperti pada balapan sebelumnya. Gejala spin baru muncul di akhir lap setelah menjalani jarak tempuh yang banyak dan hal itu di anggap normal. Alasannya menurut Taramasso karet ban motor terlepas semakin banyak menempel menutupi permukaan aspal, menyediakan traksi pada ban belakang dan juga upaya set-up motor semakin tepat mampu meredam terjadinya spin.
Pedrosa sebagai rider ter-ringan di grid motogp menyatakan problem ban spin saat balapan berlangsung dimana dia ibaratkan seperti balapan di waktu hujan. Pedrosa terpaksa harus benar-benar smooth melakukan braking, pindah gir transmisi maupun juga posisikan lean angle motor dan itu dilakukan 70 persen selama balapan. Ban belakang spin tidak terhindarkan saat di lintasan lurus menggunakan gir tiga, empat dan lima. Melalui upaya keras me-manage motor selama race membawanya ke posisi ke empat.
Tidak seperti Ducati dimana powerful di putaran atas dan juga mengalami pesta atau panen spin selama balapan berlangsung rider Suzuki berhasil meraih posisi finish lima dan enam. Meskipun Maverick Vinales mengalami slide setiap akan memasuki tikungan tapi tenaga motornya dibawah Ducati, Honda dan Yamaha memberinya kondisi jadi lebih mudah di ban belakang.
Spin terjadi pada range putaran mesin menciptakan torsi dan horsepower diputaran tengah menuju maksimum. Terparah ketika masuk area powerband pada putaran sekitar 14000 rpm sampai menyentuh limiter di 17000 rpm. Dimana torsi puncak sebesar 110-115 Nm beralih ke tenaga sekitar 224 hp di 14000 rpm sampai naik memuncak 250-260 horsepower di 16500 rpm (at the back wheel) yang akan susah ditahan oleh grip ban dan aspal apabila kondisi nya tidak optimal. 
Winglet memberi kontribusi terhadap berkurangnya traksi tapi compound ban belakang Michelin ada andil juga yang mana memerlukan penyempurnaan terus. Sejak terjadi insiden ban belakang Scott Redding pecah di Sepang Michelin merubah struktur ban lebih keras supaya faktor ketahanan terjaga. Apakah struktur seperti ini menjadi penyebab berkurangnya daya cengkram ke aspal?
Pemakaian winglet itu sendiri seperti diberitakan memberikan pro dan kontra di antara pembalap berkenaan dengan keuntungan dan kerugiannya. Selain mengurangi tendensi wheelie saat motor akselerasi kuat ada yang berpendapat juga memberikan keuntungan kekuatan grip ban depan waktu menikung. Marquez lebih memilih supaya tidak digunakan dan mungkin kedepannya pihak otoritas akan melarang secara permanen.
Dalam kondisi tidak nyaman Rossi paling berhasil memanage diantara rider lain dengan meraih podium. Dengan unified software memberi pengaruh kurang menguntungkan yaitu elektronik tidak merespon secanggih elektronik musim balap tahun lalu. Terjadi spin berlebihan akan lebih mudah di antisipasi kalau saja masih memakai software pabrikan. Rossi pernah mengalami di era balapan dengan elektronik kuno seperti pada awal tahun 2000 dengan motor GP500 2-tak Honda NSR500. Power delivery motor GP500 yang agresif dan elektronik seadanya menjadikan ban belakang spin adalah hal yang harus dihadapi setiap balapan. Bagaimana mengurangi spin dengan mengatur gaz di tangan kanan sambil secara bersamaan berusaha terus  memaksimumkan daya dorong motor untuk menghasilkan lap tercepat. Demikian juga ketika memakai motogp Honda RC211V 5 cylinder masih dengan elektronik tidak canggih, Rossi bisa melesat paling cepat dari yang lain. Mungkin faktor ini membantu Rossi sanggup antisispasi keadaan tersebut dan menghasilkan kemenangan lagi di Jerez setelah sekian lama terakhir di jaman ke-emasannya dulu.
Menarik untuk Vinales mungkin menjadi dilema yaitu pilihannya untuk tetap di perguruan balap Suzuki atau pindah ke Yamaha. Memang bukan perkara mudah baginya. Setelah perjuangan bersama tim Suzuki dari bawah sampai kemudian meraih keuntungan sedikit-demi sedikit sampai seperti sekarang. Tim Honda, Yamaha adalah tim juara dunia dimana rider dengan talenta di atas rata-rata dimungkinkan bisa mencapai puncak tertinggi yaitu menjadi juara musim yang di inginkan dan dikejar oleh tiap pembalap motogp. Hanya di Yamaha Vinales belum menjadi pembalap utama, masih ada Rossi disitu setidaknya untuk dua tahun. Apakah keadaan itu dapat diterima nya kalau menjadi teammate Rossi?
Suzuki memang belum menjadi tim juara dunia motogp, prestasinya dua kali pada era GP500 sudah cukup lama yaitu dengan Kevin schwant 1993 dan Kenny Robert Jr tahun 2000. Tidak ada jaminan Vinales akan mudah jadi juara dunia sama hal nya juga jika dia dengan tim Yamaha. Hanya perbedaannya kalau dia jadi juara kelak di Yamaha maka dia adalah seperti bagian dari rider-rider sebelumnya yang sukses dengan Yamaha, tidak akan pernah menjadi seperti Rossi dengan Yamaha. Tapi kalau suatu saat Vinales mampu merebut titel juara musim dengan Suzuki maka akan memberi arti sangat besar sepanjang karir nya dan apresiasi besar Suzuki.
Hitungan di atas kertas tim Yamaha factory akan menyediakan dan memberikan kesempatan lebih dari Suzuki. Hanya dalam realita bisa saja berlawanan dengan yang diprediksikan. Demikian Bo sekalian wassalam dan salam sejahtera.
Iklan

6 thoughts on “Winglets dan ban spin motogp Jerez 2016

    are wege said:
    Mei 2, 2016 pukul 1:25 pm

    Riding style ..juga SANGAT berpengaruh ya..Dan power motor menentukan ketahanan pada ban Michellin . vinales mungkin lebih BERUNTUNG karena memiliki riding style yg kalem Dan rapih ,mirip lorenzo. Di tambah lagi Power Suzuki juga gak segahar DUCATI dan HONDA

    Suka

      ArenaSepedaMotor responded:
      Mei 2, 2016 pukul 1:52 pm

      bener pak, riding style pengaruh sekali dan case kemarin tergantung dari kemampuan mengatur throttle supaya gak terlalu parah spin di lintasan lurus.

      Michelin pasti terus tingkatkan kekurangan ini karena akan repot kalau berada di sirkuit dengan aspal yang sudah kurang baik kondisinya seperti Jerez ditambah dg temperatur tingggi

      Suka

        are wege said:
        Mei 2, 2016 pukul 5:07 pm

        Seri Australia.. Harus mendapat perhatian lebih dari Michellin… Karena seri Australia ,membuat bs pusing juga, di tahun yg lalu

        Suka

        ArenaSepedaMotor responded:
        Mei 2, 2016 pukul 5:33 pm

        Sirkuit Phillip Island juga Assen akan jadi test case Michelin, mengingat tingkat abrasif nya cukup tinggi mengikis ban di bagian pinggir (edge)

        Suka

        are wege said:
        Mei 2, 2016 pukul 8:15 pm

        Nah itu dia, sebenarnya masalah Michellin ada ban bagian depan. Berbeda dgn bs. Yg mempunyai masalah di bagian belakang.

        Suka

        ArenaSepedaMotor responded:
        Mei 2, 2016 pukul 8:53 pm

        Mudah2 an Michelin akan makin improved pada seri -seri kedepannya. Memang masih belum menandingi ban depan Bridgestone. Tapi setidaknya ada peningkatan dibandingkan awal test Michelin tahun lalu, banyak terjadi crash karena ban depan.

        Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s