Motor balap Yoshimura “Big Papa” GSX-R1100

Posted on Updated on

Suzuki Big papa

1992 Suzuki – Yoshimura GSXR1100 “Big Papa” 

Melihat di catalog jadul Yoshimura USA tahun 1993 ada motor sangar yang dulu pernah di balapkan di Formula USA yaitu Suzuki GSXR1100 dengan nick name “Big Papa”. Nick name itu diberikan dengan alasan motor mempunyai ukuran cc dan horsepower pada jaman itu sudah dianggap luar biasa untuk kelas superbike.
Balapan WERA pro kelas Formula USA membolehkan motor di modifikasi secara ekstrim pada bagian engine dan juga legal menggunakan bahan bakar methanol.  Motor GP500 2-tak pun tidak ketinggalan ikut berkompetisi dengan itu balapan ditujukan untuk memperlihatkan superioritas pertarungan horsepower dan topspeed. Salah satu yang menjadi perhatian adalah superbike Suzuki GSXR1100 di tuning oleh Yoshimura USA. Hanya kapasitas CC nya gak lagi 1127 cc bawaan dari pabrik melainkan menjadi 1339 cc!.

Big Papa Formula USA Mike Smith 1991

1991 Formula USA No 1 Mike Smith Yoshimura GSXR1100 1339 cc, No 16x Tom Kipp Wiseco-Yamaha OW01 Hybrid (riderfiles)

Big Papa berbasis motor suzuki GSXR1100 tahun 1992 masih memakai pendingin udara dan oli atau air & oil cooled. Engine standard bore 78mm x stroke 59mm 1127 cc, di bore-up dengan memakai forged piston kit merk Cosworth size 85mm engine displacement bertambah menjadi 1339cc. Menaikkan rasio kompresi statik piston standard dari 10:1 menjadi 13,4:1. Bisa dengan cara memapas cylinder head atau melalui design permukaan piston yang merubah rasio kompresi setelah dipasangkan. Kompresi setinggi itu engine diharuskan meminum Racing fuel untuk menghindari detonasi karena menyebabkan panas ekstrim di ruang bakar. Horsepower dan torsi raksasa juga harus di antisipasi dengan stang piston atau connecting rod ber-qualitas tinggi merk Carrillo dari baja tempa (forged steel). Kemudian mengatur berapa lama dan berapa jauh klep membuka yaitu dengan camshaft Yoshimura stage-2 dengan memiliki durasi 252 intake-245 ex dan valve lift 10 mm intake-8,5 mm ex. Per klep dan cam chain retainer juga buatan Yoshimura. Rantai camshaft dipilih tipe heavy duty merk RK. 

Suzuki GSXR1100 gaz flow

Mengukur volume airflow port cylinder head dengan airflow bench setelah pengerjaan head porting. Hasil akan lebih efektif sesuai yang direncanakan.

Kapasitas CC yang jauh lebih besar memerlukan airflow lebih banyak supaya menjamin ruang bakar engine (combustion chamber) di putaran tinggi tidak mengalami defisit atau sampai tercekik kekurangan supply udara. Untuk itu cylinder head sudah melalui proses porting pada level stage 3 oleh engine tuner Yoshimura. Dan setelah porting intake dan exhaust port diukur dengan alat airflow bench untuk mengetahui apakah volume yang di inginkan telah tercapai dan diusahakan perbedaan antara satu dengan lainnya seminimum mungkin pada tiap port. Juga dilakukan multi-angle valve job untuk minimalkan turbulensi pada saat klep intake posisi open.
Pasokan racing fuel ke dalam ruang bakar melalui empat barrel racing carburator merk Keihin tipe FCR dengan diameter venturi 41 mm. Atomisasi bbm dan udara menjadi optimal dimana tentunya membantu menciptakan horsepower lebih dahsyat lagi.

Suzuki Keihin FCR

Keihin FCR racing carburator

Gaz buang dari engine di salurkan melalui Titanium Duplex full exhaust system buatan Yoshimura. Sistim ini mereduksi siknifikan terjadinya backpressure di dalam knalpot yang merugikan karena mengurangi potensi power output maksimum. Pipa utama header dan kolektor dengan konfigurasi 4-2-1, optimalkan penyaluran torsi di rpm tengah.

Yoshimura Duplex Exhaust

Yoshimura Duplex race only straight-through perforated core canister. Maksimum exhaust flow dan mengurangi backpressure

Hasil akhir dari modifikasi engine sanggup menyemburkan tenaga puncak sebesar 194 hp pada 10500 rpm dan maks torque 146,1 Nm di 9000 rpm (di ban belakang). Jumlah yang sangat banyak saat itu terutama torsi pada tingkatan super dasyat. Kalau dibandingkan dengan motor produksi tercepat dan terkenceng tahun 1992 yaitu Kawasaki Ninja ZZR1100, power puncak sebesar 145 hp @9500 rpm, torsi maks 110 Nm @8500 rpm. Power dan torsi ZZR1100 diukur di crankshaft, jadi akan ada penurunan sekitar 8-10 persen kalau di ukur di ban belakang. Topspeed Ninja ZZR1100 sekitar 285-290 km/jam. Big Papa dipastikan bisa lebih dari 300 km /jam.
Kalau komparasi dengan motogp melepas 250 hp pada putaran 16500 rpm di ban belakang, pastinya power output memang lebih unggul. Tapi harus diperhatikan bahwa maksimum power motogp tersebut tercapai di putaran yang sangat tinggi 16500 rpm, redline menyentuh 17000 rpm. Torsi puncak dibawah torsi big Papa cukup jauh sekitar 110-115 Nm dan juga tercapai pada putaran tinggi 14000 rpm. Dengan itu Big Papa menciptakan torsi sebesar 146,1 Nm di 9000 rpm akan terasa lebih ganas tendangannya mulai dari putaran bawah dan tengah selanjutnya sampai horsepower mencapai maksimum di 10500 rpm. Akselerasi kelas berat dengan sensasi seolah-olah akan melepas bahu dan pergelangan tangan si rider.
GSXR1100 pertama kali bergulir dari pabrik Suzuki pada tahun 1986 setelah setahun sebelumnya GSXR750 dirilis dan meraih appresiasi tinggi dari penggemar roda dua. Seperti adiknya, Gixxer 1100 ini mendapat perhatian karena juga memiliki keunggulan dari sportbike open class 1000cc lainnya. 

Suzuki Gixer1100 1986

1986 Suzuki GSXR1100

Engine berpendingin udara dan oli sangat bertenaga membuat ban depan wheelie ketika motor akselerasi cepat memasuki 5000 rpm dengan gir transmisi satu dan selanjutnya engine terus mendorong kuat sampai menyentuh redline 10500 rpm, topspeed mencapai 250 km/jam. Akselerasi cepat Gixer 1100 juga karena andil dari ringannya bobot motor yaitu 197 kg dalam keadaan tanpa terisi bbm. Weight-to-power ratio pada level cukup baik.
Chassis begitu tepat karena aluminium frame termasuk keras (rigid) dan fork dengan sistim anti menukik (anti-dive) juga rear shock termodel baru, semua itu menyumbangkan ke istimewaan handling, mudah dan stabil setiap kali memasuki dan keluar tikungan. Untuk meredam getaran pada bagian frontend dan stang akibat jalan bergelombang dipasang steering damper. Hanya faktor positif itu juga harus dikompensasi dengan nilai ergonomik kurang bersahabat karena posisi foot peg dan jok yang tinggi dan stang model clip-on di level rendah. Posisi duduk menjadi bungkuk pengendara akan cepat terasa pegal pada bagian pinggang dan pergelangan tangan kalau berjalan jauh.
Dengan tersedia GSXR750 dan GSXR1100 pada tahun-tahun awal peluncurannya, Suzuki berada pada tingkatan sedikit didepan dari para rival. Tahun 1993 Suzuki mengeluarkan generasi GSXR1100W yang sudah dilengkapi dengan pendingin air-radiator. Motor lebih berat tapi engine menjadi lebih tahan panas dan bertambah powerful.
Yoshimura Big Papa waktu itu telah mempertunjukkan monster horsepower brutal di lintasan sirkuit. Maksimum torque 146 Nm mengikis compound ban belakang sangat cepat, dimungkinkan secara bersamaan ban depan wheelie ban belakang spin tiap kali rider buka lebar throttle, luarbiasa. Demikian Bro sekalian wassalam dan salam sejahtera.
1992 GSXR1100 specification
  • Inline 4 cylinder Twin Cam 16 valves
  • Displacement 1127 cc
  • Bore 78 mm x stroke 69 mm
  • Static compression 10:1
  • Cooling system air & oil cooled with 2 separated oil pumps
  • Fuel supply Mikuni flatslide CV 40 mm x4
  • Max power 130 hp @9600 rpm (at the wheel)
  • Transmission 5 speed
  • Frame lightweight aluminum alloy castings
  • Fork inverted Showa 41mm, preload, compression and rebound damping
  • Rear shock fully adjustable preload, compression and rebound damping 
  • Wheelbase 1465 mm / 57.7 in.
  • Seat height 810 mm / 31.9 in.
  • Dry weight 210 kg 
1992 Suzuki-Yoshimura GSXR1100 Big Papa
  • Displacement 1339 cc
  • Bore 85 mm x stroke 59 mm
  • Compression ratio 13,4:1
  • Keihin FCR flatslide 41 mm x 4
  • Maks power 194 hp @10500 rpm (at the back wheel)
  • Max torque 146 Nm @9000 rpm
  • Dry weight 179 kg
Iklan

2 thoughts on “Motor balap Yoshimura “Big Papa” GSX-R1100

    Supono Wahyudi said:
    Mei 1, 2016 pukul 5:01 pm

    Keren Pollllll 😂

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s