Motogp seri 4 Jerez 2016 tidak terjadi pertarungan epic

Posted on Updated on

Doohan vs Criville 1996 soymotero

Criville vs Doohan Jerez

Tikungan 13 terakhir sirkuit Jerez beberapa kali menjadi tempat bertarungan puncak pembalap kelas premier GP500 dan motogp. Salah satu yang epic adalah fight antara Mick Doohan Repsol Honda dan teammate nya Alex Criville musim balap 1996. Doohan berada tepat di belakang Criville pada lap terakhir melakukan sedikit brake late dari sisi kiri dalam untuk masuk dan sejajar dengan motor Honda NSR500 yang dibawa teammate sekaligus juga rivalnya. Celah yang sedikit terbuka di sisi kiri memasuki pintu corner di manfaatkan nya. Doohan dengan dingin dan presisi membuka throttle untuk akselerasi cepat keluar corner memasuki lintasan lurus Jerez menuju garis finish. Criville bersamaan berada di samping kanan Doohan juga mencoba akselerasi cepat, hanya kali itu bukaan throttle terlalu banyak menjadikan ban belakang NSR500 nya spin kehilangan grip dan kemudian motor highside ke sisi kanan lintasan. Criville crash dan kemenangan di raih oleh Mick Doohan sang Maestro GP500. Kemenangan Doohan di kampung halaman Criville membuat kecewa para fans Spanyol dimana saat itu sudah tumpah berhamburan ke pinggir lintasan. Mereka berharap Criville yang sudah memimpin dari awal akan memenangkan balapan.
Tahun 2005 Rossi dan Sete Gibernau juga punya moment berbekas di corner 13 itu. Dimana Gibernau telah memimpin dari permulaan kemudian harus menyerah setelah bagian sisi kiri motor nya membentur motor Rossi yang sudah berada di samping nya saat memasuki pintur corner. Memasuki lap terakhir sebelumnya Rossi dan Sete sudah saling overtake. Menjelang memasuki tikungan terakhir Sete melakukan defensif line berupaya menutup celah, tapi Rossi melihat gap itu meskipun sempit melakukan brake late untuk memasuki pintu corner lebih dulu dan menyentuh apex. Upaya Rossi berhasil dengan mencapai apex sedikit lebih maju dari posisi motor Gibernau. Terjadi kontak ketika motor Sete miring bersiap mendekat ke apex di sisi kiri yang ternyata sudah ada Rossi. Akibat benturan itu Sete terbawa melebar kesisi kanan tikungan dan terpaksa masuk ke gravel.
Cerita akan menjadi lain seandainya Sete menyentuh apex lebih dulu dan Rossi menabraknya dari sisi kiri, maka kesalahan pasti ada di Rossi. Selain skill balap istimewa Rossi juga pembalap yang cerdik.
Balapan seri empat Jerez 2016 memberikan issue cukup berpengaruh yaitu ban belakang spin dialami beberapa pembalap. Dovizioso yang meraih posisi empat di qualifikasi menyatakan ban belakang spin sangat tinggi dan tak terbayangkan. Pada awalnya mudah untuk membuat lap time yang bagus tapi kemudian akan drop dengan bertambahnya lap. Track Jerez yang pendek dengan radius tikungan cukup lebar menyulitkan motor GP16. Ban belakang spin membuat upaya akselerasi cepat jadi tidak optimal. Ducati memang memiliki keunggulan topspeed tapi menjadi tidak efektif di sirkuit yang pendek seperti Jerez. Maka itu perlu penyesuaian menurut Dovizioso. Dovizioso dimana sebelumnya ngak beruntung terpaksa kali ini juga harus menyerah DNF karena problem menerpa water pump. Peluangnya untuk mengumpulkan point terhalang terus dengan muncul kejadian-kejadian tersebut.
Lorenzo tercepat kedua di qualifikasi juga mengalami masalah ban belakang selama balapan. Hanya terjadi bukan saja saat miring melesat keluar tikungan tapi juga pada waktu posisi motor tegak di lintasan lurus. Ban belakang spin kurang traksi untuk mendorong motor mencapai topspeed di lintasan lurus. Hambatan itu membuatnya tidak bisa overtake Rossi dan harus mengurangi tensi throttle Yamaha M1 supaya tidak semakin panas karena temperatur ban naik. Saat pace nya merasa kuat menjelang akhir lomba, grip ban belakang tetap tidak membaik untuk memberikan traksi. Diakui hal seperti ini belum pernah dirasakan sebelumnya selama balapan motogp. Dengan grip ban belakang yang bagus akan lebih mudah memenangi balapan katanya.
Untuk ban depan Lorenzo merasa senang karena sudah lebih baik dan aman dari sebelumnya. Jorge memakai ban depan hard compound seperti Rossi dan Marquez. Tinggal perbaikan dan peningkatan ban belakang menurutnya.
Marquez sementara ini memimpin klasemen tadinya melihat di lap-lap kedepan ada peluang untuk overtake Jorge. Meskipun saat itu dirasakan temperatur ban sudah naik, maka ia menunggu untuk beberapa saat. Tapi kemudian melihat dengan riding style nya itu menyebabkan temperatur ban bertambah dan dia rasakan terutama pada titik pengereman dimana speed motor tidak berkurang seperti yang di inginkan. Begitupun juga exit corner Marquez mengalami kurang traksi dan akselerasi RC213V nya menjadi kurang cepat dibandingkan Jorge.
Marquez berusaha terus pulihkan rem tapi ban depan motornya tetap panas dan mengambil keputusan sulit untuk tidak ngotot menekan lebih cepat dan puas dengan perolehan 16 point di posisi ketiga. Ketika mengerem pada area titik pengereman yang biasa ia lakukan waktu qualifikasi, ban depan motor nya mengunci. Hal tersebut tidak lain akibat bertambahnya temperatur udara di lintasan dan aspal saat balapan berlangsung. Marquez ingin kompensasi kurangnya kemampuan akselerasi motor keluar corner secara cepat dengan mengerem lebih dalam lagi atau brake late, tapi ternyata hal itu tidak mungkin dilakukan.
Bertambahnya masa dan pengalaman di sirkuit memberi banyak pelajaran. Menurutnya sekarang dia berbeda dari musim tahun lalu yang mungkin saat itu memilih memaksakan situasi dan diakhiri dengan kerugian motor tumpah ke aspal dan masuk gravel. Juga ada pesan khusus dari Shuhei Nakamoto untuk menyelesaikan balapan,  “please finish the race”.
Perolehan kedua rider Suzuki pada peringkat lima dan enam tentu menyenangkan tim. Maverick Vinales yang juga mendapat masalah ban belakang saat qualifikasi harus berada di posisi enam. Problem dirasakan ketika motor memasuki tikungan ban belakang mengalami slide membuatnya sedikit susah mengarahkan. Demikian juga seperti dialami rider lainnya saat akselerasi exit corner. Kedua pembalap GSX-RR boleh berbangga atas pencapaian di Jerez ini. Selanjutnya Vinales harus memutuskan dalam waktu dekat apakah jadi rencana pindahnya ke tim factory Yamaha musim balap 2017.
Ban belakang spin tidak terkontrol tanpa terkecuali juga dirasakan Rossi selama balapan maupun juga practise. Ban medium compound belakang spin di lintasan lurus sirkuit memaksanya sedikit mengurangi gaz untuk menjaga ban tidak terlalu panas dan menghindari problem yang lebih berat muncul. Hal itu dianggapnya aneh dan Rossi merasakan intensitas spin makin naik pada saat balapan berlangsung.
Kesuksesan Rossi di Jerez direalisasikan dari hasil qulifikasinya dan practise, meskipun saat balapan akan berbeda, lebih susah dan memang selalu begitu. Tercapainya set-up motor secara tepat memberi kontribusi terhadap hasil akhir balapan. Terlihat Rossi berhasil menjaga rythme race pacenya supaya tetap ada gap dengan Jorge dibelakangnya dan menghindarkan terjadi error. Kejadian hangusnya (burnt) kopling Yamaha M1 di Austin diperhatikan untuk tidak terulang. Diakui hal tersebut memberi kontribusi terhadap berkurangnya konsentrasi yang berakibat crash di tikungan sirkuit COTA Austin yang mana saat itu pace nya cukup cepat dan bisa mengumpulkan lebih banyak point.
Kemenangan bagi Rossi adalah hal yang sudah biasa dan sudah banyak pula dikantongi. Tapi akan menjadi lain apa bila diraih ketika usia yang makin bertambah tua untuk ukuran pembalap top level. Setidaknya sementara ini Rossi dapat bernostalgia mengulang jaman ke emasannya dulu pernah menjadi penguasa Jerez. Karena masih banyak seri kedepannya yang memiliki tantangan lebih berat dengan tingkatan karakter sirkuit berbeda dari yang dicapai nya di Jerez. Demikian wassalam dan salam sejahtera.
Iklan

18 thoughts on “Motogp seri 4 Jerez 2016 tidak terjadi pertarungan epic

    arewege said:
    April 27, 2016 pukul 3:18 pm

    Jerez 2016 ,membosankan

    Suka

      ArenaSepedaMotor responded:
      April 27, 2016 pukul 6:40 pm

      bener pak, gak greget balapannya

      Suka

        are wege said:
        April 27, 2016 pukul 7:53 pm

        pass udh lap 15 ,semakin membosankan, kebanyakan orng yg gila Rossi sebagai entertain nya. MOTOGP sm sekali gak terlihat, mungkin kena KARMA MARQUEZ, kebanyakan fumi bilang Marc membosankan,

        Suka

      ArenaSepedaMotor responded:
      April 27, 2016 pukul 9:04 pm

      tiap seri motogp memang gak selalu terjadi fight pak

      lebih seru balapan moto3, sering overtaking

      Disukai oleh 1 orang

        are wege said:
        April 27, 2016 pukul 10:36 pm

        Seharusnya kelas MOTOGP lebih seru. Karena kelas para raja.
        Kenapa MOTOGP bisa seketat ini. Kenapa banyak RIDER yg gk berani bermain2

        Suka

        ArenaSepedaMotor responded:
        April 28, 2016 pukul 7:49 am

        Banyak faktor yg terkait jga karena tdk semua pembalap kuat di semua sirkuit.

        Sekarang dg ban baru ada perbedaan karakter yg pengaruhi racing line, titik pengereman, titik belok (turn-in point), titik buka throttle akselerasi. Mungkin pembalap belum full adaptasi.

        Mereka harus hati-hati karena konsekwensi melakukan kesalahan adalah motor tumpah ke aspal yg tentunya merugikan utk mendapat point.

        Suka

        are wege said:
        April 28, 2016 pukul 9:49 am

        Tapi dilihat sekian banyak RIDER , hanya Marc yg terlihat berbeda, saat ini terlihat lebih sabar Dan gak kalem, apakah efect pembelajaran musim laliu? Bisa jadi.

        Sebenarnya dibanding RIDER lain Marc itu baru mencoba Dan menjajal karakter ban Michellin ,coba aj bandingin dgn senior nya,yg sdh pernah mencoba. Dan tahu karakter Michellin, tapi Marc cepat beradaptasi dgn Michellin.?

        Apa. Disini sdh terlihat kualitas HONDA atw skill Marc yg membedakan, bila dibanding senior nya pedrosa. Sdh layak. Kah Marc disebut RIDER yg punya skills terbaik

        Suka

        ArenaSepedaMotor responded:
        April 28, 2016 pukul 4:08 pm

        Michelin sekarang mungkin berbeda teknologi dg michelin terakhir sebelum absent dri motogp beberapa tahun lalu. Jdi karakteristik nya gak sama walaupun tetap michelin

        Marquez gak diragukan punya skill tinggi seperti jga pedrosa. Hanya pedrosa di jaman itu kurang mempunyai faktor keberuntungan yg jga berperan menentukan nasib pembalap. DNF karena masalah tehknis atau cedera akibat crash jdi hambatan.

        Untuk jaman sekarang marquez dg hondanya bisa berprestasi bagus. Jorge tahun ini dg yamaha jga tetap ada peluang besar jdi juara musim lgi. Tahun depan dg ducati mungkin perlu adaptasi

        Klau rossi sebenarnya sekarang ini bukan lgi jamannya. Era ke emasan rossi mulai tahun 2001 dg honda nsr500 2 tak. Tapi tahun ini tetap ada peluang nya utk merebut titel juara musim 2016

        Suka

        are wege said:
        April 28, 2016 pukul 4:34 pm

        Apa perbedaan mencolok MARQUEZ muda dengan Rossi muda? Apa benar nastro azuro team satellite yg dibekali dengan part team factory.

        Suka

        ArenaSepedaMotor responded:
        April 28, 2016 pukul 5:06 pm

        Klau perbedaan seperti nya gak mudah jga krena marquez gak sejaman wktu rossi muda. Motor yg berbeda dg masing2 karakter. Honda NSR500 2 tak. Honda RC211V 5 cylinder dan yamaha m1 yg marquez blum pernah coba balap.

        Sy pikir masing2 ada kelebihan dan kekurangannya sebagai pembalap top level.

        Sekarang ini dg ban michelin dan unified software motor gak seperti di tahun 2015 yaitu dg ban bridgestone yg lebih bisa diprediksi grip nya dan unified software dg kecnasgihan dan presisi diatas software sekarang. Point nya motor sekarang lebih susah dibawa kenceng melewati tikungan dri motor musim tahun lalu.

        Suka

        are wege said:
        April 28, 2016 pukul 5:42 pm

        Berarti selama ini para pengamat mau pun fans boy gak bisa ngeremihin kualitas Marc donk. Kebanyakan bilang Marc BERUNTUNG langsung masuk team PABRIKAN, masuk REPSOL kan gak MUDAH ,

        Suka

        ArenaSepedaMotor responded:
        April 28, 2016 pukul 5:10 pm

        Kecanggihan

        Suka

        ArenaSepedaMotor responded:
        April 28, 2016 pukul 5:16 pm

        Nastro Azzurro sy belum tau jga detail nya.tpi biasanya tim satelit jga mendapat parts engine, suspensi dan elektronik yg sama atau hanya beda tipis dg tim factory.

        Suka

        ArenaSepedaMotor responded:
        April 28, 2016 pukul 10:28 pm

        Marquez skill balapnya istimewa pasti nya dengan RC213V tahun 2013-2014 yang balance, artinya power delivery yang linear, memungkinkan marquez buka gaz akselerasi cepat di pertengahan tikungan (mid-corner) untuk exit. chassis dan suspensi yang memberikan ke stabilan manuver dan handling pada saat hard braking diarahkan memasuki corner. Demikian juga waktu akselerasi kuat dan cepat keluar tikungan, motor tetap kokoh, stabil meskipun dalam pengaruh torsi dan horsepower besar engine yang sedang disalurkan ke ban belakang. Motor benar-benar cocok dengan riding style nya Marquez. Tapi di musim 2015 muncul masalah pada power delivery dan engine brake yg agresif. Marquez jadi susah meng- kontrol motor saat hard braking yg kadang kemudian berakibat crash atau nyelonong ke gravel. Jadi motor yg balance berperan siknifikan mensupport skill si pembalap.

        Di musim balap 2015 motor Yamaha M1 terlihat berpotensi dan balance. Dengan itu Lorenzo mampu melesat cepat masuk dan keluar corner yg berpengaruh cukup besar terhadap lap time nya.

        Nah sekarang ini bisa dibilang semua pembalap ber adaptasi lagi. Yg paling cepat mengatur riding style nya supaya sesuai dan pas dg karakter motor yg akan mendapatkan keuntungan lebih dulu.

        Sekarang masih muncul beberapa problem yg dialami pembalap, seperti ban belakang banyak spin kurang traksi saat akselerasi keluar tikungan juga waktu full gaz di trek lurus. Demikian juga ban depan yg kurang feedback, menjadikan agak susah feel nya atau di prediksi daya cengkram grip ban saat miring kenceng di tikungan. Kalau sedikit melakukan error bisa langsung tumpah ke aspal tanpa kasih isyarat lebih dulu. Ban depan Bridgestone masih memberikan toleransi kalau rider seandainya melakukan sedikit kesalahan.

        Suka

    ArenaSepedaMotor responded:
    April 28, 2016 pukul 5:19 pm

    Koreksi maksudnya factory software lebih canggih dari pada unified sofware sekarang

    Suka

    are wege said:
    April 28, 2016 pukul 5:44 pm

    Niat dorna buat kompetitif kelas MOTOGP , dengan menyamakan ecu Dan pasokan ban tinggal ,menurut ane baik sih, jadi team yg kurang Dana Dan gak kaya, bisa punya peluang bersaing

    Suka

      ArenaSepedaMotor responded:
      April 28, 2016 pukul 7:25 pm

      Sepertinya begitu Pak, supaya daya saing tim lemah atau privateer dapat lebih meningkat dg tim satelit dan pabrikan. Meskipun memberi efek terhadap rider elite tim pabrikan, yaitu motor dibawa gak se gampang sebelumnya. Perlu upaya yg lebih lagi untuk memacu motor secara cepat di tikungan

      Suka

        are wege said:
        April 28, 2016 pukul 10:27 pm

        SEKARANG tinggal skill RIDER , kesempatan Dan keberuntungan

        Jangan lupa team yg kompak Dan kuat

        Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s