Motor balap GP500 Cagiva C593 beauty & the beast

Posted on Updated on

Cagiva V593 1993

Cagiva C593 perpaduan antara beauty & the beast (motorcycle.com)

Gimana rasanya membawa motor GP500 melesat di sirkuit mungkin menjadi idaman setiap penggemar roda dua. GP500 machine meskipun teknologi sudah cukup tua untuk sekarang ini, tapi sensasi dari karakter nya akan terus hidup tidak terkikis zaman. Selalu membuat si rider merasa kagum dibarengi oleh adrenalin meningkat terus setiap kali membawanya, terutama kalau gaz dibuka lebar.

Jeff Ware mendapat kesempatan untuk test ride motor sensasional di zamannya yaitu Cagiva C593 GP500. Pemiliknya adalah Steve Byrne yang juga penggila motor dan memiliki beberapa koleksi value lainnya. Begitu Steve mendengar Importer MV Agusta Australia menawarkan motor Cagiva C593, dengan segera di responnya. Motor Cagiva GP500 ini pernah sukses dibawa oleh pembalap Amerika John Kocinski memenangi Grand Prix 1993 di Laguna Seca USA dan GP Australia pada tahun 1994. Jadi Motor memiliki nilai history bagus memberi kebanggaan dan juga langka.

Cagiva C593 engine

Cagiva C593 V4 498 cc two-stroke engine. Saat itu problem pada barisan cylinder bagian belakang yang suka overheat. Mesin dengan kabel busi sederhana tapi sanggup menyemburkan sekitar 177 -180 hp (di ban belakang) pada 12600 rpm, torsi 105 Nm @12100 rpm

Jeff diberikan kesempatan oleh pemilik untuk melintasi sirkuit Queensland Raceway Australia untuk beberapa lap. Motor sebelumnya di warm-up oleh oleh Dick Smart, mechanic yang pernah menangani motor Mick Doohan. Daryl Beattie ex teammate Doohan memberi pengarahan untuk membawa motor secara relax dan normal. 
“It’ll just feel like a superbike, only faster and lighter”. Kata Beattie.
Benar sekali motor lebih ringan dan lebih kenceng dari superbike pastinya. Berat sekitar 122 kg dan power output 177 hp @12600 rpm (at the wheel) pada form balapnya waktu itu. Torsi kisaran 105 Nm pada @12100 rpm. Ukuran power to weight ratio sangat luarbiasa. Sekedar untuk membayangkan ke ganasan torsi dan power Cagiva GP500 ini membandingkan power dan torsi Ninja 250 dengan bobot lebih berat 35 kg, power sekitar 26 hp standard (at the wheel) torsi 21 Nm @10000 rpm. Tentunya sangat spektakuler tendangan torsi C593 kalau rpm masuk area powerband.
Pada tikungan dua Queensland Raceway, Jeff Ware sudah knee down kemudian melesat di lintasan lurus sambil melakukan short shift gir transmisi dan memberikan beban (load) pada engine. Menahan throttle terbuka lebar pada gir tiga untuk melancarkan (airflow mixture) dan setelah beberapa kali engine mengalami batuk, seketika rpm terlihat pada digital tachometer teriak melewati 9500 rpm. Masuk powerband tendangan kuat engine mendorong motor dengan cepat. Jeff Ware merasa persendian pada bahunya tertarik ketika upshift gir transmisi di 12500 rpm sebelum motor harus mengerem memasuki corner tiga. Rem masih belum mencapai temperatur kerja (working temp), daya cengkram masih kurang pakem katanya.

Cagiva C593 Chassis

Digital dash yang simpel untuk ukuran sekarang menempel pada aluminium alloy frame yang kokoh dan kaku. Steering damper merk Ohlins untuk meredam goncangan (tank slapper) di stang.

Exit dari tikungan tiga Jeff menekan throttle secara pelan supaya supply udara/bbm dari carburator tidak terlalu berlebihan dimana membuat revving melewati 9000 rpm agak kasar. Dan seperti sebelumnya menurut Jeff begitu ke empat carburator membersihan saluran udaranya dari mixture udara/bbm yang berlebihan, engine mendorong kuat membuatnya harus berupaya keras menahan gaya akselerasi dihasilkan motor. Ban depan motor cenderung wheelie terangkat dari aspal atau ban belakang spin. Jeff meng-analogikan daya pukul nya seperti palu (hammer).
” I’ve never felt acceleration like it. Ever. Not even on a turbo or a World Superbike or anything”. “no four-stroke could be this exciting. The 500 is amazingly quick”.  
Kita bisa simpulkan cukup dengan satu kata “dahsyat!”. Tidak ada motor 4-tak dengan akselerasi lebih menakjubkan dari motor 500cc 2-tak ini. Engine akan meledak menyemburkan power dan torsi melalui dorongan akselerasi begitu masuk powerband di 9000 rpm dan sampai menyentuh limiter 13000 rpm.

Cagiva C593 Ohlins

Shock belakang Ohlins dan reservoir yang tidak diragukan performa dan qualitasnya berada diantara tabung expansi exhaust terbuat dari titanium

Caliper Brembo melakukan tugasnya dengan baik, cukup satu jari menekan tuas rem untuk deselerasi di lintasan lurus. Jeff bisa melakukan trail braking memasuki tikungan dengan rasa percaya diri dan menambah power secara progresif untuk akselerasi keluar dari corner. Seperti biasanya karakter piringan rem (disc brake) dari carbon fiber baru dapat bekerja secara efektif kalau mencapai panas seharussnya.
Dengan bertambahnya temperatur ban Dunlop, Jeff makin cepat melesat di tiap lap. Tapi dengan rasa kesadaran bahwa harus menegakkan motor lebih dahulu sebanyak mungkin di mid-corner sebelum membuka throttle. Ya Jeff Ware faham sekali motor GP500 dengan karakter power delivery agresif atau brutal. Kesalahan terlalu banyak buka gaz saat motor miring di tikungan mengakibatkan ban spin tak terkontrol atau paling menguatirkan motor highside melempar ridernya dengan keras. Motor GP500 memang terkenal pemarah Bro kalau si rider buat kesalahan.

Cagiva C593 1

One of the best looking GP500 bike

Cagiva Kocinski getty image

John Kocinski (getty image)

Chassis C593 sangat kaku dan bobot yang ringan menurut Jeff pengendara perlu pengenalan relationship dengan melakukan banyak lap untuk mendapatkan feedback dimana nantinya menimbulkan makin banyak rasa percaya diri membawa motor.
Suspensi belakang Ohlins terasa kaku dan perlu di service setelah sekian lama tidak digunakan dan fork juga keras, tapi tidak seperti yang diperkirakan. Motor mampu melesat melewati gundukan (bumps) di lintasan sirkuit cukup baik menurut Jeff.
Cagiva C593 merepresentasikan puncak dari perusahaan Italia pada ajang balap motor Grand Prix 500cc yang cukup kompetitif waktu itu. Bisa saja meraih titel menjadi juara dunia menurut John Kocinski, hanya sayang masalah finance mengharuskan Cagiva mundur dari balapan.
Meskipun GP500 terkenal brutal, dangerous dan susah dikendalikan tapi motor Cagiva GP500 adalah perpaduan antara beauty and the beast, ” It’s not just a bike it’s a passion”.

Source : Fast Bikes Magazine, Motorcycle.com


		
Iklan

2 thoughts on “Motor balap GP500 Cagiva C593 beauty & the beast

    nduk said:
    April 12, 2016 pukul 9:10 pm

    Disini cukup cagiva stella 🙂

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s