Marquez menguasai seri 2 balapan motogp Argentina 2016

Posted on Updated on

Motogp seri 2 Argentina 2016 Marquez

Kegembiraan untuk Marquez dan tim repsol Honda

Seperti yang dikatakan Lorenzo “Very difficult. This is racing. Sometimes you are on top, sometimes you have problems”. Setelah kesuksesan di Losail sebelumnya, Lorenzo harus menelan kepahitan di Argentina, crash di tikungan satu. Marquez keluar sebagai pemenang dengan menciptakan gap cukup banyak terhadap pembalap dibelakang yaitu Rossi. Rossi meraih kedua setelah mendapat keuntungan duo Ducati yang berada didepannya tumpah ke aspal sebelum tikungan terakhir.
Di Termas Rio De Hondos Argentina semua pembalap belum pernah sebelumnya race dengan Michelins dan unified software. Sirkuit berkarakter cepat dengan tikungan fast flowing memakai gir transmisi 3-4 akan memberi tantangan baru. Ada kesamaan dengan sirkuit Phillip Island dimana diperlukan keberanian dan ketepatan titik pengereman dari kecepatan tinggi. Motor masuk mengerem lebih dalam dengan tehnik trail braking sampai di mid-corner dan pembalap berupaya akselerasi lebih awal untuk lebih cepat exit corner. Tapi ada kesulitan yang dihadapi pembalap yaitu kondisi aspal lintasan yang berdebu (dirty) yang berpengaruh terhadap grip ban terutama ban depan.
Keadaan lintasan yang kurang bersahabat itu dikuatirkan oleh pembalap akan berpengaruh pada performa ban depan bukan ban belakang. Dan memang benar crash yang terjadi karena lowside atau hilangnya grip ban depan. Lorenzo tidak bisa masuk tikungan lebih cepat mengandalkan intensitas tekanan rem lebih banyak. Karena bagian pinggir ban (edge) yang riskan kurang lengket dengan aspal lintasan yang berdebu. Marquez yang tercepat di qualifikasi juga mengalami lowside crash. Memperlihatkan adanya margin yang kecil untuk sampai ke limit di tikungan dengan situasi aspal lintasan seperti itu.
Mengherankan kejadian ban belakang motor Scott Redding yang terlepas struktur lapisan nya (delamination) di hari Sabtu qualifikasi. Penyebab yang belum diketahui dan perlu analisa secara detail di lab Michelin. Sementara itu pihak Michelin memutuskan menarik kedua ban belakang medium-hard compound dari balapan dan mengganti dengan ban medium compound yang lebih kaku (stiffer structure). Demi menghindari situasi negatif Race Direction memutuskan diharuskan penggantian motor kedua pada lap 9,10 atau 11. Kejadian mirip seperti waktu memakai ban Bridgestone di Phillip Island musim balap 2013.
Selain issue ban belakang dan sirkuit yang berdebu pada saat kering, balapan justru dimulai dengan kondisi habis hujan. Masih ada bagian-bagian aspal sirkuit yang basah menyulitkan pembalap memilih racing line terutama kalau mau overtaking. Balapan di declared dry race memakai ban slicks, pembalap antara berhati-hati memilih lintasan dan harus menekan motor lebih cepat.
Seperti yang kita lihat cukup banyak pembalap yang tumpah ke aspal karena lowside. Diakui Lorenzo penyebab crash nya adalah kesalahan melintasi bagian aspal yang basah. Meskipun dia katakan juga karena kurang konsentrasi akibat merasa tertinggal race pace pembalap didepan. Kemampuan Lorenzo yang istimewa adalah bagaimana dia dapat merasakan dan mengukur grip yang ada di ban depan saat itu. Di area ini yang membedakan pembalap skill tinggi dan pembalap dengan skill rata-rata dibawahnya. Tapi hal itu memerlukan konsentrasi supaya terhindar dari kehilangan grip. Kurangnya fokus memberi konsekwensi negatif yaitu terjadi lowside dan masuk gravel. Maverick Vinales yang berupaya merebut posisi Rossi pun harus menyerah di tikungan satu karena lowside.
Selalu menarik kalau terjadi fight antara Rossi dan Marquez. Satu pembalap usia 37 tahun memasuki akhir masa jaya karier nya yang luar biasa, tapi terlihat masih sanggup kompetitif. Satunya lagi pembalap yang masih muda, skill istimewa seperti Rossi zaman dulu. Mereka fight di beberapa lap tapi kemudian harus box, masuk ke pit mengganti dengan motor kedua. Marquez merasa percaya diri, push 100% melesat cepat membawa motor keduanya dan menjaga gap. Rossi dengan motor kedua sebaliknya terlihat susah mengikuti race pace nya Marquez yang kemudian merosot terus sampai di overtake oleh duo Ducati.
Pertanyaannya apakah motor pertama dan motor kedua identik sama? seharusnya memang seperti itu, tapi bisa terjadi perbedaan kecil setingan yang berpengaruh besar di lintasan. Hal ini yang diratapi oleh Rossi berkenaan dengan keputusan Race Direction yaitu harus mengganti motor di pertengahan balapan yaitu di 9,10 atau 11.
Kejadian Iannone menyengkat motor teammate nya sebelum tikungan akhir merupakan keuntungan bagi Rossi untuk mengisi posisi kedua. Iannone begitu ngotot untuk tidak membiarkan Dovizioso mengambil posisi kedua dan berakibat hilangnya grip ban depan lagi seperti yang lainnya. Iannone sudah mengalami lowside sebelumnya di sirkuit Losail yang saat itu juga berupaya overtake Dovi. Kecerobohan yang dibayar nya cukup mahal, 2 kali kesempatan podium. Hanya kali ini membawa team matenya yang seharusnya mendapat point yang telah dikumpulkan sejak balapn di Losail. Perbuatan tersebut memberi hukuman Iannone pengurangan 1 point dan 3 posisi di grid sirkuit Austin USA. Seperti dialami Rossi, Pedrosa merasa di untungkan dengan kejadian kedua Ducati membuatnya finish ketiga. Hanya ada perbedaan pada saat start dia dirugikan oleh manuver Iannone yang agresif, sempat  membuat nya melebar dan tercecer kebelakang. Kemudian bertahap maju kedepan sampai posisi enam dan selanjutnya ketiga setelah Vinales dan kedua Ducati crash.
Seri selanjutnya di Austin COTA, Marquez sudah sering menang balapan akan memberi kesempatan lebih besar menjadi juara lagi, meskipun dengan karakter ban dan respon elektronik yang berbeda dengan motor tahun sebelumnya. Ada beberapa tikungan hairpin kecepatan rendah yang pas dengan style balap Marquez dan RC213V, hard braking &  akselerasi. Tapi kalau issue akselerasi yang kurang joss di Losail belum dibereskan bisa menjadi halangan di Austin. 
Apakah terkelupasnya ban belakang Michelins Redding akibat sliding terus? Seperti Dovizioso jelaskan bagaimana dia harus membuat ban belakang sliding ditikungan supaya mencegah ban depan kehilangan grip akibat aspal lintasan yang licin berdebu. Mungkin iya mungkin juga gak, tapi kelebihan horsepower bisa jadi membuat ban overheat dan mengikis grip. Demikian wassalam dan salam sejahtera.

1. Marc Marquez ESP Repsol Honda Team (RC213V) 34m 13.628s
2. Valentino Rossi ITA Movistar Yamaha MotoGP (YZR-M1) 34m 21.307s
3. Dani Pedrosa ESP Repsol Honda Team (RC213V) 34m 41.728s
4. Eugene Laverty IRL Aspar MotoGP Team (Desmosedici GP14.2) 34m 50.170s
5. Hector Barbera ESP Avintia Racing (Desmosedici GP14.2) 34m 50.339s
6. Pol Espargaro ESP Monster Yamaha Tech 3 (YZR-M1) 34m 50.873s
7. Stefan Bradl GER Factory Aprilia Gresini (RS-GP) 34m 54.981s
8. Bradley Smith GBR Monster Yamaha Tech 3 (YZR-M1) 35m 4.337s
9. Tito Rabat ESP Estrella Galicia 0,0 Marc VDS (RC213V)* 35m 4.611s
10. Alvaro Bautista ESP Factory Aprilia Gresini (RS-GP) 35m 15.016s
11. Aleix Espargaro ESP Team Suzuki Ecstar (GSX-RR) 35m 22.496s
12. Michele Pirro ITA Octo Pramac Yakhnich (Desmosedici GP15) 35m 32.615s
13. Andrea Dovizioso ITA Ducati Team (Desmosedici GP) 35m 47.047s
Andrea Iannone ITA Ducati Team (Desmosedici GP) DNF
Cal Crutchlow GBR LCR Honda (RC213V) DNF
Maverick Viñales ESP Team Suzuki Ecstar (GSX-RR) DNF
Scott Redding GBR Octo Pramac Yakhnich (Desmosedici GP15) DNF
Loris Baz FRA Avintia Racing (Desmosedici GP14.2) DNF
Jorge Lorenzo ESP Movistar Yamaha MotoGP (YZR-M1) DNF
Jack Miller AUS Estrella Galicia 0,0 Marc VDS (RC213V) DNF
Yonny Hernandez COL Aspar MotoGP Team (Desmosedici GP14.2) DNF

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s