Header & knalpot mempengaruhi performa mesin

Posted on Updated on

Engine Ferrari 047 1988 gurneyflapcom

Ferrari 047 Formula one engine V10 Twin-Cam 80 degree 3000cc, power output max 754,2 hp @17000 rpm. Kecepatan exhaust gaz keluar knalpot di putaran ekstrim dapat terpenuhi dengan ukuran header yang raksasa, tapi size sebesar itu tidak efisien di putaran rendah. Untuk meraih top end power, F1 engine V10 memakai design header 5-1  (gurneyflap)

Bro pembaca pasti sudah faham mengenai exhaust system engine mobil dan motor kita miliki. Bahwa optimal nya power dan torsi ditentukan juga oleh andil sistim knalpot itu. Sebenarnya knalpot standard pabrik sudah cukup baik mengeluarkan gas pembakaran dari knalpot berdasarkan putaran engine dimana digunakan sebagian besar di jalan raya dan sesuai mengikuti ukuran parameter masih standard atau stock. Pabrik mendesign sistim knalpot supaya memenuhi beberapa kriteria, yaitu menekan kadar emisi dan juga suara kebisingan tidak melewati batas regulasi yang berlaku tapi mampu menciptakan torsi dan HP ypada level lumayan meskipun belum maksimum. Hal tersebut baik tapi mungkin bagi kita kalau ingin performa lebih dari engine standard tentunya masih ada kekurangan.
Langkah sederhana menaikan performa adalah dengan mengganti atau menyempurnakan sistim exhaust standard kenyataannya memiliki hambatan (restrictive) kepada rancangan lebih free flow. Adanya hambatan di dalam sistim knalpot memberikan kontribusi terjadinya backpressure. Tingkatan backpressure dipengaruhi oleh design knalpot tersebut, semakin besar level nya semakin besar pula power output tercuri.
Backpressure terjadi ketika shock wave yang dihasilkan ledakan di dalam ruang bakar (combustion chamber) meluncur keluar dari klep exhaust dan masuk ke saluran pipa knalpot. Shock wave mencapai kecepatan suara sekitar 300 feet per detik akan memantul apabila ada penghalang di depannya dan berbalik bertabrakan dengan low pressure gaz yang juga mengikuti dibelakangnya. Penghalang yang ada di knalpot seperti catalytic converter, sekat tabung resonator dan muffler. Munculnya backpressure berlebihan memberi beban terhadap engine untuk mengeluarkan gas pembakaran dari combustion chamber, efek nya power output berkurang.
Exhaust system qualitas baik memiliki level hambatan sangat sedikit atau lebih free flow, dengan itu mampu mengurangi backpressure secara siknifikan. Perbandingan bisa dilihat antara stock exhaust mobil Honda menghasilkan backpressure sekitar 18 psi dan aftermarket exhaust system berqualitas tinggi mampu mengurangi backpressure menjadi 6 psi. Mobil atau motor balap tidak menggunakan muffler memiliki level back pressure 1-3 psi tapi dengan konsekwensi suara sangat berisik menusuk telinga terutama pada saat teriak bertambahnya revving engine. Kalau dipakai di jalan bisa repot mengganggu orang lain.

Engine Exhaust Pulses

High pressure shock wave mencapai kecepatan suara meluncur di ikuti oleh low pressure exhaust gaz.

Mobil memakai header manifold mempunyai keunggulan dari tipe manifold standard. Power dan torsi lebih kuat karena design header memungkinkan meningkatnya efisiensi. Denyut atau pulse exhaust gaz keluar dari ruang bakar via klep exhaust tidak meluncur dengan semburan konstan. Mengingat posisi klep exhaust selalu buka dan menutup begitu pun juga aliran exhaust gaz. Semakin banyak cylinder semakin dekat jarak exhaust gaz pulse dibuat engine. Keuntungan dari rangkaian exhaust pulse ini adalah memanfaatkan negatif pressure yang diciptakan oleh low pressure untuk menarik exhaust gaz keluar sebanyak-banyaknya dari dalam cylinder. Negatif pressure sebesar 1-5 psi berada beberapa milidetik dibelakang high pressure pulse digunakan menghisap sisa residu exhaust gaz terutama pada saat overlap. Hal itu bisa dilakukan dengan mengatur panjang primary pipe (pipa utama) header supaya vacum negatif pressure di delay waktunya tepat dengan klep exhaust membuka pada rpm yang telah direncanakan.

Engine Civic Si 2012 Skunk2 Exhaust 1

FULL SYSTEM KAWASAKI NINJA 300 EXHAUST

Catalytic Converter BMW 3 Series

Hi-flow catalytic converter merk Magnaflow untuk BMW 3 series

 
Iklan

2 thoughts on “Header & knalpot mempengaruhi performa mesin

    welah dalah said:
    April 3, 2016 pukul 8:28 pm

    artikelnya keren2 om. nice sharing om

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s