Williams-Canon FW15C juara Formula 1 musim balap 1993

Posted on Updated on

F1 Williams FW15C 1993 A

Alain Prost Williams-Canon Renault FW15C. Velg OZ magnesium forged

Penggemar balap F1 Indonesia yang rajin menonton live di TV era 1990 an pasti akan ingat musim balap tahun 1992, yaitu fenomena kalau boleh dibilang seperti itu. Muncul nya mobil yang menguasai hampir di tiap sirkuit dan jadi juara seri sebanyak 9 kali. Mobil tangguh berjaya itu adalah tim Williams-Canon dikendarai oleh Nigel Mansel pembalap asal Britania Raya. Pada tahun sebelumnya 1991 pun Mansel menjadi runner-up dibawah pembalap legendaris asal Brazil Aryton Senna. 

Tahun 1991 Mansel mengalami banyak DNF tapi masih bisa mengumpulkan 5 kali podium. Menjadi perhatian publik adalah bagaimana Mansel mampu digdaya menguasai balapan dan sanggup melesat dengan cepat.  Hal itu tidak terlepas dari unggulnya mobil FW14B tim Williams-Canon yang dibawa nya. Saat itu FW14B termasuk mobil F1 dimana berhasil membuat terobosan (leap forwards) teknologi. Penggunaan active suspension dan high revving engine Renault RS3 dan RS4 V10 cylinder yang begitu powerful memberi pengaruh luarbiasa terhadap performa mobil. Elektronik active suspension menyediakan grip maksimum pada tiap corner dengan mengatur faktor keras dan halusnya suspensi. Meredam guncangan pada saat menikung cepat ataupun mengerem kuat untuk entry corner. Active suspension diatur oleh komputer.
Musim balap F1 tahun 1993 terulang kembali kejayaan Williams-Canon dengan mobil FW15C yang dikemudikan oleh Alain Prost asal Prancis. Tahun 1993 menobatkan Prost menjadi juara dunia ke empat kalinya menyusul Senna yang mengantongi 3 kali juara dunia dengan mobil Mclaren bermesin Ford-Costworth fenomenal. Tempat ketiga diraih oleh Damon Hiil team mate Prost. Dengan pencapaian itu membuktikan mobil Williams-Canon engine Renault adalah yang terkuat menguasai tiap seri nya.
Dengan berbaik hati Mr.Remi dari http://www.gurneyflap.com/ via email mengijinkan saya untuk mengunakan foto-foto dan spek mobil Formula 1 FW15C yang spektakuler ini dan juga mobil-mobil F1 lainnya.
FW15C aplikasikan teknologi fly-by-wire throttle, semi-automatic gearshift, active suspension, traction control dan ABS, pokoknya komplit. FW15C di rancang sejak awal sudah dengan active suspension. Sebenarnya mobil ini direncanakan untuk turun pada musim balap 1992. Tapi saat itu mobil FW14B begitu dominan dikemudikan Mansel maka FW15C ditunda sampai tahun 1993.

F1 Williams FW15C 1993 Active Suspension A

Active suspension
F1 Williams FW15C 1993 Active Suspension

Active suspension menggunakan jalur hydrolik dikontrol oleh moog valves. Moog valves diperintah oleh electronic control unit yang memonitor tingkah laku mobil. Tujuan dari system adalah meng-kontrol ketinggian mobil pada bagian depan dan belakang dalam berbagai situasi.

Active suspension menjaga ketinggian terbaik mobil selama balapan, mulai dari keadaan tanki bbm full sekitar 150 kg sampai kondisi hampir kosong, ketinggian mobil tetap sama. Hal itu dilakukan melalui kalkulasi pembacaan sensor diambil dari ketinggian ban yang diketahui dari data diperoleh. Dengan itu supaya sistim dapat berjalan akurat, tekanan ban harus tetap dalam keadaan selalu tepat.

F1 Williams FW15C 1993 Disc Brake

Carbon disc brake dengan caliper merk AP Racing juga dipakai oleh mobil Rally dan superbike. Seperti juga motogp memakai carbon disc daya gigit atau stopping power lebih pakem dan performa tidak menurun (fade) akibat panas ekstrim.

F1 Williams FW15C 1993 Engine C

Rear active suspension & Renault RS5 V10 cylinder engine. Diameter pipa header berukuran besar dan pendek menyediakan kelancaran gas pembakaran keluar knalpot dengan cepat pada putaran tinggi. Headers menyambung ke pipa kolektor dengan tipe 5-1.

F1 Williams FW15C 1993 Engine

Engine Renault RS5 V10 sangat oversquare juga menjadi senjata pamungkas yang berperan mendorong mobil sanggup melesat mencapai topspeed di lintasan lurus dan akselerasi cepat keluar tikungan dari mobil-mobil rival lainnya. Injektor menempel di fuel rail menyemprot bensin langsung kedalam throttle body via barisan velocity stacks. Untuk menciptakan volumetrik efisiensi dan horsepower sebesar mungkin di rpm tinggi velocity stacks memakai ukuran sangat pendek.

Engine Renault RS5 DOHC V10 cylinder 67 degree, bore 93 mm x stroke 51.3 mm 3498cc. Dengan pneumatic valves untuk menutup klep intake dan exhaust. Ignition system menggunakan Magneti Marelli. Power output 750 bhp dengan bensin biasa dan 780 bhp dengan bbm merk ELF di putaran 14000 rpm. Berat mesin 137 kg. Gearbox buatan in-house Williams 6 speed semi automatic yang di operasikan dengan tuas dibelakang stir mobil.

F1 Williams FW15C 1993 Engine D

Radiator BEHR ukuran yang begitu masiv menjamin temperatur mesin terjaga dalam zona aman selama balapan. Gearbox 6-speed semi automatic.

F1 Williams FW15C 1993 Air duct

Air intake duct diatas driver dan airbox dari carbon fiber di design untuk membantu meningkat airflow kedalam throttle body terutama pada rpm maksimum. Udara yang masuk dalam kecepatan tinggi membangun tekanan dinamik didalam air box. Kemudian saat klep intake posisi open udara dengan cepat bersamaan dengan semprotan bbm dari injektor masuk kedalam silinder menciptakan pressure untuk diledakkan. Magneti Marelli ignition system terlihat terpasang di compartment.

F1 Williams FW15C 1993 Chassis

Radiator intake duct mengalirkan udara dingin ke radiator. Walaupun karena faktor design aerodynamic lebih diutamakan maka air flow menuju ke intake duct tidak begitu siknifikan hanya sekitar 15% yang masuk. Radiator kecil untuk mendinginkan oli hydrolik yang digunakan gearbox dan active suspension

F1 Williams FW15C 1993 cockpit A

FW15C cockpit terlihat masih sangat sederhana dibandingkan mobil Formula one sekarang memakai stir merk personal yang masih berbentuk stir. Tiga tombol putar diatas untuk mengatur active suspension.

F1 Williams FW15C 1993

FW15C adalah penyempurnaan (improvement) dari mobil sebelumnya dengan chassis carbon monocoque. Bagian depan (nose) yang lebih lancip, air intake dan engine cover dengan lekukan lebih bulat juga sayap belakang lebih lebar. FW15C  memiliki aerodynamic drag dan downforce 12 persen lebih baik dari FW14B.
Tim Williams-Canon membuktikan sebagai yang terbaik saat itu dimana penggunaan bantuan elektronik active suspension juga Renault RS4-RS5 V10 cylinder terbukti sangat powerful membuat mereka lebih unggul dari tim lainnya. Kemudian di akhir musim 1993 FIA melarang electronic aids active suspension, traction control, ABS. Masa-masa senang itu dengan keunggulan elektronik dimiliki ngak bisa bertahan lama.
Alm Aryton Senna sangat terkesan dan kagum dengan ke digdayaan mobil Williams-Cannon ini sejak muncul pada musim balap 1991. Kemudian dia memutuskan untuk pindah dari tim Mclaren. Tapi sangat ironis mobil ini justru harus membuat nya mengalami kecelakaan tragis di musim balap tahun 1994. Rest in piece, Senna salah satu pembalap terbaik, F1 Maestro.
* Wheelbase 2817 mm
* Front track 1799 mm
* Rear track 1688 mm
* Height 1020 mm
* Wheels OZ
* Fuel tank 210 liters
* Weight 505 kg
Pictures by Allan Nielsen, Joachim Kutt and Gurneyflap
@copyright Remi Humbert  http://www.gurneyflap.com/index.html
Iklan

8 thoughts on “Williams-Canon FW15C juara Formula 1 musim balap 1993

    abaydmz said:
    Maret 24, 2016 pukul 10:41 pm

    Renault emang mesin bengis ya om

    Suka

      ArenaSepedaMotor responded:
      Maret 25, 2016 pukul 8:05 am

      Bener pak, tapi renault f1 mesin turbo sekarang masih ketinggalan sama mercedes

      Disukai oleh 1 orang

        abaydmz said:
        Maret 25, 2016 pukul 8:36 am

        Iya paling bagus utk natural aspirated engine

        Suka

      ArenaSepedaMotor responded:
      Maret 25, 2016 pukul 8:44 am

      kemungkinan kalau gak ganti aturan, vettel bisa rebut juara musim lagi di 2014

      Disukai oleh 1 orang

        abaydmz said:
        Maret 25, 2016 pukul 1:11 pm

        Bener om engine terbaik saat itu renault

        Suka

    foster wan said:
    November 6, 2016 pukul 5:02 am

    Williams ejsus dengan FW, skr udah FW40

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s