Horsepower Ducati di lintasan lurus Losail seri 1 motogp 2016

Posted on Updated on

Iannone Losail 2016

Seri pertama motogp di Qatar musim 2016 menobatkan Lorenzo jadi pemenang diikuti oleh Dovi dan Marquez. Dari balapan itu bisa dilihat Lorenzo merasa percaya diri dan determinasi untuk berusaha tidak melakukan error tiap kali melesat melewati tikungan fast flowing Losail. Dan pastinya juga mempertontonkan ke digdayaan horsepower kedua motor Ducati di lintasan lurus Losail yang memiliki panjang 1.068 km.

Seperti yang sampaikan Dovizioso sebelumnya “MotoGP bikes can make the most of their power”. Sirkuit yang berkarakter cepat sebagian besar mesin beroperasi di rpm tengah-atas. Apa yang di katakan Dovi memang benar adanya, mesin Ducati Desmosedici meraung keras menyusul lawannya di lintasan panjang Losail sampai 349.8 km/jam. Motor Dovizioso lebih cepat 4.9 km/jam dari motor nya Rossi di 344.9 km/jam. Motor RC213V Marquez berada di posisi ketiga dengan topspeed 342.7 km/jam.
Ya kalau kita melihat topspeed yang diraih motor-motor tersebut memang menarik untuk dibicarakan maupun di analisa. Meskipun kita ketahui kalau topspeed dari motor high horsepower di putaran mesin atas tidak menjamin untuk menentukan kemenangan. Tapi di sirkuit Losail ini menjadi lain cerita, kalau penentuan kemenangan terjadi di lap-lap terakhir dengan posisi sangat ketat satu dengan lainnya. Melewati tikungan 16 akhir ke kanan motor yang ber power lebih besar membangun di rpm atas akan mudah melewati rivalnya sebelum garis finish. Lintasan Losail yang panjang ke garis finish menyediakan waktu cukup banyak untuk mesin Ducati mencapai power output maksimumnya.
Duo Ducati Iannone dan Dovi benar-benar memanfaatkan keunggulan itu. Melesat cepat didepan sejak start dan sprint akselerasi melewati corner terahir untuk mencapai paling dulu dilintasan lurus. Sampai kemudian grip ban depan Michelin Iannone menyerah di lap ke lima karena menginjak garis putih di apex tikungan kekanan. Mungkin agak lengah mengejar Dovi untuk mengambil kembali posisi nya. Dovi mempertahankan posisi paling depan sampai lap ke sembilan Jorge mengambil alih. Bisa jadi Iannone akan merepotkan Lorenzo dan memenangkan balapan kalau motornya tidak tumpah ke aspal.
Jorge yang menyadari power Yamaha M1 yang defisit di lintasan lurus memilih untuk slipstream atau drafting di belakang kedua Ducati. Dengan itu Lorenzo dapat menerima keuntungan aerodinamic yaitu berkurangnya drag atau hambatan angin yang menerpa bagian depan motor ketika akselerasi pada kecepatan tinggi terutama di lintasan lurus. Strategi ini berjalan dengan itu Jorge tidak pernah ketinggalan di belakang Ducati.
Awalnya muncul keberatan untuk memilih ban. Menurut Lorenzo pilihan jatuh pada ban belakang soft adalah faktor yang menentukan dalam kemenangannya. Harus diputuskan ban mana yang dipakai memang gak mudah, menang dan kalah ada disitu. Sebelumnya saat warmup pagi hari, Jorge merasa kurang cepat menggunakan ban belakang medium compound dan melihat Marquez dengan ban soft yang semakin cepat pacenya. Ban soft compound memiliki keunggulan paling lengket grip nya dengan aspal tapi tidak bisa tahan lama. Di lap-lap terakhir soft tire akan bermasalah, tapi kemarin menjadi sebaliknya. Daya cengkram semakin baik dan menakjubkan di beberapa lap menjelang finish. Yang bisa dikatakan adalah temperatur udara dan aspal yang rendah ikut berperan memberikan ban belakang soft compound pada level terbaik. Ibarat menang lotere, keberuntungan memilih Lorenzo.
Tapi bukan hanya temperatur saja, style balap Lorenzo yang smooth saat memasuki tikungan merupakan faktor penentu juga. Lorenzo bukan tipe pembalap yang suka brake late dan hard braking. Masuk tikungan dengan mengerem lebih awal dan deselerasi secara halus dan seamless memasuki tikungan bersamaan dengan menggunakan tehnik trail braking. Sambil memanfaatkan momentum speed motor untuk tetap cepat sampai mid-corner dan kemudian melepas tuas rem dan transisi untuk mulai akselerasi membuka throttle yang diusahakan lebih awal exit corner. Dengan tehnik ini menjadikan ban Lorenzo lebih awet. Walaupun elektronik menurut Lorenzo masih tetap ada kendala tapi setidaknya sudah ada progress positif.
Marquez yang komplain sebelumnya karena kurangnya torsi RC213V untuk akselerasi, sepertinya masih terlihat seperti itu. Marquez terlihat struggle untuk menekan Ducati nya Dovizioso di tiap tikungan Losail. Style balapnya telah dirubah untuk lebih mencocokkan dengan ban Michelins terutama ban depan. Tapi sebelum balapan memutuskan memilih hard compound karena riding style nya yang tidak cocok dengan soft compound yang akan dengan cepat terkikis. Marquez pun mengira ban soft Lorenzo dan Dovizioso akan bermasalah dengan grip di lap-lap akhir, tapi ternyata perkiraannya meleset katanya. Pada tikungan akhir dia mencoba menyerang terakhir kali untuk overtake tapi kemudian melebar ke sisi luar tikungan. Saat di interview pun memperkirakan kalaupun dia berhasil menyusul Ducati di tikungan terakhir, sebelum garis finish Ducati akan sanggup overtake dia kembali. Marquez mengisyaratkan Honda RC213V nya kalah kenceng dan akselerasi. Agresifnya engine brake RC213V sudah tidak muncul tapi kemudian datang masalah lain yaitu pada akselerasi yang kurang kadar tendangannya atau daya dorongnya pada saat keluar dari corner.
Rossi yang menggunakan ban belakang hard compound seperti Marquez tidak punya booster dikantong jaketnya untuk melakukan attack di lap-lap terakhir. Meskipun Rossi tetap bisa mengikuti race pace pembalap di depannya tapi terlihat tidak ada sektor di lintasan Losail dimana dia bisa menekan kedepan seperti saat musim 2015 kemarin. Tapi tetap bagus karena gap yang tidak begitu jauh dari Lorenzo didepan.
Vinales dengan pencapaian terbaiknya pole position masih mengalami masalah yaitu horsepower di putaran atas terutama pada sirkuit yang cepat dan panjang seperti Losail ini. Tapi yang diraihnya sudah merupakan prestasi istimewa dengan memiliki racing line yang bagus kata Rossi. Mungkin tambahan sedikit tweak pada mesin untuk menciptakan topspeed dan akselerasi dari mid rpm akan membantu banyak Vinales pada seri berikutnya. 
Tapi ini baru seri pembukaan yang tentunya banyak hal akan terjadi dan berubah seperti biasanya dalam dinamika balapan. Yang pasti di Losail Lorenzo berhasil memperlihatkan keunggulannya dan juga Yamaha M1 sementara ini masih sebagai the best bike dan the most balance on the track, dan Ducati masih yang terkenceng topspeednya. Demikian wassalam dan salam sejahtera.
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s