Honda CBR1000RR tahun 2004 Ten Kate Racing motor jalan raya yang kenceng dan nyaman

Posted on Updated on

CBR1000RR Ten Kate

2004 Honda CBR1000RR Vermeulen race replica power 180hp (at the back wheel) , mudah dan nyaman dikendarai. tuned by Ten Kate Racing

Diantara gerombolan motor-motor Ducati di musim balap 2004 WSBK, motor Honda sanggup eksis naik podium dengan frekwensi yang cukup banyak. Chris Vermeulen pembalap asal Australia dengan membawa CBR1000RR di tuning oleh Ten Kate Racing berhasil meraih juara 1 sebanyak empat kali, juara 2 dan 3 sebanyak lima kali. Pencapaian itu bisa dibilang istimewa karena delapan minggu sebelum balapan WSBK dimulai, motor belum dipersiapkan.
Di sirkuit Monza Vermeulen melesat dengan topspeed 312,2 km/jam (194 miles), topspeed tertinggi yang pernah dicapai selama sejarah WSBK saat itu. Menurut data acqusition software Ten Kate Racing bahwa motor sebenarnya lebih cepat lagi yaitu 320 km/jam dan ini diciptakan dari motor jalan raya yang di tingkatkan (tweaked) enginenya sampai pada level kelas berat. Meskipun hanya meraih posisi 4 klasemen juara musim 2004 WSBK, Vermeulen menjadi pesaing serius pembalap-pembalap Ducati.
Tiga hari setelah balapan di Monza, Ten Kate Racing memperlihatkan replica CBR1000RR Veurmeulen yang bisa di order untuk publik penggemar motor performa tinggi. Alan Cathcart mendapat kesempatan untuk test ride di sirkuit Assen Belanda. Salah satu yang paling enak menjadi jurnalis otomotif seperti Alan Cathcart adalah tawaran test ride motor-motor balap maupun juga motor high performance jalan raya baru di luncurkan.

WSBK Vermeulen 2004 Laguna Seca

Chris Vemeulen CBR1000RR Ten Kate Racing power output 203 hp (at the back wheel) Laguna Seca 2004 (motorcycleUSA)

Boss Ten Kate Racing yaitu Gerrit Ten Kate dan keponakannya Ronald pada awalnya adalah fabrikator dan service traktor maupun juga alat-alat untuk pertanian di Belanda. Kemudian menyadari ada perhatian besar (passion) terhadap motor dan memutuskan membuka motorcycle shop.
Terhubung dengan dunia balap motor yaitu saat menolong pembalap-pembalap lokal yang partisipasi di seri nasional Belanda. Sedikit demi sedikit akhirnya berkembang semakin besar dan mulai menjalankan tim di kelas supersport. Saat itu Ten Kate ikut serta pada kejuaraan World supersport 600cc dimana mengalami berbagai hal persoalan karena keterbatasan dana dan sponsorship. Kemudian datang pembalap Karl Muggeridge menaiki CBR600F Ten Kate Racing dan pada tahun 1999 di Assen meraih posisi ke 4. Pencapaian di Assen itu membawa Ten Kate Racing mampu partisipasi penuh pada musim tahun 2000 dan memperoleh peringkat ke lima di klasemen World Supersport. Hal ini lah yang mempersuasi Honda Europe untuk men support Ten Kate Racing ke depannya. 
Honda CBR1000RR Chris Vermeulen race replica adalah superbike street legal dengan lampu dan spion. Pemilik boleh mengunakan sehari-hari di jalan raya tanpa dikenakan aturan emisi dan suara knalpot yang berlaku. Karakter power delivery engine begitu halus dan chassis maupun suspensi memiliki rasa kenyamanan. Handling motor mudah dan stabil saat melakukan manuver atau mengerem dari kecepatan tinggi. Mungkin telah banyak apresiasi muncul terhadap Honda CBR1000RR dan juga CBR600RR pada faktor kemudahan dan kestabilan dikendarai.
Engine CBR1000RR race replica ini oleh Ten Kate di lepas semua untuk dilakukan proses modifikasi. Banyak komponen mesin seperti piston, connecting rod, crankshaft, gearbox tetap dibiarkan dalam keadaan standard atau stock. Perubahan siknifikan adalah pada cylinder head dan profil camshaft. Cylinder head di porting dan diukur secara presisi dengan air flow bench, yaitu alat untuk mengetahui berapa banyak volume udara dalam cubic feet per minute (CFM) melalui port cylinder head mampu tercapai setelah dilakukan porting. Ini sangat penting karena kecepatan airflow masuk menentukan besarnya cylinder pressure. Hal tersebut mempengaruhi daya dorong atau torsi disalurkan. Juga dengan alat ini dapat diketahui perbedaan air flow diantara ke empat intake/exhaust port cylinder head, supaya masing-masing mencapai batas perbedaan toleransi yang direncanakan oleh tuner mesin.
Ten Kate menggunakan camshaft dengan ukuran valve lift seperti standard tapi berbeda banyak pada durasi dan valve timing. Valve lift lebih besar angkanya akan berpengaruh siknifikan kepada konsumsi bbm per km, meskipun dengan cara itu akan mudah menghasilkan power output. Cylinder head di papas untuk menaikan rasio kompresi statik piston dari 11.9:1 menjadi 12,7:1. Dengan naikan kompresi statik 1 point mampu menambah power sekitar 4-5hp. Per klep diganti dengan race grade tapi tetap dengan satu per pada tiap klep nya dan valve seat dibiarkan standard.  
Arrow full exhaust system di fabrikasi secara khusus untuk motor ini dengan header dari material stainless steel menyambung ke pipa collector dan tabung silencer terbuat dari titanium. Biasanya untuk pemakaian balap dengan powerband di rpm atas diperlukan header yang lebih pendek dengan diameter lebih besar. Sebaliknya untuk pemakaian jalan raya dimana mengutamakan torsi mendorong dari putaran mesin tengah, pipa header lebih panjang menyambung ke pipa kolektor dengan diameter lebih kecil. Hal itu dengan maksud supaya kecepatan gas keluar dari klep exhaust akan tetap cepat meluncur keluar knalpot pada rpm rendah dan tengah.
Ten Kate tidak meng adopsi ECU dari race kit HRC melainkan menggunakan piggyback Power Commander merk Dynojet untuk optimalkan air/fuel ratio (AFR). Menurut Ten Kate aplikasi ini oke untuk pemakaian jalan raya dan juga trackday. Tapi bagi customer yang ingin balap serius ada ECU dari Ten kate yang bisa diprogram secara penuh. Rev limiter dapat dinaikan lagi dimna berpengaruh terhadap peningkatan power output.
Sesi test ride menurut Cathcart motor sangat mudah dikendarai di jalan raya, menekan tuas kopling yang ringan dan akselerasi cepat dari rpm rendah tanpa ada isyarat bahwa akan ada power output dasyat menunggu di putaran atas. Jadi benar-benar streetable seperti sebelum motor dilakukan modifikasi. Yang paling menakjubkan ketika motor akselerasi keluar dari chicane di Assen menggunakan tiga gir pertama. Dari chicane motor wheelie dan melesat melewati garis start/finish dengan speed yang luar biasa menurut Cathcart. Walaupun nyaman dan jinak pada rpm rendah, powerband mulai membangun dari 6500 rpm sampai lampu shift berkedip di 11000 rpm dan terus mendorong kuat sampai rev limiter bekerja pada 12000 rpm. Akselerasi makin terasa luarbiasa di 9000 rpm dimana ban belakang spin karena grip tidak mampu mencengkram ke aspal menahan torsi yang semakin besar. Menurut Cathcart dari semua factory superbike yang pernah dia test ride, tidak ada akselerasinya sedasyat CBR1000RR Vermeulen race replica ini, kecuali GSX-R1000 tim Corona Suzuki.
Bisa kita mengerti motor yang mana powerband di rancang untuk jalan raya akan lebih galak akselerasinya dibandingkan motor full race. Torsi mulai membangun dari putaran rendah dan terus meningkat sampai mencapai rev limit. Berbeda dengan motor balap biasanya powerband di setup muncul pada putaran menengah-atas yaitu sekitar 8000 rpm. Powerband motogp mulai garang pada putaran 10000 rpm dan semakin kuat mendorong mendekati putaran puncak 16500 rpm, rev limiter bekerja sekitar 17000 rpm. Dengan itu motor balap tidak akan efektif penyaluran powernya kalau digunakan di jalan raya dimana sebagian besar beroperasi pada rpm rendah dan tengah. Motor balap dengan CC semakin kecil akan makin terasa bila dipakai di jalan raya. Torsi lemah di putaran bawah dan tengah mengharuskan rider slip kopling di rpm tinggi kalau ingin akselerasi cepat dari keadaan berhenti, atau pindah gir rendah downshift kalau ingin menyusul kendaraan didepan.
Handling sedikit kurang gesit di sirkuit diperlukan upaya kalau ingin secara cepat merubah posisi motor, tapi motor dapat di stir dengan baik untuk di arahkan ke line. Suspensi Adreani secara maksimum memberikan corner speed dengan cukup baik. Selama test ride di sirkuit Assen Cathcart tidak merasakan adanya limit performa pada suspensi terutama ketika melewati lintasan yang tidak rata atau bumpy.

WSBK Vermeulen Cathcart

Chris Vermeulen on the race bike & Alan Cathcart on the street bike

Yang juga tidak kalah penting adalah pada faktor pengereman menggunakan piringan berbentuk petal diameter 310mm dan caliper standard tipe radial empat piston merk Tokico. Kampas rem (brake pads) memakai merk SBS dan selang rem tipe steel braided. Motor dengan bobot 174.1 kg kosong dapat deselerasi secara efektif dari kecepatan tinggi dan dalam jarak pendek. Motor cukup stabil pada saat hard braking, hanya sedikit menukik (nose dive) pada bagian depan, jadi rider bisa tetap melakukan tehnik trail braking saat memasuki tikungan dan masih tersisa travel untuk meredam apabila ada jalan yang ngak rata di tikungan.
Ten Kate racing meningkatkan performa motor jalan raya CBR1000RR ke level berikutnya tapi tetap menyediakan kemudahan dan kenyamanan berkendara kepada ridernya. Ten Kate memulai usaha di bidang pembuatan tractor dan kemudian menjadi salah satu tuner dan tim yang sukses mengantongi 8 kali titel World supersport dengan motor Honda CBR600RR maupun CBR600F dan 1 kali gelar WSBK dengan Honda CBR1000RR.
CBR1000RR Chris Vermeulen race replica di bandrol waktu itu dengan harga USD36.858-. Dengan modifikasi ini konsumsi bbm lebih boros 10% dari CBR1000RR standard. Cukup lumayan tidak begitu boros siknifikan engine menelan bensinnya. Power output maks 180hp di ban belakang pada putaran 12000 rpm atau sekitar 200 hp at the crankshaft. 29 hp lebih powerful dibandingkan power output CBR1000RR standard. Power puncak segitu menurut saya sudah amat sangat terlalu digdaya untuk pemakaian di jalan raya. Perlu konsentrasi tinggi setiap saat atau fokus kalau berkendara di jalan yang ramai kiri-kanan seperti di jakarta ini. Demikian salam sejahtera dan wassalam.
Source : 2004 Motorcyclist magazine 
Iklan

2 thoughts on “Honda CBR1000RR tahun 2004 Ten Kate Racing motor jalan raya yang kenceng dan nyaman

    Supono Wahyudi said:
    Maret 16, 2016 pukul 6:56 pm

    Saya lebih suka bentuk Cibier yang ini deh daripada yang sekarang
    Tapi belum kuat beli 😥

    http://ru88ercookie.com/2016/03/16/anak-jalanan-versi-thailand-bersponsor-yamaha-tren-ngiklan-di-sinetron/

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s