Motor juara WSBK 2004 Ducati 999 FO4 James Toseland

Posted on Updated on

999 FO4 James Toseland

2004 Ducati 999 FO4 James Toseland

Kejuaraan WSBK tahun 2004 adalah awal munculnya superbike 1000cc empat silinder menggantikan motor empat silinder sebelumnya dengan kapasitas mesin lebih kecil 750cc. Dengan kubikasi lebih besar memungkinkan menyalurkan torsi dan power output makin bertenaga lagi dimana penting saat akselerasi cepat exit corner dan mencapai topspeed tertinggi pada lintasan lurus.

Pada grid start WSBK terlihat pabrikan motor- motor Jepang baru seperti Honda dengan CBR1000RR nya, Suzuki dengan Gixxer 1000R dan Kawasaki Ninja ZX-10R. Sebelumnya di tahun 2000 dan 2002 pembalap Honda Collin Edwards jadi juara musim sebenarnya sudah tidak menggunakan motor 4 silinder 750cc lagi yaitu RVF750R RC45 , tapi melesat dengan motor bermesin V-twin VTR1000 RC51 SP seperti motor-motor Ducati rivalnya itu. Kemudian regulasi membolehkan motor 4 silinder ikut WSBK naik menjadi 1000cc.
Di majalah Racing edisi tahun 2004 ada artikel membahas motor Ducati 999 FO4 waktu itu menjadi juara musim 2004 WSBK. Menjadi pilotnya  adalah pembalap asal British James Toseland, meskipun pembalap asal Prancis Regis Laconi juga memakai Ducati lebih banyak memenangkan podium satu sebanyak 7 kali, tapi mengalami retired tidak ikut balapan 5 kali.
Editor majalah Alan Cathcart mendapat kesempatan test ride melesat di sirkuit Mugello Italy sebanyak 12 lap. Menurutnya Ducati 999 FO4 adalah package lebih balance dan nyaman dikendarai dari pada motor pembalap Neil Hodgson Ducati 998 FO3. “Pada dasarnya (Ducati) 999 lebih sensitif di setup dari pada 998.” Diakui oleh Ernesto Marinelli Ducati Corse Technical Director. “Motor sedikit lebih longgar dari yang ada sekarang, lebih fleksibel dan tentunya lebih nyaman ketika anda kendarai.”
Dengan ban Pirelli stabilitas Ducati 999 di lintasan lurus makin meningkat. Tingkah laku motor di track bagus meskipun Cathcart melakukan power wheelie setelah memindah ke gir transmisi empat pada lintasan yang menanjak sebelum memasuki pit dan ban depan mendarat tanpa motor mengalami guncangan keras (tank slapping). Motor tetap kokoh, stabil tidak goyah dan dari situ bisa kita bayangkan betapa kuat torsi sanggup power wheelie menggunakan gir kecil. Hanya menurut Cathcart motor lebih berat untuk berpindah posisi kiri-kanan (flip-flop) misalkan melewati chicane. Diperlukan upaya fisik lebih bila ingin mengarahkan motor dengan cepat.
Di lintasan panjang Mugello lebih dari satu kilometer motor deselerasi dengan brilliant. Menurut Cathcart motor terasa stabil dan mudah diprediksi ketika mengerem dari kecepatan tinggi. Sistim rem Brembo dengan ventilated radial caliper mempermudah fase pengereman mengurangi kecepatan dengan jarak relatif pendek. Ada dua pilihan piringan rem (disc brake) depan dan belakang yang digunakan, yaitu depan berdiameter 305mm dan 290mm, belakang 218mm dan 200mm. Disk yang lebih kecil akan memberi efek gyroscopic semakin rendah, hanya daya cengkram yang sedikit kurang dan lebih panas dari disk diameter besar. Faktor yang mempengaruhi ke stabilan motor disaat mengerem yaitu aplikasi sistim slipper clutch dan posisi jok pembalap di setup lebih rendah. Slipper clutch mereduksi tendensi ban belakang mengunci dimana membuat bagian buritan motor menjadi melompat-lompat saat hard braking akan memasuki tikungan. Kondisi seperti itu menyulitkan pembalap mengarahkan motornya di line yang diinginkan.

999 FO4 Toseland dash

999 FO4 cockpit yang lega dengan Dashboard Magneti Marelli.

Big bore engine sangat oversquare revving secara nyaman sampai rev limiter meng cut off halus di 13200 rpm. Tidak lagi memutus secara mendadak seperti rev limiter di motor Ducati sebelumnya. Dorongan torsi mesin sudah mulai terasa pada 4000 rpm dan penyaluran secara linear sampai masuk powerband di 9000 rpm. Engine balap empat silinder biasanya akan mulai menarik dari putaran lebih tinggi yaitu sekitar 8000 rpm dan rev limiter bekerja hampir di 15000 rpm.
Ducati 999 FO4 memiliki power delivery yang halus dan linear dimana menurut Cathcart tidak terasa kalau tachometer di dasboard sudah menunjuk angka 11000 rpm. Tidak beralasan V-twin engine berputar setinggi itu tapi dengan vibrasi diciptakan tidak kasar. Motor sanggup melesat menembus batas 300 km/jam di trek lurus Mugello.  
Ketika Alan Cathcart sudah makin terasa nyaman dan percaya diri melesat di sirkuit, ban belakang Pirelli semakin panas dan mulai spinning. Diakui oleh Cathcart timbul rasa takut pertama kali ban belakang spin. Takut kalau sampai terjadi crash, sedangkan saat itu motor dibutuhkan oleh James Toseland untuk memenangkan musim balap WSBK 2004. Power output puncak di ban belakang 189hp dan dengan tendangan torsi V-twin yang garang, mudah sekali untuk membuat ban belakang spin atau ban depan wheelie. Perlu diketahui bahwa elektronik Ducati FO4 dan motor WSBK lainnya tidak secanggih motogp yang smart mampu secara presisi mengatur torsi supaya tidak spin berlebihan. Ban belakang spin secara berlebihan atau tidak direncanakan dapat membawa motor menjadi highside dan crash. Dengan ketersedian torsi FO4 mulai putaran bawah motor akan dengan mudah melewati chicane kecepatan rendah memakai gir transmisi satu atau dua. Menurut Cathcart pada gir 4 engine lebih pas short shift di 11500 rpm.
FO4 Engine

Power delivery V-twin engine big bore oversquare yang linear mulai mendorong dari 4000 rpm.

Motor FO4 adalah cloning terdekat dari motor FO3 pembalap Neil Hodgsons. Menurut Ernesto Marinelli menbangun V-twin engine yang mampu menciptakan peak power output hampir 200hp di ban belakang tentunya secara mekanik mendekati batas kemampuan maksimum, terutama pada faktor durabilitas atau ketahanan. Artinya motor dengan power output besar mempunyai life time atau masa kerja relatif pendek. Harus melakukan penggantian parts tertentu pada waktu yang tepat. Mungkin crankshaft dan gearbox bisa bertahan lama asalkan tidak terlalu dipaksa misalkan downshift tanpa menggunakan kopling dimana berakibat ke ausan pada area situ.
Mesin perlu overhaul setiap masa pakai jarak 1000 km yang meliputi seluruh komponen terutama piston dan connecting rods, klep bisa bertahan lebih lama sekitar 1500 km. Rocker arm desmo biasanya diganti 2 kali dalam satu tahun dan terbukti motor Ducati tim Fila tidak mengalami masalah mekanik yang mengharuskan “did not finish” (DNF).

999 FO4 Toseland 1

Tubone – big tube Termignoni titanium exhaust size 63.5 mm

Mesin 999 FO4 big bore-stroke ultra pendek 104 mm x 58.8 mm memakai piston merk Omega dengan satu ring kompresi dan satu ring oli. Engine spesial balap biasa menggunakan piston seperti itu untuk mengurangi hambatan dari gesekan ring piston dengan dinding silinder (cylinder wall). Aplikasi piston dengan 2 ring tidak cocok digunakan motor high performance jalan raya karena konsumsi oli mesin jadi boros.
Connecting-rod merk Pankl terbuat dari titanium sangat ringan tapi lebih kuat, hanya dengan harga bisa mencapai 8x lebih mahal dari con-rod baja. Con-rod tertentu perbedaan berat bisa mencapai 50 gram. Silinder head berukuran kecil dan compact dengan penggerak menggunakan belt memutar kedua camshaft. Ukuran klep intake dari titanium 43,5 mm dan exhaust 34mm.
Sistim Desmodromic tidak menggunakan per untuk menutup klep melainkan dengan tuas terhubung ke camshaft lobe dan klep intake/exhaust. Sistim Desmodromic menghindari valve floating atau per yang keluar dari jalur gerak osilasinya karena tekanan dan tidak dapat mengikuti putaran camshaft. Rasio kompresi statik piston 15.8:1, sangat tinggi dan perlu oktan yang juga tinggi diatas 100 untuk meredam gejala detonasi.
Sepasang throttle body merk Magneti Marelli size 60 mm dengan single injector mensupply mixture udara/bbm kedalam ruang bakar yang masif. Magneti Marelli EFI men-support power output puncak mesin 189hp  pada putaran 12500 rpm at the back wheel. Throttle body size 60mm adalah parts optional dalam race kit yang telah di homologasi.  Motor Ducati 999R production racer memakai throttle body ukuran lebih kecil yaitu 54 mm.

Ducati Pankl Titanium Con Rod

Pankl titanium connecting rod cost $2300,-

Duct 999R 2004

2004 Ducati 999R street legal USD29.995 (sportrider)

Tubular steel Verlichi spaceframe dimana steering head angle nya bisa dirubah (adjustable) antara 23.5 dan 24.5 derajat. Toseland memilih swing arm lebih panjang memberi tambahan pada wheelbase sekitar 20mm. Hal tersebut meningkatkan beban pada ban depan dengan distribusi berat 52/48 supaya grip semakin kuat. Ukuran velq forged magnesium belakang 6.25 inchi merk Marchesini. Fork menggunakan Ohlins 42mm dengan external gas cylinder yang di lapisi (coating) Tin. Per didalam fork dipilih yang termasuk keras karena menghindari situasi fork tertekan secara full ketika mengerem kuat dan membuat travel tidak tersisa lagi.
Versi street legal dari FO4 adalah Ducati 999R tahun 2004 waktu itu dijual dengan harga $29.995. Termasuk motor balap street legal termahal yang bisa dibeli oleh publik penggemar roda dua. Sudah dilengkapi dengan parts balap seperti fork dan shock belakang Ohlins, Brembo radial monoblock calipers, close-ratio gearbox, bisa dikatakan siap ngebut di sirkuit sejak out of the box.

Duct 999R Bore

Cylinder Bore 999R ukuran XL 104mm mirip dengan size bore FO4. Bentuk cut untuk klep intake/exhaust di permukaan piston memungkinkan terjadinya turbulensi yang mana penting menambah efisiensi ledakan di ruang bakar (combustion chamber)

Duct 999R Head.jpg

Cylinder head 999R meng akomodasi klep titanium yang juga dengan size XL. Head di porting melalui proses CNC.

Ducati 999 menggantikan 996 dan 998 yang mengenakan baju kebesaran Ducati 916 hasil karya designer brilliant Massimo Tamburini yang ia ciptakan pada tahun 1994. Tradisi Ducati mendesign motor sport dengan keunggulan dari segi aesthetika dan aerodinamik, motor 999 memperlihatkan bentuk sangat mengesankan mata seperti pada model sebelumnya. Termasuk dalam pembelian 999R oleh customer adalah racekit terdiri full exhaust system merk Termignoni 102 dB khusus untuk balap dan ECU. Power output dan torsi puncak 139 hp @10000 rpm, 108 Nm @8000 rpm. Sangat digdaya untuk ukuran motor sport dengan L-twin engine waktu itu.
Dimusim 2003 dan 2004 motor Ducati 999 merajai sirkuit WSBK dengan pembalap Neil Hodgson, James Toseland, Regis Laconi. Dengan itu telah membuktikan sebagai the best race bike di eranya diantara gempuran mesin 1000cc motor-motor 4 silinder. Demikian Bro sekalian wassalam dan salam sejahtera.
2004 Ducati 999R street legal production racer :
  • Engine four stroke, 90°“L”twin cylinder, DOHC, desmodromic 4 valve per cylinder. 
  • Bore x stroke 104 mm x 58.8 mm
  • Static compression 11.4:1
  • Magneti Marelli EFI 54 mm x 2 throttle body
  • Max power 124 hp (90.4 kW) @ 9500 rpm (at the back wheel)
  • Peak torque 102 Nm @ 8000rpm
  • Fork Ohlins 43mm fully adjustable, Rear shock Ohlins fully adjustable
  • Wheelbase 1420mm
  • Dry weight 199 kgs
  • Topspeed 266 km/h
James Toseland Ducati 999 FO4 :
  • Bore x stroke 104 mm x 58.8 mm
  • Static compression 15.8:1
  • Magneti Marelli EFI 60 mm x 2 throttle body
  • Max power 189 hp @ 12500 rpm (at the back wheel)
  • Fork Ohlins 43mm fully adjustable, Rear shock Ohlins fully adjustable
  • Wheelbase 1420mm
  • Topspeed 300 km/h +
  • Tyres Pirelli slicks
  • Chain Regina

 

Source : Racing Magazine Sport Rider 2004
Iklan

9 thoughts on “Motor juara WSBK 2004 Ducati 999 FO4 James Toseland

    Supono Wahyudi said:
    Maret 10, 2016 pukul 10:10 pm
      ArenaSepedaMotor responded:
      Maret 11, 2016 pukul 8:49 am

      dulu seni balap nya, mungkin sekarang giliran potensi seni musik nya

      Suka

    nduk said:
    Maret 11, 2016 pukul 7:19 pm

    Akankah ducati meninggalkan rangka teralisnya,
    Berganti delta box seperti motogp untuk motor massal wsbknya?

    Suka

      ArenaSepedaMotor responded:
      Maret 11, 2016 pukul 8:49 pm

      Ducati 1199 & 899 panigale pakai monoque chassis, gak lgi tralis. Tapi tralis jga ada keuntungan katanya, yaitu bisa meredam sisa goncangan yg tdk seluruhnya di redam oleh suspensi motor. Meredam nya lebih bagus dri pada frame aluminium yang lebih kaku

      Suka

    Anton said:
    Maret 11, 2016 pukul 8:27 pm

    Mahal juga ya biaya motor untuk dipakai balap. Setiap 1000km overhaul.

    Suka

      ArenaSepedaMotor responded:
      Maret 11, 2016 pukul 8:55 pm

      Memang ongkos yg tinggi pak. Maka itu regulasi wsbk sekarang diharuskan komponen/parts mesin lebih banyak standard dari pabrik. Supaya mesin lebih awet lagi, tapi konsekwensi ke power output dan topspeed jdi berkurang cukup lumayan..

      Suka

    Renhan said:
    Maret 13, 2016 pukul 9:26 pm

    Artikelnya top om, jd nambah ilmu, btw model lampu depan out of the box nya ducati kayanya

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s