Elektronik akan menjadi problem pembalap motogp musim balap 2016

Posted on Updated on

Qatar test March 2016

Sementara ini Yamaha YZR M1 dikendarai oleh Lorenzo terlihat paling balance, sampai nanti harus dibuktikan lagi di seri pertama musim balap 2016 dimulai (Crash.net)
Test pre-season berakhir hari Jumat di Qatar mengharuskan pembalap dan tim melakukan penyempurnaan sedikit dan juga banyak pada bagian motor yang kira-kira masih kurang presisi. Menentukan setup yang memang tidak mudah terutama dengan aplikasi unified software dan ban Michelins di musim balap tahun ini. Perubahan tersebut bisa dikatakan cukup besar yang membutuhkan pula perubahan mayor di motor dan style balap rider nya.

Terjadi beberapa crash ketika pembalap melesat cepat dalam usahanya meraih fastest lap menggunakan ban depan soft compound yang disediakan Michelins. Ban depan soft dibawa ke Qatar oleh Michelins untuk di test bersamaan dengan ban depan hard dan medium yang sudah dicoba pada test sebelumnya. Ban soft compound yang terlalu soft memberikan problem kurang stabil ketika motor hard braking dari lintasan lurus menuju corner. Juga kurangnya ban memberikan feedback kepada rider yang sangat penting sebagai indikator batas kemampuan grip atau daya cengkram. Hard compound memberikan grip yang lebih baik dari soft, hanya terlalu keras untuk Qatar yang temperatur aspal sirkuit nya rendah. Semakin rendah temperatur, semakin soft ban yang cocok untuk digunakan. Ban medium  cukup mampu memberikan feedback yang lebih baik, tapi begitu temperatur aspal naik pada saat balapan, kemungkinan akan menjadi problem.
Sebelum permukaan aspal sirkuit di guyur embun (dew) yang beresiko apa bila pembalap mem-push motor, Lorenzo mencetak waktu tercepat nya yaitu 1 menit 54.810 detik. Jorge adalah satu-satunya pembalap yang masuk di zona lap time 1 menit 54 detik, memberi perbedaan gap setengah detik dengan pembalap posisi kedua Scott Redding yang membawa Ducati GP15. Sirkuit Qatar memang menjadi favorit Lorenzo, meskipun di musim 2015 kurang beruntung karena turunnya busa di dalam helm yang membatasi pandangan.
Menurut Jorge untuk mencapai lap tercepat, diharuskan tangguh di segala hal. Masih kurang nya sedikit topspeed dan power di lintasan lurus, bisa dikompensasi dengan phase braking dan masuk tikungan dengan cepat, kemudian buka gaz lebih awal untuk akselerasi exit corner. Jorge tetap hati-hati terhadap bukaan throttle pada saat motor miring di tikungan, karena perbedaan response elektronik 2016. Dengan hasil test Lorenzo di Qatar, Yamaha YZR M1 masih terlihat kuat dan balance. Tinggal pembuktiannya nanti pada saat balapan seri pertama.
Scott Redding membuktikan bisa beradaptasi dengan baik membawa Desmo GP15 yang terpaut setengah detik di posisi kedua. Redding merasa tidak mengalami problem siknifikan dan semakin cepat dan cepat pace nya. Problem yang didapat adalah ban depan yang banyak bergerak, kemudian di antisipasi dengan merubah style nya saat itu. Menurut nya bukan berkenaan dengan merubah style balapnya tapi lebih kepada memahami apa yang akan terjadi. Redding mengakui masih mempelajari karakter motor dan juga ban Michelins.  Motor bekerja lebih bagus masuk tikungan dengan speed yang lebih lambat dan akselerasi keluar corner dengan cepat.  Jadi lebih kepada kalkulasi terhadap kecepatan yang tepat di tiap corner.

Redding Qatar test 2016

Target Scott Redding di 6 besar dan tidak mau terlalu banyak pressure. Unified software tidak memberi problem ke elektronik motor Ducati dan ini menjadi keuntungan Redding.

Marquez yang menghadapi masalah elektronik di Sepang sebelumnya, di Qatar sepertinya problem tersebut sudah bisa dikurangi, walaupun ada kelemahan yang muncul pada saat akselerasi. Menempati posisi ke empat, lap time yang dicetak 1 menit 55,402 atau +0.592 detik dibelakang Lorenzo. Menurut Marquez ketika mengikuti dibelakang Jorge dia be-rupaya keras terutama pada saat akselerasi.  Seperti yang pernah disebutkan Marquez sebelumnya bahwa power delivery motor akan cenderung agresif apa bila power ditambah, sebaliknya kalau dikurangi akan berpengaruh terhadap kecepatan akselerasi yang lebih lambat. Menurutnya test di Qatar ini pertama kalinya elektronik motor RC213V 2016 ber operasi secara efektif. Dengan itu dimungkinkan tim bekerja dengan memerah lebih banyak energi lagi untuk men setup motor.
Marquez termasuk rider yang mengalami crash. “hari ini, berusaha riding seperti dengan menggunakan ban Bridgestone, saya crash. Di titik pengereman (brake point) posisi tegak (motor) dan saya kehilangan grip ban depan. Dengan itu anda harus merubah mentalitas berkendara,  kemudian saya riding dengan cara yang berbeda, yaitu  seperti tahun lalu, tapi saya mulai mengalami slide (ban belakang) ketika entry (corner)”. Dari kata-katanya bisa disimpulkan Marquez masih mencari tehnik balap yang tepat dan efektif. Grip ban yang berlainan dengan tehnik brake hard-brake late seperti dengan ban Bridgestone, tidak bisa di aplikasikan.
Marquez Qatar test 2016
?
Elektronik RC213V sudah efektif, hanya muncul masalah di daya dorong mesin yang kurang nendang untuk akselerasi cepat keluar corner
Rossi yang menempati posisi lima, berbeda tipis dengan Marquez mengatakan race akan lebih susah kedepannya. Rossi menjalani simulasi race dengan ban Michelin dan unified software menyatakan senang dengan hasil yang diraih. ” Pastinya ban bergerak dan slides, tapi anda bisa mem-push dan tetap pada rithme, jadi ini bagus”.
Ada fitur canggih elektronik yang ter eliminasi, tidak digunakan lagi yaitu adaptive strategy. Dengan adaptive strategy komputer sanggup melakukan simulasi secara real-time kondisi grip ban di tiap lap yang dilalui motor selama balapan. Ketika terdeteksi terjadi banyak spin pada tikungan yang sama dari waktu sebelumnya, maka ECU memastikan grip ban mulai menipis dan me remap dengan menurunkan torsi mesin secara bertahap mengikuti kondisi ban belakang. ECU melakukan fine tuning power output sesuai yang dibutuhkan grip ban belakang yang semakin menurun performa daya cengkramnya. Tanpa fitur ini  power besar mesin akan semakin cepat mengikis grip ban dengan aspal seperti parutan.
Software yang digunakan sekarang ini tidak lagi memiliki kemampuan tersebut. Untuk mendeteksi menurunnya performa ban dicari berdasarkan perbedaan friction coeffisient. Jika friksi yang dihasilkan di seluruh permukaan aspal sirkuit tidak sama, maka software akan melakukan hal yang berbeda di corner satu dengan corner lainnya. Torsi yang disalurkan berbeda untuk tiap corner. Hanya harus di set-sebelumnya, tidak lagi pintar mampu mengatur sendiri seperti pada software pabrikan. Artinya tingkat akurasinya nya tidak sebaik self-learning software. Unified software yang lebih sederhana menyerahkan kepada pembalap untuk secara manual menekan tombol level di handle bar, tidak lagi secara otomatik dan juga dengan kepintaran dibawah level software sebelumnya. 
Rossi sepang test Feb 2016
??
Elektronik yang kurang smart mengharuskan pembalap lebih kerja keras dari sebelumnya. Unified software tidak memiliki kemampuan adaptive strategy yang secara self-learning mampu me-remap ECU  ketika grip ban mulai habis dan mengatur torsi yang tepat secara terus-menerus supaya daya cengkram ban bisa bertahan sampai akhir balapan.
Menurut Rossi selama berlangsungnya balapan kegunaan fitur ini sangat penting, terutama setelah empat atau lima lap. Seperti yang disebutkan diatas, tanpa kemampuan ini upaya dan pekerjaan pembalap akan lebih susah mengkontrol power besar motor terutama melewati tikungan dan pada waktu akselerasi exit corner. Tapi justru keadaan seperti ini menarik bagi Rossi. 
“Sekarang kita semua semakin dekat dan juga motor-motor Ducati semakin kenceng. Jadi menurut saya minggu depan akan semakin sulit. Hal baiknya adalah kita (yamaha) kompetitif  dan motor sangat bagus dengan ban Michelin”. Kata Rossi.
Kita tunggu seperti apa balapan nantinya, demikian wassalam dan salam sejahtera.

1. = Jorge Lorenzo ESP Movistar Yamaha MotoGP (YZR-M1) 1m 54.810s [Lap 11/51]
2. = Scott Redding GBR Octo Pramac Yakhnich (Desmosedici GP15) 1m 55.326s +0.516s [43/55]
3. = Maverick Viñales ESP Team Suzuki Ecstar (GSX-RR) 1m 55.333s +0.523s [29/48]
4. ˄ Marc Marquez ESP Repsol Honda Team (RC213V) 1m 55.402s +0.592s [52/52]
5. ˅ Valentino Rossi ITA Movistar Yamaha MotoGP (YZR-M1) 1m 55.429s +0.619s [36/55]
6. ˅ Andrea Iannone ITA Ducati Team (Desmosedici GP16) 1m 55.535s +0.725s [5/52]
7. = Cal Crutchlow GBR LCR Honda (RC213V) 1m 55.592s +0.782s [37/46]
8. ˄ Andrea Dovizioso ITA Ducati Team (Desmosedici GP16) 1m 55.700s +0.890s [47/47]
9. ˅ Hector Barbera ESP Avintia Racing (Desmosedici GP14.2) 1m 55.733s +0.923s [8/23]
10. ˅ Pol Espargaro ESP Monster Yamaha Tech 3 (YZR-M1) 1m 55.882s +1.072s [35/40]
11. ˅ Yonny Hernandez COL Aspar MotoGP Team (Desmosedici GP14.2) 1m 55.894s +1.084s [17/18]
12. = Bradley Smith GBR Monster Yamaha Tech 3 (YZR-M1) 1m 55.966s +1.156s [39/62]
13. = Loris Baz FRA Avintia Racing (Desmosedici GP14.2) 1m 56.057s +1.247s [20/27]
14. = Dani Pedrosa ESP Repsol Honda Team (RC213V) 1m 56.142s +1.332s [27/30]
15. = Aleix Espargaro ESP Team Suzuki Ecstar (GSX-RR) 1m 56.419s +1.609s [28/32]

 

Iklan

4 thoughts on “Elektronik akan menjadi problem pembalap motogp musim balap 2016

    darmada said:
    Maret 7, 2016 pukul 11:36 pm

    wah, kayanya mulai panas nih persaingannya. semoga ducati bisa juara dibeberapa seri biar makin menarik persaingannya

    Suka

      ArenaSepedaMotor responded:
      Maret 8, 2016 pukul 8:36 am

      moga-moga menarik dan seru balapan nya

      Vinales dg suzuki sepertinya juga bagus performanya

      Suka

    welah dalah said:
    Maret 8, 2016 pukul 4:54 pm

    makasih untuk artikelnya, apalagi banyak penjelasan secara teknis, baik di artikel ini maupun di artikel lain.

    Suka

      ArenaSepedaMotor responded:
      Maret 8, 2016 pukul 5:49 pm

      sama-sama Pak…sy jg trimakasih udh lihat ke blog ini

      Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s